Tokoh Utama

Tokoh Utama
amukan sang tokoh utama


__ADS_3

di siang hari ini, matahari seperti enggan menampakkan wajahnya, langit terlihat gelap seperti akan turun hujan. namun sebenarnya tidak, langit gelap akibat asap mengepul yang tercipta dari kebakaran. bukan kebakaran kecil, terlihat di satu sisi kota jakarta penuh dengan api yang berkobar, banyak gedung-gedung hancur, mayat orang-orang tewas tergeletak di antara puing-puing, dan terlihat juga pertempuran segerombolan orang menghadapi monster.


ya, monster itu adalah Jimmy yang sedang menghabisi tiger white, dia semakin tidak terkendali, kehancuran sudah semakin parah, bahkan para polisi juga tidak terlihat selain yang tergeletak tewas, sepertinya mereka mempunyai rencana lain untuk menghentikan monster Jimmy.


"sial! jika dari awal aku tahu akan menghadapi monster, aku tidak akan datang ke tempat ini! " teriak Joko.


"ketua benar! sekarang kita tidak bisa lari, monster ini terus menyerang! " sahut yang lain.


"ini sama saja mengorbankan banyak anggota demi menyelamatkan beberapa anggota! " ucap yang lain lagi.


cukup jauh dari tempat itu, dua pemuda sedang berdiri kokoh di atas sebuah gedung yang setengah hancur, mereka memandangi kejadian itu dengan wajah tertiup angin. mereka berdua adalah Utama dan Hajime.


Hajime menoleh Utama, "Utama, sudah saatnya. " ucapnya datar.


"kita masih ada waktu untuk menunggu Randa. " Utama tidak menoleh.


"Utama.. kehancuran sudah semakin besar, jika kau merasa sulit untuk membunuh kakak mu, aku yang akan menggantikan mu! " Hajime menatap Jimmy.


Utama menoleh, "aku sendiri yang akan menghabisinya,tapi sebelum itu, kita biarkan Randa dan orang itu menyelesaikan tugasnya! "


Hajime melirik, "orang itu!? maksudnya ayahnya? sepertinya dia tidak mengakui keberadaan ayahnya. " batinnya.


Utama dan Hajime terus memandangi kehancuran didepan, mereka berharap Arya dan Randa segera datang.


"Utama, sudah saatnya!" setelah cukup lama, Hajime kembali berucap.


"jadi mereka memang tidak datang, ya. " Utama memejamkan matanya sambil menarik nafas, "baiklah, aku akan menghentikannya. " dia membuka matanya.


Utama menatap langit, kemudian menoleh kearah Jimmy dan melompat tinggi, "ayo! " sambil berteriak.


Ciiitt


saat tubuh Utama masih di udara dan hampir menghantam tubuh Jimmy, tiba-tiba rudal melesat cepat kearah Jimmy dari arah samping. sepertinya pihak pemerintah sudah tidak punya rencana lain.


"apa!? " Utama terkejut, dia bersiap untuk menyambut ledakan yang akan terjadi.


Boomm


ketika rudal tersebut menghantam Jimmy, ledakan dahsyat pun terjadi bersama kobaran api, kemudian asap mengepul menutupi tempat itu.


angin bertiup kencang, "sial! " tubuh Utama terlempar jauh.


"gawat! apa yang terjadi!? " Hajime terkejut, kemudian melompat ke bawah.


setelah cukup lama tertutup asap, akhirnya tempat itu mulai jernih, mereka bisa melihat Jimmy yang tergeletak lemah, namun dia sudah berwujud manusia.kondisinya sangat parah, sepertinya mustahil dia akan bertahan hidup lebih lama lagi.


Utama kembali berdiri, dia menoleh Jimmy yang sudah menjadi manusia, "Jimmy!? " dia berlari kearah Jimmy.


Joko dan anak buahnya masih disitu, mereka menatap Jimmy yang saat ini sudah bersama Utama.


"itu.. anak itu.. kenapa dia ada disini!? " Joko terkejut melihat Utama.


Tap


Hajime sudah mendarat di tanah, kemudian dia mendekati Utama.


Utama memangku kepala Jimmy, "lihatlah tingkah bodoh mu ini! kau mengacaukan segalanya. " ucapnya datar.

__ADS_1


Jimmy menatap Utama sambil menahan rasa sakit yang terus melilit, "apa.. apa ka-kau tidak.. ti-tidak ingin mengucapkan salam perpisahan? " ucapnya memaksa, dia mencoba tersenyum.


"uhuk.. uhuk..! " Jimmy batuk darah, "Utama.. maafkan aku! a-aku terlalu pecundang.. aku tidak pernah menjadi kakak yang baik untuk mu! " setelah berkata seperti itu, Jimmy memejamkan matanya.


Utama meletakkan kepala Jimmy di tanah, kepalanya menunduk, sorot matanya juga tidak terlihat, "hehehe, padahal aku sendiri tahu kalau ini semua hanya imajinasi.. " ucapnya terdengar menakutkan.


Utama mulai berdiri, tubuhnya menghadap Joko dan pasukannya, tapi kepalanya masih tetap tertunduk, rambut hitamnya menutupi kedua matanya yang mungkin saja saat ini sangat tajam, "aku tidak terluka sedikitpun.. tapi kenapa aku merasa disini sangat sakit. " Utama memegang dadanya erat.


Hajime memandang Utama tidak percaya, "merasa sakit!? apa maksudnya!? " batinnya bingung.


Tap Tap


Utama berjalan kearah pasukan tiger white, namun langkahnya seperti orang mabuk, tidak beraturan dan sempoyongan.


"semua ini karena tiger white.. Jimmy melakukan hal bodoh ini karena Rio.. aku akan menghabisi semua anggota tiger white." Utama berucap pelan, kepalanya masih tetap menunduk. "ya, aku harus menghancurkan tiger white, mereka adalah sampah yang terus membuat kekacauan di kota ini. "


Hajime memandang Utama dengan raut wajah takut dan terkejut, "Utama... kau.. "


Joko menatap Utama yang mengarah mereka, "anak ini.. kenapa dia kesini..? " dia menelan ludah.


anak buah Joko menatap Utama, "anak ini kenapa!? kenapa dia berjalan kearah sini?"


"aku rasa orang itu adalah kakaknya! "


"benar! mungkin saja dia frustasi dan ingin menyusul kakaknya! "


Utama terus berjalan, setelah cukup dekat dengan pasukan tiger white dia berhenti, "akan ku bunuh kalian semua! " dia mengangkat kepalanya, tidak ada ekspresi datar, saat ini wajahnya terlihat sangat menakutkan.


Utama memasang kuda-kuda dengan menekankan kakinya ke tanah.


Kraak


"akan ku bunuh kalian..! " teriak Utama.


"anak ini monster! "


"dia gila! "


"dia bukan manusia! "


begitu melihat yang terjadi, anggota tiger white ketar-ketir, sepertinya mereka berniat lari.


Joko sangat ketakutan, "matilah! matilah! anak ini memang bukan manusia! " dia kebingungan bersama langkah kakinya yang terus mundur.


Hajime juga terlihat ketakutan, dia menyilangkan tangannya untuk menutupi wajahnya dari debu yang beterbangan karena Utama, "ini.. kenapa Utama terlihat begitu marah!? bukankah dia tidak memiliki perasaan!? "


Utama menatap pasukan tiger white yang mulai bergerak lari, kemudian melesat cepat kearah lawan.


Baaam.. Buummm... Baaamm


detik berikutnya, anggota tiger white berantakan, serangan Utama membuat tubuh mereka terlempar sana-sini, teriakan terus terdengar melambangkan rasa sakit yang luar biasa, sesekali juga terdengar suara tulang yang remuk atau patah.


"jangan lari! ayo serang dia! " Joko memberi Komando, sepertinya memang mustahil bagi mereka lolos dari Utama yang sedang mengamuk, saat ini bertarung adalah cara terbaik untuk selamat.


Hajime hanya menonton dengan wajah tidak percaya, "Utama.. dia bahkan bisa menyerang diawal pertarungan! ini.. apa yang sebenarnya terjadi.? "


Hajime terlihat berpikir, "jadi begitu, ya. " Hajime tersenyum. "sepertinya kematian Jimmy mengenalkan Utama dengan rasa sakit.. rasa sakit karena kasih sayang dan cinta, tapi disaat itu dia juga akan mengerti apa itu kebencian.. saat ini dia sudah mulai terbawa suasana, dia melupakan tentang dirinya yang ternyata tokoh utama.. selama ini dia tidak merasakan sakit karena dia adalah tokoh utama yang menyadari dirinya seorang tokoh utama, itu membuatnya sangat yakin dengan ilusi ini.. kehidupannya dunia yang tidak nyata ini. dan konsepnya dia kalah diawal saat bertarung dan pasti menang diakhir." ucapnya. "saat ini dia bukan lagi tokoh utama, dia bukan lagi Utama yang selalu meyakinkan diri tentang kehidupannya yang hanya berada di imajinasi seseorang.. kalau terus seperti ini.. dia bisa terluka, dia bisa terbunuh kapan saja.. tapi sepertinya dia masih belum menyadari itu. " Hajime terlihat serius. "aku selalu benci dengan dia yang tidak mengerti perasaan orang lain, tapi sekarang.. disaat dia sudah mengerti rasa sakit.. aku malah takut dia terbunuh, aku takut dia tewas sebelum novel ini berakhir.. "

__ADS_1


semua pasukan tiger white mengangkat senjata, kemudian berteriak dan menyerbu Utama.


hampir semua orang mengarahkan tebasan kearah Utama yang dengan gesit menghindari semua itu, dia terus bergerak dan bergerak, setiap gerakannya tidak ada yang sia-sia, semua lawan benar-benar terkecoh.


Joko mengarahkan tebasan dari belakang Utama. belum sempat pedang itu menyentuh Utama, dia sudah terlempar jauh. ternyata Utama sempat berputar dan melesatkan tendangan ke perut Joko.


tubuh Joko menghantam tembok dengan sangat keras, dia berteriak kesakitan, kemudian mencoba berdiri.


Tap


tiba-tiba Utama berdiri di depan Joko sambil tersenyum jahat.


Joko ketakutan, "kau..!? " dia memberanikan diri untuk mengayunkan pedangnya.


Krreek


Utama mencengkram tangan Joko yang menggenggam pedang dengan sangat keras, kemudian merebut pedang tersebut.


Zrraash


Utama mengayunkan pedangnya,seketika tangan Joko terputus, setelah itu Utama membelah tubuh Joko dengan sekali tebas, darah muncrat bagaikan air hujan.


disaat itu, seseorang melompat kearah Utama, dia mengarahkan tebasan dari belakang.


Utama menyadari dan menghindar, sekali lagi tubuh Joko menjadi sasaran senjata tajam, kepalanya terbelah dua dan pelakunya adalah anak buahnya sendiri.


orang itu menatap mayat Joko, "ketua, maafkan aku! " dia terlihat sangat bersalah.


Check


tanpa basa-basi, Utama menusuk orang itu dari belakang, dia menusuk dengan sangat halus.


Utama terus menekankan pedangnya, "tidak perlu minta maaf! sebentar lagi kau akan menyusulnya. " dia mencabut pedang itu dengan cepat, lalu menendang tubuh lawannya yang langsung tergeletak.


Utama mengalihkan pandangannya, dia menatap ke sekeliling yang ternyata masih cukup banyak lawan yang tersisa, namun sepertinya mereka sudah tidak bernyali.


Utama kembali bergerak, dia menyerbu pasukan tiger white dengan beringas. seketika mayat lawan semakin bertambah.


"hosh.. hosh..! " Utama terengah-engah, dia menatap kedua telapak tangannya, "apa ini? kenapa nafasku seperti ini? apa ini yang dimaksud dengan rasa lelah. " batinnya kebingungan, dia memandang sekeliling yang penuh dengan cairan merah yang bernama darah.


disaat itu, tiba-tiba seseorang muncul menyerang Utama dari atas, dia menukik tajam dengan pedang yang siap menusuk kepala Utama, dia berputar dengan sangat indah, sepertinya dia pengguna pedang yang sangat hebat.


Utama menoleh ke atas, "apa!? " matanya semakin dekat dengan ujung pedang lawan, tapi dia masih belum bereaksi.


Tap


"bodoh!" disaat itu Hajime datang dan menggeser tubuh Utama hingga mereka berdua terlempar.


Cep


ujung pedang orang itu menancap di tanah, kemudian dia berputar salto dan menjadikan gagang pedangnya untuk berpijak. orang itu adalah Jiro yang saat ini menatap tajam Utama dan Hajime, dia terlihat sangat marah.


detik berikutnya, Hiro muncul dan berdiri di samping Jiro,tapi ekspresi wajahnya sangat berbeda dengan Jiro, dia terlihat sangat tenang.


Utama menatap Hajime, "kenapa kau menolongku? "


"karena aku tidak ingin novel ini berakhir sampai disini! " Hajime terlihat kesal.

__ADS_1


Jiro melirik Joko yang sudah tewas, kemudian tersenyum, "baguslah, ternyata orang itu sudah tewas. " dia turun dari pedangnya, kemudian mencabut dan mengangkatnya, "mulai sekarang.. aku yang akan menjadi ketua tiger white! " teriaknya, dia menatap pasukan tiger white yang tersisa.


__ADS_2