
Alan dan teman-temannya berjalan kearah sebuah bar sambil menggenggam senjata yang basah karena darah, tidak jauh dari mereka tergeletak orang-orang yang bercucuran darah, sepertinya baru saja terjadi pertarungan mematikan.
salah satu temannya memandang bar,"Alan! apa kau yakin tiger white berada di tempat ini? "
"seharusnya tempat hiburan malam di daerah ini adalah tempat mereka berkumpul, dan mungkin mereka yang menjaga keamanan tempat ini." Alan menjawab.
temannya memandang seseorang yang berada di pintu masuk bar, "jadi maksudmu.. orang itu juga tiger white? "
"kemungkinannya seperti itu" ucap Alan.
Alan dan yang lain berjalan menuju bar tersebut. setelah beberapa saat mereka sudah berada di depan penjaga pintu masuk.
Alan menatap penjaga pintu dengan tajam, "apa kau tiger white? "
lawan bicara Alan tersenyum, "hey, bocah! ternyata kau cukup bernyali untuk menanyakan tentang tiger white. "
"kami memang anggota tiger white! kau ada perlu apa? ingin mengantarkan nyawa!?" sahut yang lainnya sambil tersenyum.
"cih, banyak bicara! " Alan mengeluarkan samurainya, kemudian menebas salah seorang lawan.
tebasan Alan tidak terduga, bahu orang itu terbelah lalu disusul dengan darah yang mengalir deras.
"anak ini benar-benar gila! " ucap orang itu lalu tergeletak.
orang yang lainnya menatap temannya yang tergeletak, kemudian menoleh Alan, "cih, sepertinya kau yang sudah menyerang orang-orang kami barusan, tidak ku sangka kalian hanyalah anak-anak. "
orang itu mengeluarkan pisau, kemudian bersiap menyerang Alan yang juga bersiap.
"Alan! biar kami yang mengurus dia! kau masuk saja!" ujar teman Alan.
"itu benar! pasti masih banyak anggota tiger white didalam. " sambut yang lainnya.
Alan tersenyum, "tidak perlu! akan ku habisi orang ini dalam waktu setengah menit. "
Alan melompat tinggi lalu mengarahkan tebasan ke lawan,orang itu memainkan pisaunya lalu menangkis tebasan Alan.
Ting Tang
samurai Alan berkali-kali membentur pisau lawan, suara itu cukup menyakitkan telinga.
"lambat! " teriak Alan lalu mengarahkan ujung senjatanya kearah lawan.
Cheek
Alan menusuk perut lawannya dari depan sambil tersenyum, "dasar lemah! " kemudian mencabut samurainya.
"apa!? " orang itu masih bisa berdiri, dia memuntahkan darah lalu menatap Alan tidak percaya, sesaat kemudian dia tergeletak bersama nafas nafas terakhir.
__ADS_1
"ayo! " Alan masuk ke bar tersebut, teman-temannya mengikuti dari belakang, sepertinya mereka belum terbiasa dengan pertarungan berdarah.
Alan menuju ke sekumpulan orang yang sedang duduk dengan berbagai jenis miras dimeja. setelah sampai, dia menebas meja tersebut yang tidak terbelah, kemudian menaikan kakinya keatas meja.
Alan menatap orang-orang sekeliling, "jika kalian tiger white, hadapi aku! " ucapnya sombong.
orang-orang itu menatap Alan dengan wajah menakutkan, "habisi dia! " teriak salah seorang dan mereka pun bergerak.
salah seorang melompat ke meja, lalu melompat sekali lagi sambil mengarahkan ujung pisau ke kepala Alan. "mati kau! " teriaknya.
Alan menarik samurainya dari meja, kemudian menebas lawannya yang masih melayang di udara.
Zrraash
tubuh orang itu termakan samurai Alan, terdengar suara teriakan yang menyakitkan, lalu disusul dengan cipratan darah seperti hujan. pakaian orang di sekeliling basah terkena darah.
Alan tersenyum dengan wajah penuh darah,"ini yang kuinginkan! "
disaat itu, salah seorang lawan menyerang Alan dari belakang, namun teman Alan langsung menyerbu dengan tebasan, orang itu langsung tewas mengenaskan.
"mereka memang masih anak-anak.. tapi karena mereka yang meminta, ayo kita habisi! " teriak lawan lalu bersama-sama menyerbu Alan dan yang lain.
"ayo maju! " Alan memberi komando, mereka pun bergerak menghancurkan lawan.
pertempuran dimulai, saat ini terlihat Alan dan yang lain menguasai keadaan, para lawan terus terpojok, satu-persatu juga bertumbangan. jumlah Alan dan teman-temannya memang lebih banyak dibandingkan dengan pasukan lawan, sepertinya itu yang menjadi kunci kemenangan.
lawan hanya tersisa satu orang, dia mencoba melarikan diri dari Alan dan yang lain.
"tidak akan kubiarkan kau lolos! " salah satu teman Alan mengejar.
"cukup! " Alan menahan temannya, kemudian mendekati lawannya yang saat ini sangat ketakutan.
"pergilah dan panggil seluruh anggota tiger white! kami akan menunggu disini, kami akan menghancurkan kalian malam ini! " Alan tertawa.
orang itu lari terbirit-birit, setelah cukup jauh dia memandang Alan dan teman-temannya, "cih, tunggu saja aku kembali! akan ku balas penghinaan ini! " gumamnya lalu pergi, sepertinya dia akan memanggil teman-temannya.
disisi lain, di bar yang berbeda, Utama sedang berjalan mencari Joko, dia membuka setiap pintu setiap ruangan yang dia lewati.
Tap Tap
Utama berjalan menuju sebuah pintu, lalu menempelkan telinganya di permukaan pintu, dia mendengar suara khas dari wanita yang sedang.. lupakan saja.
Utama membuka pintu tanpa ragu, "hay, apa aku mengganggu!? " teriaknya tanpa merasa bersalah.
"eh!? " kedua orang di ranjang tersebut terkejut.
wanita itu langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, sementara Joko langsung memakai pakaiannya.
__ADS_1
Joko menatap Utama kesal,dia juga tidak lupa membawa kopernya, "sialan kau bocah! berani-beraninya mengganggu! "
Utama tersenyum, "salahkan dirimu yang tidak membereskan masalah sebelum bersenang-senang! "
"ternyata orang-orang ku tidak bisa diandalkan! mengurus bocah ingusan saja tidak bisa." Joko berjalan kearah Utama.
"memangnya kau yakin bisa membereskan ku!? " Utama tersenyum.
Joko berlari, "kau sangat menjengkelkan! awalnya aku ingin melepaskan mu, tapi sepertinya kau lebih baik mati! " sambil berteriak.
Joko mengarahkan tinju ke wajah Utama yang langsung mempersiapkan pertahanan dengan kedua tangan.
Baamm
saat tinju Joko menghantam kedua tangan Utama, Utama langsung terhempas jauh kebelakang, tapi dia masih dalam posisi berdiri.
Joko tersenyum, "sepertinya kau lumayan juga. " dia kembali berlari ke arah Utama.
Joko melesatkan tendangan keras yang sangat cepat, Utama tidak menghindar, telapak kaki Joko mendarat di dadanya.
Baamm
tubuh Utama terpental hingga jatuh ke lantai bawah, dia tergeletak lalu mencoba untuk berdiri.
masih setengah berdiri, tiba-tiba Joko sudah berada di depannya dengan kaki jenjangnya yang siap menyambar.
Baamm
sekali lagi tubuh Utama dihantam kaki Joko, dia terlempar jauh kebelakang dan menabrak meja yang langsung hancur terbelah dua.
Utama mencoba untuk bangkit, "ya, ampun, orang ini benar-benar menakutkan. " dia tersenyum.
Joko menatap Utama sambil tersenyum, "ini akibatnya karena kau sudah berani mengganggu ku. " dia masih memegang koper.
"aku tidak mengganggu mu! " Utama sudah berdiri. "aku hanya kau dan tiger white menjadi bawahan ku! kalian harus menuruti perkataan ku! "
"hahaha, dasar bocah! kau sangat pandai membuat lelucon." Joko tertawa.
Utama tersenyum, "baiklah! aku tidak akan membuat lelucon lagi. "
Joko menerjang Utama, "aku datang! " teriaknya.
Utama berkali menahan ataupun menghindari serangan lawan, tapi tidak sedikit juga dia terkena tendangan Joko yang sangat keras. Utama berkali-kali terjatuh, dan dia selalu bangkit lagi.
Joko menatap Utama tidak percaya, "sial, apa-apaan anak ini!? sudah berkali-kali dia terkena tendangan ku, tapi masih saja bisa bertahan. " batinnya.
Utama baru bangkit dari jatuhnya, "cih, setiap pertarungan pasti seperti ini! aku tidak bisa menyerang dan harus kalah diawal! " batinnya. "tapi setidaknya aku tidak merasakan sakit sedikit pun.. ini hanya masalah waktu. " dia tersenyum.
__ADS_1