
pertarungan antara Utama dan Hajime masih belum selesai. namun, kerusakan yang mereka akibatkan sudah keterlaluan, tembok gedung hancur dan retakan retakan tanah. disitu terlihat juga polisi sedang mencari tahu apa penyebab semua ini.
Utama menatap datar Hajime di atas gedung tinggi, begitu juga sebaliknya, keduanya semakin memanas, kehancuran saat itu sepertinya masih belum cukup untuk mengukur kekuatan kedua petarung itu, ditambah lagi dengan angin berhembus tak henti-hentinya padahal hari sudah semakin sore.
"ayo.! " keduanya melompat tinggi bersamaan.
Utama dan Hajime berbenturan di udara. Hajime mencakar punggung Utama yang tidak bisa menghindar, namun tinju Utama juga mengenai pipi Hajime.
"sial.! " Hajime mencengkram kedua kaki Utama, kemudian melemparkannya kearah jalan yang saat ini di bawah mereka.
tubuh Utama terhempas mengarah bumi dengan kepala dibawah. masih jauh dari bumi, Utama memutar tubuhnya seperti gasing, arah tubuhnya pun berbelok kearah dinding gedung yang berada di samping.
Traaang
Utama terhempas ke dinding yang terbuat dari kaca.
Hajime terkejut, "apa? " ucapnya. "dia benar-benar berbeda dari yang sebelumnya.. " lanjutnya. saat ini tubuhnya masih melayang di udara. sesaat kemudian Hajime kembali mendarat di atas gedung tempat ia berpijak sebelumnya, tapi matanya tidak lepas dari gerak-gerik Utama.
Utama melihat sekeliling ruangan tersebut, namun sepertinya sudah tidak ada orang karena memang sudah sore.
Tap
Utama mengambil serpihan kaca yang cukup besar, kemudian melemparkan kaca keatas untuk menyerang lawan.
Hajime melompat ke udara untuk menghindari laju kaca yang melengkung, kemudian menoleh kearah Utama yang sudah tidak terlihat diposisi semula.
"dimana!? Hajime terkejut. " sial! aku mengalihkan pandangan ku.! " batinnya.
tubuh Hajime masih melayang di udara, dia masih belum melihat Utama. namun, tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu di belakangnya bersama bulu lehernya yang berdiri.
Hajime menoleh kebelakang, "apa!? sejak kapan? " dia melihat Utama melayang dibelakangnya.
detik berikutnya, Hajime mengarahkan siku kanannya ke wajah Utama. dengan cepat Utama menghindar karena sudah membaca gerakan lawan.
__ADS_1
"cih,sial! " Hajime berputar sambil melayangkan tinju kearah wajah Utama dengan tangan kirinya.
pertarungan di udara terus berlangsung. disaat bersamaan, Utama juga menunduk sekaligus berputar untuk menghindar, kemudian membalas Hajime dengan tendangan datar ke bagian perut Hajime yang langsung terlempar.
Hajime terpental kearah atas gedung tempat awal Utama berpijak, kemudian salto dan mendarat dengan cantik.
disisi lain, Utama mendarat di atas gedung tempat awal Hajime berpijak, kemudian keduanya kembali beradu tatap.
Hajime tersenyum, "menarik! ini benar-benar menarik! awalnya aku kira tokoh utama dalam novel ini hanyalah pemuda miskin yang tiba-tiba kaya, lalu menghadapi musuh dengan kekuasan.. ternyata tidak.. ternyata kau juga seorang petarung.. " ucapnya. "kalau seperti ini.. aku akan menikmati pertarungan ini.. hahaha..! " Hajime tertawa semangat.
Utama menatap datar, "tertawa lah sepuas mu! karena sebentar lagi tawa itu akan berubah menjadi jeritan. " ucapnya.
Utama terus menatap Hajime, "tapi.. bertarung tanpa alasan seperti ini tidak berguna menurutku. jadi.. aku ingin bertanya padamu. " ucap Utama.
"darimana kau berasal? dan kenapa kau bisa tahu semuanya? lalu... kenapa kau ingin membunuhku? " tanya Utama.
Hajime tersenyum, " apa kau pikir aku akan menjawab semua pertanyaan mu itu? kau terlalu naif..! " ucapnya. "tapi baiklah.. akan ku beritahu kau sedikit. " lanjutnya.
"apa maksudmu!? " Utama terkejut.
"ya, aku juga seorang tokoh utama dalam novel yang menceritakan tentang manusia serigala, tentang pertarungan dan pertempuran di masa lalu. " jelas Hajime.
"aku tidak perduli tentang itu.!" potong Utama.
Hajime tersenyum, "cih, ternyata kau sangat menjengkelkan! " ucapnya. ".. setelah beberapa saat melalui masalah... tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dengan kehidupanku, aku merasa tetap diam ditempat.. aku merasa tidak ada hari yang bermasalah.. perlahan aku mulai menyadari. aku adalah seorang tokoh utama dalam novel, aku juga menyadari kalau novel itu berhenti ditengah jalan.. dan itu juga yang membuat kehidupanku seolah diam ditempat.. lalu.. " Hajime menghentikan ucapannya.
"lalu kenapa kau ingin membunuhku.? " sambut Utama.
"aku menyadari.. ternyata ada novel lain yang di tulis orang itu. kemudian. "
"kemudian kau ketempat ini dan ingin membunuhku.! " potong Utama.
"bisakah kau tidak memotong orang yang sedang bicara!? " Hajime kesal dan berteriak, kepalanya terlihat sangat besar jika dibandingkan tubuhnya.
__ADS_1
Utama mengelus kepalanya, "maaf, maaf.. kau berbicara terlalu bertele-tele..! " ucap Utama.
"setelah aku menyadari ada novel lain, aku masuk ketempat itu.. tempat itu lebih modern dibandingkan sekarang, mungkin novel kedua itu menceritakan tentang masa depan.. tapi ternyata novel kedua itu juga berhenti ditengah jalan. " jelas Hajime. " walaupun saat ini tokoh utama dalam novel kedua itu tidak tahu kalau dia tokoh utama dalam novel yang terhenti.. tapi setelah tahu dia pasti mengincar mu, sama seperti ku. " Hajime berekspresi menakutkan.
"jangan memasang wajah menakutkan seperti itu, dan.. " Utama menghentikan ucapannya. "... kenapa kau ingin membunuhku? kau masih belum menjawab pertanyaan ku.! " lanjut Utama.
Hajime menatap tajam Utama, "aku ingin membunuhmu, karena kau adalah tokoh utama dalam novel ketiga.. jika kau mati.. itu artinya novel ini akan berakhir.. " ucapnya.
"lalu kau berpikir penulis novel itu akan melanjutkan novel yang kaulah tokoh utamanya, begitu? " Utama berucap datar.
Hajime tersenyum, "ya, tepat sekali! " ucapnya.
"apa kau bisa menjamin kalau dia tidak akan menulis novel yang baru? " tanya Utama.
"tidak! tapi hidup tanpa masalah itu sangat membosankan, aku hanya ingin menjadi tokoh utama dalam cerita yang sampai tamat.. jika tidak dilanjutkan.. setidaknya aku sudah berusaha.. " Hajime tersenyum.
Utama menatap langit, "sial! kenapa jadi serumit ini? aku merasa kehidupan ini seperti nyata, seperti tidak ada yang menulis.. " Utama terlihat kesal.
"kau sudah mengetahui semuanya.. jadi sekarang.. waktunya untuk membereskan mu. " Hajime tertawa.
Utama memejamkan mata, "percuma! aku adalah tokoh utama disini! aku tidak akan terkalahkan.! " Utama membuka matanya lebar. "dan lagi.. aku masih belum tahu bagaimana caramu bisa berpindah ke novel ini.? " lanjutnya.
Hajime bersiap, "akan ku jawab saat kau sudah menjadi mayat.! " Hajime melompat.
"kau terlalu berpikir jauh, sekuat apapun kau mencoba! kau akan tetap kalah! " Utama juga melompat.
"hiiaaa! " Hajime berteriak sambil mempersiapkan cakar serigala nya untuk menghabisi Utama.
"aku tidak tahu tentang kebenarannya, untuk saat ini.. aku hanya bisa mengikuti alurnya. " Utama mengepalkan tangannya, lalu bersiap menghancurkan lawan yang saat ini juga terlihat siap menghancurkannya.
BUUMM
keduanya bergesekan di udara, angin kencang tercipta dari kedua petarung yang saat ini beradu pukul.
__ADS_1