Tuhan Ku Ingin Dia

Tuhan Ku Ingin Dia
Panci Tresno


__ADS_3

"Ra, besok temani aku ke mini market dekat sekolah ya, ada yang mau aku beli..," ucap Aini saat Sara menoleh ke belakang karena lengannya di pegang Aini.


"Oke.." jawab Sara dengan menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk bulatan dan ketiga jari lainnya berdiri tegak.


**********


"Bu.. mulai minggu depan ayah lembur.." kata ayah Broto memulai pembicaraan selesai makan malam.


Kini mereka berada di ruang tamu sambil menonton tv dengan ketiga anaknya.


"Alhamdulillah.." jawab ibu sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah.


Ibu Ema bersyukur karena kalau ayah lembur berarti uang belanja bulanan ibu jadi bertambah.


Ternyata bukan ibu saja yang menyadari hal itu, tapi...


"Yess.. ayah lembur.." kata anak kedua mereka, yakni Iva.


"Emang kenapa dek?" tanya Aini pada adiknya.


"Aku senang ayah lembur.. Karena itu berarti ayah akan dapat tambahan gaji bulanan kan?" Iva malah bertanya balik.


"Ya teruuussss?" tanya Ibu dan Aini berbarengan.


"Aku mau minta belikan sepatu baru sama ayah.. kan sepatu ku sudah jelek.." sambil memasang muka sedih biar di kasihani.


Seketika semua orang yang ada di ruang tamu itu memperhatikan Iva. Aini mencubit pipi adiknya gemas."Dasar anak kecil, ngerti apa soal uang..??"


Malah di balas Iva dengan nyengir-nyengir kuda dan menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Nggak boleh!" ketus ibu.


"Ibu sudah berencana mau beli panci yang untuk masak daging agar cepat lunak itu. Panci apa ya namanya, kalau nggak salah panci tresno.. tresno gitu," lanjut ibu sambil mengingat-ingat nama panci yang dimaksud.

__ADS_1


"Aku tresno karo koe dek(Aku cinta sama kamu dek), sahut ayah Broto sambil menggenggam tangan ibu yang berada di sebelahnya.


Ibu Ema langsung tersipu-sipu malu dan pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus. cieee.. ayah pande gombal


Aini dan kedua adiknya pun tertawa melihat tingkah laku ayah dan ibu mereka. Begitulah keharmonisan keluarga Aini, walau hidup mereka sederhana dan bahkan dapat dikategorikan pas-pasan tetapi tak mengurangi sedikitpun kebahagian di dalamnya.


Aini menggelengkan kepalanya. "Bukan panci tresno lhoo bu.. tapi panci presto."


"Oh, Iya nya? uda ganti nama ya?" tanya Ibu dengan polosnya.


Lagi, Aini menggelengkan kepalanya. "Dari dulu namanya memang itu bu.. Bukan diganti.. Ibu aja yang nggak tau."


"Jadi ayah banyak uang ya kak?" tanya si bungsu tak mau kalah.


"Nggak banyak dek.. cuma ada sedikit tambahan aja.." sahut Aini.


"Kalau kak Iva minta beli sepatu baru, adek juga minta beli tas baru la yah.." rengek si bungsu kepada ayah.


Ayah Broto diam saja. Menyesal juga memberitahukan bahwa ia dapat lembur di depan anak-anaknya, jadi semua minta dibelikan sesuatu kan. Apalagi sang ibu yang tidak mau mengalah dengan anaknya. Membuat ayah jadi pusing saja.


Semuanya hanya diam saja sambil kembali menonton tv. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kedua adik Aini sudah lebih dulu masuk ke kamar lima belas menit yang lalu, disusul ibu Ema yang menemani mereka sampai tertidur.


Tinggallah ayah Broto dan Aini yang masi menonton acara tv yang menampilkan lawakan-lawakan sule dkk. Setelah iklan, ayah bergegas masuk ke kamar juga. Sebelumnya ayah berpesan agar Aini segera tidur agar bisa bangun lebih cepat besok pagi tanpa harus di banguni ibu.Tau sendiri kan kalau setiap pagi suara ibu Ema selalu cetar membahana kalau sudah membangunkan ketiga anaknya.


Di dalam kamar...


Aini melihat hp nya berdering. Ia membuka pesan ternyata dari nomor baru lagi.


(21.10)


081272xxxx: Assalamu'alaikum


(21.15)

__ADS_1


081272xxxx: Lagi apa Aini?


(21.18)


081272xxxx: Kok nggak di balas?


081272xxxx: Uda tidur ya?


Begitu rentetan chat dari nomor baru di wa Aini. Aini mengernyit sambil mengingat-ingat nomor baru ini. "Apa ini nomor Hairul?" batinnya. Sepertinya bukan, karena nomor yang kemaren uda aku save, seharusnya kalau Hairul pasti muncul namanya.


"Lalu ini siapa lagi?" tanyanya pada diri sendiri.


Baru hendak membalas pesan itu, tiba-tiba ibu muncul dari balik pintu.


"Aini, cepat tidur.. jangan main hp terus," omel ibu yang melihat Aini menggenggam hp nya.


Aini mengangguk dan langsung menon-aktifkan data selularnya, serta membuat alarm seperti biasa lalu meletakkan hp itu di meja sebelah ranjang nya. Ia pun segera terlelap dan masuk ke alam mimpi.


.


.


.


.


.


tbc


___________


mana jempol nya????

__ADS_1


jan lupa beri vote dan klik hati jg♥️♥️♥️


__ADS_2