
Utama dan Randa menuju toilet untuk membersihkan bekas darah disekitar wajah Randa, lalu setelah itu mereka menuju kelas.
begitu masuk ke kelas, semua orang memandangi mereka, ternyata kejadian tadi membuat semua orang heboh.
tidak lama kemudian bu Patmi yang mengajar matematika sudah berada di kelas 11 C.
"selamat pagi anak-anak. " bu Patmi menyapa sambil menebar pesona.
"pagi Bu.. " jawab murid laki-laki bersamaan, tatapan mata mereka terlihat penuh gairah.
sementara murid perempuan "huh, matematika, membosankan. " hanya bisa berucap kesal.
Bu Patmi menulis beberapa soal di papan tulis, lalu menoleh ke arah semua murid.
"Utama, maju kedepan! ibu lihat dari tadi kamu asik mengobrol.. " ujar Bu Patmi dengan suara lembut, namun gaya bicaranya mengisyaratkan kalau dia sedang marah.
"yang benar saja, Bu. apa ibu sengaja ingin mempermalukan dia.? "
"ibu tahu saja kalau kami butuh hiburan. "
"hey, hey, jangan begitu, nanti dia menjadi gugup. "
semua orang meledek Utama sambil tersenyum.
Utama maju ke depan dengan langkah santai, lalu menjawab soal yang berisikan segerombolan angka rumit itu dengan pasti.
"sudah." ucap Utama dengan songongnya, lalu kembali duduk tanpa menoleh kanan dan kiri.
"hahaha, yang benar saja, kau bahkan tidak terlihat berpikir. "
"kau pasti menjawab dengan asal. "
"ya, lucu sekali, bagaimana mungkin orang sepertimu bisa menjawab dengan cepat. "
melihat gaya Utama yang sombong, semua murid di kelas tertawa terbahak-bahak. kecuali Randa, walaupun dia hampir tertawa melihat keangkuhan Utama, dia tetap menahan tawa.
"sssttt, jangan berisik. Ibu periksa dulu. " Bu Patmi mengingatkan lalu mengecek jawaban Utama.
"jawabannya benar semua. " setelah cukup lama memeriksa, Bu Patmi berucap.
"seharusnya mustahil baginya untuk menjawab, tapi kali ini benar-benar berbeda, dia bahkan tidak menghabiskan satu menit untuk lima soal. hebat.. " batin Bu Patmi memandangi Utama yang terlihat begitu tenang.
"*benar semua.? "
"mustahil*.! "
satu kelas heboh, mereka sulit mempercayai semua ini. orang yang dianggap bodoh, lemah, miskin, berisik,kali ini terlihat berbeda,semua itu terlihat jelas dari sorot mata serta ketenangannya.
******
"sudah dari kecil kita bersahabat, baru hari ini kau terlihat berbeda, kau terlihat sangat keren. " puji Randa sambil menepuk bahu Utama.
"dari kecil katamu? padahal aku merasa ini masih diawal novel. " Utama berbicara dalam hati sambil menghela nafas, "mereka hanya menulis" dulu" atau "kemarin", maka itu sudah menjelaskan masa lalu , dasar penulis sialan. " batin Utama lagi.
Utama dan Randa berjalan menuju kantin, begitu sampai mereka langsung duduk tenang.
namun, sesaat kemudian, mereka menyadari bahwa semua orang menatap mereka dengan dingin. Utama tidak memperdulikan, tapi Randa tidak bisa tenang, karena ini berawal dari perkelahian nya dengan Amoy.
"lihat orang bodoh itu, hari ini dia terlihat sangat menyebalkan. "
"*bagaimana mungkin wanita seperti Yana bisa jatuh hati pada dia. "
"sudahlah, lagi pula mereka sudah tidak berhubungan lagi*. "
hinaan ini ditujukan untuk Utama, para wanita memang dikenal memiliki mulut yang sakti.
"minggir, ini tempatku.! " tiba-tiba dari arah samping terdengar suara.
Randa menoleh " maaf, kak. kami tidak tahu. " lalu berucap sambil gemetaran.
Randa berpindah ke tempat yang lain sambil membawa makanannya. namun detik selanjutnya ia menyadari ada sesuatu yang tertinggal, " Utama sialan, apa dia sudah bosan hidup? " gumamnya sambil memandangi Utama yang terlihat asik dengan hidangannya.
__ADS_1
"hey, sepertinya kau ingin satu meja denganku. ? " ucap orang tadi. tubuhnya sangat besar, tingginya juga keterlaluan, hanya saja tubuhnya penuh dengan lemak. dia biasa dipanggil Dongo.
"maaf, kak Dongo, dia memang sedikit tuli." Randa menarik paksa Utama.
"baiklah, aku lagi tidak ingin memukul orang, tapi lain kali, akan kuajarkan padanya cara menghargai kakak kelas. " ucapan Dongo bernada datar, namun didalamnya terselip ancaman mematikan.
"*dia benar-benar gila,dia hampir membuat kak Dongo marah. "
"kalau menurutku, seharusnya dia diberi sedikit pelajaran*. "
Orang-orang menyayangkan karena Dongo tidak menghabisi Utama.
"bodoh! kau sudah gila, kau hampir membuat kak Dongo marah, apa kau lupa berapa banyak orang yang masuk rumah sakit karenanya? "
Randa berbisik memperingatkan.
setelah selesai makan, Utama dan Randa kembali ke kelas. namun, sesuatu yang mengejutkan menyambut mereka. para siswa ramai menutupi pintu masuk, Utama dan Randa pun tidak bisa masuk.
"hey, apa yang terjadi.? " Randa bertanya pada salah satu orang.
"sepertinya ada perkelahian. " jawab orang itu.
"siapa yang berkelahi.? " tanya Randa lagi.
"sepertinya Dongo. " jawab orang itu.
BRAAAKK
dari dalam terdengar suara benturan.
didalam kelas sebenarnya tidak ada perkelahian, yang terlihat hanyalah Dongo dan beberapa temannya yang sedang meneror salah satu siswa. sesekali Dongo juga memukul meja atau kursi.
"jika kau tidak ingin ku habisi, berikan semua uangmu.! " Dongo berucap dengan tegas.
"tapi aku tidak memiliki uang, besok akan kuberikan semua uang jajan ku. " jawab anak itu sambil menangis.
BRAAAKK
Dongo memukul meja dengan keras. " kau benar-benar membuatku kesal. " kemudian berteriak memperlihatkan kekejaman.
"kau lihat, saat ini Dongo sedang berkelahi, pasti lawannya babak belur. " Randa berbicara tanpa melihat Utama.
"hey, apa kau mendengarkan?" Randa berucap tapi masih tidak menoleh, "hey, kau dengar tidak? " akhirnya Randa menoleh, namun Utama sudah tidak terlihat.
"sialan, jangan bilang kalau dia sudah menerobos masuk." Randa mulai geger.
Utama sudah berada di depan, kemudian masuk ke kelas dengan santai.
"*apa dia sudah gila, dia benar-benar akan menjadi mangsa Dongo. "
"ini juga bukan pertama kali dia membuat Dongo marah, ini akan menjadi tontonan menarik*. "
semua orang terkejut melihat Utama yang bernyali besar.
Utama berjalan menuju kursinya, lalu duduk dengan tenang.
salah satu teman Dongo melihat Utama,seketika ekspresinya berubah, "hey,kau!apa kau tidak melihat kalau kami berada disini?" teriaknya dengan mata melotot.
"ya, aku melihat. hanya saja aku mengantuk, jadi aku putuskan untuk tidur dikelas. " Utama menjawab dengan datar dan tidak melihat sama sekali.
semua orang terkejut mendengar jawaban Utama yang penuh keangkuhan. diantara orang-orang itu ada Randa yang sudah berhasil maju ke depan.
"dasar bodoh, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu. tapi... hari ini kau benar-benar aneh. " batin Randa penuh kecemasan.
Dongo dan dua sahabatnya menatap tajam kearah Utama, kemarahan mereka sudah memuncak.
"kau menjawab dengan benar. tapi, seharusnya kau tahu kalau didalamnya menyimpan keangkuhan. kau benar-benar tidak tahu cara menghargai kakak kelas." Dongo mendekati Utama.
"kak Dongo, tunggu! dia ha.... "
"apalagi? tadi kau bilang dia tuli, sekarang apa? buta? "
__ADS_1
belum selesai Randa memberi alasan, bentakan Dongo langsung menyambut. Randa pun terdiam.
"baiklah, akan ku beri dia sedikit pelajaran, kalian tunggu saja diluar! tutup pintunya rapat-rapat. " ujar Dongo pada dua sahabatnya.
"baiklah, kami serahkan padamu. " kedua temannya keluar, menutup pintu, lalu berdiri menahan orang yang ingin masuk.
"Utama, maafkan aku, kali ini aku tidak bisa membantumu. " Randa terlihat begitu menyesal. namun, dia hanya bisa berdiri diantara segerombolan orang di depan pintu.
disisi lain, Dongo sudah tidak sabar, "orang yang dijuluki pecundang, kali ini cukup bernyali besar. " seringai nya lalu mencengkram bahu Utama dengan keras.
"sebatas ini sajakah kekuatanmu.? " dengan tenang Utama bertanya sekaligus menghina.
"cih, sialan..! " Dongo berteriak sambil mencengkram kerah baju Utama, lalu mengangkat tubuh Utama.
BRAAAKK
tubuh Utama dilempar dan menghantam meja dan kursi.
"sudah tahu akan babak belur, tapi kau masih bersikap sombong. " Dongo berjalan mendekati Utama sambil berbicara.
tidak lama tergeletak, Utama kembali berdiri, "hanya sebatas ini sajakah kekuatanmu? " ucapnya sambil tersenyum, seperti tidak ada yang kurang.
Dongo terkejut melihat Utama yang terlihat tenang, "tidak kusangka kau memiliki daya tahan tubuh yang kuat. aku rasa ini akan jadi menarik. " Dongo tersenyum begitu jahat.
Tap Tap
Dongo berlari memburu Utama yang masih diam ditempat. tubuhnya yang bongsor membuat gerakannya begitu lambat.
BUUKK BAAKK
dua kali Dongo meninju perut Utama yang langsung melayang di udara.
tidak selesai disitu, Dongo terus menghujani tubuh Utama dengan tinjunya. tubuh Utama terus melayang di udara.
BUUKK
saat hendak mendarat, Dongo menghantamkan sikunya ke punggung Utama.
BRAAAKK
sekali lagi tubuhnya terhempas ke meja.
Dongo kembali mendekati Utama yang saat ini sedang terduduk.
"ini yang terakhir..! " Dongo berteriak lalu menendang Utama tepat di bagian kepala, tubuh Utama terlempar jauh membentur meja serta kursi guru yang berada di depan.
"ini adalah cara kami mendidik adik kelas agar menghargai kakak kelasnya, dan aku beritahu, aku juga salah satu orang yang paling ditakuti di SMA ini. yah, aku rasa kau juga tahu itu. " Dongo berjalan menuju pintu, berniat menyudahi pertarungan ini.
"saya yang mengizinkan kau untuk pergi? " belum sampai ke pintu, suara Utama menghentikan langkah Dongo.
"apa? dia masih bisa bertahan, mustahil. " Dongo tidak bisa percaya.
Utama berdiri lalu berjalan mendekati Dongo.
Dongo mengarahkan tinju ke wajah Utama, dengan santai Utama menangkis kepalan tinju Dongo yang begitu besar.
"kreeek" detik selanjutnya tangan Utama sudah mencengkram kerahasiaan baju Dongo.
"apa yang bisa kau lakukan? ayo tunjukkan! " Dongo masih bisa tersenyum.
"baiklah, akan kuberi kau sedikit pelajaran dari keangkuhan mu itu. " sesaat kemudian Utama mengangkat tubuh Dongo.
"apa? terangkat? " dengan wajah ketakutan Dongo mencoba melepaskan cengkraman Utama, namun cengkeraman Utama benar-benar kuat.
BAAKK
kemudian Utama meninju perut buncit Dongo hingga terlempar menghantam pintu yang langsung terbuka, dan tubuh Dongo pun menabrak semua orang yang seketika terkejut.
"akh, dia benar-benar kuat. " Dongo merintih kesakitan.
Utama berjalan mendekati Dongo, "kau masih belum melihat kekuatanku. " Utama berucap pelan.
__ADS_1
semua orang tidak tahu pasti apa yang terjadi, yang mereka tahu bahwa Utama berhasil mengalahkan Dongo, perlahan mereka mengubah cara pandang terhadap Utama.
bantu like n coment ya boss ku😘😘