Transmigrasi : Aku Antagonis?!

Transmigrasi : Aku Antagonis?!
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.


__ADS_3

Suara mesin dari Elektrokardiograf berbunyi, denyut nadi stabil. Dan laporan oleh suster ditulis di kertas yang tersedia. Suster memandang wajah Pasien, dan seketika kejang-kejang mendera pasien, membuat Suster panik dan keluar memanggil yang lainnya.


"Dokter! Dokter! Pasien kejang-kejang!"


Dokter melakukan semaksimal mungkin untuk menstabilkan lagi keadaan pasien.


"Kakek.. Ada apa sama Gio?!"


Michael yang ada di samping Keyla hanya bisa berharap, dan memenangkan cucu nya yang gelisah. Sedih rasanya menghadapi ini, dia menyesal telah berbuat seenaknya pada manusia, karma malah menimpa anak dan cucunya, bukan dirinya.


Beberapa waktu berlalu, dokter akhirnya keluar dari ruangan. Dengan wajah lelah, tapi menghantarkan sebuah berita yang pasti nya akan menegangkan.


"Pasien selamat. Dan sekarang sudah siuman," jelasnya.


Membuat Keyla dan Michael bernapas lega, sampai-sampai Keyla terduduk karena saking lemasnya.


"Terima kasih, Tuhan." batin keduanya.


"Pasien ingin bertemu dengan saudari Keyla," ujar kembali sang dokter.


"Saya, dokter."


Lalu dipersilahkan Keyla untuk masuk ke dalam ruangan itu, menatap mata yang selalu dirindukan, telah dua bulan dirinya menunggu. Vina sudah keluar dari rumah sakit, dan keberhasilan Gio sekarang bisa membuat hati nya jungkir balik.


Dia meneteskan airmata tepat saat tangannya menggenggam erat tangan Gio, dan menciumnya lembut. "Gio.. Kamu sadar. Jangan kemana-mana lagi~"


Gio tersenyum lembut dan mengangguk kaku. Dengan suara serak nya dan sudah payah menjawab, "aku disini, Key. Aku disini."


...🥀🥀🥀...


Dorongan pada kursi roda yang digunakan oleh Keyla, Gio masih kaku saat berjalan tanpa ini. Saat ini mereka berjalan ke tempat yang disediakan. Dokter untuk belajar berjalan.

__ADS_1


Gio perlahan diberdirikan, dan dituntun perlahan ke alat yang disediakan.


"Gio.."


Gio menoleh pada Keyla. Keyla mengangkat kedua tangannya yang terkepal. "Semangat!"


Gio tahu apa artinya. Gio tersenyum semangat dan kedua tangannya bergerak perlahan mengangkat tangan nya mengikuti Keyla. "Se.. mangat!"


Kakinya dituntun melangkah, walau beberapa kali terjatuh ringan. Tapi ada Keyla dan dokter yang membantu nya. Dia merasa hanya merepotkan orang sekitarnya, tapi disisi lain dia senang kalau Keyla masih mengkhawatirkan kondisi nya.


"Untuk kali ini, aku gak gagal menjaga mu dan Vina, 'kan?"


Nama itu, benar! Vina bagaimana keadaannya? Gio duduk termenung di brankarnya sendiri, telah menjalani pembelajaran dari dokter. Ditemani Keyla di sampingnya.


"Key.. Keadaan Vina gimana?"


Keyla mendongak dan tersenyum, "dia baik-baik aja. Sekarang udah di rumah kok, dia gak bakal hilang lagi."


"Berarti misi ku berhasil."


"Misi?"


Gio mengangguk sembari melihat ke depan, "misi ku.. Menjaga dan melindungi kalian. Itu adalah misi ku dari aku lahir."


Keyla terdiam senyumannya meluntur. "Apa.. Mengungkapkan perasaan termasuk misi mu untuk menjaga ku? Atau memang tulus?"


Gio menyernyit heran, "maksudnya?"


"Lo gak ingat? Padahal itu masih membekas di ingatan gue. Lo nyatain di saat sebelum Lo pingsan, bodoh!"


Rasanya Keyla dibuat kesal sama Gio berkali-kali. Baru saja dia senang karena Gio siuman dari tidur panjangnya, sekarang dibuat kesal karena pernyataan itu malah tak diingat. Ditambah malah Gio terkekeh geli.

__ADS_1


"Kamu imut. Aku jadi tambah cinta," ucapnya dengan suara berat. Mendengar itu membuat pipi Keyla menampilkan semburat aneh di permukaannya. Dia jadi gugup.


Gio mendekatkan dirinya, pada wajah Keyla. "Key.. aku gak tahan."


Cup..


Keyla membelalakkan matanya. Dengan gerakan pelan bibirnya tersentuh dengan milik Gio, rasanya melayang. Tengkuknya ditahan oleh pemuda itu, bibirnya dilumat penuh cinta.


Mereka memejamkan mata, merasakan sensasi cinta yang merangkak dihati mereka. Perlahan ciuman itu terlepas, dengan sedikit engahan napas diantara mereka.


Kening masih bersentuhan. Gio berbicara, "Key.. I love you. And I really want you to be my girlfriend."


Pernyataan cinta, atau lebih tepatnya bukan meminta tapi sudah menandakan dirinya bahwa ia milik Gio.


"Aku bener-bener cemburu, saat kamu bersama yang lain. Terlebih sama laki-laki penggoda itu. Dan aku gak mau keduluan sama yang lain."


Keyla tersenyum mendengar penjelasan Gio, dia mengerti perubahan sikap dari Gio waktu itu. Itu penyebabnya karena cemburu ternyata. Mata nya menatap sayu Gio.


"Aku gak pilih siapapun itu, kalau dipilihan itu gak ada kamu. Aku milik kamu, dan tetap milik kamu, Yo." Keyla mengelus lengan Gio yang masih menahan tengkuk nya.


Merinding disetiap elusan pada tengkuknya. "Terima kasih, karena kamu menerima aku."


Keyla menggeleng, "jangan bilang terima kasih, sayang. Aku mencintaimu, bukan karena kamu adalah anak buah ku. Aku mencintaimu karena kamu selalu ada buat aku, dan melakukan yang terbaik untukku. Aku sangat tau, aku ini manja, merepotkan, tapi kamu tetap nerima aku."


Gio tersenyum, kembali mengecup sekilas bibir manis milik Keyla. "I Miss You, more than life. Kamu layaknya candu buat aku."


Pelukan tak terhindarkan. Saling menghangatkan satu sama lainnya.


Dan dari CCTV, Michael menatap itu. Menggeleng melihat perbuatan kedua anak muda itu.


"Bisa-bisanya mereka seperti itu di rumah sakit."

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2