Tokoh Utama

Tokoh Utama
pertarungan yang tak selesai


__ADS_3

di pagi hari yang cerah, terlihat dua pemuda yang sedang berjalan kaki, mereka mengenakan seragam sekolah. mereka berdua adalah Utama dan Randa yang sedang menuju sekolah.


"oh, ya, sebentar lagi SMA kita akan mengadakan pertandingan persahabatan dengan SMA sebelah,kau mengambil cabang olahraga apa? " Randa membuka pembicaraan.


"pertandingan!? pertandingan yang dibicarakan Mika yang kau maksud? " tanya Utama, Randa mengangguk tanda setuju. "aku rasa aku lebih memilih duduk di kursi penonton. " lanjutnya.


"aku rasa aku juga begitu. " Randa menghela nafas.


setelah cukup lama berjalan, kedua orang itu sampai di depan pintu pagar yang terbuka. Utama dan Randa masuk dengan langkah yang meyakinkan.


"*ya, ampun, dia manis sekali! "


"lihat senyumannya! dia membuatku terpesona! "


"gawat! dia melihat kita, aku benar-benar tidak mampu menatap matanya yang indah itu*! "


para wanita berteriak tidak karuan, mereka seperti memandangi Utama dan Randa.


Randa salah tingkah dan menoleh kearah lainnya. "hey, Utama! apa yang terjadi dengan wanita-wanita itu? " tanyanya berbisik.


Utama baru sadar, dia melihat kearah wanita-wanita yang sepertinya memang memandangi mereka, " entahlah. " jawabnya singkat.


"*hey, menyingkir! "


"kalian menutupi Excel! "


"huh, merusak pemandangan saja*! "


tiba-tiba wanita-wanita itu mencerca Utama dan Randa, mereka terlihat sangat marah.


Randa menoleh kearah wanita itu, kemudian menoleh kebelakang yang ternyata ada sosok familiar, "pantas saja, ternyata orang ini dibelakang" batin Randa.


dibelakang Utama dan Randa, seorang pria berjalan dengan elegan, wajahnya sangat tampan, ditambah pesonanya yang selalu ia tebar, para wanita tak berdaya menghadapinya.


"Utama, percepat langkahmu! " ujar Randa.


"memangnya kenapa? " tanya Utama datar.


"kau tidak lihat wajah wanita-wanita itu seperti ingin menerkam kita. " Randa kesal. "saat ini kita sedang menutupi Excel, idola mereka" lanjutnya.


Utama dan Randa mempercepat langkah. "dia itu siapa? apa dia sepopuler itu dikalangan wanita? " Utama bertanya.


"namanya Excel, dia salah satu orang terkaya di SMA ini. dia juga pria paling populer, dan lagi.. dia sangat jago beladiri.. " Randa menjelaskan dengan tampilan wajah menyeramkan.


"kalau benar dia jago berkelahi, kenapa dia tidak ikut perkelahian kemarin. ? " Utama bertanya lagi.


Randa terdiam sejenak, " aku rasa dia takut wajahnya babak belur dan ketampanannya luntur. lihat saja, dia selalu menebar pesona setiap berpapasan dengan wanita. " lanjutnya.


saat asik berbincang, tiba-tiba bel berbunyi, Utama dan Randa pun masuk ke kelas.


setelah seharian belajar, para murid bergegas meninggalkan sekolah, mereka menuju rumah masing-masing untuk melepas letih.


"aku lapar! " ucap Randa dengan langkah kaki yang berat.


Utama tidak memperdulikan, dia sudah berada di depan beberapa langkah.


"hey, Utama! bisakah kau berjalan lebih pelan? kalau aku pingsan bagaimana? " panggil Randa.


Utama berhenti sejenak, dia menunggu Randa dengan mata menoleh kearah kendaraan yang berlalu lalang.


baru beberapa detik seperti itu, tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat didepan Utama.


Randa berlari menyusul Utama, "sepertinya itu Yana yang ingin memberikan tumpangan. syukurlah, aku benar-benar lelah. " batinnya.


sesaat kemudian, pintu mobil itu terbuka, dari dalamnya keluar dua orang yang sudah tidak asing lagi di mata Utama. mereka adalah Yoro dan Yara.


Utama menatap kedua orang yang mengenakan pakaian serba hitam itu, "mereka lagi.. " batin Utama.

__ADS_1


kedua orang itu berdiri didepan Utama, "kali ini kau tidak bisa lolos lagi.. " Yoro tersenyum.


"jangan berpikir kau bisa menipu kami lagi. " lanjut Yara.


Randa kebingungan melihat kondisi ini, "siapa mereka? kenapa mereka berucap seolah sudah mengenalmu.? " tanyanya pada Utama.


"akan juga tidak tahu, tapi yang pasti mereka bukanlah orang baik! " Jawab Utama. "pergilah, biar ku selesaikan mereka berdua disini. " ujar Utama.


"kau? " Randa panik, Utama menjawab dengan senyum yang meyakinkan. "baiklah, aku tunggu kau di rumahmu.! " selanjutnya Randa pergi secepat kilat.


Yoro dan Yara memasang kuda-kuda, "membiarkan sahabat pergi demi kebaikannya. aku rasa itu cukup pengertian. " Yara mengejek.


Utama tersenyum, "tidak! aku hanya tidak ingin dia melihat kalian babak belur.! " kemudian bersiap.


"cih, kau benar-benar pandai bicara, akan ku tutup mulut pintar mu itu.! " Yoro bergerak maju.


Yoro melesatkan tendangan keras, dengan tenang Utama menahan dengan tangannya.


disaat bersamaan, Yara menyerang dari arah berlawanan. dia mengarahkan tinju ke dada Utama yang tidak menghindar.


Utama sedikit terlempar. saat dia hendak membalas Yara, tendangan Yoro menyambut dari samping.


tendangan dahsyat itu membuat tubuh Utama terhempas ke tanah, namun dia tidak merasakan sakit sedikit pun.


"ternyata benar! yang satu selalu menyerang dengan tinju! dan yang satunya dengan tendangan! " batin Utama.


"jadi kau sudah tidak mampu berdiri, ya. " ejek Yoro.


"salah sendiri kau tidak mendengarkan kami dari awal. " sahut Yara.


Utama kembali berdiri,kemudian menerjang kedua orang itu.


Yara mengarahkan tinju ke wajah Utama yang juga mengeluarkan tinju untuk menahan. kedua tinju itu berbenturan.


detik selanjutnya, dari atas tubuh Yara, Yoro melompat dengan telapak kaki yang siap menginjak wajah Utama.


Buumm


telapak kaki Yoro menghantam tanah,seketika debu berterbangan,tubuh Yoro pun tertutup debu yang menggumpal itu.


Utama masih melayang di udara, "kenapa aku merasa sulit untuk menyerang? " gumamnya.


saat Utama hampir mendarat ke tanah,Yara memburu tubuh Utama dengan tinju andalannya.


Utama berusaha menghindar, namun melayang di udara membuat tubuhnya sulit dikendalikan. dia pun menahan tinju Yara dengan menyilangkan tangannya.


pertahanan Utama itu tidak terlalu berguna, tubuhnya terhempas jauh menuju Yoro yang saat ini masih tersembunyi di balik debu.


"Yoro! sekarang giliran mu! " teriak Yara penuh semangat.


Wuussh


Yoro muncul dari debu-debu yang masih mengikuti tubuhnya, kemudian mengayunkan kakinya untuk menyambut tubuh Utama yang saat ini membelakangi nya.


Utama memaksa tubuhnya memutar walau masih di udara, kemudian mengadu kaki Yoro dengan siku kirinya untuk bertahan.


"cih, dia gesit sekali! " Yoro kesal. "bagaimana dengan yang ini!? " kemudian kembali melepaskan tendangan andalannya.


disaat bersamaan, Yara juga datang untuk menyerbu Utama, pertarungan sengit pun terjadi.


walau terus menerus di serang dan terpojok, Utama masih bisa bertahan dari serangan yang bertubi-tubi itu. namun, dia juga tidak bisa menyerang balik.


setelah cukup lama bertarung, mereka mengambil jarak dan beradu tatap.


"benar-benar keras kepala!" Yoro berucap sambil mengatur nafas, dia terlihat sangat kesal.


"kau bahkan tidak bisa memukul kami,menyerah lah! " Yara juga mengatur nafas. "tapi ku akui kalau kau lumayan tangguh.. " lanjutnya.

__ADS_1


Utama masih berdiri kokoh, " kenapa aku merasa tubuhku sulit untuk menyerang? " batinnya.


Yoro menoleh kearah Yara, "sebaiknya kita selesaikan ini secepat mungkin! " ucapnya.


Yara mengangguk, kakak beradik itupun menerjang Utama.


pertarungan kembali dilanjutkan,Yoro menghujani Utama dengan tendangan kerasnya, sementara Yara mengguyur dengan tinju.


disuatu kesempatan, saat Utama lengah, Yara melompat tinggi, kemudian menukik tajam dengan tinju mengarah wajah Utama.


walau hampir terlambat, Utama masih sempat menghindar dengan lompatan.


disaat itu, tiba-tiba muncul Yoro dari bawah sambil melayangkan tendangan datar, "kena kau! " teriaknya.


tendangan itu membuat tubuh Utama terhempas keatas. disaat itu Yara tidak memberikan kesempatan, dia melompat memburu tubuh Utama, kemudian meninju tubuh Utama dengan membabi buta.


Utama terus dipukul oleh Yara sehingga tubuhnya terus melayang, namun dia tidak merasa sakit sedikitpun.


"ini yang terakhir! " Yara berteriak kemudian memukul kepala Utama dengan kedua tangannya.


pukulan itu sangat keras, tubuh Utama melaju cepat kearah bumi.


"Yoro, giliran mu! " Yara memberi aba-aba.


disaat itu, disaat tubuh Utama hampir membentur tanah, Yoro muncul dengan kaki yang terayun seperti ingin menendang bola.


BAAKK


tendangan itu menghantam perut Utama yang langsung terlempar jauh menghempas tempat sekeliling, selanjutnya debu beterbangan sehingga Utama tidak terlihat.


Yoro dan Yara cukup berjarak dengan Utama,keduanya memandangi Utama yang masih tertutupi debu. "apa kita berhasil? " tanya Yara agak ragu.


"sepertinya begitu. " jawab Yoro agak lama.


setelah cukup lama, debu yang menggumpal itu berkurang, didalamnya terlihat samar-samar sosok yang berdiri kokoh.


Yoro dan Yara terkejut, "apa? dia masih bisa bertahan!? " ucap Yoro. "padahal tadi serangan andalan kita! bagaimana mungkin!? " sahut Yara.


Tap


Utama melesat secepat kilat, "bukan waktunya untuk takjub! " teriaknya. seketika dia sudah didepan lawannya.


Utama menendang Yoro yang langsung bertahan, tapi tubuhnya tetap terlempar sangat jauh.


"apa ini? kenapa ada orang sekuat ini?! " batinnya kemudian tubuhnya menabrak dinding sekitar. sesaat itu darah segar muncrat dari mulutnya.


Yara juga terkejut, "apa-apaan itu!? " matanya mencoba untuk tidak kehilangan Utama yang saat ini bergerak cepat.


"aku disini! " Utama muncul dibelakang Yara.


"apa!? " Yara menoleh kebelakang, namun kepalan tangan Utama sudah didepan mata.


Buuumm


Yara tidak bisa berbuat apa-apa, wajahnya jadi sasaran tinju Utama. tubuhnya melayang jauh menghantam dinding.


"akh! " kemudian rintihan rasa sakit datang menyusul.


kini, kakak beradik itu sudah tidak sanggup berdiri, tapi mereka tetap memaksakan diri.


"ini belum berakhir! " ucap Yoro kemudian terjatuh saat masih setengah berdiri.


"cukup! " saat itu muncul sosok wanita yang tidak asing, yaitu Yana yang entah sejak kapan berada di situ.


"Nona..!? " Yoro dan Yara terkejut.


Utama menoleh kearah Yana yang terlihat sangat marah pada kedua orang itu, "aku tidak tahu apa hubungannya dengan kedua orang ini. tapi yang pasti pertarungan ini tidak terselesaikan karena dia. " batinnya.

__ADS_1


__ADS_2