Tokoh Utama

Tokoh Utama
Anak baru


__ADS_3

Utama dan Hajime saling serang di udara, sesaat berikutnya keduanya terlempar ke posisi semula.


"sial..! " Hajime kembali berdiri lalu melompat.


Utama berdiri, "sial! dia benar-benar merepotkan! " batinnya lalu menerjang Hajime sekali lagi.


Baaak


Buuuk


keduanya beradu pukul di udara dengan kecepatan tinggi, untuk sesaat mereka terlihat seri.


di suatu kesempatan, Hajime berhasil melesatkan tendangan ke kepala Utama yang langsung terhempas kearah bumi.


"belum selesai.! " teriak Hajime lalu mengejar tubuh Utama yang terhempas.


Hajime berniat memijak tubuh Utama sampai menghantam tanah, namun Utama juga bergerak gesit, dia menghindar lalu mengunci tubuh Hajime.


Utama mengunci pergerakan tubuh Hajime yang dalam posisi terbalik, kemudian memutarkan tubuh mereka berdua seperti gasing bersama jarak tanah yang semakin dekat.


Baaamm


saat hampir menyentuh tanah, Utama melepas kuncian terhadap Hajime yang langsung menghantam tanah dengan posisi terbalik. seketika tanah hancur berantakan kemudian diikuti dengan kepulan asap.


Tap


Utama mendarat ke tanah dengan aman, "apakah berhasil? " dia menatap kepulan asap yang menyelimuti tubuh Hajime.


Hajime mengangkat puing-puing yang menimpa tubuhnya, "sialan..akan ku bunuh kau! " kemudian melesat cepat menuju Utama.


Utama melompat untuk menghindar, "sepertinya disini terlalu ramai. " ucapnya sambil menatap kendaraan yang terhenti karena kekacauan yang mereka perbuat.


"aku tidak akan membiarkanmu lolos.! " Hajime terus mengejar Utama yang terus berlari, sesekali dia juga mengarahkan serangan namun selalu dapat dihindari Utama.


seiring waktu berjalan, semakin banyak tempat yang mereka hancurkan, tak terasa bulan sudah mulai menampakan wajahnya.


Tap


setelah cukup lama berlari, Utama berhenti di sebuah tempat yang lapang, cukup jauh dari gedung-gedung atau perumahan.


Hajime sudah menyusul, dia menjaga jarak dengan Utama, "hosh hosh. " Hajime terengah-engah, sepertinya dia sudah kehabisan energi.


Utama tersenyum, "sekeras apapun kau menghadapi ku, itu tidak akan berguna. kau tidak bisa membuatku merasa sakit, apalagi membunuhku. " Utama berucap sombong.


Hajime menatap Utama kesal, "sial! dia benar.. dia jauh spesial dibandingkan aku.. dia hidup di era orang-orang sudah tidak memiliki kekuatan. " batinnya. "jika dibandingkan dengan aku yang hidup di masa orang-orang masih memiliki kekuatan..dia jauh beruntung.! " lanjutnya masih didalam hati.


Utama berjalan mendekati Hajime, "menyerahlah dan kembali ke asal mu! " ucap Utama.

__ADS_1


disaat itu, tiba-tiba Hajime terlihat kesakitan, perlahan tubuhnya menumbuhkan bulu yang lebat, "sial! aku benci situasi ini. " ucapnya sambil memandang bulan yang ternyata purnama, wujudnya sudah seperti serigala.


Utama terkejut, "apa ini? dia sudah seperti serigala! " ucap Utama serius. "jadi ini.. jadi ini tokoh utama di novel pertama..mengerikan! " batin Utama.


belum seutuhnya menjadi serigala, tubuh Hajime sudah kembali seperti manusia, tapi dia sudah terlihat sangat lemah. "kau berkata kalau kau tidak merasakan sakit.. itu artinya kau juga tidak memiliki kasih sayang.. dan itulah yang membuatmu tidak pantas menjadi tokoh utama.! " ucapnya.


Utama tersenyum, "kau benar! aku tidak mengerti apa arti kasih sayang. tapi akan ku lakukan yang terbaik." ucapnya.


Hajime semakin jengkel, namun dia juga tidak menyerang, " cih, akan ku balas kekalahan ku ini!" Hajime melompat jauh. "ingat! kemunculan ku adalah awal dari kehancuran mu! " lanjutnya berteriak lalu hilang tidak terlihat.


mata Utama mengikuti kepergian lawannya yang kini sudah tidak terlihat, "dia benar-benar lawan yang merepotkan. " gumamnya.


Utama menoleh kearah lainnya, "bagaimana dengan Randa? apa dia baik-baik saja.? " dia bertanya pada diri sendiri.


keesokan harinya...


Utama sudah mempersiapkan diri, kemudian bergegas menuju sekolah.


"hey, Utama! ternyata kau baik-baik saja,syukurlah kalau begitu. " baru beberapa langkah dari rumah, Randa muncul dihadapan Utama.


Utama melirik, "syukurlah? wajahmu tidak terlihat cemas sama sekali.! " batin Utama.


"oh, ya, bagaimana dengan keadaan kemarin? apa banyak korban? " Utama bertanya dengan ekspresi datar, itu memperlihatkan kalau ia malas bertanya.


"itu.. aku datang ketempat itu semua murid sudah berkelahi, jadi aku menonton saja. aku sudah berpikir keras untuk menghentikan perkelahian dengan tubuh mungil ku ini.. tapi aku tetap tidak menemukan jawabannya.. lagipula perkelahian itu lebih seru dibandingkan dengan tinju, terlalu sayang kalau tidak ditonton.. " jelas Randa. "yah, untung saja polisi datang tepat waktu. " lanjutnya.


"oh, ya, apa kau sudah dengar tentang gedung-gedung yang hancur? " tiba-tiba Randa serius. "aku dengar penyebabnya belum diketahui.." lanjutnya.


"tidak perlu kau pikirkan!" jawab Utama singkat.


Randa menempelkan kedua tangannya di kepala, "kau benar! setelah ku pikir-pikir, tapi tidak terpikirkan! yang pasti jakarta sudah tidak aman! " Randa menguap malas.


Utama melirik, "apa kau begadang tadi malam.? " tanyanya.


"ya, aku menonton anime favoritku, di bandingkan film percintaan itu lebih menarik bagiku. " jawab Randa.


Utama dan Randa sudah sampai disekolah, hampir semua orang memperhatikan mereka, terutama kaum wanita.


"hey, lihat! bukankah itu pria yang bermain voli kemarin!? " ucap seorang wanita.


"kau benar! ternyata dia cukup keren, wajahnya juga lumayan manis. " sambung yang lain.


"ya, ampun, padahal semua orang berkata kalau dia itu pecundang, ternyata itu tidak benar.! " sahut yang lainnya.


"Orang-orang katamu? bukankah dulu kau juga sering menghinanya? "


para wanita berbisik-bisik, mata mereka terus mengikuti langkah Utama yang mereka puja.

__ADS_1


"tidak ku sangka, ternyata para wanita sudah mulai mengagumimu.. aku jadi merasa tidak pantas berjalan di sampingmu. " ucap Randa. "wanita memang aneh! dulu selalu menghina, sekarang bersikap manis, huh.! " batinnya.


tidak jauh dari para wanita yang memuji Utama, Excel dengan ekspresi penuh kebencian menatap Utama dari kejauhan, "dasar pecundang sialan! sekarang bahkan para wanita mulai memujinya. dia memang sudah berbeda dengan yang dulu, tapi dia tetap bukanlah tandingan ku.! " batinnya sambil mengadu gigi atas dan bawah.


dari sisi lainnya, terlihat Yana memandang kearah Utama dengan wajah cemburu, matanya lama berkedip, sepertinya saat ini dia sedang melamun. "Utama semakin populer, banyak wanita yang mengaguminya.. dan itu artinya.. aku juga semakin jauh darinya.. aku semakin sulit menjangkaunya. " batinnya.


semua siswa kelas 11c duduk tenang, entah mengapa pagi ini terasa begitu dingin. Utama dan Randa menempelkan wajahnya dimeja, sesaat kemudian terdengar dengkuran Randa yang saat ini tertidur pulas.


Utama menoleh, "ya, ampun, dia sangat menjijikkan! " gumamnya memandangi mulut Randa yang penuh air liur.


"selamat pagi anak-anak.! " Bu Patmi masuk kelas, lalu menyapa muridnya.


para murid tidak menjawab, kebanyakan dari mereka tertidur dengan kepala menempel dimeja, suasana yang dingin memang membuat mata mengantuk.


Bu Patmi tersenyum, "anak-anak, kita kedatangan murid baru.! " ucapnya.


"anak baru.!? " semua murid menoleh.


Utama menoleh kearah anak baru tersebut, "yang benar saja? dia mengejar ku sampai sini! dasar merepotkan.! " batinnya.


Randa juga menatap anak baru itu, "dia.. aku pikir kau sudah memberinya sedikit pelajaran, tapi sepertinya kau melarikan diri sampai dia mengejar mu sampai sini. " bisik Randa pada Utama.


Utama melirik Randa yang terlihat meremehkannya, "kau saja yang tidak tahu betapa sulitnya menghadapi serigala satu itu. " batinnya.


anak baru itu adalah Hajime, saat ini dia terlihat begitu tenang, pandangannya tidak lepas dari Utama. "cih, dengan begini, aku memiliki banyak kesempatan untuk menghabisi mu! " batinnya.


"oh, ya, kami belum tahu siapa namamu. sekarang perkenalkan dirimu! " ujar Bu Patmi sambil memegang bahu Hajime, dia terlihat gugup.


Hajime menatap semua murid, "namaku Hajime.. " ucapnya lantang.


"Hajime? seperti nama orang Jepang,tapi dia lebih manis jika dibandingkan orang Jepang.! "


"kau benar! dia sangat manis! aku jatuh cinta pada pandangan pertama. "


para wanita yang dari tadi membisu karena ketampanan Hajime, seketika berteriak centil setelah tahu namanya.


Hajime menatap para wanita itu, "manis katamu? apa kau pikir aku ini kucing? biar ku tunjukkan sedikit taring ku. " batinnya.


"aku lupa memberi satu hal.. " ucap Hajime. " aku tidak suka dekat-dekat dengan wanita, lebih tepatnya benci.. paling dekat juga satu meter... terakhir ada yang berani mendekati ku, hingga saat ini masih di rumah sakit.. " ucap Hajime kemudian tersenyum hingga terlihat taringnya.


"tidak suka dengan wanita? " Bu Patmi menjaga jarak.


"sepertinya kita salah, dia sangat menakutkan. "


"kau benar! satu meter bukanlah jarak yang dekat, aku tidak mau masuk rumah sakit.! "


setelah melihat ekspresi menakutkan Hajime, para wanita mulai ketakutan.

__ADS_1


Randa menatap Hajime dengan ekspresi super jelek, "benci dengan wanita? mungkin ini yang disebut dengan bibit-bibit Homo. " dia berbisik ditelinga Utama yang hanya bisa tersenyum.


__ADS_2