
dimalam ini, dimalam tanpa bintang dan hanya dihiasi bulan sabit, terlihat dua orang pemuda sedang berjalan beriringan, walaupun lampu kota dimana-mana, tidak cukup mampu untuk menerangi kedua pemuda yang terlihat samar-samar itu. kedua pemuda itu tidak lain adalah Utama dan Hajime.
"jujur saja, aku masih menyimpan kebencian padamu.. " Hajime berucap.
Utama menoleh, "aku sudah tahu itu..! " jawabnya datar. "tapi aku tidak tahu alasan kenapa kau membenciku? "
Hajime tersenyum, "aku membencimu karena kau adalah tokoh utama disini, tapi itu tidak terlalu penting untuk dibahas, sekarang.. aku sangat berterimakasih padamu.. kau sudah mau menerima ku sebagai sahabat. "
Utama terdiam sejenak, "kau tahu.. aku juga tidak ingin menjadi tokoh utama disini. tapi aku juga tidak bisa lari dari imajinasi ini. "
"tidak perlu kau pikirkan! lakukan saja yang terbaik, karena menurutku... tidak ada tokoh utama yang jahat.. " Hajime tersenyum.
disaat itu, tepatnya didepan Utama dan Hajime, terlihat tiga pria sedang berurusan dengan seorang pria.
"berikan semua yang kau punya! dan kami akan melepaskan mu! " salah satu pria tersebut mengancam menggunakan pisau.
pria yang diancam terlihat sangat ketakutan, "maaf, kak! aku tidak punya uang. " ucapnya.
"jadi kau lebih memilih untuk mati, ya.. " pria yang lainnya ikut mengancam.
Utama memandang ketiga pria itu, "bukankah itu tiger white? "
"tiger white? apa itu? " tanya Hajime.
"setahuku itu adalah organisasi kriminal nomor satu di jakarta. " jawab Utama. "Hajime, ayo kita selesaikan mereka! "
Hajime terlihat malas, "kau saja! aku makan terlalu banyak, perutku terasa berat.
Utama menatap Hajime, " aku memang sudah pasti menang menghadapi mereka, tapi diawal pertarungan aku yang akan kalah.. ini akan sedikit memakan waktu. "
" baiklah kalau kau memaksa! " Hajime mendekati sekelompok orang itu.
Tap
Hajime menatap ketiga orang jahat itu, "bisakah kalian tidak menindas yang lemah? "
ketiga orang itu menatap Hajime, "siapa kau!? apa kau juga ingin dihajar!? " teriak salah satunya.
disaat itu, orang yang diancam ketiga pemuda itu lari karena merasa mendapat kesempatan.
ketiga pria itu memandang mangsa mereka yang kabur, kemudian menatap tajam Hajime, "cih, kau yang akan menggantikan orang itu! " teriak salah satunya.
yang lainnya mengeluarkan pisau, "ayo kita cincang tubuh orang ini! dia membuat darahku panas! "
Hajime menatap ketiga orang itu, lalu menatap Utama, "hey, Utama! kenapa tidak kita habisi saja semua anggota tiger white malam ini? mahluk rendahan yang beraninya hanya pada yang lemah. "
__ADS_1
Utama mendekati Hajime, "tidak perlu! sudah ada orang yang akan mengurus mereka! kita hanya perlu menghabisi ketiga orang ini! "
"siapa dia? " tanya Hajime.
ketiga orang itu bersiap, "mati kau! " kemudian berlari kearah Hajime sambil menggenggam pisau.
Zraashh
belum menyentuh Hajime, salah satu dari ketiga orang itu yang di garis depan terkapar, di bahunya sampai pinggang terlihat bekas sayatan pedang, darah segar muncrat ke sana sini.
Tap
tiba-tiba muncul seseorang didepan Hajime, pakaiannya serba hitam dan tertutup, ditangannya terdapat samurai yang masih melekat darah.
dia melirik kearah Hajime dan Utama, "kehancuran tiger white, hanyalah milikku seorang! " seringai orang itu, didalamnya tersimpan dendam. orang itu adalah Alan.
"itu dia! " Utama menatap Hajime kemudian memandang Alan.
Hajime menatap Alan, "siapa dia? apa aku mengenalnya? "
"entahlah!dia memang satu sekolah dengan kita,tapi dia masih kelas 10." jawab Utama.
beralih ke tiga orang itu yang kini tersisa dua, "siapa kau!? apa alasan mu menyerang kami!? " teriak salah satunya.
"hey, bodoh! untuk apa kau bertanya seperti itu? ayo! habisi dia! " ucap yang lainnya, sepertinya kedua orang itu tidak merasa sedih atas kematian sahabatnya.
Alan berlari kearah dua orang itu yang juga berlari kearahnya, pertarungan pun dimulai.
Tang Ting Ctang
pisau kedua orang itu bergesekan dengan samurai milik Alan, mereka beradu cepat menggunakan senjata, tapi terlihat jelas kalau Alan lebih unggul.
di suatu kesempatan, Alan berhasil melumpuhkan kaki salah satu lawannya hingga pincang, kemudian dia menebas orang itu yang langsung menangkis dengan pisaunya.
detik selanjutnya, musuh yang lainnya mengarahkan pisau ke tubuh Alan dari belakang, Alan menghindar, orang itu menusuk temannya sendiri yang tadi berada didepan Alan, temannya pun tergeletak untuk menghembuskan nafas terakhir.
Chekk
Alan membalas dengan menusuk lawan terakhir dari belakang, samurai nya dia tekan sampai kandas, kemudian mencabutnya bersama darah yang langsung muncrat, sesaat kemudian lawannya tergeletak dan pertempuran selesai.
Utama dan Hajime menatap Alan, "ternyata dia sangat kejam, ya. " ucap Hajime.
"begitulah, dendam bisa membuat seseorang menjadi kejam. " sahut Utama.
"hey, kalian! kenapa kalian meninggalkan ku!? " tiba-tiba terdengar suara teriakan, orang itu adalah Randa yang menyusul.
__ADS_1
Utama dan Hajime menoleh Randa, "kenapa kau lama sekali? kami sudah lama menunggumu! " jawab Utama datar.
"apa katamu? aku bersusah payah melerai dua wanita itu! jika tidak, mungkin mereka sudah cakar-cakaran! dan kau malah... " Randa menghentikan ucapannya, matanya memandang ketiga orang tergeletak yang dipenuhi dengan darah itu. "ini!? apa yang terjadi!? " Randa terlihat ketakutan.
Alan menatap Randa, "aku yang melakukannya! " kemudian menoleh Utama, "dan kau.. jangan pernah mencoba membantuku untuk menghabisi tiger white! darah mereka hanya untukku seorang! " aura Alan begitu menakutkan.
Utama tersenyum, "*kau hanya anak-anak, kata-kata mu hanya bualan belaka, kau tidak akan bisa mengalahkan mereka sendirian! "
"aku tahu itu! aku akan menghabisi mereka secara perlahan! dan.. aku bukanlah anak-anak! jika kau banyak bicara lagi, akan ku bunuh kau*.! " Alan terlihat serius.
Hajime tersenyum, "ya, ampun, anak ini benar-benar menjengkelkan! biar ku beri dia sedikit pelajaran! " Hajime melangkah maju.
"tidak perlu Hajime! sebaiknya kita pergi sekarang! " Utama menahan.
Utama, Hajime dan Randa meninggalkan Alan di tempat itu sendirian, mereka berjalan sambil berbincang.
"aku tidak mengerti kenapa Alan jadi seperti itu? " Randa membuka pembicaraan.
"wajar saja dia seperti itu, Alex sepertinya mati di bunuh Mika dan teman-temannya. " jawab Utama.
"apa katamu? Alex sudah mati!? kenapa kau baru memberitahuku sekarang!? " Randa terkejut.
"memangnya aku belum mengatakannya, ya? " Utama tersenyum.
"oh, ya, aku sedikit tertarik dengan organisasi tiger white! aku ingin menghabisi mereka semua! " Hajime menyela pembicaraan.
Utama melirik Hajime, "kita biarkan saja Alan berbuat sesukanya, kalau bisa kita langsung menghabisi pimpinannya saja! " sahut Utama.
"apa kalian sudah gila? kalian tidak bercanda 'kan? anggota tiger white itu sangat banyak! dan kau ingin menghabisi pimpinannya? memangnya kau sehebat apa!? " Randa berteriak.
"kau tidak perlu khawatir! anggap saja kita sedang bermain catur, kalau rajanya mati, sisanya tidak berguna, bukankah begitu? " Utama menatap Randa. "*kau tinggal mencari tahu tentang ketua tiger white saja, sisanya serahkan pada kami! "
"memangnya untungnya apa? bukankah ini sama saja mencari mati*. " ucap Randa, "lagipula tidak mungkin mengalahkan ketua tiger white. "
"bisakah kau tidak banyak bicara?" Hajime menatap Randa dengan tatapan menakutkan.
Randa menghela nafas, "ya, baiklah! akan kulakukan! " jawabnya. "kenapa aku merasa sangat tersiksa berteman dengan mereka.? " batinnya.
*******
Utama, Randa dan Hajime sudah berada di rumah Randa, mereka duduk sambil melihat layar komputer.
"ini dia pimpinan tiger white,namanya Joko! " Randa memperlihatkan gambar orang di komputernya, orang itu bertubuh kekar, kepalanya botak licin, separuh wajahnya dipenuhi dengan tato.
Utama dan Hajime melihat gambar orang yang bernama Joko itu dengan seksama, "tampangnya menakutkan, tapi sepertinya biasa saja! " Hajime meremehkan.
__ADS_1
"yang ini wakil ketua tiger white! namanya Hoki! " Randa menunjukkan sebuah Foto orang dilayar komputernya. orang itu bertubuh gemuk, berkumis serta jenggot tipis, wajahnya terlihat kalem.
"ini juga biasa saja! " sekali lagi Hajime meremehkan.