Tuhan Ku Ingin Dia

Tuhan Ku Ingin Dia
Tulus Dari Hati


__ADS_3

"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar service area..." suara operator yang hendak menghubungkan nomor bang Baim ke Aini.


Setelah Aini pulang tadi, bang Baim berniat menelponnya untuk meminta maaf kembali, juga ingin mendengar suara gadis kecil itu sebagai pengantar tidurnya malam ini. Padahal baru beberapa menit yang lalu mereka bertemu, tetapi bang Baim merasa tidak pernah puas akan hal itu. Selama ini bang Baim belum berani menyatakan perasaannya, hanya baru mulai PDKT saja, karena dirasa Aini juga masi terlalu kecil untuk soal cinta-cintaan.


Tapi sayang, nomor Aini tidak aktif, jadi bang Baim gagal deh mau mendengar suara merdu pujaan hatinya itu.


**********


Ketika sampai di rumah, Aini langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia memeriksa Handphone nya yang tadi tertinggal di rumah ternyata lowbatt, padahal seingat Aini tadi masih ada sekitar 30% lagi. Mungkin si bungsu yang memainkan game di handphone nya, jadi lowbatt deh. Awas ya bungsu...


Aini beranjak dari kasur untuk mengambil charger handphone dan mengisi daya battre nya, tetapi dia tidak mengaktifkan handphone nya yang mati itu.


Kemudian dia berbaring lagi di kasur nya dan terlelap di alam mimpi.


Keesokan paginya, Aini sudah bersiap-siap hendak berangkat ke sekolah. Saat asyik menyantap sarapan nya, tiba-tiba ada yang datang mengucap salam.


"Assalamualaikum .."


"Wa'alaikumsalam..," jawab ibu sambil berjalan menuju pintu rumahnya.


"Eh, nak Baim.. masuk nak.. kami lagi sarapan, yuk ikut sarapan bareng," ajak ibu Ema.


"Terima kasih bu, saya cuma mau anter Aini ke sekolah, bole tidak bu?" tanya bang Baim sedikit gugup.


"Sebentar ibu panggilkan, duduk dulu nak," ibu mempersilahkan bang Baim duduk di kursi teras rumahnya. Bukan tidak mengizinkannya masuk, hanya saja di ruang tamu juga tidak ada kursi untuk tamu, jdi ibu segan juga kalau menyuruh Baim masuk tapi harus duduk di atas karpet tipisnya.


"Iya bu..," sahut bang Baim.


Di dapur..


"Kak, ada si Baim tu nyariin," kata ibu yang baru datang dari depan rumah.


Aini masi menyantap sarapannya dan tampak memenuhi mulutnya. " Mau apa dia bu?"


Ibu Ema duduk dan menyantap sarapannya kembali. "Katanya mau antar kakak ke sekolah."


"Kakak sengaja minta antar Baim ke sekolah?" tanya ayah penasaran.


"Nggak kok yah," jawab Aini cepat.

__ADS_1


"Yaudah, cepat temui.. nggak bagus membiarkan tamu lama-lama menunggu," kata ayah lagi.


Aini segera menyudahi kegiatan sarapannya dan menyampirkan tas ke bahunya. Saat beberapa langkah Aini berjalan..


"Kak.."


Aini menoleh ke arah suara.


"Ayah sebenarnya tidak setuju kalau kakak diantar cowok ke sekolah," ayah Broto akhirnya mengungkapkan isi hatinya.


"Iya.. Kakak tahu yah.. tapi ini kakak juga tidak memintanya dan dia juga tiba-tiba saja datang," Aini mencoba meyakinkan ayahnya kalau dia tidak pernah melanggar aturan yang dibuat ayahnya.


Ayah Aini memang selalu berpesan untuk tidak berduan dengan cowok, karena takut yang ketiganya setan. Ayah juga melarang Aini berpacaran, makanya Aini jarang terlihat berbincang-bincang berduaan dengan cowok. Baru dengan bang Baim saja Aini pernah berbincang berduaan, itu pun karena membahas masalah perlombaan di kampungnya.


"Baik.. kali ini ayah izinkan karena hanya mengantar ke sekolah. Lain kali jangan diulangi," tutur ayah dengan suara khasnya yang ngebas itu.


"Iya yah..," sambil Aini bersalaman dengan Ayah dan ibunya karena hendak pamit berangkat ke sekolah.


"Assalamu'alaikum," ucapan salam Aini saat menghampiri bang Baim yang tengah menunggu di teras rumahnya.


"Wa'alaikumsalam.. uda selesai sarapan dek? yuk kita berangkat, ntar adek telat," jawab bang Baim.


"Dek... dek..." bang Baim melambai-lambaikan tangannya ke wajah Aini yang hanya diam saja.


"Ya uda, ayoo..," sahut Aini kemudian berjalan menuju sepeda motor bang Baim.


Beberapa menit sudah berlalu, tapi bang Baim belum mengucapkan sepatah kata pun yang sudah dirangkainya tadi malam sebagai permintaan maaf nya kepada Aini.


"Abang ngapain jemput ke rumah?" tiba-tiba Aini memulai obrolan karena merasa bosan harus diam-diam saja sepanjang perjalanan.


Bang Baim tampak gugup. Untung Aini tidak dapat melihat ekspresinya bang Baim saat itu, kalau tidak kan bang Baim malu karena ketahuan gugup cuma karena berduaan dengan gadis kecil yang bisa dibilang abg labil itu.


"Maaf dek.. Abang takut adek uda berangkat ke simpang, jadi abang coba lihat dulu ke rumah, ternyata adek masi di rumah."


"Bukan itu maksud adek.. Abang ngapain mau antar adek ke sekolah? kita kan nggak ada janjian sebelumnya. Ayah jadi salah paham tadi," balas Aini.


Baim menarik napas dan membuangnya perlahan. "Abang cuma mau menebus kesalahan abang semalam karena tidak jadi mengantar adek.. maafin abang soal itu ya dek. Bukan niat abang buat adek menunggu lama, cuma memang abang ketiduran. Abang kemaren menyelesaikan revisi untuk skripsi abang, jadi siap sholat subuh abang masi ngantuk dan niatnya mau tidur sebentar saja, tapi malah kesiangan. Adek maafin abang kan?"


"Iya.. kan semalam uda adek bilang dimaafin," celetuk Aini.

__ADS_1


"Tulus dari hati nggak ni maafinnya?" tanya bang Baim dengan nada menggoda dan melihat wajah Aini dari kaca spion motornya.


"Iya... Tulus dari hati kok..," Aini sedikit tersenyum.


Bang Baim yang menyaksikan itu langsung merasa terbang ke atas awan sangking senangnya.


"Alhamdulillah.. uda sampai.. cepat turun dek.. ongkosnya sepuluh ribu ya," ucap bang Baim menirukan gaya tukang ojek online biasanya.


"Eh, bayar rupanya? Nyesel deh jadi ikut tadi. Mending naik angkot aja, cuma tiga ribu rupiah," cibir Aini.


Bang Baim tertawa. "Bercanda lhoo dek, mana mungkin abang tega meminta bayaran sama anak kecil, ntar nagis lagi."


"Idiihhh... siapa suruh mau dekat-dekat sama anak kecil," Aini melengos dan hendak berjalan menuju gerbang sekolah tetapi ia teringat sesuatu.


"Oh iya, makasi bang uda dianterin," ucapnya kemudian berlari menuju gerbang sekolah.


Ia buru-buru karena takut dilihat oleh teman-temannya yang nantinya bakal bergosip ria kalau melihat seorang Aini yang tidak dekat dengan para siswa di sekolah tetapi malah diantar cowok ke sekolah. Bisa jadi trending topik ntar dia, itu sangat tidak di sukai Aini. Tau sendiri kan kalau Aini seorang yang introvert, jadi ia tak ingin urusan pribadinya diusik orang lain.


Sementara bang Baim geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu gadis kecil itu. Ia tak habis pikir bagaimana bisa ia menyukai gadis kecil itu.


Jika di ingat-ingat dulu...


.


.


.


.


.


tbc


_________


vote yang banyak ya zeyenggg


author mau sok gaul ah bahasanya🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2