
Hari ini hari Minggu, hari dimana lomba akan dimulai kembali. Hari kedua setelah semalam menyelesaikan tiga cabang perlombaan, sekaligus hari terakhir lomba diadakan.
Semua peserta lomba tampak lebih antusias hari ini. Bagaimana tidak, hari ini akan ada perlombaan yang sangat di tunggu-tunggu para emak-emak. Yaitu peragaan busana muslim atau nama kerennya fashion show. Kelihatan sekali hari ini sudah sangat ramai emak-emak berkumpul untuk mendampingi anak mereka masing-masing. Suasana semakin heboh saja dengan kehadiran mereka yang memainkan spoon dan segala jenis kuas di wajah putra putri mereka, dari kuas terkecil sampai terbesar pun ada, seperti kuas cat tembok kali ya. hehehe
Sangking hebohnya, banyak peserta jadi malah terlihat aneh. Salah satunya yang saat ini mendaftarkan diri di hadapan Aini. Seorang anak kecil yang sebenarnya tanpa make up berlebih sudah cantik, tapi mungkin si emak kelebihan make up jadi lah anaknya di dandanin mirip badut pasar malam. hadeeehhh
Terus ada lagi yang cepol rambutnya begitu tinggi, walau sudah memakai hijab tetap kelihatan cepolnya, mirip kayak pemeran Jarjit di film upin & ipin itu lhoo.. hahaha
Belum lagi yang pakai hijabnya dipadukan beberapa warna jadi satu dengan melilitkan satu dengan yang lainnya. Sampai lilitan itu terlihat mengerikan seakan mencekik leher sang anak.
"Mau lomba atau mau bunuh diri," batin Aini.
Begitulah kehebohan yang tercipta dari perlombaan yang satu ini. Tentunya lomba peragaan busana muslim ini menjadi cabang lomba yang pertama untuk memulai perlombaan di hari kedua ini.
Nggak kebayang gimana kalau ini menjadi lomba penutup. Bisa geger emak-emak sekampung karena make up anaknya pada luntur, sebab uda di make up in dari pagi lombanya malah di mulai siang sampai sore.. hadeeehhh... bisa puyeng tu anak-anak di buat para emaknya karena di poles make up yang tak berkesudahan.
Perlombaan peragaan busana muslim tengah berjalan, suara sorak-sorakan para emak-emak yang mendukung anaknya terdengar lebih memekakkan telinga. Tapi itu tidak mengganggu juri dalam menilai para peserta. Satu per satu peserta sudah menunjukkan bakatnya di atas panggung. Semua peserta kali ini tidak ada yang terlihat grogi seperti kemaren. Mungkin mereka memang sudah terbiasa mengikuti lomba seperti ini kali ya. Baik putra maupun putri yang berjalan bak model cilik papan atas cukup memukau para penonton. Semua berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun dari peserta pertama sampai peserta terakhir.
"Semuanya.. kumpul.. kita makan siang bareng," teriakan salah seorang anggota remaja masjid yang memanggil teman-teman yang lainnya.
"Ini untuk adek.." kata bang Baim sambil memberikan satu nasi kotak kepada Aini. Entah dari kapan ia sudah berada di samping Aini.
Aini mengelus dada sambil beristighfar. "Abang bikin terkejut aja.."
"Eh, maaf deh kalau gitu.. cuma mau ngasi nasi doang masak terkejut," sambungnya.
"Belum lagi abang datang ngelamar kamu ntar," ucapnya lirih nyaris tak terdengar Aini.
Aini yang mendengar pun lantas menoleh ke arahnya. "Abang ngomong apa barusan? nggak kedengaran."
"Bukan apa-apa kok.. Ya uda silahkan di makan nasi nya. Abang gabung sama anak-anak yang lain ya," sambil berlalu meninggalkan Aini yang tadi duduk di pojok sebelah kanan panggung.
Seperti kemaren, selesai makan siang dan sholat zuhur lomba di mulai kembali. Ini adalah lomba terakhir yaitu pembacaan puisi berkenaan dengan maulid Nabi. Semua peserta sudah di panggil satu per satu. Semua puisi yang dibacakan begitu menyentuh kalbu. Apalagi tentang baginda Nabi, manusia pilihan yang diutus Allah untuk memperbaiki akhlak manusia. Setiap bait yang yang keluar dari mulut peserta membuat hati terenyuh dan tidak terbendung lagi air mata mulai membanjiri pipi dari setiap penonton yang menyaksikannya.
Kini lomba telah usai. Semua peserta sudah kembali ke rumah masing-masing. Tinggallah para anggota remaja masjid yang masi sibuk membersihkan pekarangan masjid.
"Ini dek, diminum dulu," kata bang Baim saat mendapati Aini membersihkan kotak-kotak kue yang berada di atas meja para juri tadi.
"Ehhh.." untuk kedua kalinya Aini terkejut dibuatnya.
"Ntar aja bang, tanggung ini uda mau siap," sahutnya.
__ADS_1
"Uda.. itu biar abang yang beresin, adek duduk aja di sini," sambil menunjuk kursi yang sedang dipegang bang Baim.
"Ya Allah... apa ini? kenapa tatapan matanya membuat debar jantungku tak karuan.." Aini langsung memalingkan wajahnya menghindari tatapan bang Baim.
"Astaghfirullah.. Ini dosa mata namanya.." batinnya kemudian.
Secepat kilat, bang Baim sudah benar-benar membereskan sampah yang ada di meja juri. Entah bang Baim yang cepat kerjanya, atau memang Aini yang melamun memikirkan hal tadi, jadi ia tak sadar kalau bang Baim sudah menyelesaikan tugas yang tadi dikerjakannya.
"Perhatian... kita briefing sebentar ya.." ucap bang Baim yang sudah meninggalkan Aini ditempatnya.
Semua anggota sudah berkumpul di teras masjid.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," bang Baim memulai briefing.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab serentak para anggota.
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada semuanya karena sudah meluangkan waktu serta tenaganya untuk turut serta melancarkan kegiatan kita ini. Di sini saya mau menyampaikan beberapa hal, yang pertama terkait penentuan pemenang peserta lomba. Mungkin nanti kita tunjuk beberapa orang untuk membantu merekap hasil nilai yang diberikan para juri, jadi kita bisa segera mengetahui siapa-siapa saja yang menjadi pemenang. Terus yang kedua jika nanti ada uang yang tersisa dari pengutipan dana kita kemaren saya berinisiatif untuk memasukkannya ke kas kita untuk keperluan sewaktu-waktu. Saya rasa hanya itu, apa ada yang keberatan? atau ada usul lain?" tanya bang Baim setelah panjang lebar menjelaskan tadi.
Ivan mengangkat tangan. "Bang, gimana kalau sisa dana yang ada nanti kita pakai buat jalan-jalan? Kan lumayan sambil menghilangkan lelah kita untuk dua hari ini."
"Baik.. ada yang lain?" tanya bang Baim kembali sambil mendengarkan usul si Ivan.
Kini giliran Aini membuka suara. "Kalau uangnya untuk di sumbangkan ke kas masjid aja gimana? Secara kita kan membuat acara di masjid, masak kita nggak ada menyumbangkan sesuatu untuk masjid."
"Apa ada lagi yang mau dipertanyakan atau didiskusikan?" tanyanya pada semua anggota.
"Nggak ada..." jawab serentak para anggota.
"Kalau begitu kita akhiri briefing untuk hari ini sambil mengucap hamdalah,
Alhamdulillahirabbil 'aalamiin....
sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk kerja samanya, saya tutup dengan Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..."
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh....."
**********
Aini sudah tiba di rumah. Ia langsung bergegas mandi dan mengganti pakaiannya yang terasa lengket akibat keringat. Sehabis itu merebahkan diri di kasur nya. Baru akan terlelap tiba-tiba si bungsu mengagetkannya.
"Kak... bangun kak.. bangun..." Si bungsu menggoyangkan lengan Aini.
__ADS_1
"Apa sih dek, buat kaget aja.." balas Aini.
"Gimana hasil lombanya kak? Adek menang nggak?" tanyanya antusias.
"Ya ampun... baru sehari lomba udah nanyain menang enggaknya.. Emang nentuin pemenangnya mudah apa dek, dari sekian banyak peserta yang ikut lomba. Semua butuh proses kali dek.." tutur Aini kepada si bungsu.
"Oh gitu ya kak.. kirain bisa langsung tau pemenangnya," kata si bungsu sambil nyengir kuda.
"Uda sana gi.. kakak mau istirahat dulu, ntar kalau sudah maghrib bangunkan kakak ya," pinta Aini ke si bungsu.
"Oke kak..." jawabnya kemudian pergi meninggalkan Aini sendiri di kamar.
Setelah si bungsu pergi, Aini jadi teringat kejadian di masjid tadi. Hari ini sudah dua kali bang Baim memberi perhatian kepadanya. Mulai dari mengambilkan jatah nasi kotaknya dan memberinya minum. "Sebenarnya apa maksud dari ini semua? Apa mungkin bang Baim ada feeling sama ku?" pikir Aini sambil menatap langit-langit kamar.
Kemudian dia menggelengkan kepala. "Nggak mungkin lah bang Baim suka sama bocah bau kencur kayak aku, pasti dia juga sudah punya pacar, atau mungkin calon istri, secara umurnya kan sudah cukup untuk ke jenjang itu. Ah.. sudahlah.. jangan berpikir yang enggak-enggak Aini...
.
.
.
.
.
tbc
_________
vote yang banyak
like
koment
kritik
saran
♥️
__ADS_1
Banyak maunya ya thor (kata netizen)🤭🤭