Tuhan Ku Ingin Dia

Tuhan Ku Ingin Dia
Sepucuk Surat


__ADS_3

Aini kembali ke kamar setelah ia menyelesaikan makan siangnya. "Buka nggak ya ni kado?" ucapnya sambil berdiri di samping ranjang nya. "Ah, bodo amat! Mending aku tidur," batinnya lagi. Aini langsung mengambil kotak kado itu dan memindahkannya ke bawah tempat tidurnya.


Sore harinya, Aini terbangun dari tidurnya. Ia tidak mendapati dua adiknya di sana. "Mungkin mereka sudah bangun," pikir Aini. Ia turun dari ranjang dan kembali melihat kado yang ia letakkan di bawah ranjang nya. "Sayang juga kalau kadonya tidak di buka, lagian aku kan nggak pernah minta diberikan kado, berarti sah-sah aja kan kalau aku menerima kado ini," pikirnya lagi. Saat hendak membuka kado itu, ia melihat jam yang menempel di dinding kamarnya. Ternyata sudah lewat waktu ashar, ia pun mengurungkan niat untuk membuka kado itu dan langsung pergi ke kamar mandi untuk segera berwudhu dan menunaikan kewajibannya.


Usai sholat, ibu Ema menyuruhnya untuk membantu memasak. Ibu yang masih kepo tentu menanyakan kembali apakah kado yang diberikan Baim sudah di buka atau belum. Ternyata untuk kedua kalinya ibu Ema kecewa karena mendapat jawaban yang sama, karena Aini belum juga tau apa isi kado itu.


"Benar yang aku duga, kalau Aini pasti sulit menerima barang apapun yang diberikan oleh orang yang pernah menyakitinya," batin ibu.


"Kadonya di buka aja kak, kan sayang kalau di anggurin," bujuk ibu pada anak sulungnya itu.


"Iya, nanti deh bu," sahut Aini malas sambil tangannya terus memotong sayuran.


"Kalau ibu perhatikan, Baim itu orangnya baik ya kak," tutur ibu untuk meluluhkan hati anaknya.


"Mungkin," ucap Aini singkat. Aini bertanya-tanya dalam hati, kenapa ibunya tiba-tiba membicarakan Baim, padahal selama ini ibunya tidak pernah membahas cowok manapun saat mereka sedang memasak begini. "Apa ibu ingin aku berbaikan dengan bang Baim?" pikirnya.


"Kakak belum juga bertegur sapa dengannya?" tanya Ibu lagi.


Seketika lamunan Aini buyar karena mendengar suara ibu. Gadis itu hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan ibu tadi.


"Kenapa? Bukannya ibu sudah pernah bilang kalau Baim memang belum punya pacar, jadi tidak ada siapapun yang bisa melarang kakak untuk berteman dengannya," ujar Ibu.


"Masih malas aja bu, takut kejadian dua kali!" celetuk Aini.


"Ya, ibu tidak bisa memaksa kakak. Semua keputusan ada di kakak. Cuma saran ibu, tidak ada salahnya kan untuk kembali bertegur sapa dengannya. Apa salahnya? toh kalian juga tidak punya hubungan yang spesial, jadi kalau memang akan ada lagi orang yang menelpon kakak dan bilang kalau dia pacarnya Baim ya bilang saja, kalau kakak cuma temannya, atau sudah dianggap adiknya, bukan siapa-siapa nya. Begitu saja kok repot!"


"Iya juga," batin Aini.


* * *


Malam harinya, Aini mengerjakan tugas sekolah di kamar nya. Di sana juga terlihat kedua adiknya mengerjakan hal yang sama.

__ADS_1


"Kak, yang ini gimana caranya?" tanya Iva saat tidak dapat menyelesaikan tugasnya sendiri. Aini pun ikut membantu sang adik untuk menyelesaikan tugasnya, begitu pula dengan si bungsu yang masih sangat perlu bimbingan dalam belajar, sebab ia masih duduk di bangku kelas 2 SD, Aini juga turut serta membantunya.


"Alhamdulillah sudah selesai," ucap si bungsu.


"Kalian enak uda pada siap karena kakak bantuin. Sekarang tugas kakak jadi yang belum selesai," keluhnya pada dua adiknya itu.


"Aku bobok duluan ya," sambung Iva.


"Aku juga deh," timpal Tia.


"Ah, curang kalian, masak kakak di tinggal sendirian ngerjain tugas. Sudah di bantu, malah kakaknya di tinggal tidur," ucap Aini berpura-pura sedih.


"Selamat malam kakak ku sayang," ledek Iva.


Aini melempar bantal ke arah Iva yang berada sedikit di atasnya, karena tempat tidur Iva memang berada di atas tempat tidur Tia. "Awas adek ya, lain kali kakak nggak mau bantuin!" Iva hanya terkekeh geli dengan ancaman kakaknya itu dan langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya di susul Tia yang juga sudah menarik seluruhnya dan akan segera terlelap.


Saat dirasa kedua adiknya sudah tertidur pulas, Aini melirik ke arah kado yang diberikan Baim. Ia pun mengambilnya dan membukanya perlahan.


Setelah beberapa detik, keseluruhan kertas kado tadi sudah terbuka. Aini mengeluarkan satu per satu barang yang ada di dalam kotak tersebut.


"Alquran mini, buku, alat tulis dan secarik kertas," ucapnya dalam hati. Ia letakkan semua barang itu begitu saja, lalu ia mulai membuka kertas yang dilipat beberapa kali itu dan membaca isinya.


From : Baim


To : Aini


Assalamu'alaikum wr.. wb..


Alhamdulillah, setelah sekian lama abang ingin sekali bertegur sapa dengan adek lagi, tapi baru hari ini abang bisa berbicara dengan adek walau hanya lewat sepucuk surat. Sebelum menjelaskan semua permasalahan yang terjadi diantara kita, abang mau ucapin selamat ulang tahun buat adek. Semoga umurnya berkah, rezekinya lancar, selalu diberi kesehatan dan kelak bisa tercapai semua yang dicita-citakan. Aamiin..


Jujur abang mau bilang kalau abang begitu sedih dengan sikap adek selama ini. Abang awalnya tidak tahu pasti hal apa yang membuat adek menjauh dari abang. Setiap kali abang ingin bertanya, selalu adek tidak memberi kesempatan abang untuk berbicara. Bahkan adek selalu menghindar agar tidak bertatap muka dengan abang. Apa wajah abang mirip seperti hantu, jadi adek takut untuk bertemu dengan abang?

__ADS_1


Waktu itu abang pernah bertemu sama ibu, kata ibu kalau adek pernah di telepon seorang wanita yang mengaku sebagai pacar abang. Kalau adek mau tahu kebenarannya, wanita itu memang benar pacar abang. Tapi itu dulu, waktu abang masih tinggal di kampung yang lama. Abang pindah kemari juga salah satunya untuk menghindari wanita itu. Namanya Yuna, dia mantan pacar abang yang abang putusin karena dia selingkuh. Abang juga tidak tahu kenapa dia bisa menemukan tempat tinggal abang yang sekarang, padahal abang tidak memberitahu siapa pun kalau abang pindah ke sini. Wanita itu memang masih mengharapkan abang, tapi abang sudah tidak mengharapkannya lagi. Abang minta maaf jika wanita itu yang membuat adek sakit hati.


Satu lagi, dibagian kotak paling bawah ada sepasang kalung berbentuk hati. Dengan surat ini abang mau menyampaikan perasaan abang pada adek. Kalau sebenarnya abang sudah lama jatuh hati terhadapmu. Mungkin ini terkesan tidak jentelmen karena tidak terucap secara langsung, namun abang takut ini terlalu cepat abang katakan mengingat usia adek yang masih sangat muda. Kalung itu sengaja abang beri sepasang agar nanti saat adek mau menerima abang, maka adek bisa berikan salah satu kalung itu kepada abang. Di sana terdapat nama abang dan adek dari masing-masing kalung. Jika adek menerima abang, adek bisa berikan kalung yang bernama adek untuk abang, anggap itu sebagai simbol hati adek yang adek titipkan pada abang dan juga sebaliknya, kalung yang bernamakan abang juga adek simpan sebagai simbol hati abang yang harus adek jaga. Tetapi jika adek menolak abang, adek bisa membuang kalung itu agar tidak lagi mengingatnya.


Jangan jadikan ini beban pikiran buat adek. Pikirkan saja tentang sekolah adek yang sebentar lagi akan mengadakan ujian akhir sekolah. Sebenarnya abang tidak mau mengajak adek untuk pacaran, hanya saja abang takut kalau abang tidak mengungkapkan perasaan abang ini, adek merasa kalau abang mempermainkan perasaan adek, atau takutnya adek malah sudah membuka hati untuk pria lain. Apapun jawaban adek, abang terima dengan ikhlas, walau itu pahit. Jika adek meminta abang untuk sabar menunggu sampai adek tamat, maka jawabannya abang SIAP!


Sekali lagi abang minta maaf atas semua kesalahan abang terhadap adek dan juga atas nama Yuna yang telah menyakiti perasaan adek. Kalau pun adek belum siap menerima abang layaknya seorang kekasih, abang harap kita bisa kembali berteman seperti dulu. Saling bertegur sapa bila bertemu, tidak acuh tak acuh seperti belakangan ini. Itu saja yang mau abang sampaikan sama adek, semoga Allah selalu melindungi dan merahmatimu.


Salam sayang dari orang yang mencintaimu karena Allah.


.


.


.


.


.


tbc


______________


jan lupa Like


capek bolak balik ngetik utk buat suratnya bisa cetak miring, eh balik lagi kek biasa.


maaf ya curhat🙏🤭


biar readers tau, kalau nulis itu gak gampang ya

__ADS_1


author doain yg rajin Like di lancarkan rezekinya🤲😊


__ADS_2