Tokoh Utama

Tokoh Utama
kematian Alex.


__ADS_3

Utama terus berlari menjauh dari Hajime, berulang kali dia melompat dari gedung ke gedung lainnya.


Utama menoleh ke belakang, "sepertinya aku sudah aman. " gumamnya. Utama kembali menoleh ke depan, dia dikejutkan dengan tinju Hajime yang siap menyambar.


Baaamm


Utama melompat tinggi untuk menghindar, tinju Hajime menghantam atap gedung yang langsung hancur.


Tap


Utama mendarat, kemudian menatap Hajime yang juga menatap dirinya. "sial, kalau begini aku bisa terlambat. " batinnya.


Hajime tersenyum, "kenapa kau begitu perduli pada semua orang? kenapa kau tidak membiarkan kota ini hancur? bukankah kau yang mengatakan semua ini hanya imajinasi? bukankah kau yang mengatakan semua ini tidak nyata.? " tanyanya.


Utama terdiam, dia menatap bawah, "dia benar! kenapa sekarang aku jadi seperti ini? kenapa aku merasa tidak rela padahal aku sendiri tidak punya perasaan? dan..kenapa aku tidak tahu jawabannya. ?" batinnya.


"atau mungkin kau sudah mulai menikmati kehidupan yang tidak nyata ini.. kau mulai menyukai peran mu yang sebagai tokoh utama di novel ini, iya 'kan? " Hajime tersenyum.


Untuk mengangkat kepalanya, lalu menatap Hajime dengan tatapan tajam, "tidak! aku hanya mencoba melakukan yang terbaik! menyingkirkan kejahatan adalah tugas seorang tokoh utama. " ucapnya penuh keyakinan.


Hajime tersenyum, "itu hanya kata lain dari menikmati keadaan. " ucapnya.


setelah itu, Utama kembali berlari, "jika bertarung melawannya, aku sudah pasti menang. tapi.. masalahnya adalah soal waktu. " batin Utama yang diikuti dengan kejaran Hajime.


"cih, jadi kau mengajakku bermain kejar-kejaran, ya. " Hajime tidak berniat melepaskan Utama.


"itu.. bukankah itu Alan!? " saat Utama menoleh ke samping, dia melihat sosok yang dia kenal dari kejauhan. "gawat! dia mengarah ke tempat yang seharusnya aku dan Mika bertarung. dan dia.. membawa Alex..apa mungkin kemarin dia mengikuti saat kami bertemu Mika? " lanjutnya.


Utama mengalihkan pandangannya, "tidak, seandainya dia terbunuh, itu bukan masalah besar.. yang terpenting Jimmy dan kota ini. " ucapnya terus berlari.


disisi lain, Mika dan dua orang temannya sudah berada di dekat jembatan, tempat Mika dan Utama akan berkelahi.


"apa kau yakin dia akan datang? " tanya teman Mika.


"aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu tertarik dengan anak itu. tubuhnya terlihat biasa-biasa saja. " sahut yang lain.


Mika tersenyum, "kalian terlalu meremehkannya. aku pernah bertarung dan dia yang melerai, dia lumayan cepat. " ucapnya.


tidak jauh dari tempat itu, Alan sedang mendorong kursi roda kakaknya, Alex yang saat ini terlihat bingung.


"Alan! kau ingin mengajakku kemana? " tanya Alex dengan wajah cemas, sepertinya dia merasakan sesuatu yang buruk.


Alan tersenyum, "kakak tenang saja! aku yakin kakak pasti suka, atau mungkin ini adalah hal paling kakak inginkan. " ucapnya.


Alex menatap adiknya sambil tersenyum, "apa itu? "


Alan menatap ke depan, saat ini mereka sudah sampai di tempat Mika dkk berada, "membunuh Mika.. " jawab Alan dengan ekspresi menakutkan.


Alex mengikuti arah mata Alan, dia melihat Mika dkk yang saat ini juga menoleh kearah mereka. "Alan! apa ini? ayo pergi! " ujarnya.


Alan tersenyum, "kau tenang saja kakak! aku pasti menghabisi orang yang telah membuatmu menderita. " ucapnya.

__ADS_1


Mika yang awalnya duduk, berdiri setelah melihat Alan dan Alex. "bukankah kau anak yang waktu itu? sepertinya kau sudah memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi ku. " ucap Mika.


Mika memandang Alex, "ternyata ada Alex juga, ya. tidak ku sangka kau harus berakhir di kursi roda. " kemudian tersenyum.


kedua teman Mika memandang Alan dan Alex, "jadi kau mengenal kedua orang ini, ya, Mika. "


Mika menunjuk Alex yang tidak bisa berdiri selain duduk di kursi roda, "ya, orang itu berakhir seperti itu karena berkelahi satu lawan satu dengan ku. "


"hanya seperti itu.. anggota tiger white sudah biasa melakukan pembunuhan. " kedua temannya meremehkan Mika.


"ya, itu memang bukan hal hebat di tiger white, tapi saat itu aku masih SMA, dan itu hanya sebagai bukti seberapa kejamnya aku. " ucap Mika.


kedua teman Mika tersenyum, "cih, jika kau memang kejam, bunuh anak itu..! " mereka menunjuk Alan.


"apa kalian sudah selesai?" Alan mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya, kemudian menunjuk Mika dengan pisau itu, "aku sudah tidak sabar ingin membunuhmu, Mika.! " ucapnya dengan ekspresi menakutkan.


"hentikan Alan! kau tidak akan bisa mengalahkannya! ayo kita pergi! " teriak Alex mencoba menahan adiknya.


Alan menoleh sambil tersenyum, "percaya saja padaku kakak! aku pasti menyelesaikan ini. "


Alex terdiam, menundukkan kepalanya dan mengadu gigi atas dan bawah sekuat-kuatnya, "sial.. aku benar-benar tidak berguna. " dia sangat membenci situasi ini.


Alan berjalan beberapa langkah kearah Mika, "kau sudah membuat kakakku tersiksa, jadi aku harus membuat mu lebih tersiksa. "


"padahal waktu itu kau sudah hampir mati, tapi masih saja sombong. " Mika tersenyum kemudian meregangkan ototnya. "baiklah! ini lebih baik dari pada menunggu.. akan ku layani kau sebagai pembuka.! " Mika berlari kearah Alan.


Tap


Alan berlari kearah Mika yang juga berlari kearahnya. saat hampir berbenturan,Mika langsung melepaskan tinju kearah wajah Alan yang langsung melompat keatas.


Mika tersungkur ke tanah, "ternyata kau sudah lumayan hebat! aku jadi tidak perlu menahan diri. " dia kembali berdiri.


Alan berlari lalu melompat sambil melepaskan tendangan kearah Mika. Mika berhasil menahan, namun tangannya terasa sedikit sakit.


detik selanjutnya, Mika melayangkan tendangan keras, dengan gesit Alan melompat lalu menggores punggung Mika dengan pisau yang berada ditangannya. tidak berhenti disitu, Alan terus menyerang secara bertubi-tubi dengan gerakan secepat kilat, lama-kelamaan Mika kehilangan keseimbangan, dan disaat itu Alan menendang dada kekar Mika hingga terjatuh.


Alan tersenyum, "apa hanya ini kekuatanmu? sangat mengecewakan. "


"apa kau butuh bantuan Mika? anak ini sungguh membuatku kesal. " salah satu teman Mika berucap.


"tidak perlu! " Mika kembali berdiri, "aku bisa menangani anak ini sendiri. " lalu menerjang Alan.


Mika mengarahkan tinju ke wajah Alan yang langsung menahan tinju itu dengan telapak tangannya, tapi pergelangan tangannya terasa sakit, jika masalah tenaga, Alan memang bukan tandingan Mika.


setelah itu, Alan menarik tubuh Mika lalu berputar dan menghantamkan sikunya ke wajah Mika.


Mika hampir tumbang, tapi dengan cepat dia mencengkram leher Alan dengan kuat, kemudian mengangkatnya.


Alan meronta mencoba melepaskan diri tapi tidak bisa, setelah itu dia menancapkan pisau ke bahu Mika hingga berdarah. Alan mencabut pisau itu lalu mengoper ke tangan lainnya.


Chaak

__ADS_1


Alan menancapkan pisau ke bahu Mika yang lainnya dengan sangat dalam, kemudian mencabutnya lagi. Mika berteriak kesakitan, cengkraman tangannya pun melepaskan leher Alan, kemudian dia terduduk sambil memegangi darah yang bercucuran.


"uhuk.. uhuk.! " Alan terbatuk sambil memegangi lehernya.


Alan mendekati Mika, dia mengangkat pisau dan siap menghunuskan ke kepala Mika. "mati kau! " teriaknya.


Baaamm


saat pisau hampir menyentuh Mika, salah satu teman Mika datang menendang Alan hingga terpental, pisau pun melayang lalu jatuh di dekat Alex yang saat ini hanya bisa terdiam.


"ayo! habisi dia! " ucap salah satu teman Mika yang lain, kemudian ketiga orang itu mengeroyok Alan.


awalnya Alan bertarung dengan gagah berani, namun keberanian saja tidak cukup untuk mengalahkan orang-orang yang berkekuatan.


Baaamm


sekali lagi Alan tergeletak, kemudian ketiga lawannya menginjak-injak tubuhnya.


"cukup! hentikan!" teriak Alex, namun tidak ada yang mendengarkan. perlahan air mata menetes dari sudut matanya. "sial! aku benar-benar kakak tidak berguna.. aku tidak pantas hidup. "


setelah puas dan sekujur tubuh Alan dipenuhi darah, Mika dkk menghentikan kekejamannya.


"kau sangat menyedihkan! " hina Mika.


temannya tersenyum, "walaupun begitu, mungkin saja kau mati kalau saja tidak ada kami. "


"aku pikir kau terlalu hebat, ternyata hanya seperti itu saja. " ejek yang lainnya.


Mika tidak menggubris, dia menoleh kearah Alex, "kau lihat! kau benar-benar menyedihkan! adikmu berjuang hanya untuk membalas dendam, sementara kau hanya bisa diam di tempat. sebagai seorang kakak, kau sangat tidak berguna! " ucapnya. "jika aku jadi kau.. aku lebih baik bunuh diri." lanjutnya.


setelah berucap, Mika dkk pergi meninggalkan tempat itu.


Alex termenung, "dia benar! selama ini aku hanya menjadi beban, Alan seperti itu juga karena aku. aku benar-benar tidak berguna. " batinnya.


Alex mendorong kursi rodanya sendiri, dia mencoba menjangkau pisau yang berada di dekatnya.


Alan masih bisa membuka mata, "kakak, apa yang akan kau lakukan? " suaranya sangat pelan.


Alex menggenggam pisau, lalu menatap Alan sambil tersenyum, "Alan, maafkan kakak, selama ini aku selalu menjadi beban.. tidak masalah bagiku hidup menderita, tapi.. aku tidak ingin membagi penderitaan itu padamu. " Alex mengangkat pisau.


"Alan, jadilah anak yang baik. lupakan dendam itu.. maaf aku tidak bisa menemanimu lagi. maaf karena aku sudah menjadi kakak yang tidak berguna.. maaf" Alex meneteskan air mata, "dan maaf aku harus mengatakan ini.. selamat tinggal Alan.! "


Cheek


Alex menancapkan pisau ke dadanya, tepatnya di bagian jantung. sesaat kemudian dia terjatuh bersama darah yang mengucur.


"kakak..!" Alan yang dari tadi tidak bisa bersuara, memiliki kekuatan untuk berteriak sekuat-kuatnya, air mata mengucur deras, dia berusaha untuk berdiri, lalu meletakkan kepala Alex dalam pangkuannya.


Alan mengusap darah Alex dengan tangannya, "aku bersumpah... " kemudian mengelapkan darah itu ke wajahnya, " aku akan menghabisi semua anggota tiger white..! " saat ini dia terlihat sangat menakutkan, sepertinya kebenciannya sudah memuncak.


Tap

__ADS_1


tiba-tiba Utama muncul entah dari mana, "apa yang terja... " dia menghentikan ucapannya.


Utama menatap Alex yang sudah tewas,kemudian mengepalkan tinju sekuat-kuatnya, "sial! ini semua salahku.! " batinnya. "kalau saja aku tidak mengabaikan mereka.. mungkin saja tidak berakhir seperti ini.. "


__ADS_2