Tokoh Utama

Tokoh Utama
wanita populer


__ADS_3

keesokan harinya, tepat di pagi itu, Utama terlihat masih tergeletak di kasurnya.


"Randa sialan, dia bilang akan datang menghampiri." Utama bergumam. "huh, sepertinya aku harus sekolah, di rumah sangat membosankan. " lanjutnya lagi.


Utama mempersiapkan diri, lalu bergegas pergi walaupun tahu kalau sudah pukul sembilan lewat lima belas menit.


Utama berjalan setengah berlari, "sepertinya aku terlambat. " gumamnya dengan mata yang memandang kanan dan kiri.


BLAAK


tiba-tiba dari belakang ada yang menendang Utama, Utama pun tersungkur.


"kami tidak menyangka bahwa kau masih bisa selamat. padahal seharusnya kau sudah mati kalau dilihat dari tinggi gedung itu"


"mungkin kemarin kau beruntung,tapi kali ini, kami akan menghabisi mu sampai benar-benar mati. "


ucap kedua orang itu bergiliran, mereka mengenakan pakaian serba hitam, termasuk topinya.


Utama kembali berdiri, "sialan, ternyata benar kalau aku didorong dari gedung itu, dan merekalah pelakunya.. " batinnya.


"*tidak perlu basa-basi, ayo kita habisi dia.! "


"ya*..! "


kedua orang itu maju bersamaan. nama mereka adalah Yoro dan Yara. tidak hanya nama, wajah mereka juga mirip, yang membedakan hanyalah bekas luka di bawah bibir Yara.


Yoro melepaskan tinju mendatar kearah perut Utama yang langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menahan.


setelah itu, tendangan maut Yara menyambut dari atas. Utama berhasil menghindar, namun dia tidak sadar bahwa telapak tangan Yoro sudah hampir menyentuh perutnya.


"sial, mereka cepat sekali. yang satu terpaku menggunakan tangan, dan yang satunya kaki, kolaborasi mereka benar-benar hebat. " Utama berkata dalam hati.


BAAKK


Utama tidak sempat menghindar, perutnya pun jadi mangsa telapak tangan Yoro.


tubuh Utama terlempar jauh, terseret di tanah bersama debu yang berterbangan.


Utama kembali berdiri, "sial, tubuhku terasa sulit untuk menyerang. walaupun pukulan mereka tidak sakit sama sekali, menghadapi mereka bisa menghabiskan waktu. " batinnya sembari menepuk-nepuk debu di seragamnya.


"*hahaha, sudah kuduga, kemarin dia hanya beruntung. "


"kau benar, dia bahkan tidak bisa memberikan perlawanan*.


Yoro dan Yara berucap sambil tersenyum.


" sepertinya aku harus menggunakan cara lain. " Utama terlihat berfikir.


"polisi! dibelakang kalian ada polisi..! " Utama berteriak sambil menunjuk kearah belakang Yoro dan Yara.


"polisi? " adik kakak itupun menoleh ke belakang secara bersamaan.


"polisi? dimana? " kemudian mereka berdua menoleh ke depan.


Yoro dan Yara terkejut karena Utama sudah tidak ada ditempat.


"sial, kita ditipu mentah-mentah. " ucap Yoro dengan mata yang memerah.


"lain kali akan ku layani..! " tiba-tiba Utama berteriak. "lari memang jalan yang terbaik. " gumamnya pelan.


kedua orang itu menoleh ke arah suara Utama, "ayo kejar! jangan biarkan dia lolos! " mereka pun berlari menyusul Utama.

__ADS_1


Utama sudah sampai di SMA Harapan Bangsa, namun dia tidak bisa masuk karena pintu pagar sudah ditutup.


"sudah kuduga aku akan terlambat. " gumamnya dengan mata yang mencari celah.


"hey, tunggu! jangan kabur! aku akan membunuhmu! " Yoro dan Yara juga sudah berada di belakang.


Utama menoleh ke belakang, "mau membunuh tapi bilang-bilang, dasar bodoh! " teriaknya lalu melompati pagar yang tinggi itu dengan mudah.


melihat aksi Utama itu, Yoro dan Yara sangat terkejut, biji mata mereka juga hampir keluar.


"di... dia bisa melompati pagar dengan mudah.. "


"ini mustahil. "


keduanya menolak untuk percaya. kemudian mereka termenung sejenak.


"aneh, dia benar-benar berbeda dari yang sebelumnya. padahal sebelumnya dia bersikap pengecut. "


"ya, aku setuju dengan mu,biasanya jika melihat kita dia pasti ketakutan. tapi kali ini, tatap matanya saja memperlihatkan kalau dia menantang, kita harus waspada.! "


setelah berbincang sejenak, keduanya pergi meninggalkan tempat itu.


Utama berjalan santai, kemudian ia melihat sekumpulan siswa yang mengenakan seragam olahraga di lapangan basket, mereka adalah murid kelas 12A.


mereka menyadari bahwa Utama baru saja datang, "hey, lihat anak bodoh itu. dia mau masuk atau mau pulang? " ucap salah seorang lalu disusul oleh tawa yang lain.


"jangan terlalu keras, aku dengar Dongo habis dihajar nya. " salah seorang mengingatkan.


"*aku tidak percaya. "


"ya, kau benar, mungkin itu hanya gosip*. "


"baiklah, ayo kita buktikan! " ucap salah seorang sambil memainkan bola basket, kemudian dia melempar bola itu kearah Utama yang kebetulan berjarak dekat.


BUUK.. bola itu mengenai punggung Utama.


"maaf, aku tidak sengaja. " orang itu meminta maaf namun dengan nada merendahkan.


Utama menoleh kearah orang yang melempar bola itu dengan tatapan kosongnya, " tidak masalah." dia tidak tersenyum, tidak juga cemberut, namun yang seperti itu membuat orang jengkel.


"*lihat tatapan matanya! dia sangat menyebalkan. "


"ayo kita beri dia pelajaran*. "


Orang-orang itu terpancing.


salah seorang mengambil bola, lalu bersiap melempar bola kearah Utama.


WUUSH...


bola melaju kencang menuju Utama.


selanjutnya, Utama menangkap bola itu dengan mudah, kemudian melemparkannya balik.


"apa? dia bisa menangkap bola itu!? "


sekumpulan orang itu terkejut, tanpa sadar bola sudah tepat didepan mata orang yang berdiri didepan.


BLAK


bola basket menghantam kepala orang itu yang langsung terjatuh, "aduh, sakit sekali. " rintihannya terdengar sakit ditelinga.

__ADS_1


semua orang yang melihat itu terkejut, "bagaimana mungkin lemparan bola basket bisa membuat orang tersungkur? menakutkan."


*****


Utama kembali menuju kelasnya. saat hendak sampai, bel tanda istirahat sudah berbunyi.


"ternyata aku sudah terlalu terlambat. " gumamnya.


BUUK


tanpa sengaja Utama menabrak seorang wanita. wanita itu tidak terjatuh, namun buku yang ditangannya berserakan.


"huh, kau lagi! " ketus wanita itu setelah melihat wajah Utama.


jangankan menolong, meminta maaf saja Utama tidak, dia terus berjalan.


"hey, bodoh! tidak bisakah kau meminta maaf sebelum pergi? " wanita itu tidak bisa emosi.


"maaf! " dengan songong Utama menjawab dengan mata yang tidak menoleh.


"sepertinya kau harus diberi pelajaran! " wanita itu menjatuhkan kembali bukunya, lalu mengejar Utama.


"kau marah bukan karena sikapnya, tapi kau hanya ingin dia mengejarmu, iya kan' Flora.? "


ditengah situasi itu, Yana datang dari arah belakang.


wanita itu menghentikan langkahnya, kemudian menoleh kearah suara itu, demikian juga dengan Utama.


"kau Yana. apa kau berniat membela pecundang ini.? " wanita itu mendekati Yana,keduanya kemudian beradu pandang, seperti ada api di sekujur tubuh mereka.


wanita itu bernama Flora, wanita paling populer di kelas 11B, kecantikan dan kekayaannya bisa dibilang setara dengan Yana. namun bedanya, rambut Flora berwarna kecoklatan.


ditengah situasi yang semakin memanas, tiba-tiba datang Randa, "Flora, maaf! Utama amnesia, jadi wajar kalau dia bersikap seperti itu. " Randa mendinginkan sambil melerai Yana dan Flora.


"amnesia..? "


ucap kedua wanita itu hampir bersamaan.


"gawat, gawat, gawat. kalau benar Utama amnesia, itu artinya... dia melupakanku.. " Yana berbicara dalam hati.


Utama tidak memperdulikan wanita itu, matanya hanya tertuju pada seorang anak yang dari tadi memperhatikan mereka. anak itu berpenampilan culun, rambutnya ikal serta kacamata yang menempel di matanya.


"apa ada yang lucu sehingga membuatmu tertawa.? " Utama bertanya.


"tidak. aku hanya terkejut ternyata kak Utama banyak yang menyukai. " jawab anak itu polos.


"dasar anak yang aneh..! " Randa ikut menyambut.


"siapa yang kau bilang aneh,apa kau ingin aku jadikan bubur? " tiba-tiba datang seorang wanita cantik tepat didepan mata Randa.


wanita ini bernama Shinta, wanita paling terkaya di SMA Harapan Bangsa serta wanita tercantik dikelas 12A. dia masih mengenakan seragam olahraga.


"kak, Shinta.!? "


ucap Randa, Yana dan Flora bersamaan.


"kakak.!? " anak culun itu mendekati Shinta.


"kakak dia bilang? ini gawat! bagaimana mungkin aku tidak tahu kalau wanita setengah siluman ini memiliki adik culun seperti ini. " batin Randa dengan wajah memucat.


"apalagi ini? merepotkan. " Utama tahu bahwa situasi semakin rumit.

__ADS_1


__ADS_2