
POV Author
Teringat sebuah cerita tentang salah satu lagu dari grup band terkenal Jamrud yang menceritakan tentang Tedjo yang akan berbuat mesum dengan Surti. Salah satu lagu fenomenal yang ternyata kisah hidupnya tak berbeda jauh dengan kisah hidup Tedjo Prawiro.
Tedjo adalah seorang pegawai yang lebih banyak menghabiskan waktunya di lapangan dibanding di kantor. Tugas kantor yang membuatnya suka keluar masuk kampung membuatnya berkenalan dengan banyak orang, termasuk dengan para janda cantik.
Sebenarnya hidup Tedjo sudah sempurna. Ia memiliki seorang istri yang sabar, solehah dan baik hati, serta seorang putri yang cantik bernama Luna. Sayangnya, Tedjo kurang bersyukur. Sering berada di luar rumah membuatnya melihat banyak wanita yang jauh lebih cantik dan lebih muda dari istrinya.
Wulandari, istri Tedjo dan dan juga ibu kandung Luna semakin lama semakin dianggap kurang menarik di mata Tedjo. Wulandari kalah dibanding para janda muda yang masih seksi dan kencang kulitnya. Tedjo pun mulai berulah. Ia mulai mengenal janda-janda cantik yang kehilangan suami di usia muda. Tentu saja, para janda yang dikenalnya adalah janda-janda centil yang merasa kalau Tedjo adalah sasaran empuk untuk menjadi suami berikutnya.
Jabatan Tedjo yang sebagai kepala bagian salah satu perusahaan swasta terkenal membuat Tedjo terlihat sangat keren di mata para janda gatel. Mulailah neraka dalam rumah tangga Tedjo terjadi, Tedjo naksir seorang janda muda anak satu.
Tedjo yang sedang jatuh cinta bahkan sampai lupa dengan anak dan istrinya di rumah. Manisnya buaian sang janda membuat Tedjo terlena. Ia lupa akan kewajibannya. Ia bahkan lupa pulang.
Wulandari kelimpungan. Ia mencari keberadaan suaminya dan mendapat info dari rekan kerja sang suami kalau suaminya tinggal di salah satu kampung dan sudah menikah siri. Betapa hancur hati Wulandari saat mendengar berita tersebut.
Suami yang dipikirnya kerja keras demi menghidupi dirinya dan anak mereka satu-satunya, ternyata malah menikah lagi, dengan janda pula. Wulandari marah dan akhirnya mendatangi rumah janda tersebut. Terjadi pertengkaran antara Tedjo dengan Wulandari.
__ADS_1
Tedjo membawa pulang Wulandari dengan paksa dan keributan di anatara mereka pun berlangsung kembali di rumah. Luna yang sudah beranjak dewasa mendengar keributan yang terjadi antara kedua orang tuanya. Ia melihat Mamanya menangis dan suara tamparan Papanya yang kencang membuat Luna berusaha membela mamanya.
Tedjo tak peduli, dia tetap saja bersikap egois. Tedjo melupakan istri dan anaknya dan lebih memilih tinggal di rumah istri barunya tersebut.
Status pernikahan Wulandari dengan Tedjo masih berstatus suami istri. Wulandari bersikukuh tidak mau bercerai dengan Tedjo. Demikian pula dengan Tedjo, ia tak mau menceraikan Wulandari.
Tedjo takut keluarga besarnya akan menghakimi dirinya dan menganggap tidak becus menjadi pemimpin rumah tangga. Wulandari pun sama, takut ibu kandungnya akan jatuh sakit dan jadi bahan omongan keluarga besarnya. Tedjo yang tak kunjung pulang dan kebutuhan hidup yang terus bertambah sementara uang yang dihasilkan tidak ada membuat Wulandari akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja.
Wulandari sejak dulu adalah seorang karyawan yang sangat pintar. Agak sulit bagi Wulandari untuk mendapat pekerjaan baru kamu di usianya yang tak muda lagi. Wulandari tidak patah semangat. Ia terus mengirimkan lamaran pekerjaan dan akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan berkat koneksi dari temannya.
Usia yang tak lagi muda membuat Wulandari harus lebih banyak belajar dibanding rekan kerjanya yang lain. Wulandari tak putus semangat. Semua ia lakukan demi pendidikan Luna. Ia mau anaknya tetap sekolah sampai lulus kuliah.
Status Tedjo dan Wulandari yang masih suami istri, hanya sebatas status saja. Mereka bersama karena memiliki Luna. Tak ada komunikasi yang terjalin. Kadang Tedjo memberi uang dan tak jarang Tedjo hanya memberi uang jajan pada Luna saja.
Bosan di rumah dengan kehidupan yang seperti itu saja, Tedjo mulai kembali berulah. Ia kembali mengenal seorang janda muda yang terlihat semok dan menggoda naluri lelakinya. Tedjo pun mulai melupakan lagi keluarganya. Tedjo menikah lagi secara siri dengan istri ketiganya.
Lagi-lagi, Wulandari protes saat Tedjo pulang ke rumah dan berujung dengan pertengkaran hebat. Mereka adu mulut dan berakhir dengan banyaknya piring dan gelas yang pecah. Sambil menangis karena sedih, Wulandari membersihkan semua bekas pertengkaran mereka. Semua terekam di otak Luna yang seharusnya mendapat figur Papa yang baik namun harus tercoreng karena kelakuan Papanya yang ajaib.
__ADS_1
Luna mulai kehilangan rasa hormatnya terhadap sang Papa. Ia bersikap bodo amat dengan kebiasaan Papanya yang suka kawin siri dengan janda muda. Luna hanya kasihan pada Mamanya yang rela banting tulang demi menghidupinya.
Di saat Luna ada masalah, ia tak punya teman berbagi cerita. Mamanya selalu sibuk dan pulang di saat Luna sudah tertidur lelap. Pagi hari, Wulandari masih tertidur dan tak bisa diajak mengobrol karena terlihat kelelahan.
Luna kesepian. Luna menjalani hidupnya seorang diri, tak ada sahabat yang dekat dengannya karena Luna memilih untuk menutup diri.
Suatu hari, Tedjo membawa hasil lab miliknya. Tedjo sangat sedih, ternyata dirinya divonis sangat sulit memiliki anak lagi. Luna menganggap itu sebagai hukuman dari Allah atas sikap Papanya yang selama ini menelantarkan dirinya dan sang Mama.
Tedjo mulai berubah sedikit. Hanya sedikit. Tedjo sadar kalau Luna adalah anak perempuan satu-satunya yang ia miliki. Tedjo mulai membiayai Luna, namun tidak dengan Wulandari. Wanita sabar itu tetap harus membiayai dirinya sendiri. Sungguh kasihan.
Puncak kesabaran Luna adalah saat ia harus fokus mengerjakan skripsinya dan kedua orang tuanya terus bertengkar. Luna pun memutuskan untuk pindah kost. Tedjo merasa makin tak dihargai oleh Luna dan Wulandari. Tedjo marah karena Luna tak mendengar larangannya.
Sebagai seorang Papa, Tedjo tentu mau Luna hidup benar. Sayangnya, semua yang ia inginkan tak bisa ia dapatkan. Saat hendak sidak ke kostan Luna, Tedjo tak sengaja bertemu dengan Ariel, sahabat Luna yang hendak pergi dengan mobil yang menjemputnya.
"Luna tidak pulang?" Tedjo menghubungi Wulandari menanyakan keberadaan putri semata wayangnya.
"Luna sedang pergi ke Bandung sama Ariel," jawab Wulandari dengan jujur.
__ADS_1
Tedjo yang sering berbohong sadar kalau putrinya sudah berbohong. Rasa amarah dan takut dalam dirinya bercampur jadi satu. Pergi kemana Luna? Dengan siapa? Tedjo menunggu dengan sabar sampai Luna datang dan betapa terkejutnya Tedjo, dilihatnya putri semata wayangnya baru pulang berlibur dengan kekasihnya.
****