Tokoh Utama

Tokoh Utama
pertarungan yang heboh


__ADS_3

Hajime menatap Shinta, "bukan urusanmu? " kemudian menoleh Excel, "sepertinya kau juga tidak suka dengan orang ini! "


Shinta tidak menatap salah satu dari Pria tersebut, "itu juga bukan urusanmu! " ucapnya pada Hajime datar.


Hajime tersenyum menatap Shinta, "bagaimana jika orang ini ku buat babak belur, dan kau menjadi kekasihku! "


Excel menatap Hajime, "orang ini!? bukankah orang ini yang membuat Bayu babak belur! sebaiknya aku tidak berurusan dengannya! " batinnya.


"kalian membuat selera makan ku hilang! " Shinta berdiri dari kursinya, "jika mau berkelahi, berkelahi saja! tapi jangan jadikan aku bahan taruhannya!" Shinta melangkah pergi, kedua temannya mengikuti dari belakang.


Hajime tersenyum, "sepertinya butuh waktu untuk mendapatkan mu! " dia memandang Shinta yang semakin menjauh.


Excel menatap Hajime, kemudian mengejar Shinta, "Shinta! tunggu! ada yang ingin aku bicarakan! " sambil berteriak.


disisi lain, Utama dan Randa pergi meninggalkan tempat itu, "tidak ku sangka, ternyata Excel menyukai Shinta. " ucap Randa. "pantas saja sampai sekarang dia belum punya pacar, ternyata wanita yang dia kejar punya sayap! "


"sepertinya begitu!" jawab Utama malas.


Hajime masih di kantin, sepertinya dia masih belum puas makan karena banyak gangguan, dia juga tidak memikirkan Utama dan Randa.


Utama dan Randa berjalan kearah kelas, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menabrak tubuh Utama. Utama pun terjatuh.


Utama kembali berdiri, kemudian melihat ke depan yang ternyata ada Excel dan dua temannya.


"maaf, maaf! aku tidak sengaja! " Excel berucap dengan lembut.


Utama menatap Excel datar, "tidak adakah kata selain maaf? "


Randa menarik Utama, "sudahlah! jangan mencari masalah dengan orang ini! "


Utama menoleh Randa, "ayolah, Randa! tidak ada yang perlu kau takutkan dari orang ini! " dia menunjuk Excel.


"apa katamu!? kau mengajak ku berkelahi!? " Excel berteriak, wajahnya mulai merah.


Utama menatap Excel datar, "aku tidak bilang begitu! lagipula aku juga tidak punya waktu untuk melayani orang seperti mu! "


Excel terlihat sangat marah, dia berjalan kearah Utama, "baiklah pecundang! kau membuatku marah! akan ku permalukan kau disini.! "


kedua temannya menahan tubuh Excel, "cukup Excel! dia bukanlah pecundang seperti dulu! bahkan Dongo saja tidak bisa mengalahkannya! teriak mereka.


" jangan kalian samakan aku dengan si bodoh bokong besar itu! aku bisa mengalahkan pecundang ini dengan satu pukulan! " Excel meronta mencoba melepaskan tubuhnya dari kuncian sahabatnya.


"satu pukulan!? kau membuat ku takut! " Utama seperti meremehkan.


"aku sudah tidak tahan lagi! " tubuh Excel bergetar dan akhirnya terlepas.


Excel bergerak cepat kearah Utama, lalu mengarahkan tinju keras ke wajah Utama, "rasakan ini dasar sialan! " teriaknya dengan wajah penuh urat.


Utama tetap diam ditempat, sepertinya dia tidak berniat menahan atau menghindar.


Tass


disaat tinju itu hampir menyentuh Utama, muncul Hajime dan menahan tinju itu dengan telapak tangannya.


Excel menatap Hajime geram, "kau...!? "


Utama melirik Hajime, "kau datang tepat waktu! kalau tidak, ini pasti merepotkan! " batinnya.


Hajime menatap tajam Excel, "aku tidak akan membiarkan kau menyentuhnya! dan.. jika kau punya masalah denganku, jangan bawa sahabat ku! "


"kalian..! " Excel semakin geram, "aku bisa saja menyuruh orang-orang ku untuk membunuh kalian! "


"itu terdengar seperti ucapan seseorang yang sedang ketakutan! " Hajime tersenyum. "ayo, bertarung lah dengan ku! anggap saja ini untuk memperebutkan wanita tadi.! "


Excel menatap Hajime, "sial! jika aku menghadapi orang ini, aku pasti kalah!" batinnya.


Excel tersenyum, "aku tidak menyedihkan seperti itu! berkelahi hanya karena seorang wanita! " Excel menatap Utama, "aku lebih tertarik dengan orang ini! "


Utama menatap datar, "kau ingin bertarung dengan ku!? apa alasannya?" ucapnya. "atau mungkin kau takut dengan dia! " Utama tersenyum sambil menoleh Hajime.


"terserah kau mau berkata apa! " Excel membalikkan badannya. "tapi yang jelas.. jika kau menerima tantangan ku, ikuti aku! tapi kalau kau menolak, akui saja pada semua orang kalau kau pecundang! " dia tersenyum sambil berjalan, "akan ku permalukan kau, Utama! " batinnya.


"baiklah! aku terima tantangan mu! tapi jika kau kalah, berhenti melemparkan bola basket kearah ku! " jawab Utama.

__ADS_1


Hajime tersenyum, "ayo sahabat ku! pukul hidungnya sampai mimisan! "


"apa ini tidak apa-apa? " Randa terlihat cemas.


"hey, ada yang akan berkelahi! "


"siapa!? dimana!? "


"Excel yang terkenal tampan itu! "


"apa!? maksudmu Excel anak kelas 12 yang populer itu!? dengan siapa dia akan berkelahi? "


"aku juga tidak tahu! tapi sepertinya anak kelas 11! "


begitu mendengar kabar itu, semua orang mulai heboh, jarang-jarang mereka bisa melihat kesempatan ini.


Tap Tap


Excel berjalan bersama kedua temannya, kemudian berhenti di sebuah lapangan basket.


dibelakangnya terlihat Utama, Randa dan Hajime mengikuti, kemudian berhenti tepat di depan Excel.


Utama dan Excel saling tatap, "apa kau yakin ingin bertarung? jika kau babak belur, tidak akan ada lagi wanita yang menyukai mu! " ucap Utama tersenyum.


Excel tersenyum, "aku ingin lihat! memangnya kau sehebat apa sampai bisa membuat ku babak belur!? "


Tap Tap Tap


suara langkah kaki tidak berhenti terdengar, hampir semua orang datang untuk melihat pertarungan itu, mereka melingkari kedua petarung itu.


"minggir! minggir! minggir! " dari kerumunan orang itu, Yana menerobos masuk sampai paling depan.


Yana mendekati Utama, lalu menggenggam tangan Utama, "apa yang kau lakukan disini? " dia tidak memperdulikan orang-orang yang saat ini menoleh kearahnya.


Utama menoleh, "menurut mu? " dia balik bertanya.


Yana terlihat cemas, "aku tahu kau ingin berkelahi, tapi kenapa harus kak Excel? walaupun dia ramah, dia juga orang paling ditakuti disekolah ini! " ucapnya.


Utama melirik Yana malas, "ramah katanya? aku tidak tahu dari segi mana dia ramah? " batinnya.


"bisakah kau tidak mencemaskan orang yang tidak perduli padamu?" Utama melepaskan tangan Yana.


"kalau kau babak belur, aku tidak akan menangis! " Yana terlihat marah, namun dia juga terlihat cemas.


"sudahkah pacarannya? " Excel mulai bosan, "aku sudah tidak sabar ingin membuat mu babak belur! "


dibelakang Excel, terlihat Flora berdiri dibarisan depan,dengan wajah cemas dia memandang Excel, "kak Excel.. " gumamnya pelan.


semua orang mulai berteriak, mereka mendukung jagoannya masing-masing.


"ayo kak Utama! habisi dia! " Bobo juga ada disitu, dia mendukung Utama, entah apa yang membuatnya seperti itu.


Excel menoleh Bobo, "sialan! bagaimana mungkin wanita seperti Shinta memiliki adik yang begitu menyebalkan! " batinnya.


"mulai! " Hajime sudah kesal menunggu.


Excel bersiap, "ayo! " dia maju sambil mengarahkan tinju.


pertarungan dimulai, berkali-kali Excel mengarahkan tinju ke wajah Utama, namun tidak ada yang mengenai karena Utama menghindar.


Excel terus menghujani Utama dengan tinju, gerakannya juga semakin cepat. tapi sekali pun tidak ada yang mengenai Utama.


Excel tersenyum, "dasar pecundang! tidak bisa melawan selain menghindar! " dia juga terlihat kesal, "tapi lumayan juga untuk pecundang seperti mu! " dia terus melayangkan tinju, sesekali dia juga menendang.


Utama tersenyum sambil bergerak ke kiri dan ke kanan untuk menghindar, "memangnya menghindar dilarang dalam pertarungan? tapi baiklah! akan ku beri kau kesempatan! "


"kau meremehkan ku! " Excel berteriak.


Baamm


kemudian melayangkan tinju keras kearah Utama. Utama tidak menghindar, pukulan itu mendarat di pipinya bersama tubuhnya yang langsung oleng.


Excel terus maju, kemudian meninju wajah Utama sekali lagi.

__ADS_1


Utama terdorong kebelakang, kemudian membentur Hajime yang mencoba menahan.


"Utama.!? " Yana semakin cemas. dia berpikir sebentar, "ini tidak baik! aku harus menghentikan ini! " dia pergi meninggalkan kerumunan itu.


Hajime membantu Utama untuk berdiri tegak, "apa masih lama? " tanyanya.


Utama tersenyum, "ya, ini sedikit butuh waktu! " kemudian kembali maju.


Excel menyerang secara bertubi-tubi, sementara Utama hanya mencoba menahan, berkali-kali pukulan menghantam tubuhnya hingga terjatuh, tapi dia kembali berdiri.


Excel tersenyum, "kenapa kau tidak menyerah saja dasar pecundang!? " dia terus memojokkan Utama.


"cih, pertarungan ini sangat buruk untuk jantung! " Hajime mulai memanas.


"hey, Utama! perlukah aku membantu mu!? aku sangat ingin memecahkan hidung orang ini! " Hajime berteriak.


Utama kembali bangkit dari jatuhnya, "tenanglah sedikit! ini memang tidak sakit! tapi ini juga butuh waktu. "


"tidak sakit katamu? kau benar-benar menjengkelkan! sudah kalah berlagak kuat!" Excel semakin gila.


Excel terus menyerang, tapi Utama tidak kunjung tumbang, dia terus menangkis dan menghindar.


Baaamm


dengan sangat kuat, Excel menendang perut Utama yang langsung terpental kebelakang.


dalam waktu singkat, Utama kembali berdiri dengan kokoh, "sepertinya kemenangan ku sudah dekat! " ucapnya.


Hajime memandang Utama dengan seksama, "begitu, ya. " batinnya. "hey, Utama! jangan lupa menahan diri! kau bisa membunuhnya hanya dengan satu pukulan! " teriak Hajime.


semua orang tertegun mendengar ucapan Hajime, sesaat kemudian mereka berteriak mendukung Utama.


"sialan! sampai kapan kau bisa bertahan!? " Excel semakin kesal.


Excel melayangkan tinju yang langsung ditangkap Utama dengan tangannya. setelah itu, Utama menghantamkan lututnya ke perut Excel hingga tubuhnya membungkuk, kemudian memukul punggung Excel dengan sikunya hingga tergeletak.


orang-orang semakin girang, mereka bersorak mendukung Utama.


"kak Excel..! " disisi lain, Flora terlihat sangat cemas.


Excel menoleh ke sekeliling, kemudian kembali berdiri, "sial! akan ku habisi kau! " dia kembali menerjang.


berkali-kali Excel menyerang Utama dengan sisa tenaganya, namun Utama bisa menghindar dengan anggun, lama-kelamaan Excel kelelahan.


Utama tersenyum, "kenapa!? kau sudah lelah? "


Excel berteriak, lalu mengarahkan tinju kearah Utama yang langsung menahan dengan tinju juga.


kedua tinju berbenturan, sesaat kemudian Excel terpental dan tergeletak dengan wajah yang menahan sakit.


"sial! tanganku sakit sekali!" batinnya. "aku tidak menyangka dia sekuat ini! " dia memegangi tinjunya.


"bubar..!" disaat pertarungan hampir menemui akhir, tiba-tiba ada yang berteriak keras dari luar kerumunan itu.


"eh!? siapa!? " semua orang menoleh kearah suara itu.


"Aaaaa!! ayo bubar! ada bu guru! " seketika semua orang bubar.


kini, tinggallah beberapa orang saja ditempat itu, mereka menoleh kearah dua wanita yang baru membubarkan kerumunan itu. mereka adalah Bu Patmi dan Yana.


Hajime menatap kedua wanita itu, "gawat! aku pernah berkelahi dan dihukum, aku tidak mau itu terulang lagi! " Hajime lari meninggalkan tempat itu.


"hey, Hajime! tunggu aku! " Randa mengejar Hajime tanpa menoleh Utama.


"dasar tidak setia kawan! " Utama memandang dua sahabatnya yang lari terbirit-birit.


Bu Patmi mendekati Excel dan Utama, "kalian berdua! sekarang hormat bendera! " tegasnya.


Yana menatap Utama yang juga menatapnya, "hehehe, maafkan aku Utama! " dia cengengesan, tapi juga menggemaskan.


Utama menatap Yana malas, "dia pernah mengganggu saat aku bertarung dengan orang-orangnya! dan sekarang dia mengganggu ku lagi.. sesekali aku harus memberinya pelajaran! " batinnya.


Excel menundukkan kepalanya, "untung saja mereka datang! jika tidak mungkin aku yang kalah.. kalau begini setidaknya aku menang poin. " batinnya.

__ADS_1


"cepat hormat bendera! Bu Patmi menegaskan. " kau memang sudah lama tidak membuat masalah, Utama! tapi kau Excel! ibu tidak menyangka kau akan berkelahi! "


"sepertinya setelah ini kesan ku akan buruk! " batin Excel lalu menatap Utama, "lihat saja! ini masih belum selesai! "


__ADS_2