Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 20: Mengejar


__ADS_3

Rinto kelimpungan, nama anak perempuannya senantiasa disebutkan sembari berkeliling. Agar pencarian lebih efektif, Yayan, Vina, dan Rinto berpencar. Mereka mencari ke seisi taman.


Pada akhirnya tidak ada hasil, Yayan dan Vina telah sampai di titik awal yaitu lapak Rinto biasanya berjualan nasi goreng. Sedangkan pemilik gerobak belum nampak batang hidungnya.


“Pacarmu itu Wulan?!“ Vina tiba-tiba berkata seperti itu, mencibir.


“Itu cuma candaan! Kau tidak mengerti? Tolong, jangan bercanda di saat seperti ini!“


“Ya, aku tau itu.“


“Lantas?“


“Bukan apa-apa!“ Vina menggeleng. Terjadi sedikit keheningan di antara mereka karena sibuk dengan pikiran sendiri-sendiri.


“Apakah ada kemungkinan jika Wulan diculik?“ papar Vina mengeluarkan uneg-unegnya.


“Itu adalah kemungkinan terburuk. Jika benar pun, aku sangat mempertanyakan pemilihan target mereka. Kenapa menculik golongan biasa, bukan golongan elit?“ ucap Yayan yang masih berpikir beberapa kemungkinan.


“Berarti ada maksud lain. Bukan uang!“ timpal Vina.


“Benar juga.“


Tidak berselang lama, Rinto kembali. Ia jelas nampak murung. Hal yang pertama ditanyakan adalah laporan pencarian. Yayan dan Vina tentu saja kompak menggeleng.


“Eh, Yan!“ Vina menarik-narik ujung baju Yayan.


“Ada apa?“


Vina berjongkok ke arah tikar, tangannya nampak ingin memungut sesuatu di balik kelopak mawar.


“Sebuah surat?


Yayan sontak merebutnya lalu membacakan tulisan yang terpampang di kertas tersebut.


“Gadis kecil ini bersama kami. Siapkan tebusan agar kalian bisa mengambilnya kembali. 5 M, masa berlakunya adalah 1 X 24 jam. Jika lewat … tanggung sendiri akibatnya.“


Vina dan Rinto goreng tentu saja terkejut bukan main. Apalagi si ayah, ia sangat syok.


“5 M? Bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 24 jam?“ ucap Rinto panik memegangi kepalanya.


“Yan, kita lapor polisi saja. Jadikan surat itu sebagai bukti," saran Vina, langsung ditolak mentah-mentah.


“Kurasa tidak … ide yang sangat buruk. Lihat, aku melihat sedikit catatan kecil di surat ini!“ Yayan menunjukkan tulisan mini dipojok kanan bawah kertas.


Vina menyipit untuk membawanya, si penjual nasi goreng juga melakukan hal yang sama.


“Lihat ke arah utara!“


Vina sontak memutar pandangannya ke arah tersebut. Nampak ada sebuah mobil hitam terparkir di pinggir jalan, kaca mobilnya kemudian mendadak terbuka. Itu menampilkan seorang pria yang mengenakan topeng badut dengan memangku seorang anak kecil yang tidak sadarkan diri.


“Lepaskan anakku, bajin9an!“ Rinto reflek berlari dengan sekuat tenaga menuju ke arah mobil hitam tersebut.


Sedangkan Vina, ia sontak berteriak untuk mengumpulkan masa. Harapannya adalah banyak orang yang menguber si penculik. Namun, Yayan merasa tindakan itu percuma.


Mobil hitam itu langsung dikeber, si penjual nasi goreng tidak sempat mendekat dan mobil itu telah melaju dengan kencang.


'Lagi-lagi, kenapa kencanku selalu terganggu.' Yayan reflek mengacak-acak rambutnya.


“Bagaimana ini, Yan? Lapor polisi?“ tanya Vina.


“Tidak boleh, keselamatan Wulan adalah taruhannya.“


Lalu, banyak orang berkumpul karena teriakan Vina yang sebelumnya. Mereka bertanya-tanya pasal kebenarannya.

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Apa benar ada penculik?“


“Ya, tapi mereka berhasil kabur. Korbannya adalah putri pak Rinto, penjual nasi goreng.“ Yayan mengiyakan, dia lalu melirik ke arah penjual nasi goreng yang tengah berjalan mendekat.


Masa sontak mengerubunginya untuk meminta penjelasan yang lebih konkret.


[Misi dikonfirmasi]


[Selamatkan seorang anak dari penculik]


[Reward: 50 spera, 6 poin kharisma]


'Misi lagi? Yah, tapi yang satu sepertinya agak sulit. Bagaimana cara menyelamatkan Wulan? Aku tak punya informasi apa pun, batin Yayan.


“Gimana ini? Mendapatkan 5 M dalam satu hari itu mustahi!? Apalagi untuk pak penjual nasi goreng … pinjam pada kenalannya pasti tidak akan cukup,“ gumam Vina melihat si penjual nasi goreng dengan prihatin.


'Hmm, aku bisa saja mencarikan uang. Tapi, apakah aku akan balik modal? Tidak ada jaminan bahwa menebus Wulan masuk dalam (menggunakan uang untuk perempuan) System, intinya aku hanya menggunakan uangku untuk seorang wanita, 'kan?'


[Itu sudah jelas, host. Anda akan mendapatkan pengembalian jika menggunakan uang demi seorang wanita]


'Huh, baiklah. Sebetulnya aku malas menuruti permintaan penculik itu. Namun, aku juga butuh uang!'


Jalan satu-satunya untuk masalah penculikan Wulan adalah dengan melapor pada polisi. Yah, itu sangat beresiko, nyawa yang dipertaruhkan. Bisa saja di antara kerumunan yang mengerubungi si penjual nasi goreng ada salah satu komplotan penculik.


Diawasi ….


Yayan tiba-tiba terpikir sesuatu, dia mendadak mendongak ke atas langit. Vina agak heran melihat tingkah Yayan.


“Ada apa, Yan?“


Seulas senyuman terbentuk di bibir pria itu, “Vin, coba lihat … ada sebuah drone!?“ ucap Yayan seraya menunjuk ke arah langit, terlihat sebuah drone kecil yang terbang dengan empat baling-baling.


“Wah … itu sangat membantu. Kita bisa menggunakan rekamannya——”


Mata wanita itu sedikit melebar, ia sudah bisa menangkap maksud Yayan. “Apakah mungkin?“ ucapnya sedikit ragu.


“Siapa tau?!“ balas Yayan mengangkat bahunya. “Pokoknya bersikap biasa saja, Vin. Saat drone itu hendak diturunkan, kita akan mengikutinya. Tidak usah bilang siapa-siapa!“


“Oke. Aku mengerti.“ Vina mengangguk paham. “Aku masih tak habis pikir … yang mereka lakukan itu sangat bodoh dan beresiko!“


“Aku tak tau jalan pikiran mereka, tapi ini lebih memudahkan kita.“


Yayan dan Vina menunggu dengan sabar, tak lupa untuk menghibur Rinto agar tidak patah arang. Mereka juga berpikir untuk mencari jalan keluar dari masalah yang ada, yah tidak ada.


Kecuali Yayan memang berniat untuk mengumpulkan uang sebesar 5 M.


Rencana itu sedikit berubah karena Yayan mengira bahwa komplotan penculik bisa diringkus oleh dirinya sendiri.


'System, coba aktifkan GPS wanita. Aku mengira bahwa para penculik ada di sekitar sini. Cari keberadaan Wulan!'


[Di luar jangkauan. System tidak dapat melacak keberadaan Wulan]


'Begitu, ya?'


Yayan sesekali melirik ke arah drone itu. Benda terbang itu masih anteng di sana.


“Yan, gimana?“ tanya Vina yang duduk di samping Yayan.


“Belum.” Pria itu menggeleng.


“Pak nasi goreng tenang saja! Jangan berhenti berdoa, pasti ada jalan keluar!?“ hibur Vina. Yah, itu hanya sebatas tebu di pinggir bibir. Omong kosong.


Setelah 45 menit menunggu ….

__ADS_1


Yayan mendadak menyikut-nyikut pinggang Vina.


“Apa?“


Yayan mengarahkan bola matanya ke atas langit.


“Pak nasi goreng. Maaf, kami tinggal sebentar," pamit Vina.


Si tukang nasi goreng tidak merespon dan hanya menunduk pasrah.


“Ayo, yan!“


Mereka mulai bergerak, mengikuti arah terbangnya drone.


“Bersikap normal, Vin. Bisa saja drone itu memiliki dua kamera, belakang dan depan,“ bisik Yayan sambil terus berjalan.


“Aku tau,”


Drone itu membawa Yayan dan Vina keluar dari area taman.


“Stop!“ ucap Yayan mendadak menarik tangan Vina. Mereka berdua jongkok di balik tong sampah yang lumayan besar.


Yayan mengintip ke seberang jalan, nampak seseorang yang tengah menurunkan drone-nya.


“Yan?“ ucap Vina pelan.


“Hmm …?“ jawab yayan terkesan cuek. Pria itu terlalu fokus.


'Apa-apaan ini? Terlalu dekat, nafasnya bisa kurasakan, pipi kami hampir bersentuhan!?' teriak Vina dalam hati.


“Eh? Apa terlalu dekat, membuatmu tak nyaman?“ reflek Yayan sedikit mengambil jarak.


“Hah?“ Vina terkejut.


Yayan baru sadar apa yang telah diperbuatnya.


'G-gawat, Vina pasti mengira aku bisa membaca pikirannya. Semoga dia hanya beranggapan bahwa tadi cuma kebetulan.'


“Yan, apa kamu bisa mem——”


“Orang itu kabur!“ teriak Yayan yang mencuri perhatian Vina.


Bukan bohongan, target benar-benar sadar dan reflek berlari sambil membawa drone-nya.


“Vina, kita kejar orang itu!“


Kejar-kejaran pun terjadi. Yayan dan Vina mengejarnya susah payah, orang itu gesitnya bukan main. Di trotoar banyak orang yang berlalu lalang, sedikit menghambat pergerakan mereka berdua.


'Kami akan kehilangan jejak! System, gunakan poin kekuatan untuk menguatkan kedua kakiku!'


[Menambahkan poin kekuatan]


'Bagus.'


“Eh? Yan, apa yang kau lakukan?“ Kejut Vina ketika Yayan tiba-tiba merangkul pinggangnya.


“Waaaa!“ teriak wanita itu.


Yayan mengangkat Vina ke atas pundak, digantungkan seperti karung beras. Kepala Vina menghadap belakang, sedangkan kakinya menghadap depan.


Yayan lalu melakukan akselerasi secara tiba-tiba. Kecepatannya menjadi lebih cepat.


“Yayan, pelan-pelan!“

__ADS_1


'Aku pasti bisa menangkap orang itu!'


__ADS_2