Tokoh Utama

Tokoh Utama
pilihan sulit


__ADS_3

Utama dan Hajime terus melompati gedung-gedung, mereka menuju tempat Jimmy berada.


"lihatlah! monster itu adalah kakakmu! " ucap Hajime.


setelah cukup lama berjalan, kedua orang itu berhenti di atas sebuah gedung. mereka memandang kekacauan yang terjadi, banyak dinding gedung yang hancur, orang tergeletak penuh darah, disitu juga terlihat Joko dan semua pasukan tiger white sedang menghadapi Jimmy yang dalam tubuh monster.


Joko memandang tubuh besar Jimmy, "ayo serang! " teriaknya.


Doorr... Doorr


setelah itu dia mengeluarkan pistol dan menghujani Jimmy dengan peluru, namun tetap tidak berefek.


Utama menatap kejadian itu, "ini.. kenapa bisa seperti ini? apa yang membuatnya sampai berubah menjadi monster seperti itu.!? "


"aku juga tidak tahu, aku melihat dia bertemu dengan segerombolan orang tiger white,lalu mengeluarkan cairan dan menyuntikkannya." jawab Hajime.


Utama menoleh, "lalu..!?


" seperti yang kau lihat!" ucap Hajime.


"aku ingat! " Utama menundukkan kepala, "dia memiliki sahabat bernama Rio di tiger white, mungkin itu adalah salah satu penyebab semua ini terjadi. "


"ayo ke bawah! " Hajime melompat, dibelakangnya Utama menyusul.


Tap


Utama dan Hajime sudah mendarat di tanah, mereka memandangi pertempuran yang terjadi.


"darimana monster ini berasal!? "


"entahlah, tiba-tiba muncul begitu saja! "


"sepertinya ada oknum yang melakukan ini dengan sengaja. "


disaat itu, polisi datang dengan jumlah cukup besar, mereka mengeluarkan senjata api dan mengguyur Jimmy dengan amunisi, tapi tetap tidak mampu melukai Jimmy.


Hajime menoleh Utama, "Utama, kita harus melakukan sesuatu, semakin lama Kak Jimmy semakin ganas, korban terus berjatuhan, kekacauan yang ditimbulkan juga semakin parah. " ucapnya datar. "cepat atau lambat.. pemerintah akan menghancurkannya. "


"yang kau katakan memang benar! " jawab Utama, "tapi sebelum itu.. aku ingin mencari cara agar bisa menyelamatkannya. "


Tap Tap


"masih ada cara untuk menghentikannya! " tiba-tiba muncul seorang pria berambut putih dan berkaca mata, dia mengenakan pakaian layaknya seorang profesor, kalau dilihat dari wajahnya sepertinya dia berusia sekitar lima puluh tahun.


Utama dan Hajime menoleh, "kau.. siapa!? " tanya Utama.


pria itu tersenyum, "aku memang sudah lama tidak bertemu dengan mu, tapi aku tidak pernah menyangka kau akan melupakan ayahmu, Utama. " pria itu bernama Arya, ayah dari Utama dan Jimmy.


Utama menatap Arya datar, "kau.. bukankah kau sudah tahu kalau Jimmy akan berakhir seperti ini!? kenapa kau tidak menghentikannya!? " dia terlihat serius. "dia juga mengatakan.. dirimu bergabung dengan organisasi yang berniat menghancurkan kota ini. "


"itu benar! " Arya menundukkan kepala, "aku memang bergabung dengan organisasi yang bernama Black Rose.. aku juga tahu kalau Jimmy sedang membawa formula Fh4.. tapi aku tidak bisa menghentikannya." dia terlihat sedih.


Utama menatap Arya, "sebagai seorang ayah.. kau sangat menyedihkan."


"kau tidak mengerti, Utama! " Arya masih menundukkan kepala,"selama ini ayah berjuang sendirian.. beberapa tahun yang lalu aku mendengar ada organisasi yang bertekad menghancurkan jakarta, aku memutuskan bergabung dan mencari informasi tentang mereka, aku juga berusaha menggagalkan mereka. " ucapnya terdengar berat. "kau ingat! Jimmy pernah kembali dengan bom yang menempel di jantungnya, ayahlah yang menggagalkan semua itu.. jika tidak, mungkin kota ini sudah hancur! " ucapnya. "tapi kali ini.. dia sendiri yang datang pada Black Rose.. dia meminta agar dirinya menjadi kuat walau menjadi bahan percobaan.. dan aku tidak bisa menghentikannya! jika aku menghentikannya.. mungkin. "

__ADS_1


"apa yang terjadi!?" sahut Utama.


"mungkin aku dan kakakmu sudah terbunuh! " jawab Arya. "maafkan ayah, Utama! ayah hanyalah seorang pecundang yang bisa mengandalkan kecerdasan. "


"ternyata benar.. kau adalah penghianat yang selalu menggagalkan rencana kami. " tiba-tiba seorang pria muncul, rambutnya hitam panjang dan ikal, dia mengenakan pakaian serba hitam dan tertutup. panggil saja dia Raja.


Utama, Hajime dan Arya menoleh, "Raja!? kau.. kenapa kau ada disini!?.. itu artinya anggota Black Rose yang lain sudah di kota ini. " Arya terlihat ketakutan.


Raja tersenyum, "semua orang sudah curiga dengan mu! dan aku diutus untuk membunuh mu! " dia mulai bergerak.


Hajime menatap Raja, kemudian menoleh Arya, "paman mengatakan kak Jimmy bisa dihentikan, kami mengandalkan mu! "


Arya menatap Hajime, "itu benar! tapi aku juga membutuhkan sesuatu!? "


"hajime..! Utama..! apa aku melewatkan sesuatu!?" tiba-tiba Randa muncul dengan teriakan.


Hajime menoleh Randa, "sepertinya aku tahu siapa yang akan membantumu." dia tersenyum.


Randa mendekati Utama dan yang lain, "ini.. apa yang terjadi!? kenapa semuanya hancur? " dia terkejut. "itu!? monster apa itu!? " dia lebih terkejut lagi ketika melihat Jimmy.


Hajime menatap Randa, "itu tidak penting! sekarang tugasmu menyelamatkan paman ini! tolong bawa dia ke rumah mu! " dia tersenyum.


Raja mulai bergerak, "tidak akan kubiarkan kau lolos! " dia berlari ke arah Arya.


dengan sangat cepat, Hajime menghalangi langkah Raja dan menendangnya.


"aku lawan mu! " teriak Hajime.


Baamm


Utama menatap Randa, "Randa.. pergilah! bawa orang ini ke rumahmu! ada yang harus dia selesaikan."


Utama menoleh Arya, "kau harus menyelesaikan semua ini! kami mengandalkan mu! "


Arya tersenyum, "ternyata kau sudah dewasa sekarang, ayah bangga padamu! sepertinya kau tidak lebih pecundang dibandingkan dengan Jimmy dan ayah."


Randa menatap Arya, kemudian menoleh Utama, "Utama.. dia ayah mu!? " dia terlihat terkejut.


"tidak ada waktu untuk menjawab itu! sekarang pergilah! " ucap Utama.


"baiklah! " Randa dan Arya bergegas pergi.


Raja kembali berdiri, dia menatap Hajime dan Utama, "sepertinya aku harus membunuh kalian terlebih dahulu! " dia tersenyum.


Hajime menoleh Utama, "oi, Utama.! kau tidak perlu membantu! aku ingin lihat seberapa hebat anggota Black Rose! " dia tersenyum.


"lakukan sesukamu! " ucap Utama datar, dia terus memandangi Jimmy yang terus di serbu pasukan Joko dan polisi yang terus menembak.


"ini semua karena Rio! dia yang menyebabkan Jimmy melakukan hal bodoh ini! " batin Utama.


Raja mulai bergerak, dia berlari cepat kearah Hajime yang terlihat tenang.


"mati kau! " Raja melompat tinggi sambil melesatkan tendangan.


Hajime menangkap telapak tangan Raja, kemudian melemparkan tubuh Raja ke tanah dengan mudah.

__ADS_1


Baamm


tubuh Raja menghantam tanah yang langsung retak, dia berteriak kesakitan.


Hajime tersenyum, "apa hanya ini yang kau punya!?"


"sial! anak ini tidak bisa diremehkan! dia seperti bukan manusia biasa. " Raja kembali bangkit, kemudian menatap Hajime kesal. "cih, aku akan menghabisi mu! bocah ingusan! . " teriaknya.


Hajime tersenyum, "ayolah! kau sudah seperti itu..tidak pantas berkata sombong. "


Raja mengeluarkan pistol, lalu mengarahkannya ke Hajime, "matilah, dasar sialan! "


"itu tidak akan bisa menyentuh ku! " Hajime bergerak cepat, dia melompat tinggi keatas.


"apa!? aku baru melihat orang melompat setinggi itu! " Raja terkejut, dia menoleh ke atas, "dimana!? kenapa dia tidak terlihat!? " dia kebingungan.


"apa yang kau lihat? " tiba-tiba Hajime berada dibelakang Raja.


"dia.. cepat sekali! " Raja menoleh kebelakang, lalu mengarahkan ujung pistolnya ke kepala Hajime.


Braak


belum sempat pelatuk ditarik, Hajime mencengkram tangan Raja hingga pistol terjatuh, kemudian menapakkan tangannya di perut Raja dengan sangat keras.


"aakh! " Raja kesakitan dan memuntahkan darah, detik berikutnya tubuhnya terlempar jauh dan tergeletak lemah, sepertinya dia tidak sanggup berdiri lagi.


Hajime mengambil pistol yang tergeletak di tanah, "aku tidak tahu seberapa hebat benda ini? bolehkah aku mencobanya!? " dia mendekati Raja sambil tersenyum jahat.


Raja ketakutan, "jangan! jangan bunuh aku! " dia mencoba berdiri namun tidak bisa.


Hajime mengarahkan ujung pistol kearah kepala Raja, "dimana kesombongan tadi? dasar sialan!" dia tersenyum.


Doorr


Hajime menarik pelatuknya, seketika darah terciprat dari kepala Raja, tidak lama kemudian kesadarannya ikut terenggut.


Hajime menatap ujung pistolnya, "ternyata benda ini cukup praktis. " dia tersenyum. "serigala sepertiku lebih pantas menggunakan cakar dan taring untuk membunuh. " kemudian melemparkan pistol tersebut.


Hajime mendekati Utama yang masih menatap Jimmy yang terus menyerang, "tidak biasanya kau seperti ini! " ucap Hajime. "kenapa kau tidak menghabisinya saja? bukankah ini semua hanya imajinasi? "


Utama menoleh, "kau benar! tapi dia adalah kakakku di novel ini, seorang tokoh utama tidak mungkin membunuh kakaknya sendiri. " ucapnya datar.


Hajime tersenyum, "ya, itu jika tidak memiliki alasan, sekarang dia sudah menjadi monster! dia terus menghancurkan semuanya, dia juga bisa membunuh siapa saja. "


"aku tidak akan membunuhnya,aku yakin ada cara untuk menyelamatkannya." ucap Utama.


"jika kau tidak membunuhnya, cepat atau lambat dia akan tetap terbunuh! " ucap Hajime serius. "kau adalah tokoh utama, ini saatnya kau menghadapi pilihan sulit. "


Utama memejamkan matanya, "diam lah Hajime! bukankah masih ada harapan. "ucapnya datar.


Hajime tersenyum, " maksudmu ayahmu dan Randa, ya.. tapi.. bagaimana jika mereka gagal.? "


Utama membuka matanya, "aku sendiri yang akan membunuhnya! " dia terlihat meyakinkan.


Hajime melirik Utama, "Utama,kau tidak seperti biasa.. ada apa denganmu? apa kau mulai menerima kenyataan ini? apa kau sudah mulai menerima kehidupan mu di novel ini? "

__ADS_1


__ADS_2