Tuhan Ku Ingin Dia

Tuhan Ku Ingin Dia
Siswa Kelas Sebelah


__ADS_3

Seusai sholat maghrib dan membantu kedua adiknya mengerjakan PR, kini Aini tengah memegang hpnya untuk berbalas pesan dengan nomor baru yang menghubunginya lewat aplikasi wa.


081365xxxx: Hai...


Aini: Hai jg..


081365xxxx: Aini ya?


Aini: Iya. Ni sapa?


081365xxxx: Ni hairul, anak 8b.


Aini: Oh


081365xxxx: Kenal nggak?


Aini: Nggak..


Begitu seterusnya sampai mereka berdua membicarakan kegiatan mereka masing-masing dan obrolan lainnya dan dibalas singkat oleh Aini karena ia tidak menyukai Hairul. Dia sebenernya tahu siapa Hairul, karena siswa laki-laki di sekolahnya itu cukup terkenal. Namun bukan terkenal prestasinya, melainkan terkenal urakan, suka melanggar aturan sekolah dan sering bolos. Itulah sebab Aini mengatakan ia tidak mengenal Hairul, agar Hairul tidak keGeeRan karena merasa dikenal seluruh siswa di sekolah.


Disela-sela chat nya dengan Hairul, masuk pesan dari Sara, sahabatnya.


Sara: Ni, lagi apa?


Aini: Lagi balas pesan mu la😄😄


Sara: Ish, orang nanya serius pun!!😡


Aini: Iya.. Iya.. maaf.. becanda ja pun gak bisa. ada apa? pasti mau curhat kan?


Sara: Iya, hehehe🤭🤭 tau aja


Aini: Ya uda, telpon aja sih, capek juga ntar jempol mu itu kalo harus ngetik2


Sara: Jadi itu Ni yang mau ku bicarain. Kau dukung aku nggak sama dia?


Flash back on


Beberapa menit yang lalu, Sara menelpon Aini karena tadi Aini menyuruhnya untuk curhat Via telpon. Mereka membicarakan seorang siswa kelas 8b yang bernama Amar. Ternyata Sara menyukai siswa tersebut dari kelas 7. Namun baru ini ia ungkapkan kepada Aini perihal isi hatinya.


Sara sering pura-pura bermain dengan temannya di kelas 8b yang dulu sempat sekelas dengannya di kelas 7. Itu hanya alasan dia untuk bertemu sama Amar. Setiap jam istirahat Sara selalu melintasi kelas 8b karena kelas mereka bersebelahan. Aini juga sudah tahu dari gerak-gerik Sara yang mencurigakan selama ini. Hanya saja dia yang tidak suka kepo urusan orang lain walaupun sahabatnya sendiri lebih memilih diam dan tidak mau ambil pusing. Aini juga tidak keberatan kalau Sara sering mengajaknya ke kelas 8b, karena memang disana banyak teman mereka yang dulu sekelas saat kelas 7.


Dari situ juga mungkin Hairul sering memperhatikan Aini makanya Hairul mengenal Aini.

__ADS_1


Sara meminta saran kepada Aini gimana caranya agar ia bisa jadian sama Amar. Tentu saja hal itu membuat Aini pusing, karena Aini sama sekali tidak berpengalaman soal hal itu. Jangankan pacaran, chat sama temen cowo juga baru sama bang Baim dan Hairul. itu pun bukan ngomongin hal yang aneh-aneh. Jadi mana tau dia mau kasi saran apa.


"Kalau aku perhatikan ya Ra, si Amar juga ada rasa sama mu," kata Aini dengan sok tahunya disela obrolannya via telpon dengan Sara.


"Aku sih mikir nya gitu juga Ni, karena saat aku berpapasan sama dia, sorot matanya menandakan ketertarikan padaku," oceh Sara sambil terkekeh geli mendengar ucapannya sendiri.


Aini pun ikut tertawa. "Eh Ra, bukannya kau dilarang ya sama mamak mu untuk nggak pacaran," Aini mengingatkan Sara perihal larangan orangtuanya untuk tidak berpacaran sebelum cukup dewasa.


"Ya diem-diem aja la Ni. Lagian aku kan nggak berpikiran mau macam-macam. Emang apa sih yang ada dalam pikiranmu kalau orang pacaran?" celoteh Sara panjang lebar.


"Ya mana ku tahu," jawab Aini singkat.


Begitu panjang obrolan mereka mulai dari Sara yang udah dapat nomor telpon Amar, alamat rumahnya, bahkan hobi dan makanan kesukaannya juga Sara tahu. Entah dari mana anak itu mencari informasi tentang Amar, tapi Aini salut juga dengan kegigihannya mengejar Amar. Bukan karena Sara tipe wanita agresif, hanya saja tingkat ke kepoannya yang tinggi membuatnya langsung mencari tahu segala hal tentang pujaan hatinya itu.


Flash back off


Aini: Aku dukung aja setiap keputusanmu Ra


Aini menyambung obrolan lewat wa kembali. karena sangking lamanya mereka ngobrol, waktu sudah larut malam, kalau harus teleponan akan kedengaran suara mereka ke luar kamar dan tentunya mengganggu kedua adiknya yang sudah tidur serta orangtuanya yang melarangnya untuk tidur sampai larut malam.


Sara: Makasih ya Ni uda mau dengar curhat ku🤭 kau memang sahabat ter de best


Aini: haha.. Iya.. ya uda, tidur yuk.. aku uda ngantuk


sampai jumpa besok👋👋


"Kantin yukk..," ajak Sara.


Ya, kini mereka sudah berada di sekolah dan waktu istirahat telah tiba setelah mereka mendengarkan dongeng dari guru sejarah yang membuat ngantuk itu.


"Mau ke kantin atau mau ke kelas Amar..," balas Aini bermaksud menggoda Sara dengan suara yang dilantunkan selebay mungkin.


Sara nyengir sambil menunjukkan deretan gigi putihnya layaknya seorang model iklan pasta gigi. "Kalau bisa 22nya lah," sahutnya kemudian.


"Ya uda yuk, laper ni," sambil menarik tangan Sara, mereka berjalan menuju kantin.


Di koridor sekolah, Sara bertemu teman sekelas Amar. Sara memberanikan diri untuk menitip salam kepada Amar melalui teman sekelas nya itu. Teman Amar pun mengiyakan sambil berlalu ke arah kelasnya.


Di kantin mereka memesan makanan yang cukup banyak. Dari mulai nasi goreng, bakso bakar, milk shake coklat, jus jeruk, sampai mie ayam tidak ketinggalan karena itu makanan favorit Aini.


Setelah kenyang, mereka kembali ke kelas karena bel tadi sudah berbunyi, pertanda waktu istirahat telah usai dan akan kembali memulai pelajaran berikutnya.


Tiba-tiba Sara berlari menuju tangga karena kelas kami memang berada di lantai 2. Sara memukul bokong seorang laki-laki sambil berkata: "Woii.. uda kau sampe kan salam ku sama Amar belom?"

__ADS_1


Seketika siswa itu menoleh. Betapa terkejutnya Sara, bahwa siswa itu bukanlah siswa yang disuruhnya untuk menyampaikan salam kepada Amar. Melainkan siswa lain yang juga sekelas Amar.


"Mampus aku," gumam Sara sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Eh, maaf ya.. aku salah orang," lanjutnya lagi.


Siswa itu pun berlalu pergi meninggalkan Sara dan Aini yang juga sudah berdiri dibelakang Sara.


Sara melihat ke belakang, lalu tertawa.. hahaha


"Mampus, malu kali aku Ni," katanya kepada Aini sambil memegang perutnya yang keram akibat tertawa lepas karena merasa lucu telah memukul orang yang salah.


"Rasain," sahut Aini yang juga ikut tertawa.


Mereka berjalan menaiki tangga sampai melewati kelas 8b, ternyata di sana berdiri Hairul di depan kelas. Ia memperhatikan Aini dan mengedipkan matanya kala Aini melihatnya. Aini langsung menundukkan pandangannya.


"Hai.. Aini..," sapa Hairul ke Aini karena merasa di cuekin Aini.


"Hai." Balas Aini singkat dan berlalu menuju kelasnya dengan Sara.


*********


Sepulang sekolah, mulai lah Sara menginterogasi Aini perihal Hairul yang menggodanya tadi. Tingkat ke kepoan Sara memang tidak di ragukan lagi. bertubi-tubi ia layangkan pertanyaan kepada Aini.


"Sejak kapan kau kenal dia Ni? Kau tahu kan dia siapa? Kayaknya dia suka deh sama kau, tapi kau nggak suka kan?


.


.


.


.


.


.


.


tbc


____________

__ADS_1


dukung aku terus ya


Salam dari author amatiran🤭🤭


__ADS_2