
Utama menatap Joko, "apa hanya ini yang bisa kau lakukan? sangat mengecewakan!" dia kembali berdiri.
Joko menatap Utama, "dasar keras kepala! " dia kembali berlari menyongsong Utama.
Joko menendang pipi Utama yang langsung oleng, kemudian meninju dagu Utama hingga terbawa ke udara. ketika tubuh Utama hampir mendarat, Joko menyambut dengan tendangan keras.
Baamm
tubuh Utama terhempas jauh, lalu menghantam dinding dengan sangat keras.
Utama kembali bangkit, "untuk manusia biasa, kau cukup kuat!" kemudian tersenyum, "tapi aku merasa..kemenangan ku sudah dekat!" dia sedikit berteriak.
Joko menatap Utama, "apa-apaan anak ini!? baru ini ada yang bisa bertahan dari tendangan ku! " batinnya.
Joko meletakkan kopernya, lalu tersenyum, "ternyata kau bukan anak sembarangan. kalau begitu, akan ku selesaikan ini dengan pukulan berikutnya.! " teriaknya lalu melesat cepat.
"datanglah! " Utama bersiap.
Joko mengarahkan tinju keras ke arah Utama yang juga mengarahkan tinju ke arahnya. kedua tinju berbenturan, "sial! tanganku sakit sekali! " batin Joko.
"cih, bagaimana dengan yang ini? " Joko melesatkan tendangan datar ke leher Utama.
dengan gerakan cepat dan tenang, Utama menahan tendangan itu, "apa hanya ini? " dia tersenyum.
setelah itu, Utama membalas dengan menghantam pipi Joko dengan tinjunya,Joko terpental jauh kebelakang.
"tidak ku sangka anak ini begitu kuat, tapi kenapa tidak dari awal dia menyerang ku? " Joko kembali berdiri.
Utama berjalan kearah Joko sambil tersenyum, "sepertinya sudah waktunya untuk ku menyerang balik. " dia meregangkan jari-jarinya. "oh, ya, yang barusan itu aku masih belum memperlihatkan kekuatanku. "
Utama melesat kearah Joko sambil mengarahkan tinju. walau hampir terkena, tapi Joko masih sempat melompat untuk menghindar, tinju Utama menghantam dinding yang langsung hancur.
"apa!? anak ini bukan manusia! ini tidak masuk akal! " Joko terkejut melihat dinding yang roboh terkena pukulan Utama. "jika aku terkena pukulan itu, tidak ada kata selain mati! "
Utama menoleh Joko, "akan lebih baik jika kau menyerah, dan turuti keinginan ku! " dia tersenyum.
Utama melesat kearah Joko yang juga siap menghindar, "dia datang.. aku tidak boleh terkena serangan itu! "
Utama mengarahkan tendangannya ke Joko yang hanya bisa menghindar, "cih, aku ingin lihat! sampai kapan kau bisa menghindar? " Utama tersenyum.
Joko tidak melepaskan pandangan dari Utama, sepertinya dia sangat ketakutan, "aku tidak boleh lengah.. aku tidak boleh lengah! " gumamnya.
"kau lengah..! " tiba-tiba Utama sudah berdiri di belakang Joko, "dasar lemah! " dia tersenyum.
"apa!? sejak kapan.. dia!? " Joko menoleh kebelakang dengan wajah ketakutan.
Utama mengangkat kakinya tinggi, lalu menghempaskan ke bahu Joko pelan, tapi itu cukup untuk membuat kedua lutut Joko jatuh ke lantai.
"lepaskan aku! aku mohon lepaskan! aku akan memberimu semua uangku! " Joko ketakutan bersama tubuhnya yang gemetar, dia tidak berani menatap Utama.
__ADS_1
"uang? " Utama berpikir sejenak,"baiklah, aku ingin semua uang mu! "
"akan kuberikan!" Joko berjalan mengambil kopernya, lalu memberikannya pada Utama.
Utama menerima koper itu, "tidak ku sangka kau begitu baik hati. " dia tersenyum lalu membuka koper itu yang ternyata berisi uang, "kalau dari awal aku tahu koper ini berisi uang, sudah ku rebut dari awal! "
Joko bergerak pelan untuk menjauh, "kalau begitu, aku pergi dulu. "
"tunggu! aku masih ingin bicara dengan mu! " Utama menahan.
Joko membalikkan badan, "bicara saja! aku akan mendengarkan. "
Utama mendekati Joko, "aku akan menjadi ketua tiger white. " ucapnya, "kau tenang saja! dalam waktu dekat, aku pasti membubarkan sekumpulan sampah itu! "
Joko tersenyum, "baiklah! terserah kau saja! yang terpenting hanyalah kebebasan ku. " Joko kembali melangkahkan kakinya.
"aku harap kau bisa dipercaya! " ucap Utama.
Tap Tap
disaat itu, orang bertubuh gemuk datang ke tempat itu, dia adalah Hoki yang sepertinya terganggu.
Joko menatap Hoki, "sialan! kenapa kau lama sekali? " Joko terlihat marah.
"lama sekali katamu? biasanya aku jauh lebih lama dari ini! kau mengganggu senang-senang ku! " jawab Hoki. "kenapa wajahmu itu? kau terlihat sangat menyedihkan! "
Joko menoleh Utama, "singkirkan dia dan rebut kembali uang itu! " ucapnya dengan ekspresi menakutkan.
Hoki menatap Joko, "hahaha, yang benar saja! kau dikalahkan anak ingusan ini!? benar-benar memalukan!" ucapnya sambil tertawa.
"dia bukan anak sembarangan!" Joko menoleh tembok yang hancur, "dinding itu hancur hanya karena terkena tinjunya. "
Hoki menatap dinding yang hancur itu, kemudian menoleh Utama, "cih, jika itu benar, sepertinya ini akan merepotkan. "
Joko melangkah pergi, "*baiklah, aku serahkan padamu, Hoki.! "
"akan ku bereskan anak ini! tapi setelah itu kita akan bertukar posisi*. " Hoki tersenyum.
kini tinggallah Utama dan Hoki, keduanya saling tatap, "kau beruntung karena bisa mengalahkan Joko! tapi kau tidak akan beruntung jika menghadapi ku.. keberuntungan selalu berpihak padaku! kau akan ku habisi! hahaha.. " Hoki tertawa.
Utama meletakkan kopernya, "aku berharap kau tidak akan menarik kata-katamu setelah ini! " kemudian menatap Hoki.
"aku datang! " Utama melesat cepat kearah Hoki.
Tap
dengan sangat cepat Hoki menghindar, lalu membalas Utama dengan tendangan.
Baamm
__ADS_1
tubuh Utama terpental jauh, lalu menghantam dinding.
Utama kembali berdiri, "padahal tubuhmu begitu bongsor, tapi ternyata kau cukup cepat! "
Hoki tersenyum, "aku pikir kau begitu hebat, ternyata Joko hanya membual. " ucapnya. "*kalau begitu.. akan ku akhiri ini secepat mungkin. "
"ayo*! " Hoki mulai bergerak, seketika dia tidak terlihat.
"dimana!? " Utama menoleh kiri dan kanan, namun tidak melihat Hoki.
Utama melihat bayangan tubuh Hoki dibelakangnya, "di belakang!? " kemudian mengarahkan siku kanannya kebelakang tanpa menoleh.
benar saja, Hoki berada di belakang dengan kedua tangan siap mencengkram.
Baamm
siku Utama menghantam mulut Hoki, kemudian Utama berputar ke kanan sekali, lalu menendang perut buncit Hoki yang langsung terlempar dan menghempas dinding.
Hoki mencoba untuk bangkit, "sial, anak ini benar-benar kuat! aku terlalu meremehkannya. "
Utama berjalan kearah Hoki, "kau datang terlalu lambat, kau hanya akan menjadi samsak tinju ku.. kau akan berakhir menyedihkan! " dia tersenyum.
"hehehe, keberuntungan selalu berpihak padaku.. kau lah yang akan berakhir menyedihkan! " Hoki berjalan kearah Utama.
"keberuntungan? baiklah... akan ku beritahu kau sedikit hal sebelum kau mati. " Utama menatap datar Hoki. " ini hanyalah tentang penerapan yang tidak mungkin kau tentang.. "
Hoki tersenyum, "jadi kau berbicara takdir, ya. "
Utama tersenyum, "takdir? orang seperti kita tidak pantas berbicara takdir.. kita hanyalah orang yang berada di dunia tidak nyata, dan.. " dia menghentikan ucapannya.
"hahaha, omong kosong apa ini? kau anak yang sangat lucu. " Hoki tertawa.
Utama menundukkan kepalanya, "dan... aku adalah tokoh utama yang tidak mungkin terkalahkan! bersiaplah untuk mati! " dia mengangkat kepalanya.
Utama bergerak cepat, seketika dia sudah berada di depan Hoki.
"apa!? " Hoki terkejut.
Baamm
Utama menghempaskan telapak tangannya ke perut Hoki. "akh..! " Hoki kesakitan sambil memuntahkan darah, kemudian terpental jauh dan membentur dinding.
Hoki tergeletak,"tubuhku.. terasa sangat sakit. " batinnya.
Hoki memaksa diri untuk berdiri,"tidak! aku tidak akan berakhir seperti ini.. keberuntungan pasti berpihak padaku. "
masih setengah berdiri, Utama sudah berada di depan Hoki, "keras kepala! " ucap Utama.
Hoki menatap Utama dengan wajah ketakutan, namun itu tidak mengubah apa-apa, Utama langsung menyerang bertubi-tubi, hingga akhirnya Hoki tewas mengenaskan, semua tubuhnya basah karena darah.
__ADS_1
"sepertinya sudah berakhir. " ucap Utama sambil memandang Hoki yang tergeletak. "baiklah! sekarang ke pertarungan yang lain. " Utama mengambil koper lalu pergi meninggalkan tempat itu.