
dibawah langit berwarna jingga, di pinggir jalan raya yang dipenuhi dengan kendaraan, terlihat Utama berdiri dengan tenang dengan rambut yang tertiup angin dibawah gedung-gedung kota jakarta.
sekitar dua puluh meter didepan Utama, Hajime berdiri dengan tatapan ingin membunuh, angin kala itu seolah mengharapkan pertarungan dari kedua pemuda yang mengenakan seragam SMA itu.
Utama menatap Hajime tanpa ekspresi, "apa kau punya alasan akan hal ini? " tanyanya.
Hajime tersenyum licik, "akan ku jawab itu setelah kau babak belur.! " teriaknya.
Hajime terlihat bersiap, setelah itu dia melesat cepat kearah Utama.
"dia datang!? " Utama bersiap.
Hajime sudah berada di depan mata Utama, tangannya yang membentuk cakar sudah siap mengoyak tubuh Utama.
"cepatnya! " Utama melompat tinggi keatas.
BUUMM
serangan Hajime menghantam tanah yang langsung hancur dan retak cukup luas, seketika tempat itu dipenuhi dengan debu serta puing-puing yang berterbangan.
Utama menutupi wajahnya dari debu dan puing-puing dengan tangan yang menyilang,"jika terlambat sedikit saja, mungkin aku sudah menjadi bagian dari tanah yang hancur itu. " sebelah matanya juga terpejam, "jadi ini.... tokoh antagonis yang sebenarnya..! " batinnya.
"dimana dia? " Utama menoleh kiri dan kanan, tubuhnya saat ini masih melayang di udara.
"apa yang kau lihat? " tiba-tiba Hajime sudah berada dibelakang Utama dengan tangan yang siap menyambar.
"apa!? " Utama menoleh kebelakang, kemudian memutarkan tubuhnya untuk menahan serangan Hajime dengan kedua tangannya.
Hajime menyambar dengan cakarannya, tubuh Utama langsung melesat kearah bumi dengan kepala dibawah, "sial! bertahan di udara memang tidak berguna! " batinnya.
BUUMM
begitu tubuh Utama membentur bumi, tanah pun hancur lebur, kemudian debu-debu menutupi tubuh Utama yang saat ini masih tergeletak di tanah.
"*apa itu!? apa yang sebenarnya terjadi!? "
" aku tidak begitu jelas melihatnya! "
"*******! aku rasa ada ********! "
Orang-orang mulai panik, mereka menjauhi tempat itu, seketika jalan raya menjadi sepi.
Hajime mendarat ke tanah, dia memandangi gumpalan debu yang saat ini mulai memudar.
Utama kembali berdiri, dia berjalan beberapa langkah mendekati Hajime.
Tap
Hajime kembali menyerang Utama, dia menendang dagu Utama sehingga terbawa ke udara. saat sampai di atas, dia memukul perut Utama dengan kedua tangannya sehingga tubuh Utama mengarah ke bumi.
__ADS_1
BUUMM
sekali lagi tanah hancur saat dihempas oleh tubuh Utama yang langsung tertimpa puing-puing. saat ini tempat itu sudah menjadi kacau karena dua pemuda itu.
Utama mengangkat retakan tanah yang menimpa dirinya, "sial! lagi-lagi aku merasa sulit untuk menyerang! " umpatnya lalu berdiri menatap Hajime.
Hajime tersenyum, "sudah kuduga, kau tidak bisa menyerang di setiap awal pertarungan. " ucapnya.
"apa maksudmu? " tanya Utama.
"di setiap cerita, agar novel lebih menarik, tokoh utama pasti dibuat kalah terlebih dahulu. bukankah begitu..? " Hajime tersenyum.
"jadi kau.. tahu kalau ini hanyalah sebuah cerita.!? " Utama berucap terkejut, namun ekspresinya biasa saja.
"kau adalah Utama, seorang tokoh utama yang menyadari bahwa dirinya adalah tokoh utama dalam sebuah cerita. " Hajime berjalan.
"siapa sebenarnya kau? kenapa kau tahu tentang semua ini? " tanya Utama datar.
Hajime bergerak, tiba-tiba dia sudah berada di depan Utama dengan tangan yang siap menapak perut Utama.
"apa? dia cepat sekali!? " batin Utama terkejut.
"bukan tugasku menjawab pertanyaan mu, tugasku adalah membunuhmu.! " Hajime berteriak sambil menghantamkan telapak tangannya ke perut Utama.
tubuh Utama terpental di atas tanah yang langsung terkikis, jauhnya hingga mencapai dinding gedung yang hancur berkeping-keping. tidak berhenti disitu, tubuh Utama terus terhempas dan menghancurkan beberapa lapis dinding.
"*aaaa! tolong! "
tubuh Utama terhenti setelah menghancurkan dinding kamar hotel, didalamnya ada sepasang kekasih yang menikmati waktu tanpa busana. begitu melihat tembok yang hancur, disusul terlihatnya sosok Utama, sepasang kekasih itu panik.
Utama menoleh kearah sepasang kekasih itu, "ya, ampun, sepertinya aku sudah menjadi pengganggu. " batinnya. saat ini Utama sudah jauh dari tempat Hajime berada.
Hajime kembali bergerak, dia mengikuti dinding-dinding yang bolong untuk mendapatkan posisi lawannya.
diwaktu yang sama, masih di kota yang sama, tepatnya di tengah-tengah jalan raya, segerombolan orang sedang berkelahi dengan segerombolan lainnya, mereka mengenakan seragam SMA yang berbeda, jalanan dipenuhi dengan mereka.
"apa ini? kenapa jadi seperti ini? " Randa dan Diko sudah sampai ketempat yang mereka tuju. ketika melihat kejadian itu, mereka tidak berniat mendekat.
"hentikan! kenapa kalian berkelahi!? " teriak Randa.
salah seorang menoleh, "ini bukan urusanmu! jika kau suka, silahkan bergabung! " sambil memukul lawannya.
tidak jauh dari tempat itu, Alan berdiri dengan tubuh bersandar didinding gedung, "bagus! sudah seharusnya seperti ini! jangan pernah berpikir untuk berdamai.. " dia tersenyum jahat.
*****
Hajime berdiri dihadapan Utama yang saat ini terduduk, kemudian mencengkram leher Utama dan melemparkannya keatas.
tubuh Utama melayang ke atas,"dia benar-benar cepat! " batin Utama.
__ADS_1
Hajime melompat memburu Utama, "ini belum berakhir! " kemudian menendang perut Utama dengan keras.
tubuh Utama menghempas kearah bumi. saat hendak membentur tanah, dia berputar lalu mendarat dengan indah.
"apa!? " Hajime terkejut kemudian mendarat ketanah dan menatap Utama.
Utama tersenyum, "jangan berpikir kau bisa mengalahkan ku! aku adalah tokoh Utama dalam novel ini,aku tidak akan mati sebelum novel ini berakhir.! " ucapnya. "seberapa banyak kau memukul ku, itu tidak ada gunanya.. aku tidak merasakan sakit sedikitpun. " lanjutnya.
"tidak merasa sakit!? apa maksudmu? " tanya Hajime.
"aku adalah tokoh utama yang menyadari kalau aku tokoh utama didalam sebuah cerita. dan itu sudah cukup untuk membuatku menerima kenyataan yang tidak nyata ini. " jawab Utama.
"apa sebenarnya yang kau maksud? " Hajime mulai tertarik.
Utama menghela nafas, "kita ini hanyalah imajinasi seseorang! kita ini hanyalah ilusi! karena kenyataan itulah aku tidak merasakan apa-apa. kehidupan kita hanyalah kebohongan! " jawabnya.
Hajime tertawa, "Imajinasi mu terlalu liar! kau berpikir aku percaya dengan omong kosong seperti itu. " ucapnya.
"imajinasi penulis cerita inilah yang terlalu liar.. dan satu lagi... kau mengatakan tokoh utama harus kalah diawal agar menarik, sepertinya kekalahan ku sudah cukup. ini saatnya untukku mendapat kemenangan. " Utama tersenyum.
Hajime menatap kesal Utama, kemudian berlari ke arah Utama, "aku pasti membunuhmu! " teriaknya.
Hajime berlari sambil menggesek tanah dengan cakarnya,kemudian melompat ke arah Utama. saat ini ia ibaratkan angin tornado yang siap menghancurkan.
"mati kau! " Hajime mengarahkan cakarnya ke wajah Utama sambil berteriak.
dengan begitu cepat, Utama mengadu serangan lawan dengan tinjunya. kokohnya pertahanannya bagaikan gunung yang tak tergoyahkan, serangan Hajime yang seperti tornado tidak mampu menggoyahkan Utama.
cukup lama beradu pukulan, Hajime terpental jauh. namun dia masih dalam posisi berdiri.
Utama memburu Hajime, dia mengarahkan tinju yang langsung menghancurkan tembok karena Hajime melompat keatas.
aksi kejar-kejaran terjadi, Hajime terus melompat di permukaan dinding dari bawah sampai atas. di samping itu, Utama terus mengejar Hajime, sesekali ia mengeluarkan tinju yang selalu dihindari Hajime, dinding gedung tersebut hancur berantakan.
Tap
Hajime sudah berada di atas gedung yang tinggi itu,tiba-tiba Utama melesat kearahnya sambil mengeluarkan tinju.
BUUMM
Hajime melompat tinggi untuk menghindar, sekali lagi pukulan Utama menghancurkan permukaan gedung.
"hampir saja. " Hajime melayang kemudian mendarat di atas gedung lainnya.
Utama berjalan dan berhenti di tepi atap gedung tersebut. kemudian menatap Hajime yang juga menatapnya.
Utama dan Hajime berpijak di atas gedung yang berbeda, namun jarak mereka cukup dekat. dibawah mereka terlihat jalan raya yang membatasi kedua gedung tersebut, terlihat juga mobil polisi yang mulai heboh dengan kehancuran yang terjadi.
Utama dan Hajime masih beradu tatap, namun tiba-tiba angin berhembus kencang, rambut keduanya pun tidak beraturan. Utama dan Hajime menoleh keatas, di atasnya terdapat helikopter yang sepertinya mencari tahu apa yang terjadi, namun sepertinya mereka juga tidak menduga kalau dua pemuda berseragam SMA inilah penyebabnya.
__ADS_1
tinggalkan jejak bosque..!!