Tokoh Utama

Tokoh Utama
Dendam Sang Adik


__ADS_3

"Utama, ayo bertarung satu lawan satu! " ucap Yobi menatap Utama sambil tersenyum kematian.


saat ini, Utama berada di dekat Yamakoto yang tergeletak, sementara Yobi berada di depan Utama dengan jarak cukup jauh.


suasana kota ini masih kacau, api berkobar dimana-mana bersama asap tebal, angin masih terus berhembus kencang, langit mendung seolah hendak turun hujan, di awan hitam itu terlihat kilatan cahaya yang sesekali melintas, namun sampai sekarang pun belum terdengar suara halilintar.


Utama memandang datar Yobi dengan rambut yang diobrak-abrik angin, "bertarung dengan mu? kenapa aku harus bertarung dengan orang lemah yang mencoba bunuh diri? " ucapnya malas.


"tutup mulut mu! " Yobi terlihat geram, rambutnya juga diterpa angin sehingga acak-acakan, "kau sendiri yang mengatakan.. 'sekalipun kau sudah tidak punya harapan, jika masih ada orang yang berharap padamu, kau harus menjawab kepercayaan itu'... " ucapnya. "waktu itu aku mendengarkan mu karena aku berpikir kau sama seperti ku.. kau hanyalah seorang pecundang yang diremehkan semua orang.. tapi, ternyata aku salah.. Utama yang dulu dikenal sebagai pecundang, sekarang sudah berubah.. kau begitu kuat, banyak wanita yang memujamu.. pantas saja kau menceramahi ku dengan entengnya.. hehehe.. aku iri padamu.. aku benci padamu.. aku ingin membunuh mu..! " wajahnya semakin seram saja.


"jadi karena itu kau ingin bertarung dengan ku..? " Utama tetap tenang.


"hahaha.. tentu saja bukan..! " Yobi tertawa, "aku sudah kehilangan orang yang memberikan harapan padaku.. dan orang yang membunuhnya adalah.. " dia menghentikan ucapannya, "kakak bodoh mu, Utama! " dia berteriak sambil menunjuk Utama.


"apa maksud mu? " tanya Utama dengan wajah datar.


Hajime terkejut, "maksudnya.. Jimmy.. jadi.. orang yang bernama Rio itu.. " dia masih tergeletak di tanah.


"ya, aku sudah bertanya pada anggota Tiger White.. aku sudah mengetahui kebenarannya.. dan.. " dia menatap tajam Utama, "orang yang membunuh kakak ku adalah sahabatnya sendiri.. dia adalah kakak mu Utama, kakak bodoh mu yang tidak mengerti apa-apa! " teriaknya.


"jadi begitu, ya.. " ucap Utama datar.


"jadi begitu, ya? kau bahkan terlihat sangat tenang, aku menyesal telah mendengarkan mu waktu itu.. " Yobi semakin kesal, "Rio.. dia adalah orang yang sangat berharga bagiku.. dia adalah keluarga ku satu-satunya yang tersisa.. dia selalu mendukung ku di setiap situasi.. dan dia adalah orang yang membuat tubuh ini masih bisa bertahan.. tapi sekarang.. tapi sekarang.. " matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"jika kau ingin bunuh diri, kali ini aku tidak akan menahan mu. " ucap Utama datar, "orang yang bernama Rio itu pantas mendapatkan semua ini.. dia mengkhianati temannya sendiri.. Jimmy tidak salah karena telah membunuhnya.. "


"mengkhianati kakakmu katamu?.. jika Jimmy menganggap Kak Rio sebagai sahabat.. seharusnya dia mengerti apa yang dialami kakak ku.. tanpa berbicara sedikitpun, seharusnya dia mengerti dari mata kakakku.. " ucapnya datar, "kakakku.. dia berkata seperti itu karena punya alasan.. dia terpaksa menjauhi kakakmu karena dunianya yang dipenuhi kegelapan.. kakakku hanya tidak ingin kakakmu mengikutinya.. tapi sayangnya.. kakakmu benar-benar mengacaukan semuanya.. "


"apapun alasannya.. kakakmu yang pantas untuk disalahkan.. " ucap Utama datar, "dia berkata seolah dia membenci Jimmy.. sebagai manusia biasa.. Jimmy tidak akan memahaminya.. "


"kau benar! jika kita mencernanya dengan pikiran itu memang benar.. tapi apakah kau mengerti tentang sebuah ikatan? " Yobi terlihat serius, "ikatan berasal dari hati.. saling melengkapi dan menghargai. saling mengisi kekosongan.. ikuti kata hatimu.. jangan ikut campurkan pikiran mu.. kau akan memahami perasaan orang lain sekalipun dia hanya diam.. " ucapnya sambil memegang dadanya, "Alan menjauhiku.. tapi aku tahu kalau sebenarnya dia tidak ingin menjauhi ku.. dia terpaksa menjauhi karena suatu alasan.. waktu itu aku merasakan sakit.. tapi setelah aku mengerti, ternyata dia lebih sakit lagi.. tapi semuanya sudah berakhir.. aku sudah kehilangan semua orang yang aku sayangi.. " dia terlihat bersedih.


"Alan, ya.. anak bodoh yang mati saat mencoba balas dendam.. " ucap Utama datar, "berhentilah berbicara tentang orang yang sudah tiada.. "


"kau tidak mengerti apa-apa.. Alan adalah satu-satunya sahabat yang kumiliki.. setelah kehilangan dia aku bahkan hampir bunuh diri.. ditambah lagi dengan kematian Kak Rio.. aku benar-benar menyedihkan.. aku tidak punya alasan untuk tetap bertahan di dunia yang kejam ini.. " ucap Yobi.


"dunia ini bukanlah tempat yang kejam.. tapi orang seperti kitalah yang harus kuat.. penderitaan ada untuk menghiasi kehidupan.. jika kau tidak mengenal penderitaan.. kau juga tidak akan mengerti indahnya kebahagiaan.. ya, seperti hidupku sekarang.. seperti tidak ada makna.. kosong dan kosong.. " ucap Utama datar.


"jika kau bukan orang terpilih, maka kau yang akan memilih.. " ucap Utama cepat, "seberat apapun hidupmu... sesakit apapun luka yang kau dapat dari kehidupan ini.. kehidupan itu harus tetap dijaga.. mainkan peran mu.. anggap saja kau seorang tokoh utama di dalam sebuah cerita.. dengan begitu kau akan kuat menghadapi setiap masalah.. "


Yobi tersenyum jahat, "tidak perlu repot-repot menceramahi ku.. apapun yang kau katakan, aku akan tetap membunuhmu..! " teriaknya, "awalnya aku ingin membunuh kakakmu, tapi ternyata dia sudah mati.. sekarang, sebagai seorang adik, sudah kewajiban ku untuk membalas dendam.. dan kau tidak memiliki hak untuk menolak! "


"ternyata semuanya memang sudah jelas, ya.. " Utama memandang datar Yobi, "kau memang tidak pantas menjadi tokoh utama, kau lebih pantas menjadi tokoh antagonis.. disaat peran yang kita berdua mainkan saling bergesekan.. hanya bertarung lah yang mampu menyelesaikannya.. " dia mulai bersiap.


"akhirnya kau mengerti juga.. tujuan ku kesini memang untuk menghabisi mu sekalipun aku harus terbunuh.. tapi siapa sangka aku akan mendapatkan cairan ini.. " dia tersenyum jahat sambil memandang Sikiniky.


Hajime memandang Sikiniky yang berada di tangan Yobi, "gawat! bagaimana ini? " batinnya kemudian memandang Utama, "dengan jarak seperti itu.. tidak mungkin bisa menghentikannya sekalipun itu Utama.. sial! "

__ADS_1


Yobi tersenyum jahat, "aku tahu hatimu sudah membusuk.. kau tetap tenang sekalipun kakakmu sudah terbunuh.. kau sangat berbeda dengan ku.." ucapnya mulai mengangkat Sikiniky, sepertinya dia bersiap menyuntikkan cairan itu, "tapi.. aku akan menghabisi mu habis-habisan.. kau akan merasakan sakit di tubuhmu.. aku akan membunuhmu dengan siksaan terlebih dahulu.. "


Yamakoto memandang Yobi yang bersiap menyuntikkan Sikiniky, "tunggu...! " teriaknya keras sampai darah muncrat dari mulutnya, saat ini dia sudah diambang kematian.


"aku tahu ini akan menghilangkan kesadaran ku.. aku tahu setelah ini wujud ku akan menjadi monster.. tapi selagi itu memberikan kekuatan.. aku akan mencobanya.. " batin Yobi.


Cheep..


Yobi menyuntikkan Sikiniky di bagian pahanya, setelah itu melemparkan wadah cairan itu kebelakang, kemudian memandang Utama dengan ekspresi menakutkan.


"Utama, sekarang serang dia! ini kesempatan mu sebelum dia mulai mengalami perubahan! " teriak Hajime.


Utama bersiap, kemudian melesat maju kearah Yobi, "bersiaplah.. aku tidak akan menunggu mu.. "


Yobi memandang Utama yang semakin dekat dengannya, kemudian menatap sekujur tubuhnya, "kenapa? kenapa tubuh ku belum berubah? " dia terlihat bingung.


Utama terus berlari, saat ini dia sudah didekat Yobi, hanya sekitar lima meter saja jarak mereka.


Utama melompat kearah Yobi, " lambat! " dia mengarahkan tinju.


masih jauh tinju Utama dari tubuh Yobi, tiba-tiba asap tebal menyelimuti tubuh Yobi bersama tekanan udara panas yang menghempaskan segalanya, pasir pun beterbangan sambil berputar-putar, sementara tubuh Utama langsung melayang jauh dan kembali ke tempat semula, dia tergeletak di samping Yamakoto.


"apa ini?! " Hajime terkejut memandangi Yobi yang dibalut asap tebal itu.

__ADS_1


"HIAAA!! " dari balik asap tebal itu terdengar suara teriakan yang melengking, sepertinya Yobi sangat kesakitan.


__ADS_2