Toxic Love

Toxic Love
Binar Mentari Dahayu


__ADS_3

POV Bahri


Pagi ini aku terbangun dengan malaikat cantik di sampingku. Wajahnya terlihat kelelahan sehabis melayaniku semalaman. Maklum, aku ini perjaka di usia yang seharusnya sudah pas untuk menikah. Hasratnya masih membara.


Awalnya kupikir aku akan membutuhkan obat kuat seperti yang dikatakan Pak Rezvan. Ternyata Luna berhasil meyakinkanku kalau aku tak memerlukan itu.


Hanya dengan melihat Luna yang duduk di atas tempat tidur dengan baju tidur satin warna merah marun saja hasrat lelakiku sudah terbangun. Niat hati ingin memakai pakaian sehabis mandi gagal. Untuk apa? Toh saat aku eksekusi nanti kami akan melepas semua pakaian yang melekat di tubuhku.


Luna memang tidak suci lagi, aku tahu itu dan aku tak mempermasalahkannya. Aku mencintai Luna dan menerimanya apa adanya. Terbukti malam pertama kami begitu luar biasa. Aku sampai berkali-kali ketagihan dan menginginkan Luna lagi dan lagi. Benar yang Luna katakan, tak perlu obat kuat karena Luna selalu membuatku mau lagi dan lagi.


Tubuhku tak ada lelahnya. Padahal beberapa hari sebelum resepsi aku menghadapi banyak masalah di kantor. Aku bekerja lembur dan kurang istirahat. Ternyata saat di dekat Luna, aku selalu segar dan ingin membuatnya mendesaaahkan namaku terus.


Luna yang kelelahan. Ia tertidur pulas dengan banyak bekas kepemilikan yang kubuat di tubuhnya. Bekas merah keunguan yang menunjukkan betapa aku sangat mencintainya.


Aku menarik tubuh Luna agar aku bisa memeluknya sepanjang hari. Kurapatkan tubuhku dan terpejam sambil menghirup wangi rambutnya.


Aku terbangun saat merasakan ada gerakan di sampingku. Luna rupanya sedang terbangun. Saat aku membuka mata, kulihat ia sedang menatapku sambil tersenyum. Cantik sekali. "Siang, suamiku!"


Aku balas tersenyum padanya. "Siang, istriku!" Aku kembali menarik tubuhnya dan mengukungnya di bawah tubuhku. "Aku mau lagi."


"Kita belum mandi dan sarapan loh, Mas," kata Luna.

__ADS_1


"Iyakah? Aku sampai lupa semua itu saat bersamamu. Baiklah, kita lakukan dulu sekali lalu sarapan dan jalan-jalan, oke?"


"Terserah Mas saja."


Mendapat lampu hijau dari Luna, aku kembali menikmati tubuh seksinya. Ternyata aku ini lelaki perkasa yang tak pernah puas. Selalu ketagihan. Mendengar Luna yang mendessah menyebut namaku membuatku terus semangat melakukan penyatuan demi penyatuan. Tubuhku sudah berkeringat, Luna pun demikian. Keringat dan gairah bercampur jadi satu saat kami mencapai puncak kepuasan.


Kembali aku mengecup keningnya. "I love you," kataku dari hati.


"I love you too."


****


Aku juga harus membantu Luna untuk pindahan ke rumah baru kami. Mama Wulan rencananya akan ikut tinggal bersama kami. Semua tak masalah untukku yang penting Luna bahagia. Toh Mama Wulan sudah kuanggap sebagai Mamaku sendiri.


Aku mulai menjalani kehidupan sebagai kepala keluarga. Punya istri cantik yang juga bawahanku di kantor, kami bisa berangkat dan pulang kerja bersama. Membosankan? Tentu tidak. Aku senang bisa menghabiskan banyak waktu bersama Luna.


Dua bulan setelah kami menikah, Luna telat datang bulan. Setelah memerika ke dokter kandungan ternyata Luna hamil. Iyalah hamil, hampir setiap hari aku selalu mengajaknya berhubungan karena tak pernah bosan dan selalu ketagihan. Staminaku seakan tak ada habisnya kalau berbicara masalah ranjang. Luna saja sampai kewalahan. Mungkin karena aku kelamaan sendiri jadi sekaranglah saatnya mengeluarkan semua hasratku pada Luna seorang.


Aku belajar menjadi seorang Papa sejak Luna hamil. Aku menjaga asupan nutrisinya, memastikannya tidur cukup dan tak membiarkannya bekerja terlalu lelah. Aku juga menuruti ngidamnya, untunglah anakku adalah anak yang baik. Apa yang diinginkannya selalu mudah kudapatkan.


Pekerjaanku semakin maju saja. Proyek terus berdatangan dan aku semakin sibuk bekerja. Di tengah kesibukanku dan Pak Rezvan, kami sepakat kalau keluarga adalah yang utama. Aku boleh pulang tepat waktu dan jika masih ada pekerjaan boleh dikerjakan di rumah. Aku jadi bisa menghabiskan waktu bersama keluargaku tersayang.

__ADS_1


Tak terasa 9 bulan telah berlalu. Di subuh hari sehabis menunaikan sholat, Luna tiba-tiba merasakan kontraksi. Cepat-cepat aku membawanya ke rumah sakit. Anakku ini adalah anak yang baik. Ia tak membiarkan Mamanya kesakitan terlalu lama.


Jam 7 pagi aku mendengar suara tangis bayi. Ya, anakku sudah lahir ke dunia ini. Seorang putri yang cantik sekali. Air mata haru tak dapat kubendung lagi. Aku seorang Papa sekarang.


Selamat datang anakku. Semoga kamu bisa menjadi anak yang solehah dan berbakti pada kedua orang tua. Papa akan menjadi Papa yang baik untukmu dan akan selalu melindungimu.


"Anak ini kunamakan, Binar Mentari Dahayu, yang artinya sinar matahari yang cantik. Kelak anak ini akan menyinari sekelilingnya dengan kebaikan dan cahayanya yang cantik. Kamu suka nama pemberian Mas?" Aku menggendong Binar sambil tersenyum.


"Suka, Mas. Suka sekali."


Aku duduk di samping Luna dan mengecup keningnya. "Terima kasih, Sayang, sudah menjadi ibu dari anak-anakku. Aku mencintaimu kemarin, sekarang dan selamanya."


"Aku juga mencintaimu kemarin, sekarang dan selamanya, Mas."


****


...TAMAT...


Terima kasih semua yang sudah mengikuti novel ini sampai tamat. Semoga pelajaran yang ada dalam novel ini bisa diambil hikmahnya dan dibuang yang buruknya. Yuk lanjut baca novel aku yang berjudul GODAAN TETANGGA SEKSI dan BATAS TIPIS CINTA DAN BENCI (Disebelah ya).


note: Insya Allah akan ada novel Binar nanti. Stay tune terus ya. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2