Tuhan Ku Ingin Dia

Tuhan Ku Ingin Dia
Insiden di Toilet


__ADS_3

"Ra, temani aku ke toilet yuk," ajak Aini saat bel istirahat berbunyi. Aini memang kerap kali mengajak Sara kemana pun ia pergi, karena Sara merupakan sahabat yang paling dekat dengan Aini. Bukan tidak ingin berteman dengan yang lain, tapi Aini sangat sulit menemukan kenyamanan dengan orang baru.


"Ayo," sahut Sara. Saat berjalan beberapa langkah, Sara mengingat sesuatu. "Eh, aku tadi ada janji mau ke kelas Amar saat jam istirahat, gimana kalau kau ke toiletnya sendiri dulu ya? Nanti kita ketemu di kantin saja," ucap Sara.


Aini mengerucutkan bibirnya. "Ya udah deh!" Gadis itu sudah melangkah pergi menuruni tangga, karena toilet siswa cukup jauh dari kelasnya yang memang berada di lantai dua.


"Selalu begitu, Sara lebih mementingkan Amar!" gerutu Aini sambil terus berjalan. "Tapi buat apa aku marah? Seperti cemburu pada orang yang dicintai saja," gumamnya sambil tertawa kecil.


Aini kini sudah sampai di depan toilet siswa. "Tumben sekali toilet sepi begini," batinnya, kemudian terus berjalan memasuki toilet itu.


ceklek.. ceklek.. ceklek..


Beberapa kali Aini mencoba membuka pintu toilet, namun tidak terbuka sedikitpun. Gadis itu sudah selesai dengan urusannya di toilet, tetapi saat hendak keluar dari sana, pintunya tiba-tiba tidak bisa dibuka.


"Apa mungkin rusak?" tanya Aini pada dirinya sendiri. Tidak pikir panjang, Aini langsung berteriak minta tolong agar ada orang yang mau membuka pintu.


"Tolong.. siapapun yang ada di luar sana, tolong bukakan pintunya," teriak Aini. Namun tidak ada siapapun di luar sana.


Toilet memang benar-benar sepi, dari mulai Aini masuk ke dalam toilet tadi memang tidak ada seorang siswa atau siswi satu pun di sana. Aini tertunduk lemas, rasanya percuma juga jika harus berteriak tapi tidak ada orang di luar sana.


"Semoga tidak ada Mr. K disini," gumamnya. Mr. K adalah sebutan Aini untuk seekor serangga bernama kecoa. Gadis itu begitu takut terhadap serangga yang satu ini. Bukan takut karena serangga itu menggigit atau mengeluarkan bisa, tetapi ia takut kalau serangga itu berjalan di bagian tubuhnya akan terasa geli dan menjijikkan. Bahkan hal yang paling ditakutinya dari seekor kecoa ialah saat serangga itu terbang dan hinggap dari tempat yang satu ke tempat yang lain, itu hal yang paling menyeramkan baginya.


Samar-samar Aini mendengar langkah kaki dari luar pintu toilet yang tertutup itu. Ia berharap apa yang didengarnya itu benar adanya, dan semoga langkah kaki itu berjalan ke arah toilet siswa agar ia dapat meminta orang itu membukakan pintu yang terkunci dari luar.


Aini berteriak kembali. "Tolong.. bukakan pintu, saya terkunci di sini."


Sesaat langkah kaki itu terhenti, lalu terdengar gelak tawa dua orang siswi.


"*Rasain! Biar aja dia di dalam sampai jam pulang sekolah, bila perlu nggak usah pulang."


"Eh, tapi nanti kalau ada yang lihat gimana?"


"Ya sudah, ayo kita pergi sebelum ada yang lihat. Selamat menikmati tidur di kamar mandi ya. Makanya, jadi cewek jangan sok kecakepan*!"


Suara dua orang siswi tadi sudah tak terdengar lagi di pendengaran Aini, mungkin mereka sudah pergi. Aini tidak tahu itu suara siapa, tapi yang dia bingung kenapa mereka bilang kalau dia jadi cewek sok kecakepan, emang apa yang sudah diperbuatnya sehingga para siswi itu berpikir demikian.

__ADS_1


"Siapa dua orang siswi tadi? Perasaan aku tidak pernah punya musuh," pikir Aini. Lebih baik aku telpon Sara, kenapa tidak berpikir dari tadi Aini," ucapnya lagi pada diri sendiri. Gadis itu merogoh saku rok sekolahnya, namun tidak ada benda pipih yang dicarinya.


"Astaga.. tadi pagi aku pindahin handphonenya ke dalam tas ku," ujar Aini sambil menepuk dahinya pelan.


"Bagaimana ini? Sampai kapan aku berada di sini?" gumamnya.


Lima belas menit telah berlalu, Aini hanya duduk termenung di atas kloset toilet itu. Tidak ada seorang pun yang berjalan ke arah toilet. Aini begitu heran, tidak biasanya toilet siswa sepi begini. Bahkan bukan hanya ramai saat jam istirahat, tetapi saat jam pelajaran pun pasti ada yang pergi ke toilet entah itu beneran ingin membuang hajat atau hanya sekedar lari dari guru yang masuk ke kelas. Tapi hari ini mengapa toilet begitu sepi?


Di dalam kelas Sara sudah duduk di bangkunya. Dia tadi tidak jadi pergi ke kantin karena asyik mengobrol di kelas Amar. Sara melihat ke depan dan tidak mendapati sahabatnya di sana.


"Kemana Aini?" batinnya. Dia berjalan menghampiri Ela, teman sebangku Aini.


"La, Aini mana?" tanyanya setelah sampai di bangku Aini.


Ela mengangkat kedua bahunya. "Mana ku tau, dia kan biasa selalu bersamamu."


"Iya juga," gumam Sara.


"Tapi tadi aku tidak bersamanya, dia pergi sendiri ke toilet dan ya ampun!" Sara menepuk dahinya. "Aku tadi janji mau jumpa di kantin sama dia," lanjut Sara lagi.


"Loh, di kantin tidak ada orang, jadi Aini kemana?" Sara sudah sampai di kantin dan tidak menemukan seorang pun di sana kecuali penjaga kantin.


"Bu, tadi Aini teman saya yang sering pesan es jeruk ada datang ke sini nggak?" tanyanya pada penjaga kantin.


"Nggak ada dek," sahut ibu itu.


"Waduh, jadi Aini kemana dong? Apa mungkin dia masi di toilet?" batinnya.


Sementara itu, Aini yang sedikit mual dengan bau toilet yang tidak sedap itu berulang kali ingin muntah. Disaat yang bersamaan, Aini melihat ada Mr. K menempel pada tali sepatunya.


"Aaaarrghh..." teriak Aini sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Aini berlari ke arah pintu dan mengetuk pintu itu sekuat tenaga dan berkali-kali.


"Hei.. siapa di sana.. Tolong bukakan pintunya," teriak Aini dari balik pintu.


"Siapa di dalam?" sahut seorang siswa dari luar.

__ADS_1


"Aku terkunci, tolong cepat buka pintunya," ucap Aini dengan suara ketakutan.


"Iya, sebentar," jawab siswa itu.


Saat pintu terbuka, Aini langsung berlari dan menabrak siswa yang berada di depan pintu itu. Seketika mereka berdua terjatuh dengan posisi Aini menindih tubuh siswa itu.


"Astaghfirullah...! Hei, apa yang kalian lakukan!" teriak Sara saat melihat insiden barusan.


Aini terlonjak kaget. "Astaghfirullah," ucapnya juga dan sejenak ia bertatapan dengan kedua bola mata yang ada di balik kaca mata milik siswa itu.


"Maaf.. maaf.." ucapnya lagi dan langsung berdiri tegak.


"I.. Iya.. ti..Tidak mengapa," sahutnya terbata-bata. Siswa itu merasakan getaran hebat pada sekujur tubuhnya. Degup jantungnya berdetak tak karuan saat kedua mata Aini menatapnya tadi.


.


.


.


.


.


tbc


___________


Klik Like jan lupa


vote yg banyak


komen jugak


tambahkan ke daftar novel favorit kalian♥️

__ADS_1


maaci🙏😊


__ADS_2