
Utama, Randa dan Jimmy sudah sampai di rumah, namun hari juga sudah gelap.
"apa kau yakin, Utama? Mika itu bukanlah orang sembarangan, dan dia juga anggota tiger white. " Randa membuka pembicaraan.
"ya, aku tidak akan menarik kata-kataku kembali. " jawab Utama datar. "aku akan menghabisinya besok! " lanjutnya.
"aku tahu kau yang sekarang memang sudah berubah, tapi tetap mustahil untuk menang. " ucap Randa.
Jimmy mendekat, "sudahlah! kau tidak perlu datang, tiger white itu sangat berbahaya. " ucapnya. " mereka memiliki banyak anggota, dan hampir semua kriminal di kota ini berkaitan dengan mereka. " lanjutnya.
"dan aku dengar.. ketua mereka itu sangat ditakuti.. tidak ada orang yang selamat dari cengkraman nya. " sahut Randa.
"aku juga tidak mengerti kenapa Rio bisa bergabung dengan mereka. " Jimmy terlihat sedih.
"Rio sahabat kak Jimmy? " tanya Randa.
"ya, dulu aku dan dia sangat dekat, tapi entah mengapa sekarang jadi begitu, aku merasa ada yang salah dengan semua ini. " ucap Jimmy.
keesokan paginya..
Utama sudah berdiri di depan rumah, dia mengenakan seragamnya, sepertinya dia hendak berangkat sekolah.
"hey, apa kau menunggu ku! ?" dari kejauhan Randa terlihat dan berteriak.
Utama menoleh, " menurutmu? "
disaat itu, Jimmy keluar dari rumah, " ternyata kalian sudah mau berangkat, ya. " ucapnya.
Jimmy mendekati Utama, "Utama, maafkan aku! selama ini aku tidak bisa menjadi kakak yang baik.. aku terlalu pengecut.. aku selalu menunjukkan bagian terpayah ku padamu. " Jimmy memeluk Utama.
Utama terkejut, "ada apa dengan orang ini? " batinnya.
Jimmy melepas pelukannya, "Utama.. sampaikan maaf ku pada kak Yanti dan ibu! karena mungkin aku tidak bisa bertemu mereka lagi. " ucapnya.
"kak Jimmy, sebenarnya ini ada apa? kau berbicara seolah kau akan pergi jauh dan tidak kembali.! " Randa penasaran.
Jimmy tidak memperdulikan, dia melangkahkan kakinya untuk masuk rumah.
Utama menghela nafas, "jika ada masalah, kau tidak perlu memendamnya sendiri.. kami siap mendengarkan mu.! " ucapnya.
Jimmy menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu, "percuma saja memberi tahu kalian! itu tidak akan mengubah apa-apa. " jawabnya.
"bagaimana kami bisa membantu, kalau kau saja tidak memberi tahu. " ucap Utama.
__ADS_1
Jimmy tersenyum, kemudian membalikkan badannya, "ternyata adikku sekarang sudah dewasa, ya. " ucapnya.
"lihatlah ini! " Jimmy mengangkat pakaiannya hingga terlihat perutnya, disitu terlihat jelas bekas jahitan seperti orang yang baru operasi.
"apa itu!? " Utama dan Randa terkejut.
"Bom." jawab Jimmy cepat.
"apa? Bom! yang benar saja!? " Utama dan Randa semakin terkejut.
Jimmy menghela nafas, "saat aku masih di Amerika, tepatnya dua hari sebelum ke Jakarta. aku diculik oleh orang tidak di kenal.. aku dibawa ke suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu.. "
"lalu.? " Randa memotong.
"aku di buat pingsan.. saat terbangun, di perut ku sudah ada bekas jahitan.. dan mereka mengatakan ini adalah Bom waktu.. sepertinya mereka berencana untuk menghancurkan kota ini. " ucap Jimmy.
"tapi apa alasannya? " tanya Utama.
Jimmy terdiam sejenak, "dendam.. aku mendengar kalau mereka sangat berambisi untuk menghancurkan jakarta. jelas ini karena dendam. dilihat dari bahasa yang mereka pakai,sepertinya disitu banyak orang Indonesia" jawabnya. "dan kalau aku tidak salah lihat.. aku melihat ayah ada diantara orang-orang itu. " lanjutnya dengan ekspresi sedih.
"ayahmu ayahku juga 'kan.? " Utama sangat terkejut, dia tidak pernah seperti ini.
"ya, ampun, bukan saatnya membuat lelucon disaat seperti ini, Utama.! " jawab Randa kesal.
"lalu.. bagaimana daya ledak Bom itu? kapan akan meledak? apa kak Jimmy punya rencana? " Randa bertanya bertubi-tubi karena panik.
Jimmy menghela nafas, "kalau dari pembicaraan mereka yang ku dengar.. mungkin pulau Jawa ini akan hancur. soal waktu, mungkin sore ini.." jawab Jimmy.
"apa? sore ini? apa kakak tidak punya rencana? " Randa bertanya.
Jimmy tersenyum, "tenang saja, waktu Bom ini bukanlah jam, melainkan jantungku sendiri. jadi jika aku mati, Bom ini juga tidak aktif lagi.. " jawabnya.
"dengan kata lain.. " Utama menghentikan ucapannya.
"aku akan membunuh diri.. " sambut Jimmy. " lagipula ini sudah jalan seorang pecundang seperti ku.. mereka menculik ku karena mereka tahu kalau hidup ku ini sangat menyedihkan, dimana tempat aku selalu dibully.. mereka berpikir dengan kenyataan seperti itu aku akan membawa semua orang mati bersamaku. tapi.. itu tidak akan terjadi karena aku masih memiliki orang-orang yang ku sayang.. " lanjutnya, dia terlihat sangat sedih.
"apa tidak ada jalan lain.!? " Utama berteriak.
"tidak ada.! " jawab Jimmy cepat. "mereka sengaja menggunakan detak jantung sebagai ganti detak jam karena dengan begitu tidak mudah menonaktifkan Bom itu. lagipula kalau begini aku juga tidak mungkin memberi tahu semua orang. jika tahu, mereka pasti membunuhku.! " lanjutnya berteriak di penghujung perkataannya.
Randa terlihat panik, "jadi.. selain membunuh diri memang sudah tidak ada rencana lain. " ucapnya. "gawat, gawat, gawat, aku tidak ingin mati, aku belum menikah. " batinnya.
setelah itu, suasana menjadi hening, ketiganya terlihat berpikir keras.
__ADS_1
"sudahlah! kalian tidak perlu berpikir lagi! jika jantung ku mati, maka Bom itu juga mati.. sepertinya memang tidak ada rencana lain.. " Jimmy tersenyum walau terpaksa.
Utama menundukkan kepalanya, "tidak! aku akan mencari orang yang memasang Bom itu ditubuh mu. lalu.. akan ku paksa dia menghentikan semua ini.! " Utama terlihat sangat menakutkan. "beritahu aku sedikit dari ciri-ciri mereka.! " lanjutnya.
Jimmy tersenyum, "Amerika itu luas, mustahil kau bisa menemukan mereka. " ucapnya.
"setidaknya itu lebih baik daripada hanya diam di tempat. " ucap Utama.
Randa menatap Utama, "jika kau berniat begitu, sebaiknya kau cepat, Utama! mungkin sebentar lagi pesawat yang menuju Amerika akan berangkat. " ujarnya.
"baiklah jika kalian memaksa. mereka mengenakan pakaian yang selalu ada logo mawar hitam. itu saja yang paling jelas terlihat menurutku. " ucap Jimmy. "tapi jika sampai jam enam sore kau belum kembali, jangan mencoba untuk menghentikan ku! " lanjutnya.
Buuk
Utama memukul leher Jimmy bagian belakang,seketika Jimmy terjatuh dan pingsan.
Randa terkejut, "tidak ku sangka kau tega melakukan ini terhadap kakakmu sendiri" ucapnya.
Utama dan Randa membopong Jimmy ke rumah Randa, kemudian memasukkannya ke ruangan milik almarhum kakek Randa yang di penuhi dengan peralatan seorang profesor.
"jangan biarkan dia berbuat nekat, apa pun yang terjadi.. tetap tunggu aku.! " ucap Utama pada Randa setelah mengikat tubuh Jimmy yang tergeletak di atas kasur.
"tenang saja! aku akan berusaha semampuku. " Randa terlihat mempersiapkan peralatan, entah apa yang akan dilakukannya terhadap Jimmy.
Utama agak ragu, "apa kau yakin? "
"walaupun ini baru pertama kali, tapi aku yakin seribu persen. sudah pergilah! nanti kau terlambat. " jawabnya santai.
Utama tersenyum, "baiklah! aku percayakan padamu!" Utama bergegas keluar.
Utama berlari lalu melompat tinggi, "Randa.. aku mohon bantuan mu! " batinnya. dia terus melompat diantara gedung-gedung.
Tap
tiba-tiba Hajime muncul dihadapannya, "ternyata kau yang seorang tokoh utama memiliki kakak pecundang, ya.. menyedihkan sekali. kenapa tidak kau bunuh saja dia? " Hajime tersenyum jahat, saat ini dia terlihat siap tempur.
Utama menggertak giginya, "sial, bisa-bisanya dia muncul disaat seperti ini. jika menghadapinya terlebih dahulu, pasti akan menghabiskan banyak waktu. lagipula.. untuk beberapa saat aku tidak bisa menyerangnya.. " batinnya.
Utama terlihat bersiap, "jalan satu-satunya adalah lari.! " teriaknya lalu menghindari Hajime yang langsung mengejar.
Hajime melompat tinggi, lalu mendarat di depan langkah Utama, "jangan harap kau bisa lolos." seringai nya. "aku ingin melihat kota ini hancur, aku ingin melihat perjuangan tokoh utama di novel ini. ! " lanjutnya lalu tertawa keras.
"sial! dia benar-benar merepotkan! " batin Utama.
__ADS_1