
Aini berjalan cepat menuju gerbang sekolah karena lima menit lagi bel akan berbunyi. Ketika memasuki area sekolah, beberapa murid nampak berkumpul di beberapa titik seperti sedang membicarakan sesuatu.
"Apa sih yang mereka bicarakan? Sudah mau bel masih saja menggosip," batin Aini dan terus berjalan menuju tangga ke kelasnya.
Sesampainya di dalam kelas, hal yang sama juga terlihat di sana. Beberapa murid kelas itu juga membuat satu titik kumpul di satu meja seperti sedang berdiskusi. " Ada apa sih semua orang pagi ini?" tanya Aini dalam hati. Ia lalu mengalihkan pandangan ke arah tempat duduk Sara, di sana sahabatnya itu nampak sendirian tengah sibuk memainkan handphone.
"Hei.. Lagi lihatin apa tuh? Serius amat!" sapa Aini pada sahabatnya yang sedang duduk sendirian di barisan paling belakang.
"Eh Ni, datang juga kau akhirnya. Suntuk kali aku lihat orang itu," tunjuknya dengan menggerakkan sedikit dagunya pada sekumpulan murid yang tengah berdiskusi itu.
Aini mendudukkan diri di bangku sebelah Sara. "Pada ngobrolin apa rupanya orang tu?" tanya Aini penasaran.
"Biasa la, heboh masalah undangan anak unggulan itu!" sahut Sara dan masih saja memainkan handphonenya.
"Si Trisya maksudnya?" tanya Aini memastikan.
"Kau pikir siapa lagi yang ngasih kita undangan senin kemaren kalau bukan dia?" ketus Sara.
"Oh, malam ini ya acaranya?" Aini sambil mengingat kembali undangan yang kemarin sempat diberikan siswi unggulan itu. Ia hanya membaca sekilas saja, jadi tidak ingat pasti kapan acara ulang tahunnya berlangsung.
"Iya lah, emang kau nggak baca di undangannya?"
"Enggak," sahut Aini santai.
"Astaga.. Jadi nanti malam kau pergi atau tidak ke pesta itu?" tanya Sara.
"Kalau kau pergi, aku juga." Aini sudah beranjak ingin pergi ke bangkunya, karena beberapa saat yang lalu bel telah berbunyi dan para murid sudah duduk di bangkunya masing-masing.
"Aku akan pergi, tapi dengan Amar," ujar Sara.
"Ya sudah kalau begitu aku tidak akan pergi," timpal Aini sambil berjalan menuju bangkunya.
"Hei.. Kenapa?" Sara sedikit berteriak karena Aini sudah duduk di bangkunya yang sedikit jauh di depan Sara. Aini mendengar teriakan Sara namun ia tidak membalas pertanyaan itu karena guru sudah memasuki kelas.
* *
Sara menghampiri Aini yang masih menyiapkan catatan pelajaran tadi, padahal bel istirahat telah berbunyi. "Ni, kau beneran tidak pergi ke pesta Trisya?"
"Hmmm.." sahut Aini tanpa menoleh.
"Kenapa?" tanyanya lagi.
"Nggak ada kawan buat pergi." Aini sudah menyimpan bukunya ke dalam tas dan akan keluar kelas untuk pergi ke kantin.
"Jadi aku tidak kau anggap sebagai teman? Kita akan pergi bersama," ujar Sara yang sudah mengikuti langkah kaki Aini dari belakang.
__ADS_1
Aini menghentikan langkahnya dan menoleh. "Bukannya kau akan pergi bersama Amar?"
"Tidak.. aku hanya bercanda. Kau pikir saja, rumah Amar dan kita sangat jauh. Lagi pula rumah Amar itu tidak jauh dari rumah Trisya, jadi tidak mungkin aku menyuruhnya menjemputku dulu dan pergi ke rumah Trisya. Itu pasti sangat melelahkan, jadi aku akan bertemu dia di pesta saja," jelas Sara.
Aini ber Oh ria dan melanjutkan kembali langkahnya untuk segera ke kantin.
"Dimana kita akan duduk?" ucap Aini saat tiba di depan pintu kantin. Hari ini kantin sangat ramai, lebih ramai dari biasanya, entah karena Aini yang kelamaan datang ke kantin sehingga ia dan Sara tidak mendapatkan tempat duduk atau karena para murid sedang betah duduk di kantin hari ini.
"Di sana aja yuk," ajak Sara yang sudah menarik pergelangan tangan Aini. Terlihat seorang siswa berkacamata sedang duduk menikmati semangkuk bakso di hadapannya.
"Kita boleh gabung?" tanya Sara pada siswa itu.
"Hei.. kalian.. silahkan duduk saja!" balas Bagas sambil terus menikmati baksonya.
Sara segera mendudukkan diri di hadapan siswa yang merupakan teman sekelas mereka, sedangkan Aini tengah memesankan minuman untuknya dan Sara.
"Ntar malam kau datang Gas?" tanya Sara pada temannya yang bernama Bagas itu.
"Aini datang nggak?" Bagas malah bertanya balik.
"Ku jamin dia datang, karena aku akan pergi bersamanya," ucap Sara sedikit berbisik. Biar bagaimana pun Sara tidak ingin Aini di gosipin satu sekolahan jika tahu sahabatnya itu sedang dekat dengan si Bagas, siswa yang dianggap culun itu.
"Baiklah, aku juga akan datang," sahut Bagas dengan semangat.
"Ngobrolin apa kalian?" tanya Aini yang tiba-tiba sudah berada di belakang Sara.
"Aini datang juga kan?" tanya Bagas meyakinkan pernyataan Sara tadi.
"Insyaallah datang." Aini sudah meletakkan es mangga di depan Sara dan tangan yang satunya juga memegang gelas berisi es jeruk.
Bagas melengkungkan sedikit bibirnya. "Benarkah? semoga kita bertemu di sana."
"Semoga saja," ujar Aini.
"Ehemm.. masih ada aku di sini, kalau kalian lupa!" ketus Sara.
"Siapa yang lupa sih!" celetuk Aini.
"Ya kalian berdua lah. Emang siapa lagi? Mentang-mentang uda pada akrab, aku dilupakan!" ledek Sara.
"Bukannya kebalik ya, semenjak udah jadian sama Amar, aku yang dilupain?" timpal Aini.
"Sudah.. sudah, keburu bel masuk dan minuman kalian belum pada habis," lerai Bagas. Aini dan Sara hanya diam dan langsung menyeruput minuman mereka secara perlahan.
"Nanti malam aku mau dandan yang cantik.."
__ADS_1
"Aku juga sudah membeli baju baru untuk drescode ntar malam.."
"Apalagi aku, pasti semua mata akan tertuju padaku"
Terdengar lontaran kata demi kata dari para siswi yang duduk di belakang Aini. Ternyata hari ini kantin sangat ramai karena para murid sibuk membahas perihal persiapan mereka ke pesta Trisya malam nanti. Aini tak habis pikir, segitu pentingnya membahas masalah ini seakan akan para siswi ingin berlomba-lomba menjadi yang paling cantik di acara pesta ulang tahun teman mereka.
* * *
"Guys.. Jangan pada lupa datang ya ke pesta ku ntar malam," teriak heboh suara Trisya di tengah lapangan dan dipadati oleh para murid di sekelilingnya.
Sara hendak menghampiri kerumunan murid-murid tersebut namun tangannya langsung di tarik Aini. "Mau kemana?" tanya Aini.
"Aku penasaran, si Trisya mau ngumumin apaan?"
"Udah, nggak penting. Ayo kita pulang!" ajak Aini. Sekarang memang sudah jam pulang sekolah, namun para murid masih pada betah di sekolah terutama mendengarkan pengumuman dari gadis yang akan mengadakan peata ulang tahun malam ini.
"Kalian belum pulang?" tanya Bagas menghampiri dua siswi itu. Ia baru saja dari toilet, tadi saat bel pulang sekolah berbunyi di sudah melihat Aini dan Sara yang akan segera pulang, namun sekarang mereka belum juga pulang.
"Iya, ini Sara mau jumpa idolanya dulu katanya," ledek Aini.
"Enak saja, aku hanya ingin mendengar pengumumannya saja ya," kilah Sara.
"Baiklah kalau kalian masih ingin di sini, aku pulang duluan. Sampai jumpa nanti malam," ucap Bagas dengan kedua bola matanya menatap Aini dan berlalu pergi.
"Ya sudah, ayo kita pulang saja." Sara menarik tangan Aini. Aini cukup heran, tadi dia yang mengajak Sara pulang karena Sara sibuk mendengarkan Trisya yang sedang berbicara di lapangan dengan sekerumunan orang, tapi kenapa sekarang sahabatnya itu yang malah ingin cepat pulang. Aini akhirnya mengikuti saja langkah Sara dengan satu tangannya ditarik oleh sahabatnya itu.
.
.
.
.
.
tbc
_____________
Jan lupa di Like
Beri vote juga ya
aku akan up 2 eps lagi hari ini
__ADS_1
🙏😊😊😊