Tokoh Utama

Tokoh Utama
makan malam


__ADS_3

Utama membantu Hajime yang sudah lemah untuk berjalan,"apa kau mempunyai tempat tinggal? " di bahunya menempel tangan Hajime.


Hajime tersenyum, "pantaskah serigala seperti ku memiliki tempat tinggal di kota seperti ini? " dia bertanya balik.


Utama tersenyum, "kalau begitu, kau bisa tinggal di rumahku! aku juga tinggal sendiri. "


Hajime menatap Utama dengan wajah mengiba, "ya, ampun, kau baik sekali! kau memang pantas menjadi tokoh utama! "


"sudah, sudah, kau tidak perlu menatap ku seperti itu!" Utama menggaruk kepalanya.


setelah cukup lama berjalan, akhirnya kedua pemuda itu sampai didepan rumah. disitu terlihat Randa sedang mondar-mandir, dia terlihat cemas.


"kau kenapa?" sebelum Randa melihat, Utama lebih dulu menyapa.


Randa menoleh, "Utama! eh.. dia..!? " Randa terkejut melihat Hajime. "kenapa kau bersama orang ini? bukankah kau dan dia bermusuhan? "


Utama menghela nafas, "jadi seperti ini, tadi aku hampir ditabrak mobil, dan dia yang menolong ku..lalu blablabla.. dan blablabla.. " dia tersenyum.


Randa melirik dengan tatapan tidak percaya, "apakah aku bisa mempercayai kata-katamu? aku tidak yakin dengan alasan sesingkat itu bisa membuat kalian seakrab ini. " ucapnya.


Utama dan Hajime melangkah masuk, "dan mulai sekarang.. dia akan tinggal di rumahku. " ucapnya. "sekarang bersiaplah! kita akan makan malam diluar! "


"makan malam? aku selalu siap! " Randa semangat.


setelah bersiap, ketiga pemuda itu berjalan mencari tempat untuk makan malam. tidak lama kemudian, mereka berhenti didepan cafe yang sangat mewah.


"apa kau yakin kita akan makan ditempat ini, Randa? " Utama menatap cafe tersebut yang bernama "Yana cafe. "


"ya,ini adalah cafe milik Yana,cafe ini sangat terkenal.!" Randa semangat. "aku tidak pernah menyangka akan memasuki tempat semewah ini.! "


ketiga pemuda itu masuk, kemudian duduk di kursi yang tersedia.


"maaf teman-teman! aku jadi merepotkan! " setelah sekian lama, akhirnya Hajime berbicara.


Utama tersenyum, "kau tidak perlu khawatir! kalau masalah makan, kami punya solusinya. " ucapnya. "Randa, keluarkan benda andalan kita! "


"oke! " Randa merogoh kantongnya, "ini dia! " dia menunjukkan kartu kredit milik Utama yang berwarna hitam.


"apa itu? " tanya Hajime.


"itu bukan bagian penting! sekarang pesanlah semua yang kau inginkan! " ucap Utama.


ketiga pemuda itu memesan makanan, namun Hajime memesan sangat banyak dan semuanya daging.


"ini enak sekali! " Hajime melahap dengan ganas.


Randa menatap tidak percaya, "gila! apakah dia masih manusia? kalau seperti ini kau cepat miskin, Utama! " bisiknya di telinga Utama.

__ADS_1


"sepertinya kau benar juga! " Utama menatap Hajime yang bisa dibilang rakus.


disaat itu, seorang wanita masuk ke cafe tersebut, wajahnya sangat cantik dengan bibir tipis merah menggoda, mengenakan baju berlengan pendek yang bagian dada sedikit terbuka, serta celana sepaha, hak hitam melekat di kakinya. keanggunan yang tiada tara.


Randa menoleh kearah wanita itu, "bukankah itu Yana!? " ucapnya.


Utama menoleh, "ya, ampun, dia lagi, dia lagi" ucapnya. "sebaiknya kalian jangan berisik! jika dia melihat kita, pasti akan merepotkan! "


Yana berjalan elegan, kemudian duduk di kursi dengan menaikan paha kirinya ke atas paha kanannya, rambut hitamnya terurai indah. dia mengeluarkan handphone dari tasnya, lalu menyibukkan diri dengan handphone itu. sepertinya dia tidak menyadari ada Utama dan yang lain disitu, dia memang tidak memperdulikan sekitarnya.


tidak lama kemudian, pelayan datang membawakan daftar menu makanan, "Nona Yana, anda ingin makan apa? " pelayan itu bertanya dengan lembut.


Yana tidak melihat daftar menu tersebut, "seperti biasa.. " jawabnya cepat.


Randa terus memperhatikan Yana, paha mulus itu benar-benar menggoda, "ya, ampun.. aku baru melihat Yana berdandan seksi seperti ini.' air liur menetes dari mulut Randa.


Utama menoleh sekali, setelah itu tidak perduli. sementara Hajime terlihat asik dengan makanannya.


" hey, Hajime! apa kau tidak mendengarkan ku? " Randa kesal.


"dia cantik, tapi tidak menarik! " jawab Hajime cuek sambil menoleh Yana sekali.


Randa cengengesan, "ya, ampun, kau sama sekali tidak memikirkan perasaan sahabatmu, wanita itu mantan kekasih Utama. "


"benarkah!?" Hajime berucap layaknya terkejut, tapi matanya terus menatap daging di hadapannya, sepertinya dia terpaksa untuk bertanya.


Tap Tap


disaat itu, muncul lagi seorang wanita cantik berkacamata hitam, dia mengenakan pakaian serba ketat, lekuk tubuhnya pun terlihat jelas,hak di kakinya semakin membuat tubuhnya terlihat ramping. jika dibandingkan dengan Yana, dia juga tidak kalah cantik.


Randa memandang wanita itu, "ya, ampun.. itu Flora! ternyata diluar sekolah mereka sangat seksi. " ucapnya. "aku sangat beruntung bisa melihat pemandangan sebagus ini. " Randa menepuk pipinya.


Flora berjalan elegan, kemudian duduk satu meja dengan Yana, "jadi kau disini juga, ya. " ucap Flora dingin.


Yana menoleh lalu terkejut, "sedang apa kau disini? " dia bertanya dingin dengan tatapan yang seakan ingin menerkam.


Flora tersenyum, "tidak bisakah kau sedikit ramah pada pengunjung.? " ucapnya. "pembeli adalah raja, kau sudah sering dengar kata-kata tersebut, bukan? " lanjutnya.


Yana mencoba tersenyum, tapi itu belum cukup untuk menutupi tatapan garangnya, "baiklah! aku akan bersikap profesional.. " ucapnya. "kau ingin memesan apa? aku sendiri yang akan melayani mu. " dia memberikan daftar menu.


Flora menghela nafas, lalu mengangkat paha kanannya ke paha kirinya, "aku ingin menu termahal di cafe ini! " jawabnya dengan sombong, dia juga menolak daftar menu itu.


"apa!? menu termahal! Flora memang hebat! " Randa tidak bisa menahan diri, dia berteriak dan mendekati kedua wanita itu.


"eh!? " kedua wanita itu terkejut dan menatap Randa, tapi mereka belum menoleh kearah Utama dan Hajime.


Flora menatap Randa sambil tersenyum, "bukankah itu hal yang biasa, aku bahkan bisa membeli cafe ini. " dia berucap dengan angkuh.

__ADS_1


Yana melirik Flora, "ya, ampun, wanita ini benar-benar menguji kesabaran ku. " batinnya.


Yana melangkahkan kakinya, "tunggu disini! aku segera kembali dengan menu termahal yang kau inginkan.! "


Flora tersenyum, "baguslah kalau kau sendiri yang melayani ku. "


Yana berjalan dan tidak sengaja melihat Utama, "Utama! sedang apa kau disini!? " dia bertanya dengan wajah yang langsung memerah.


Yana berjalan tergesa-gesa mendekati Utama yang sedang duduk, "kenapa kau tidak memberi tahu ku kalau kau akan ketempat ini? apa kau ingin bertemu denganku? apa kau merindukan ku? " Yana langsung duduk di samping Utama.


Utama menatap Yana dengan tatapan datar, "tidak! aku bahkan tidak tahu kalau ini cafe milikmu. " jawabnya.


Hajime menatap Yana, dia mencium harum tubuh Yana, "apakah wanita di jaman ini memang memiliki tubuh yang harum? " tanyanya.


"kau siapa? aku seperti pernah melihat mu! " dia menatap Hajime.


"aku anak baru di kelas Utama.. " jawab Hajime lalu kembali menikmati makanan.


"hey, Yana! kenapa kau lama sekali? " tiba-tiba Flora berteriak dari kejauhan.


"bisakah kau diam sebentar.! " Yana terlihat sangat kesal, wajahnya terlihat sangat menakutkan.


Yana mendekatkan bibirnya ke telinga Utama, "tunggulah sebentar! aku segera kembali. " ucapnya lembut dan menggoda, lalu setelah itu dia pergi.


Utama memandangi Yana yang menjauh, "aku tidak mengerti kenapa dia selalu menggoda ku.? " batinnya.


Flora memandang Utama dari kejauhan, "aku tidak mengerti kenapa Yana selalu mengejar pria bodoh itu? " batinnya. "tidak, tidak, dia sekarang sudah berubah, dia bukanlah orang bodoh lagi,dia juga mulai populer..tapi tetap saja dia tidak pantas untuk Yana."


Randa duduk di depan Flora, matanya terus memandang bagian tubuh Flora yang menonjol. "jika dilihat dari dekat.. ini memang sangat besar..! " batinnya dengan air liur menetes.


Flora menatap tajam Randa, "apa yang kau lihat? " dia terlihat sangat marah.


Yana sudah kembali muncul, dia membawa segelas jus berwarna merah kental, "ini yang kau inginkan? " ucapnya pada Flora.


"hanya ini? " tanya Flora.


Yana tidak perduli, dia memandang Utama dari kejauhan, namun kedua pria itu sudah tidak ada.


"yang benar saja? padahal masih banyak yang ingin ku bicarakan dengannya, tapi dia sudah menghilang saja. " Yana menghela nafas.


Randa mencari-cari Utama dan Hajime, namun tidak terlihat, sepertinya kedua orang itu sudah pergi dari tempat itu.


Randa menatap Yana dan Flora, kemudian tertawa kecil, "tidak masalah mereka pergi, setidaknya ada dua wanita cantik di sampingku sekarang. " batinnya.


beralih ke Flora, dia menatap jus itu, kemudian menoleh Yana, "apa kau yakin jus ini tidak asin.? " dia terlihat curiga.


Yana memejamkan matanya, "kau hanya perlu meminumnya, dan kau akan tahu rasanya. "

__ADS_1


Yana tersenyum, "sekarang.. berikan semua uangmu! harga jus itu tak ternilai. kau sendiri yang meminta menu termahal,aku juga sudah susah payah membuat itu"


Flora tersenyum, "jadi kau berniat memeras ku, ya. " ucapnya. "padahal ini hanya jus dengan rasa yang biasa saja. "


__ADS_2