Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 35: Liburan II


__ADS_3

'Sialan kau Andrea!' maki Yayan dalam hati sambil terus membekap mulut wanita itu agar tidak nyerocos sembarangan.


Namun, Vian terlanjur curiga. Jadi, apa pun yang dikatakan Yayan tidak akan digubris Jika dirasa tidak masuk akal.


Yayan sendiri pun kehilangan akal untuk mencari-cari alasan.


'Kuhapus saja ingatannya? Ah, tapi ada Andrea. Hmm … gimana, ya?' pikir Yayan.


“Jawab! Kalian hutang penjelasan!“ desak Vina melipat tangan di bawah dada.


“Begini, Vin …. uhm … uhm …!“ Andrea kesusahan bicara karena Yayan masih menahan mulutnya.


“Yayan!“ ucap Vina sedikit membentak.


'Huh, dia tidak akan puas! Aku harus membuat karangan cerita yang bisa membuatnya percaya.'


Yayan melepaskan bekapannya secara perlahan, dia memberitahu Andrea untuk tetap diam karena dirinya yang akan bercerita.


“Kalian tidak melakukan itu, 'kan?“ tuduh Vina.


“Kau bakal salah paham jika tuduhanmu begitu! Kami tidak melakukan apa yang kau pikirkan!“ ucap Yayan untuk meminta Vina lebih tenang.


“Lantas apa?“


Yayan melirik Andrea sebentar. 'Semoga dia bisa diajak kerja sama sebentar.'


“Yah, begini … aku bisikkan saja!“ Yayan mendekat untuk berucap di telinganya Vina.


“Kami hanya ….“


“Hah?“ kejut Vina setelah mendengarkan penjelasan Yayan sampai habis. Ia memandang Yayan dan Andrea secara bergantian.


'Tidak mungkin!' batin Vina, mood-nya jatuh seketika. Ia memutuskan untuk mentas dari kolam.


“Hei, Vin. Kau udahan?“ teriak Yayan melihat Vina keluar dari kolam.


“Jangan ikuti aku!“


“Ugh … yah, ini salahmu … wanita penggoda!“ Yayan menatap Andrea dengan kesal.


“Apa? Siapa yang pergi ke klub malam dan menerima ….“


“Oke … itu memang aku!“


“Nah, 'kan?“ Andrea nyengir lebar.


“Sampai jumpa. Aku mau ke tempat Wulan dan yang lainnya.“ Yayan pergi begitu saja.


“Eh? Kita di sini belum bermain-main, lho?“


“Kau sudah menghancurkan kesenangannya!“


Yayan berjalan menuju ke wahana air yang ramah anak seperti perosotan rendah dengan pelampung. Alya dan Mysta tampak menemani Wulan bermain, tidak ketinggalan Rinto yang selaku orang tuanya.

__ADS_1


“Kak Yayan?“ respon Alya melihat Yayan berjalan ke arahnya. Sedangkan Mysta tampak tidak tahu harus berkata apa, dan fokus bermain dengan Wulan.


“Umm … tadi kak Vina pamit. Katanya mau pulang!“ beritahu Alya, itu membuat Yayan kaget.


'Apakah dia sekesal itu? Aku cuma mengaran cerita soal aku dan Andrea tidak sengaja melihat satu sama lain dalam keadaan telanjang. Itu saja … lebih baik dari pada 'itu'!'


'System, nyalakan GPS! Coba cari Vina, apakah masih ada dalam radius 200 meter?'


[Dimengerti]


System memunculkan tampilan peta, bulatan merah yang berkedip-kedip menjadi penanda bahwa Vina masih berada di Waterboom.


'Katanya mau pulang?' bingung Yayan. Dia langsung menuju ke lokasi teman kerjanya itu.


Ternyata Vina berada di kolam renang indoor. Dan itu sebenarnya kolam yang sering digunakan untuk perlombaan renang. Ia duduk di pinggir kolam, mencelupkan kakinya.


Di sana tentu hanya ada keheningan. Tidak ada pengunjung lain atau pekerja Waterboom.


'Vina? Apa dia benar-benar kesal? Atau jangan-jangan dia cemburu? Yah, itu sudah pasti. Dia memang menyukaiku!'


Yayan memerhatikan angka di atas kepala Vina, itu adalah tingkat kesukaannya pada Yayan. Kini berada di angka 69, padahal sebelumnya selalu stabil di angka 70-88.


“Vin?!“ panggil Yayan. Ia menoleh, tapi langsung membalikkan posisi kepalanya.


'Dia marah padaku!'


Yayan segera menghampiri Vina.


Namun ….


[Misi dikonfirmasi]


[Selamatkan seseorang yang tenggelam]


[Reward: 20 spera, 8 poin daya tahan, 9 poin kecepatan]


[Bonus mistery box jika menyelesaikannya dalam waktu 5 menit]


'Hah? Ini sungguh-sungguh urgent!'


Tanpa pikir panjang, Yayan berbalik haluan, dia tidak jadi menyusul Vina. Wanita jadi bingung dan ngedumel sendiri.


“Kenapa sih, dia? Padahal jika Yayan mau berusaha untuk membujukku … aku akan memaafkannya.“ Vina dengan kesal menendang-nendang air. Ia kemudian seketika murung.


Sementara itu, Yayan kini sedang berusaha mencari orang yang tenggelam. Dia menghampiri kolam atau wahana air yang memiliki kedalaman lebih dari satu meter.


'Cih, bagaimana ini? Tempat ini luas?' keluh Yayan.


Batas waktu untuk mendapatkan hadiah bonus tinggal tersisa 3 menit lagi. Dia memikirkan cara untuk bisa menemukan orang yang tenggelam.


'Aku kehabisan waktu.'


Yayan bukan mencemaskan soal hadiah bonusnya. Dia mencemaskan soal keselamatan orang yang tenggelam. Bisa saja batas waktu itu juga merupakan batas waktu si korban dapat bertahan.

__ADS_1


'Oi, di mana?' panik Yayan.


Dia kemudian melihat Mysta ingin menceburkan diri di kolam arus. Yayan merasa sedikit aneh dengan gelagatnya. Mysta berjalan melalui tepian kolam dengan bentuk memanjang dan mengelilingi seluruh Waterboom seperti sungai.


Yayan lebih memerhatikan kolam arus atau sungai buatan itu. Dia menemukan sesuatu.


Gelembung-gelembung buih udara bermunculan dari dalam air. Dari itu, Yayan bisa menyimpulkan bahwa ada orang tenggelam dan Mysta berupaya menyelamatkannya.


'Cih, kenapa tidak ada yang sadar?'


Yayan buru-buru nyemplung ke kolam arus. Mysta lebih dulu melakukannya. Namun, anehnya ….


Mysta nampak tidak bisa berenang, ia berteriak meminta pertolongan. Semua orang menjadi heboh.


'Aduh, Mysta! Jika tidak bisa berenang … jangan nekat! Terlebih … kenapa pihak Waterboom membuat kolam yang terlalu dalam hanya untuk sungai buatan?'


Yayan menceburkan diri, dia segera menyeret Mysta keluar dari air. Sementara itu, batas waktu untuk mendapatkan hadiah bonus tinggal satu menit.


'Semoga masih sempat! Siapa pun itu … tolong bertahan lah!'


Yayan langsung menyelam, dia pun cukup terkejut ternyata adalah anak perempuan yang kira-kira berumur 10 tahun. Ia terlanjur menelan air dalam jumlah yang banyak.


Yayan segera menarik anak itu dan membawanya ke permukaan. Banyak orang telah berkerumun setelah mengetahui ada orang yang tenggelam.


'Kenapa baru sekarang?' kesal Yayan.


Keadaan Mysta baik-baik saja, air yang ditelannya belum terlalu banyak.


Yang menjadi masalah adalah anak perempuan yang Yayan selamatkan. Anak itu dibaringkan di tempat yang datar, melonggarkan baju renangnya, lalu mengecek nafasnya.


'Dia tidak bernafas?'


Dia selanjutnya mengecek detak jantung dan denyut nadi, dan tidak ada respon sama sekali.


Yayan reflek melakukan CPR atau kompresi dada pada anak itu, dia meletakkan tangannya di tengah dada lalu ditekan beberapa kali.


“Tolong bertahanlah! Tolong bertahanlah!“


Semua orang menunggu dengan was-was, wajah mereka penuh kecemasan. Namun, petugas medis tak segera muncul.


“Bernafas lah! Bernafas!“


Yayan sempat melakukan dua kali nafas buatan pada anak itu setelah kompresi dada yang dia lakukan tidak membuahkan hasil, meski telah sesuai prosedur, yaitu 30 kali.


Yayan lalu melanjutkan menekan dadanya, anak perempuan itu bereaksi setelah beberapa kali tekanan. Ia memuntahkan banyak air, Yayan sontak memiringkan badannya agar tidak tersedak.


Petugas medis tiba, mereka langsung mengambil alih. Tak lupa berterima kasih pada Yayan.


Semua orang lantas bersorak, aksi heroik yang dilakukan Yayan membuat kericuhan. Sampai seseorang yang diduga adalah orang tuanya muncul.


Yayan hendak menegur dan memarahinya. Kelalaian yang telah diperbuat hampir merenggut nyawa gadis itu.


“Kemana saja Anda? Kelalaian yang Anda——” Yayan tiba-tiba berhenti bicara. Dia sangat terkejut melih wanita itu.

__ADS_1


'Woi, apa-apaan ini? Bukan kah dia ibunya Wulan?'


__ADS_2