
"Kamu baik-baik saja? Apa dia menyakitimu?" tanya Bagas setelah kepergian Hairul.
"Tidak, dia hanya menawarkan minuman," jawab Aini sekilas dan menyeruput sedikit minuman yang sudah berada di tangannya.
"Syukurlah, kalau sampai dia menyakitimu, aku pasti tidak bisa memaafkan diriku sendiri," timpal Bagas.
Pernyataan Bagas barusan membuat Aini jadi ambigu. "Apa maksudmu berkata seperti itu Gas?"
"Memangnya apa? Aku hanya berusaha menjalankan amanat Sara untuk menjaga mu selama dia pergi," jelas Bagas.
"Sejujurnya aku memang ingin selalu menjaga mu Aini," batinnya.
"Makasih ya, tadi aku sempat takut juga kalau kamu tidak keburu datang. Kita tahu bersama la ya, Hairul itu orangnya gimana, aku takut tiba-tiba dia bawa aku pergi dari sini dan aku tidak tahu jalan pulang."
"Selamat malam teman-teman semua, thanks ya uda mau hadir di acara ulang tahun teman kita Trisya yang ke 14 ini. Sebelum kita mulai acaranya, mari kita sambut orang yang kita tunggu-tunggu, Trisya ayo keluar!" terdengar seorang pembawa acara tengah berbicara lewat pengeras suara.
Semua mata tertuju pada gadis cantik di depan sana yang baru saja keluar dari pintu samping rumahnya. Siapa lagi kalau bukan Trisya, gadis yang lagi berulang tahun hari ini. Dia begitu cantik menggunakan gaun seperti princess aurora yang berwarna pink serta hiasan mahkota di atas hijab tipisnya. Wajar semua mata memandang ke arahnya, karena dia ratu di acara ini. Tak kalah menarik juga dengan kue tart berbentuk tingkat yang sudah berada diatas meja bundar di depannya, berwarna senada dengan bajunya, serta hiasan boneka princess aurora dia atas kue nya membuat pesta ulang tahun ini terlihat begitu indah karena pasti dipersiapkan secara matang.
"Eh, maaf ya lama. Aini baik-baik saja kan Gas?" Sara datang menghampiri Bagas yang sedang duduk bersebelahan dengan Aini.
"Aman, aku uda usir hama-hama yang mengganggu," sahutnya enteng.
"Emang aku tanaman, di gangguin sama hama!" celetuk Aini.
"Teman-teman sekalian, diharapkan berdiri untuk sama-sama menyanyikan lagu ulang tahun buat Trisya," ucap mc lagi.
"Udah, jangan pada ribut, cepat kalian berdiri!" perintah Sara pada dua temannya yang sedang adu mulut itu.
Mereka bertiga sudah berdiri dan ikut menyanyikan lagu ulang tahun yang dipimpin oleh mc tadi.
potong kue nya
potong kue nya
potong kue nya sekarang juga
sekarang juga
sekarang juga...
Setelah kue berhasil dipotong Trisya, semua tamu undangan yang hadir tak sabar menunggu gadis itu akan memberikan potongan kue pertama tersebut untuk siapa. Ternyata Trisya memberikan kue nya kepada wanita yang sudah melahirkannya, yaitu mamanya.
"Makasih ya ma, uda merawat aku dari bayi sampai segede gini," ucap Trisya pada mamanya. Kebetulan di sana tidak terlihat papa Trisya karena mungkin sedang tugas di luar kota.
"Sekarang potongan kue kedua akan diberikan kepada siapa ya..?" tanya mc yang menggoda Trisya.
__ADS_1
"Potongan kue yang kedua ini aku berikan untuk orang yang aku sayang setelah papa dan mama. Alfi, ini buat kamu." Trisya berjalan ke arah Alfi yang berada tidak jauh dari jangkauannya. Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Alfi. Ternyata dia lelaki yang beruntung yang bisa menaklukkan hati Trisya.
Sementara dibagian belakang dari kerumunan orang yang tengah menyaksikan Trisya dan Alfi di depan sana, ada tiga teman Alfi yang saling pandang. Mereka tentu saja Aini, Sara dan Bagas.
"Alfi bukannya kemarin mau PDKT sama Aini, kenapa malah jadi sama Trisya?" batin Sara.
"Jadi Alfi sama Trisya?" tanya Bagas pada kedua orang yang saling bersahabat di sampingnya.
Aini mengangkat bahunya. "Sepertinya begitu," sahut Aini.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Bagas lirih.
"Apa? Kamu ngomong apa barusan Gas?" tanya Aini yang tidak mendengar ucapan Bagas.
"Tidak, aku cuma ikut senang kalau Alfi sama Trisya jadian," kilah Bagas. Padahal ia senang karena saingannya untuk mendapatkan Aini sudah berkurang.
"Aku juga senang kalau Alfi sama Trisya, setidaknya aku merasa lega karena terhindar dari fans Alfi yang sempat mengira kalau aku yang akan jadi pacarnya," batin Aini.
"Oke guys, berhubung yang ulang tahun sudah menemukan pasangannya. Gimana kalau kita main game untuk menemukan pasangan kita juga," ucap mc kembali setelah Trisya selesai memberikan kue kepada Alfi.
"Aturan mainnya seperti ini, kalau saya bilang kanan maka para cowok harus berdiri sedangkan para cewek harus duduk/jongkok jika tidak mendapat kursi, dan sebaliknya jika saya bilang kiri maka para cewek yang berdiri dan para cowok yang duduk. Nah, jika nanti ada yang salah saat saya menyebutkan instruksinya, maka yang salah akan di hukum untuk menyatakan perasaan di hadapan orang yang di sukai. Saya minta kerja samanya ya teman-teman, agar sportif dalam bermain, juga tolong lihat teman di sekitar kalian masing-masing agar tidak ada yang berbohong jika bersalah, karena saya tidak bisa memperhatikan kalian satu per satu dari sini. Kalian mengerti?" jelas mc panjang lebar.
"Mengerti," sahut mereka serentak.
"Permainan apaan sih, nggak mutu banget!" gerutu Sara.
"Ikuti saja, anggap saja ini seru-seruan sesama teman seangkatan kita sebelum nantinya kita beneran berpisah," sahut Bagas yang ingin mengikuti permainan itu.
"Iya, ikutin aja kali Ra. Lagian kalau kau yang kena hukum kan tidak sulit, tinggal menyatakan perasaanmu pada Amar saja yang jelas-jelas dia pacar mu," timpal Aini.
"Bersiap kawan-kawan.. Kita mulai dari.. KIRI! Semua cewek sudah berdiri dan cowok sudah duduk/berjongkok.
Beberapa kali mc menyebutkan antara kanan dan kiri secara bergantian namun belum juga ada yang melakukan kesalahan.
"KIRI!" sebut mc nya kembali.
"Bagas, kau kok berdiri? Kau salah ya?" tanya Sara yang melihat Bagas berdiri disamping Aini.
"Astaga." Bagas menepuk dahinya pelan. "Mati aku," pikirnya.
"Gimana kawan-kawan, masih belum ada yang salah juga?" tanya mc dari depan.
"Ada.. si Aldo salah ni," teriak suara cowok dari arah kiri.
Sara juga tak kalah hebohnya. "Ini si Bagas juga salah," tunjuknya pada lelaki itu.
__ADS_1
"Ayo, yang salah boleh maju ke depan ya, untuk segera menyatakan perasaan kalian terhadap cewek yang kalian suka melalui pengeras suara ini," ucap sang mc.
Aldo yang teman Trisya anak unggulan sudah maju ke depan dan berdiri di sebelah mc. Bagas mau tidak mau juga ikut ke depan karena di dorong-dorong oleh Sara.
"Baiklah, dua orang cowok di depan ini akan menyatakan perasaannya pada dua orang cewek pula yang hadir di pesta malam ini. Saya yang memang teman dekatnya Aldo sudah pasti tahu kalau Aldo sudah punya pacar, tentu saja dia akan menyatakan cinta untuk pacarnya. Jadi kalian setuju nggak, kalau Bagas yang lebih dulu menyatakan perasaannya pada salah satu cewek di pesta ini?" tanya mc pada para tamu untuk memberi dukungan.
"Setuju.. " teriak sebagian orang di pesta malam itu.
"Silahkan Bagas, nyatakan perasaan kamu," pinta sang mc yang sudah memberikan alat pengeras suara ke tangan Bagas.
Bagas nampak gugup, tangannya juga sudah basah karena mengeluarkan keringat. Mulutnya seperti kaku ingin mengucapkan kata-kata sederhana itu. "Ayo buruan, tunggu apalagi?" desak si mc.
"A.. aku.. suka sa.. sama ka.. mu, Aini," ucap Bagas yang begitu kesulitan mengucapkan kata-kata itu.
Sebagian orang yang tidak mengenal Aini bertanya-tanya satu sama lain.
Aini siapa?
Dimana cewek yang nama Aini?
Yang mana orangnya?
.
.
.
.
.
tbc
_______________
Beri vote dong readers.
pada punya poin kan untuk kasi aku vote.
yang belum tau aku kasi tau ni caranya.
Buka halaman beranda, klik pusat misi kemudian ambil poin, setelah poin kalian terkumpul, bisa bagi2 dong ke aku dengan cara klik bacaan vote disebelah gambar profil aku😊🙏
Kumpulin poin sebanyak2 nya dan jan pelit untuk di bagiin ke aku😉😉👍
__ADS_1