
"apa? apa yang terjadi?! " Hajime memandangi asap dan debu yang menggumpal menyelimuti tubuh Yobi, saat ini dia masih tergeletak dengan posisi telungkup.
Utama masih tergeletak di tanah, "aku.. terhempas.. " dia memandangi gumpalan debu itu.
di samping Utama, Yamakoto juga terbaring lemah, matanya memandangi kearah Yobi, "jadi ini.. kekuatan Sikiniky.. " batinnya dengan ekspresi rumit, "sial.. seharusnya dari awal aku sudah menggunakannya.. "
"HIIAA..! " Yobi terus berteriak, sampai sekarang pun tubuhnya masih belum terlihat, asap dan debu yang beterbangan menutupi pandangan semua orang.
sesaat kemudian, saat tekanan udara dari tubuh Yobi mulai mereda, angin kencang yang terus berhembus menerpa debu dan asap itu, tubuh Yobi mulai terlihat walau masih samar-samar.
"gawat! sepertinya monster ini berbeda dari yang sebelumnya.. " gumam Hajime memandang tubuh Yobi yang masih samar, namun sudah terlihat kalau tubuhnya sudah berubah wujud, "dia terlihat jauh lebih kuat.. "
angin terus berhembus dan menyingkirkan debu yang masih menyamarkan Yobi, setelah itu barulah sosok Yobi terlihat jelas, tubuhnya tinggi sekitar tiga meter dengan kuping panjang, seluruh tubuhnya dibalut bulu tipis berwarna merah kehitaman, tidak memiliki cakar namun setiap jarinya begitu besar dan runcing, di bagian lengan dan kakinya terdapat duri-duri yang tebal dan tumpul, namun duri-duri itu hanya menutupi dan tidak berdiri.
Utama kembali bangkit, lalu memandang Yobi datar, "dia tidak lebih menakutkan dari monster-monster sebelumnya.. "
Yobi memandang Utama dengan tajam, "bersiaplah untuk menemui kematian mu, Utama..! " mata merahnya yang menyilaukan menambah aura mematikan.
Yamakoto terkejut, "apa?! kenapa dia masih bisa bicara? jangan-jangan... dia masih sadarkan diri.. dia.. dia masih terkendali.. " batinnya terlihat kesal, "sial, kenapa jadi seperti ini? Sikiniky belum sempurna.. aku yakin ada kesalahan disini.. cairan itu seharusnya merusak otak dan membuat orang yang menggunakannya tidak mampu untuk berpikir.. " dia masih tergeletak.
"Hosh..! " Yobi menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar, asap tipis keluar dari mulutnya.
Utama menatap datar Yobi, "datanglah! " dia mulai bersiap.
saat ini, cuaca semakin gelap, langit ditutupi awan hitam dan tanpa sedikitpun sinar matahari, kilat merah berkali-kali melintas untuk menghiasi, angin berhembus sekencang kencangnya menerpa segalanya membuat debu beterbangan, hanya kobaran api bergejolak yang memberikan penyinaran.
Greeb...
saat itu, tiba-tiba sebuah cengkraman tangan menyambut kepala Utama, tubuhnya tetap berdiri, namun cengkraman tangan itu cukup besar dan menutupi wajahnya.
"cepat sekali.. " Utama menangkap pergelangan tangan itu untuk menahan, kemudian mengintip dari sela-sela jari runcing tersebut, "dia masih berdiri di sana.. sudah kuduga, memang mustahil bisa secepat itu.. " dia melihat Yobi masih berdiri tegak diposisi semula.
Hajime terkejut, "apa? tangannya memanjang? mus-mustahil.. " dia terlihat ketakutan dan kesal, "sial, di saat seperti ini aku hanya bisa tertidur.. aku memang tidak berguna.. "
Yobi tersenyum jahat, "hebat.. aku bisa menyentuhnya tanpa mengubah posisi ku.. padahal jaraknya cukup jauh.. jika aku berlari mungkin membutuhkan waktu hampir satu menit.. itu cerita lama.. sekarang aku bisa melakukan segalanya.. " seringainya.
Utama semakin mencengkram pergelangan tangan Yobi dengan keras, sepertinya dia berniat memutuskan itu.
tepat di saat itu, Yobi melesat maju dengan tubuh ditarik tangan yang mencengkram kepala Utama, tubuhnya melayang di udara dengan cepat, sesaat kemudian dia sudah berdiri didepan Utama dengan sedikit ke samping.
Crakhh..
Yamakoto yang kebetulan di situ terkena injakan kaki Yobi yang memiliki jari runcing dan besar, tepatnya di bagian wajah sehingga kepalanya hancur.
Yobi melirik Yamakoto, "maaf Pak tua, kau sedikit mengganggu.. terima kasih telah memberikan kekuatan ini.. " dia tersenyum jahat.
Yamakoto sudah hancur, kepalanya pecah dan isi kepalanya keluar berhamburan, "sial.. aku sungguh menyedihkan.. jika aku memiliki kesempatan yang kedua.. aku akan menyusun ulang rencana ku.. dan aku pastikan tidak akan gagal.. " itulah ucapan terakhirnya tanpa suara dengan bola mata yang sudah jatuh ke tanah.
Yobi menoleh Utama, "sekarang giliran mu, Utama! " dia semakin mempererat cengkraman sehingga terdengar suara yang ngilu dari kepala Utama.
Braak..
Yobi mendorong Utama dan membanting kepala Utama ke tanah, Utama kehilangan keseimbangan dan terjatuh, kepalanya menghancurkan bumi lalu debu pun berterbangan menutupi keduanya.
__ADS_1
"apa yang terjadi? apa aku melewatkan sesuatu? " gumam Hajime, "gerakannya sangat cepat, ditambah mata ini sangat ngantuk.. aku kesulitan untuk memperhatikan setiap pergerakan mereka.. " dia memandangi debu yang menutupi tubuh Utama dan Yobi.
angin terus berhembus kencang sehingga debu yang mengepul menutupi Utama dan Yobi langsung hilang di terpa,saat ini terlihat Yobi sedang berjongkok di atas tubuh Utama yang terbaring di atas tanah menghadap langit, setengah tubuhnya masuk kedalam tanah, namun tidak ada luka ataupun darah yang mengalir.
tangan Yobi masih mencengkram kepala Utama, "begitu, ya.. ternyata kau memang spesial.. kau bisa bertahan dari serangan ku.. kau benar-benar kuat! aku semakin iri padamu, Utama.. "
Utama yang terpejam membuka mata dan melirik Yobi, "serangan mu terlalu lemah untuk membunuhku.. " ucapnya datar.
"hehehe.. kau memang sangat hebat dalam berbicara.. " Yobi tersenyum jahat, taring yang begitu tajam sangat menakutkan, "tapi.. orang hebat yang sesungguhnya bukan hanya berbicara.. melainkan menunjukkan dengan tindakannya.. "
Utama menatap datar Yobi, "banyak bicara.. " ucapnya datar.
"sialan..! " Yobi menekankan kepala Utama ke tanah.
"padahal sudah seperti ini.. tapi dia masih bisa terlihat tenang.. " batin Yobi.
Sraaak...
Yobi mempererat cengkraman, kemudian menyeret kepala Utama dengan paksa, kepala Utama bergesekan dengan tanah sehingga membentuk lubang yang memanjang.
setelah itu, Yobi melemparkan tubuh Utama keatas, Utama melayang di udara dan menoleh ke sana dan kemari mencari keberadaan Yobi.
"dimana dia? aku tidak melihatnya.. tapi, dia lumayan cepat.. " gumamnya dengan ekspresi datar.
"aku di depan mu..! " tiba-tiba Yobi sudah berada di depan Utama yang masih melayang di udara, dia mempersiapkan cakaran untuk menyerang.
"bukan lumayan.. dia memang sangat cepat.. " Utama menyilangkan tangan untuk menahan serangan lawan.
Baamm..
Utama masih terhempas dan melirik ke belakang, dibelakangnya terdapat sebuah gedung yang masih terlihat normal, tidak ada sedikitpun kerusakan.
"jadi.. gedung itu yang akan hancur berikutnya, ya.. " batinnya.
"masih belum.. " tiba-tiba Yobi sudah berada di belakang Utama, dia terlihat bersiap menyambut dengan serangan.
"kakak ku di bunuh oleh kakak mu.. aku ingin membunuh kakak mu, tapi sayangnya dia sudah mati.. sebagai gantinya, kaulah yang harus ku habisi, Utama.. lagipula aku sangat membencimu.. kau bisa merubah dirimu menjadi kuat tanpa melakukan apapun.. aku iri padamu.. melihat wajahmu saja membuat mu sangat muak.. kau bisa tetap tenang walaupun kau kehilangan orang terdekat mu.. aku sangat ingin seperti mu.. aku ingin menjalani hidup dengan tenang.. aku tidak bisa.. aku selalu hidup di dalam penderitaan.. tapi tetap saja, poin utama pertarungan ini adalah.. untuk membalaskan kematian Kak Rio.. " batin Yobi.
"lihatlah, Utama! akan ku buat kau menderita..! " teriak Yobi penuh nafsu membunuh.
Baaamm..
Yobi menendang punggung Utama dari belakang, tubuh Utama kembali terpental ke depan dan menghantam dinding gedung yang berada sangat jauh.
Utama berada di dalam gedung tersebut dengan posisi terduduk, dinding didepannya bolong dan hancur, debu mengepul dan menutupi pandangan.
disisi lain, Yobi langsung memburu Utama, dia melesat cepat masuk ke dalam gedung tersebut.
"disini kau rupanya.. " Yobi berdiri di depan Utama yang masih terduduk dengan kepala tertunduk sehingga tidak terlihat wajahnya, "apa kau tidak berniat melakukan perlawanan? "
Utama tidak menjawab, tubuhnya juga tidak bergerak sedikitpun.
"baiklah.. sepertinya percuma saja berbicara dengan orang bodoh seperti mu.. " Yobi terlihat kesal, lalu mencengkram leher Utama.
__ADS_1
Baamm.. Buumm..
Yobi menenteng tubuh Utama dan membawanya keluar dari gedung tersebut, lalu menghantamkannya ke gedung lainnya, kemudian ke gedung lainnya lagi, dan begitulah seterusnya.
Yobi terus berlompatan dari gedung satu ke gedung lainnya, dia masih menenteng tubuh Utama dan menghancurkan gedung-gedung itu dengan tubuh Utama, gedung-gedung itu hancur berantakan serta menimbulkan asap yang langsung disapu angin kencang.
Hajime memandangi Yobi dan Utama yang semakin menjauh, "menakutkan.. cara bertarungnya benar-benar ganas.. tidak memberi kesempatan terhadap lawan.. baru beberapa detik saja dia bergerak kehancurannya sudah separah ini.. " dia memandangi dinding-dinding gedung yang hancur berantakan.
"*apa itu? " kenapa dari sana terdengar suara yang menakutkan..? "
"ya, gedung-gedung itu hancur tiba-tiba! tapi aku sendiri juga tidak mengerti apa yang terjadi*. "
"*sudahlah, tidak perlu dipikirkan! di kota ini masih banyak monster yang berkeliaran.. tapi kalau kehancuran seperti itu memang sedikit berlebihan.. "
"siapa yang mengizinkan kalian untuk berbincang? cepat padamkan api ini! angin sangat kencang dan itu yang mempersulit situasi*.. "
para pemadam kebakaran memandangi kehancuran yang ditimbulkan Utama dan Yobi, tapi sepertinya mereka tidak mengerti penyebabnya, mereka terus mengguyur api dengan air, namun sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda api akan padam.
Tap...
tiba-tiba Yobi mendarat di tanah dengan tangan yang mencengkram leher Utama, dia mendarat tidak jauh dari tempat Hajime tergeletak.
Hajime terkejut, "apa yang terjadi? kenapa Utama tidak melakukan serangan balasan?" dia memandangi Utama yang tidak bergerak sedikitpun di cengkraman Yobi, "tidak! dia tidak mungkin mati! dia adalah tokoh utama.. dia tidak mungkin kalah.. " dia terlihat ketakutan.
Yobi mengangkat tubuh Utama keatas, sementara Utama menunduk dan tidak memperlihatkan wajahnya, "lihatlah dirimu, Utama! hehehe.. menyedihkan.. " dia tertawa kecil.
"matilah! " Yobi berteriak lalu melemparkan Utama dengan sangat keras, Utama terhempas jauh melewati Hajime.
"Utama...! " teriak Hajime.
Baaammm..
tubuh Utama menghantam dinding gedung yang langsung hancur, kemudian tertimpa puing-puing, debu dan asap mengepul pun datang menutupi.
Yobi memandangi telapak tangannya, "jadi ini.. jadi ini yang namanya kekuatan.. aku bisa melakukan segalanya.. setelah ini.. setelah ini aku akan membalas perbuatan semua orang yang menghina ku.. akan ku buat orang-orang di kelas ku menderita.. hahaha.. sempurna.. hidup ini terasa sangat menyenangkan.. " dia terlihat sangat menakutkan.
Hajime menatap Yobi dengan tajam, "beraninya kau.. akan ku habisi kau.. " dia terlihat marah dan mencoba bangkit.
saat bersusah payah memaksakan diri untuk berdiri, tiba-tiba Yobi sudah berdiri di depan Hajime.
"sudah seperti ini masih bisa berkata sombong.. cih, mungkin itu salah satu keistimewaan manusia.. " Yobi melirik tajam kearah Hajime.
Buaak..
Yobi menendang Hajime hingga terpental dan berguling-guling di tanah, laju tubuhnya terhenti cukup jauh dari Utama, saat ini dia berada di antara Utama dan Yobi yang berdiri kokoh.
"uhuk.. uhuk! " Hajime memuntahkan seteguk darah, "benar-benar memalukan.. dia mencabik cabik harga diri ku.. menyedihkan.. sial.. " dia tergeletak lemah.
"sadar tidak bisa melakukan apa-apa.. tapi memaksa untuk melindungi orang lain.. kau mengingatkan ku pada diriku.. pada akhirnya aku tetap kehilangan segalanya.. " ucap Yobi menatap Hajime.
Hajime menoleh Yobi, "setidaknya aku masih berpegang teguh pada tekad ku.. aku akan melindungi orang-orang terdekat ku.. " ucapnya sambil tersenyum.
Krak...
__ADS_1
tepat disaat itu, tiba-tiba puing-puing yang menimbun Utama terhempas ke segala arah, saat ini debu dan asap sudah menipis.
Utama masih setengah berdiri, pandangannya tertutup debu yang berada di depannya, "yang benar saja.. aku tidak akan kalah! aku adalah tokoh utama disini.. serangan lemah dari orang jelek seperti dia tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadapku.. " ucapnya datar.