Tokoh Utama

Tokoh Utama
Segerombolan Monster


__ADS_3

Utama dan yang lain masih terkejut dengan ledakan ledakan yang terus terjadi, semakin lama kehancuran semakin parah.


"Utama, kita harus menghentikan ini! " ucap Hajime, "jika terus begini, kota ini akan mengalami kehancuran! " dia terlihat sangat serius.


Hiro dan Jiro masih ditempat itu, mereka menguping pembicaraan Utama dan yang lain.


Jiro melirik, "cih, mereka berbicara seakan semuanya mudah! "


"kau benar! tapi ngomong ngomong.. kenapa kita hanya berdua saja!? mana anggota tiger white!? " Hiro bertanya sambil menoleh kebelakang.


Jiro menoleh kebelakang, dia melihat pasukan tiger white terbengong meratapi ledakan yang terus menghancurkan kota, "sial, sepertinya mereka belum mengakui bahwa aku adalah ketua mereka! " dia terlihat kesal.


Hiro tersenyum, "jangan kecil hati begitu.. mungkin saja mereka membutuhkan waktu. " dia tertawa kecil.


Jiro melirik, "sialan kau! kenapa kau jadi menertawakan ku? " dia terlihat kesal.


Arya memandangi kejadian itu dengan wajah ketakutan, "gawat.. kalau terus seperti ini.. mungkin kota ini akan hancur.. "batinnya.


" tidak! itu tidak boleh terjadi!" Arya kemudian berteriak, wajahnya terlihat serius. "aku akan menghentikan semua ini! "


"eh!?" Utama, Hajime dan Randa menoleh Arya, mereka terkejut dengan tingkah Arya.


Arya memandang ke suatu arah,"aku yakin Keki sedang melayang saat ini! " dia memandang rudal yang terus melesat, kemudian mengikuti darimana arah rudal itu berasal.


"lihat arah jam satu! " tiba-tiba Arya berteriak.


Utama dan yang lain menoleh Arya, kemudian mengikuti arah pandang mata Arya yang memandang keatas.


"itu.. kenapa orang itu melayang!? " Utama, Hajime dan Randa terkejut, mereka melihat seseorang yang melayang tinggi di udara walau dari kejauhan, orang itu adalah Keki.


Arya terlihat serius, "dia adalah ketua Black Rose! dan dia sangat berbahaya! " teriaknya.


Hajime mengadu giginya, "Black Rose.. siapa yang menyangka mereka sehebat ini. "


"Black Rose tidak bisa dipandang sebelah mata.. eksperimen yang mereka lakukan sangat gila, kau akan semakin terkejut melihat anggota yang lainnya. " Arya menoleh Hajime.


"yang lainnya!? apa maksudmu mereka berjumlah besar? " Hajime terkejut.


"mereka berjumlah ratusan orang. " jawab Arya.


"apa!? ratusan!? " tiba-tiba Randa berteriak histeris.


"tapi.. aku rasa yang sampai ke kota ini hanya anggota utamanya saja. " ucap Arya, "anggota utamanya hanya berjumlah tujuh orang sudah termasuk aku. tidak, tidak! lebih tepatnya delapan orang, orang yang mencoba membunuhku tadi juga termasuk. "


"maksudmu.. orang yang ku hadapi tadi!? " tanya Hajime, "kalau begitu, aku tidak perlu takut, mereka hanyalah sekumpulan orang lemah. " dia tersenyum.


"kau jangan besar kepala! " ucap Arya. "orang yang kau kalahkan itu jauh lebih lemah dibanding yang lainnya.. tapi kuakui kau hebat dalam berkelahi! " Arya tersenyum.

__ADS_1


Utama memandang ke depan, "kalau begitu.. ayo kita selesaikan semua ini! "


Hajime tersenyum, kemudian mengadu tinju kanan dengan telapak kiri, "yeah...! aku sudah tidak sabar menghadapi lawan yang kuat! " dia penuh semangat.


"sebenarnya aku takut. " Randa terlihat lesu, "tapi karena ada kalian.. orang lemah seperti ku bisa memiliki keberanian.. ayo maju! " kemudian tersenyum bersama semangat yang membara.


Arya menatap Utama tidak percaya, "anak ini.. sejak kapan dia bisa seperti ini? bukankah dulu dia sangat pengecut. " batinnya.


Hajime menoleh Arya, "paman tidak perlu khawatir! memangnya paman tidak melihat noda di pakaian Utama. " dia tersenyum.


Arya memandang pakaian Utama, seketika dia terkejut, "ini.. noda ini.. bukankah darah!? " dia melihat seragam Utama penuh bercak-bercak darah, sepertinya dia baru menyadari itu.


"ayo maju! " Utama berlari menuju arah Keki yang saat ini berjarak sekitar dua kilo meter.


"yeah! " Hajime dan Randa mengikuti, "akhirnya.. akhirnya aku bisa melihat kalian berdua bertarung.. tidak! aku bahkan juga ikut bertarung bersama kalian! " batin Randa terlihat bahagia, namun kebahagiaan itu hampir membuat air matanya menetes.


"tunggu! " Arya mengejar namun tetap tertinggal.


Hiro dan Jiro yang dari tadi mendengarkan percakapan Utama dan yang lain mulai bergerak, "sudah cukup omong kosongnya, ayo! " teriak Jiro.


"ya, aku juga sudah muak dengan basa-basi mereka. " Hiro memandang kearah pasukan tiger white, "semuanya! ayo ikuti kami! " teriaknya.


"ya! "


"sepertinya mereka tidak buruk menjadi ketua! "


pasukan tiger white terlihat bersemangat, mereka berlari menyusul Hiro dan Jiro dengan tanpa rasa takut sedikitpun.


Hiro berlari sambil melirik anggota tiger white yang sudah dibelakangnya, "sepertinya ini akan menjadi pertempuran yang sangat menarik. " dia tersenyum.


Utama dan yang lain terus berlari, sejauh ini mereka tidak melihat orang yang berkeliaran, sepertinya orang-orang sudah menjauh dari tempat yang penuh marabahaya ini.


saat sudah sekitar sekilo meter berlari,barulah mereka melihat kehidupan, orang-orang berkeliaran sambil berteriak. namun, mereka dikejutkan dengan makhluk-makhluk aneh yang mengerikan, tubuhnya dibalut bulu seperti serigala, namun cara berdirinya seperti manusia. jika dibandingkan dengan Jimmy saat menjadi monster, ini jauh lebih kecil, namun saat ini jumlah mereka sangat banyak.


makhluk-makhluk itu terus menyerang, banyak manusia yang dicabik-cabik dengan cakar serta taring monster ganas tersebut, akhirnya banyak orang tewas mengenaskan.


diantara makhluk-makhluk aneh itu, pasukan TNI juga bergerak, mereka menyerang monster itu dengan senjata api sambil melindungi penduduk. namun, monster itu juga memberikan perlawanan yang cukup tangguh,banyak TNI yang terbunuh dengan sadis.


Utama dan yang lainnya menghentikan langkah, kemudian menatap pemandangan yang semakin kacau ini.


"ini.. apa yang sebenarnya terjadi!? ini lebih kacau dari yang aku duga! " Hajime menatap monster yang berwujud seperti serigala itu, sekali lagi dia dibuat kebingungan.


"ini gawat! kota ini benar-benar akan hancur! " Randa terlihat ketakutan.


Hiro dan Jiro serta pasukannya menghentikan langkah di samping Utama dan yang lain, mereka juga terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.


"sial, sebenarnya sehebat apa mereka? bagaimana mungkin mereka bisa menciptakan makhluk-makhluk aneh seperti ini? " Jiro terlihat kesal.

__ADS_1


"jika kau bertanya padaku, aku tidak tahu jawabannya, dan.. bersiaplah! makhluk-makhluk aneh itu mengarah kemari. " jawab Hiro dengan datar.


Hiro menghunus pedangnya, "sepertinya menebas monster menjijikkan seperti itu akan menyenangkan! " dia tersenyum.


"ayo! " Hiro berlari kearah segerombolan monster, kemudian mengeluarkan tebasan cepat, pedangnya terus menari sambil menyicipi darah segar.


Jiro tersenyum, kemudian mengeluarkan pedang pembunuhnya, "aku tidak berniat melindungi kota ini. tapi.. aku hanya ingin mencari kesenangan! " Jiro mulai menggila, dia berlari menyongsong monster itu dengan ayunan pedang yang siap membelah.


"ayo! sepertinya menghadapi monster ini lebih menyenangkan dibandingkan melawan manusia! " pasukan tiger white yang awalnya sedikit ragu melihat monster-monster ini, memiliki keberanian setelah melihat Hiro dan Jiro yang terbakar semangatnya, kemudian berlari sambil mengangkat senjata.


namun mereka berbeda dengan Hiro dan Jiro, mereka tidak terlalu hebat untuk menghadapi monster itu, banyak dari mereka yang tewas sangat mengenaskan, tubuh mereka terpisah-pisah dengan bagian lainnya.


Utama dan yang lain masih berdiam diri, mereka memandangi pasukan tiger white yang bertempur.


"monster ini.. darimana mereka berasal? " ucap Utama datar.


"ini adalah ulah Miyu, salah satu anggota Black Rose yang sangat kejam.." jawab Arya.


Hajime menoleh Arya, "apakah ini sama dengan Kak Jimmy saat menjadi monster? "


"tidak! formula yang disuntikkan Jimmy adalah Fh4.. sementara yang digunakan Miyu adalah Fh1, walaupun bentuknya sangat mirip, namun monster ini dan Jimmy saat menjadi monster itu sangat berbeda. " jawab Arya.


"Fh4.!? Fh1!? sebenarnya itu apa!? " tanya Utama tanpa menoleh.


Arya menghela nafas, "baiklah, akan ku jelaskan! " ucapnya. "Fh4 adalah cairan yang bisa membuat tubuh berubah drastis, seakan ada gen tertentu yang menyatu dengan tubuh kita, namun.. Fh4 tidak bisa digunakan untuk semua orang, hanya orang yang mengalami kesulitan melanjutkan hidup, stress, dan kehilangan harapan yang membuat otak terus menerus semakin kehilangan akal, seperti Jimmy yang yang sudah tidak punya harapan, dia yang menanggap dirinya tidak berguna, pecundang, dan sudah tidak memiliki harapan sehingga bisa seperti itu.. jika orang seperti kalian yang menggunakan Fh4, mungkin tidak akan ada pengaruhnya.. " ucap Arya.


Utama melirik, "jadi intinya.. formula Fh4 adalah cairan yang merefleksikan otak. " ucapnya datar.


"lalu, bagaimana dengan Fh1? " lanjut Hajime.


"berbeda dengan Fh1, formula ini bisa digunakan untuk siapa saja, orang seperti apa juga akan terpengaruh.. tapi perubahannya tidak terlalu menakutkan, ukurannya juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan monster yang tercipta dari Fh4, namun.. yang menakutkan dari Fh1 adalah.. mampu mengubah tubuh mu menjadi seperti monster itu walau hanya dengan setetes cairan Fh1 yang menyatu dengan darah.. " jawab Arya.


"benarkah!? aku harap kau tidak melebih-lebihkan cerita! " ucap Utama datar.


"Hajime, di belakangmu! " tiba-tiba Randa berteriak sambil memandang arah belakang Hajime, dia terlihat sangat ketakutan.


Hajime menoleh, dia melihat seekor monster yang siap mengoyak tubuhnya dengan cakar yang mengerikan.


Zraaash


tiba-tiba tubuh monster itu terbelah menjadi dua bersama teriakan yang menyakitkan telinga, darah segar muncrat ke segala arah, disitu juga terlihat Hiro yang sepertinya baru saja menebas sesuatu, itu terlihat dari pedang ditangannya yang masih meneteskan darah.


Hiro melirik Hajime, "di situasi seperti ini, sepertinya kita harus bergabung. " dia tersenyum.


Hajime menoleh, "jangan karena kau sekali menolong aku akan mengulurkan tangan persahabatan. " ucapnya. "aku akan membayarnya nanti! " dia tersenyum.


Utama menatap segerombolan monster itu, "mereka semakin banyak, entah darimana asalnya? "

__ADS_1


Hajime tersenyum, "kalau kau memiliki waktu untuk bertanya, kenapa tidak kau gunakan untuk menghabisi mereka?" ucapnya lalu bersiap menyerang.


__ADS_2