Tuhan Ku Ingin Dia

Tuhan Ku Ingin Dia
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Flash back on


Setahun yang lalu, Baim pindah ke kampung sekitar Aini tinggal, lebih tepatnya tinggal di masjid kampung itu. Dulu ia tinggal di kampung lain yang lumayan jauh dari kampung itu, namun karena ada sesuatu hal di masjid tempat ia tinggal dulu, akhirnya ia hijrah ke tempat yang baru.


Kala itu ia baru keluar dari kamar yang berada di samping kanan masjid, yang mana kamar itu memang disediakan untuk marbot masjid. Baim yang baru beberapa hari tinggal di masjid itu pun masi asing dengan lingkungan sekitar. Jadi dia perlu mendekatkan diri dengan banyak orang di kampung itu agar ia tidak merasa sendiri. Saat melewati pintu masjid untuk wanita, ia mendengar ada seseorang yang melantunkan bacaan Alqur'an, ia mengintip dari balik pintu siapa wanita yang sedang melantunkan ayat-ayat Alqur'an dengan merdunya. Didapatinya seorang gadis kecil sedang duduk memangku kitab Alqur'annya. Saat itu perasaannya biasa saja.


"Oh, hanya gadis kecil," batinnya.


Hari demi hari yang dilalui Baim tak luput dari kegiatannya mendengar lantunan ayat suci tersebut ketika menjelang maghrib, karena gadis kecil itu selalu datang beberapa menit sebelum azan maghrib untuk melakukan hal tersebut. Di masjid ternyata diadakan pengkajian Alqur'an setiap selepas maghrib. Gadis kecil itu juga ikut serta di dalamnya.


Suatu ketika ustadz yang mengajarkan Alqur'an tidak hadir, jadi karena para murid sudah berkumpul di teras masjid, Baim berinisiatif menggantikan ustadz itu untuk mengajarkan Alqur'an. Saat gadis kecil itu mendapat giliran membaca, dia datang dan duduk berhadapan di depan Baim. Seperti biasa yang dilakukannya dengan ustadznya, kalau sang ustadz akan menyimak bacaan setiap murid yang datang satu per satu ke hadapannya. Itulah yang dilakukan Aini si gadis kecil yang sering diperhatikan Baim belakangan ini.


Itu kali pertama Baim bertatap muka langsung dengannya, selama ini ia hanya melihat punggung badannya dari balik pintu saat mendapati Aini mengaji menjelang maghrib. Saat itu degup jantungnya berdetak kencang tak beraturan seperti orang yang baru melakukan maraton. "Perasaan apa ini? Hanya berhadapan dengan gadis kecil ini saja mengapa bisa jantungku berdegup kencang?" batinnya.


Sejak saat itu ia mulai memberanikan diri mengenal gadis itu lebih jauh. Dari mulai berbasa basi menanyakan namanya, meminta nomor handphone dengan dalih jika sewaktu-waktu ada perlu maka bisa langsung menghubunginya, dan dia juga ikut andil menjadi remaja masjid karena ingin dekat dengan gadis itu. Sampai pada akhirnya dia malah ditunjuk para anggota untuk menjadi ketua remaja masjid karena ketua yang lama sudah pindah dari kampung situ.


Walau dia tahu gadis kecil itu masih berstatus pelajar, tapi dia tak menyangka ternyata gadis itu memang masi sangat.. sangat belia sekali. Bagaimana tidak, ternyata gadis kecil itu masih pelajar SMP, yang notabene ny masi sangat labil sebagai seorang remaja. Baim kira gadis kecil itu telah duduk di bangku SMA, makanya dia mulai mendekatkan diri, karena masa SMA kan sudah mulai beranjak dewasa, jadi Baim bisa la untuk lebih dekat dengannya. Lah tau-tau nya masi SMP.


Baim sempat menjauhkan diri beberapa saat dari gadis kecil itu. Itu alasan mengapa saat Aini bertemu dengannya di dekat warung, Baim diam dan berlalu begitu saja (baca: bab rapat). Tapi ternyata yang dilakukan atas perintah kerja otaknya lain dengan perasaannya, dia malah kehilangan sosok yang belakangan mengisi hatinya. Walau dia sudah berusaha keras untuk melupakan gadis kecil itu, tapi setiap detik dia ingat lagi dan lagi tentangnya.


Akhirnya dia memutuskan untuk menjaga gadis kecil itu sampai menuju tahap kedewasaannya. Mencoba melindunginya tanpa sepengetahuan si gadis kecil itu. Itu juga lah yang menjadikan alasan ia ingin mengantarkan gadis kecil itu ke sekolah setiap hari, tetapi malah ditolak. apeeesss dahh


Semenjak itu ia yakin akan perasaannya. Itu semua tak luput dari kuasa Allah yang Maha membolak balikkan hati manusia. Kita sebagai manusia sudah berencana tetapi Allah yang berkehendak.


Seperti Baim yang sudah berencana menjauhi Aini, tetapi Allah tetapkan Aini di dalam hatinya.


Flash back off


**********


Sepulang sekolah, Aini bersama Sara berjalan beriringan menuju tempat pemberhentian bis untuk menunggu angkot mereka datang. Tetapi ada yang memanggil mereka dari belakang.


"Aini...."


Aini menoleh ke arah suara sambil mengernyit. "Ada apa dengannya?"


"Haii... aku mau ngomong sesuatu sama kamu," kata Hairul. Ya, ternyata yang memanggil tadi ialah Hairul, siswa yang beberapa waktu lalu sempat menyatakan perasaannya melalui chat wa dengan Aini.

__ADS_1


"Yaudah, ngomong aja," sahut Aini sedikit ketus.


"Tapi aku mau ngomong berdua," katanya sambil menatap Sara bermaksud menyuruh ia pergi meninggalkan Aini beberapa saat.


"Aku nggak bisa kalau cuma berdua." Kali ini Aini menggenggam tangan Sara hendak mengajaknya segera pergi dari situ.


"Baiklah.. tunggu sebentar," tangannya kini mengambil sesuatu di saku celananya.


"Ini buat kamu," sambil menyodorkan sebatang coklat silv*r queen yang baru diambilnya.


Aini tampak berpikir keras. " Untuk apa? Ulang tahunku masi jauh kok."


"Ini melambangkan perasaanku ke kamu.. rasanya semanis coklat ini," katanya lagi sambil tersenyum.


Aini mulai paham arah pembicaraan Hairul. "Maaf, kalau begitu aku tidak bisa terima."


Aini mulai melangkahkan kaki dan menarik tangan Sara yang masi di genggamnya.


"Tunggu... Tapi kenapa Aini? Apa aku salah mencintaimu?" Sambung Hairul yang sudah terang-terangan mengutarakan perasaannya.


Mungkin bila bukain Aini, pasti Hairul sudah di tinggal pergi begitu saja atau bahkan tidak di tanggapi sama sekali karena yang ditembak tak mempunyai sedikit perasaan pun terhadapnya. Namun Aini tidak demikian, walau dia tidak menyukai siswa itu, ia masi bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar dan tidak sopan. Itu lah yang diajarkan kedua orangtuanya terhadapnya.


Hairul menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. "Baiklah, bila itu yang kau mau, aku akan tunggu masa itu tiba." Hairul langsung pergi meninggalkan Aini dan Sara di dekat gerbang sekolah.


Sara bertepuk tangan. "Hebat kau Aini, bisa menolak dia dengan cara yang halus sepeti itu. Aku mungkin belum bisa sepertimu. Kalau aku jadi kau pasti aku langsung bilang kalau aku tak menyukainya."


Aini diam sejenak. "Uda ayo kita pulang."


"Ni, kau serius nggak mau pacar-pacaran sampai tamat sekolah?" tanya Sara di saat mereka menunggu angkot di halte bis.


"Ya gitu deh.. ayah ku juga melarang. Memang setelah ku pikir-pikir untuk apa kita pacaran? nggak bermanfaat, malah mendatangkan dosa," tutur Aini.


"Ya kan seru gitu, tiap hari ada kawan ngobrol. Datang ke sekolah jadi semangat. Trus.. apalagi ya?" Sara tampak berpikir untuk melanjutkan kalimatnya.


"Dasar cah edan," mengeluarkan logat jawanya sambil menggelengkan kepala karena tak habis pikir dengan yang di ucapkan Sara.


"Emang kau tahu dari mana? Kok bisa bilang gitu? seingat ku kau belum pernah pacaran juga," sambungnya lagi.

__ADS_1


"Ya tahu la... sekarang aku kan uda punya pacar," sedikit membusungkan dada dan menepuknya beberapa kali seakan terlihat sombong.


Aini sedikit terkejut, karena selama ini dia tak tahu siapa pacar Sara. "Emang siap pacar mu?"


"Siapa lagi kalau bukan Amar..." senyum sumringah terpancar dari wajahnya.


"Haahh?? Sejak kapan?" tanya Aini dengan nada sedikit terkejut.


"Sejak dua hari yang lalu..." Wajahnya merona mengatakan hal itu.


"Aduuhh... apa sebahagia ini orang yang bakal terjerumus ke dalam dosa," batin Aini.


"Ku ingatkan, jangan berdua-duaan di tempat sepi, ntar yang ketiga setan," sambungnya lagi.


"Siap bu ustadzah!" tangannya memberi hormat seakan-akan menuruti perintah dari komandan.


Tak Lama angkot pun datang. Mereka pulang ke rumah dengan bercanda ria disepanjang perjalanan. Untung angkot sepi, jadi tidak ada yang merasa terganggu dengan gelak tawa mereka di dalamnya. Namun tak tahu dengan supir angkot yang tengah menyetir itu, Aini dan Sara masa bodo aja.


.


.


.


.


.


tbc


___________


sepi amat cem kuburan


komen dong readers..


tetep jan lupa vote, like dan ♥️nya ya

__ADS_1


__ADS_2