Transmigrasi : Aku Antagonis?!

Transmigrasi : Aku Antagonis?!
Part. 53 : Hacker


__ADS_3

SRAK!


Kertas-kertas informasi mengenai gadis itu, dilemparkan ke meja, tubuh ringkih itu bersandar pada sofa.


"Jadi, keluarga Callandra yang itu. Yang hampir Collapse karena saya. Setidaknya kita ada pegangan, jika gadis itu macam-macam dengan Keyla." Tatapan sinis tertuju pada foto, Clarissa Davina itu.


"Benar, tuan. Tapi, dari berita yang beredar, sebenarnya Vina pernah dikabarkan hanyalah anak angkat dari keluarga Callandra, dan semua itu langsung disanggah dengan tegas, oleh Pak Raditya Rafa Callandra."


"Kemudian, akibat sanggahan itu, saluran berita yang mengedarkan, yang awalnya melejit, akhirnya menurun. Berita mengenai perusahaan Callandra yang hampir kandas juga hanya dianggap kabar burung."


Kakek itu hanya mengangguk, mendengar penjelasan mengenai keluarga Callandra yang banyak kebohongan. Tapi, apa tadi? Anak angkat, apa maksudnya?


"Cari tau, berita yang pernah mengedarkan bahwa Davina hanyalah seorang anak angkat."


"Berita itu dari web artike yang tidak diketahui, web asing, yang selalu mengabarkan berita yang berkebalikan. Pernah dari pihak Internet mencoba menghapus web asing itu, tapi web itu ada kembali," jelas Harris.


"Udah! Cepat cari!" Saru Kakek itu, lama-lama jengkel menunggu.


"Baik, tuan."


"Nama kamu mengingatkan saya dengan Rissa," gumam nya. Setetes air mata mengalir dari ujung matanya.


...🥀🥀🥀...


Vina mengobrak-abrik sebuah lemari, ada beberapa kertas mengenai Transmigration communicate. Membantu nya mengenai sains dan eksperimen, juga tujuan alat tersebut dibuat.


"Gak suka sains. Tapi ngerti sih maksudnya. Loh, ternyata ada rumus yang belum dipecahkan." Vina menatap rumus itu, dan mencoba memecahkannya.


Yang lain menekan tombol yang ada di Transmigration communicate itu, jahil memang. Untung tidak berhasil menghidupkan mesin itu. Rasanya ingin mencoba nya, stonks.


Beberapa menit mencoba memecahkannya. Vina berhasil, itu menunjukkan sebuah kode, yang ntah apa gunanya. Dan lagi, dia harus mengetahui arti dari kode itu.


'80 97 100 97 32 97 107 104 105 114 110 121 97 32 121 97 110 103 32 116 101 114 115 105 115 97 32 104 97 110 121 97 108 97 104 32 98 97 108 97 115 32 100 101 110 100 97 109 44 32 100 97 110 32 98 101 110 99 105 46 32 83 101 116 101 108 97 104 32 115 101 109 117 97 32 116 101 114 108 117 112 97 107 97 110 46'


Vina tersenyum miris. Apa-apaan ini, dia tidak bisa menebak hanya dengan membacanya kan, tapi ya, harus men-translate nya. Yang buat sungguh sok misterius.

__ADS_1


"Guys! Ke sini sebentar." Mereka bertiga berjalan mendekat pada Vina yang masih menyernyit bingung.


"Kalian bisa bantuin gue pecahin ini?"


"Oh, tentu tidak," jawab Keyla sembari tersenyum lebar, setelah melihat nomor-nomor yang ia sendiri tidak tahu apa gunanya.


Vina menatap datar sang adik, dan tersenyum paksa. Gio melihat angka-angka yang mirip sebuah kode itu.


"Oh ini binary!" Seru Paul. Gio menggeplak kepala belakang Paul, mendengar jawaban itu.


"Bukan bodoh, ini tuh Ascii, kalau binary tuh nomornya kalau gak 1 atau gak 0!"


"Loh, udah ganti toh." Paul mengangguk paham, Vina menggelengkan kepalanya, tidak ada yang benar rupanya anggota Red Blood ini.


"Benar kata Lo, Yo. Ini kode Ascii. Buka Gugel gih, translate-in," suruh Vina pada Keyla. Keyla membuka aplikasi yang disebutkan di dalam handphone nya.


Mencari translate Ascii tersebut dan memasukkan satu persatu angka-angka itu. Tak menunggu waktu lama, kode terpecahkan. Jadi, untuk apa ada era digital jika tidak dimanfaatkan, daripada memikirkan nya sendiri, buat ribet.


"Ini artinya!"


"Artinya bermakna sebuah hal yang sepertinya akan terjadi di masa akan mendatang."


Artinya adalah. "Pada akhirnya yang tersisa hanyalah balas dendam, dan benci. Setelah semua terlupakan."


...🥀🥀🥀...


Dahi menyernyit, laptop miliknya tiba-tiba mengalami crash. Glitch dimana-mana, membuat layar nya rusak, itu terjadi beberapa saat. Lalu muncul sosok hitam di laptopnya.


"Semua data milik mu sudah berada di tangan saya. Semua rahasia, bahkan bisa terungkap dengan cepat dari saya. Dan, saya tidak akan meminta maaf akan hal itu."


Dengan suara seperti robot, semua sistem laptopnya mulai terambil alih, gadis itu panik dan mulai berusaha, agar data-data semua yang penting tidak terambil.


Siapa mahluk misterius itu? Maksudnya, siapa manusia misterius itu, yang hanya memakai jubah hitam, tidak menampilkan wajahnya. Waktu terus berjalan, kini sudah lima menit lagi semua data-data akan menghilang.


"Hacker gila! Apa gunanya ambil data berharga gue?!" Gadis itu menggeram kesal, dan tangannya mengetik setiap kode yang harus dipecahkan, agar bisa terlepas dari jerat sosok itu.

__ADS_1


Kode terakhir terpecahkan, tapi itu ternyata tidak membuat sosok itu habis pikir. Salinan diambil, walaupun bukan yang asli, salinan tetap bisa untuk berita bagus.


"Terima kasih, atas informasi dari Anda sangat membantu, Sasya. Jangan membenci saya, saya hanya ingin memberitahukan kepada banyak orang apa yang sesungguhnya terjadi!"


Glitch berakhir. Tangan itu berhenti mengetik, dan terpaku. Baru saja.. milik nya telah dicuri, dan dia sama sekali tidak bisa mencoba menyelamatkan.


"Sialan!! Siapa Lo?!" Kedua tangannya memukul meja dengan keras, melampiaskan amarahnya.


"Sya, kamu kenapa, kok teriak-teriak?" Tanya sang paman yang baru saja masuk. Keponakan nya hanya menatap pamannya tanpa minat.


"Ada hacker yang mencuri semua data nya, lebih tepatnya menyalin semuanya. Entah, apa gunanya," jelas Audi. Dia menyesap minuman berwarna merah itu, berisi juice strawberry kesukaannya.


Pamannya membulatkan matanya. "Maksud kamu?"


"Orang itu bilang informasi dari Sasya pasti akan membantu, makanya dia ambil bagaimana pun caranya."


Krisna mengelus puncak rambut Audi, "sabar, nak. Ayo, kita cari tau siapa orang itu. Hak yang bukan miliknya diambil, adalah tindakan kriminal!"


Sasya mengangguk membenarkan perkataan Krisna barusan. Laptop nya menampilkan layar yang tadi, sebelum glitch terjadi. Dia sedang mengetik, tapi terganggu. Dia harus kembali mencari inspirasi.


"Paman, aku mau keluar dulu, sendiri. Jalan-jalan sebentar," ucap Audi berharap diperbolehkan, bahwa dia sudah bisa sendiri. Mereka masih di dalam rumah sakit, dan penjagaan diberikan juga pada mereka.


Krisna tidak bisa menolak tatapan melas sang keponakan, lalu mengangguk. "Untuk kali ini aja, ya, Sya."


Mata Audi berbinar, dan langsung berdiri, setelah mematikan laptopnya. Dengan semangat, berjalan keluar kamar, bersama pamannya.


"Aku cuman sebentar kok, Paman." Audi berjalan menjauh, meninggalkan Krisna. Dua orang penjaga di depan kamar ingin mengikuti gadis itu.


"Tolong, jangan sampai terlihat dia. Tolong jaga dia, ya." Yang tentunya diangguki dua penjaga itu.


"Paman khawatir, kalau mereka, orang-orang jahat yang lain datang, dan membuat kekacauan di dunia ini lagi."


...🥀🥀🥀...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2