Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 84: Orang aneh!


__ADS_3

Wanita dengan kostum Maid itu sedikit membelalakkan mata, ia menatap lekat Yayan.


“Maaf, saya tidak mengerti maksud Anda! Silahkan, ini pesanan Anda,” ucapnya dengan bahasa Inggris. Bahasa yang digunakan di Rugia hanya 2, bahasa Inggris dan Rusia.


Pelayan itu ingin pergi secepat mungkin dari mejannya Yayan, ia ketahuan paniknya. Yayan tidak membiarkan orang yang dia sangka sebagai Putri Rachial itu pergi.


“Jangan terburu-buru!“ Yayan menahan tangannya.


Ia pun semakin panik, berusaha melepaskan genggaman tangan Yayan yang kuat.


“Tenang lah, kau hanya akan membuat perhatian orang-orang tertuju pada kita. Aku tidak akan melaporkanmu. Percaya lah padaku!“ bisik Yayan dengan suara yang sangat kecil.


Ia merasa jadi sedikit tenang saat mendengarnya. Yayan perlahan-lahan melepaskan genggaman tangannya.


“Aku akan membantumu keluar dari masalah ini,” bisik Yayan sambil memberikan kode mata untuk memintanya segera pergi.


Yayan selanjutnya berlagak seperti pelanggan biasa, memakan makanannya setelah itu membayar dan pergi.


Sesuai dugaannya, sudah ada si pelayan yang mencegatnya di dekat pintu keluar. Ia telah melepas kostum Maid-nya, tapi masih tetap memakai kostum penyamarannya.


“Kau tidak bekerja?“ goda Yayan terkekeh geli.


“Aku tidak bisa bekerja jika ada seorang pencepu. Lagipula, bagaimana caranya kau tau ini adalah aku?“ desaknya menarik pakaian Yayan hingga membuat dia sedikit membungkuk ke arah si Putri Rachial yang lebih pendek dari dirinya. Wajah mereka berdua pun kini berdekatan, tapi tidak ada satu pun dari mereka berdua yang merasa canggung.


'Hei, apakah ini rupa sebenarnya dari Putri yang harusnya berwibawa, anggun, serta penyabar. Yah, pasti melelahkan memakai topeng sepanjang waktu!'


“Apa tujuanmu?“ ucapnya, nada bicaranya mendadak melunak. Wajah Putri Rachial juga kelihatan marah sekaligus sedih.


“Sebelum aku menjawab semuanya … sepertinya kita harus pindah tempat!?“


“Cowok brengsek!“ Putri Rachial melepaskan Yayan lalu mendorongnya menjauh.


Yayan kemudian mengajak Putri Rachial pergi ke stasiun. Itu adalah sarana untuk membawa Putri Rachial kembali ke ibukota. Dia tidak menceritakan detail sesaat mereka menaiki kereta.

__ADS_1


“Kita mau kemana?“ tanya Putri Rachial tidak polos, tidak sadar bahwa ia akan dibawa ke ibukota. “Dan kenapa kereta ini sangat sepi penumpang?“


“Tentu saja ke ibukota.“ Yayan berkata dengan santai, duduk di kursi yang kosong. Semua kursinya kosong.


“Apa? Berani-beraninya kau! Aku sudah memercayaimu dan ini yang kudapat?“ berang Putri Rachial hendak menghajar Yayan. Namun, ia berpikir ulang, menurutnya tidak berguna. Jadi, ia mengacuhkan Yayan dan hendak menerobos keluar.


“Jika kau mau mati. Silahkan saja, Putri. Kereta ini melaju dengan kecepatan di atas 100 km/jam,” Yayan terkekeh.


“Pria busuk bajin9an! Kau akan sungguh dieksekusi!“


“Untuk mewujudkan hal itu … kau harus kembali ke istana dan melaporkanku sebagai penculikmu. Kau maunya begitu?“ Yayan tersenyum penuh kemenangan saat melihat Putri Rachial yang tidak bisa berkata-kata.


Terjadi sedikit keheningan untuk beberapa saat. Dan luntur ketika Putri Rachial.


“Kau setega ini padaku! Kau cuma mengincar hadiahnya?“


Bersamaan dengan perkataannya, kereta memasuki terowongan, penerangan pun menjadi temaram dengan lampu berwarna oranye.


Putri Rachial sontak membeku saat mendengar pertanyaan mengejutkan dari Yayan.


“Kau sungguh tidak mengenalku? Kita pernah bertemu, dan kau meminta bantuanku, 'kan?“ Yayan mulai melepaskan atribut penyamarannya.


“Apa sekarang sudah ingat?“


Kereta keluar dari terowongan, cahaya pun kembali. Putri Rachial bisa melihat rupa wajah Yayan dengan jelas.


“Kau?“


“Ya.“ Yayan berdiri dan mendekati Putri Rachial yang berada di dekat pintu. Dia mengelus rambut palsu lalu melepaskannya.


“Aku telah menyewa kereta ini secara pribadi. Tidak ada orang pun di sini. Masinis pun tidak ada. Kereta ini menggunakan teknologi auto pilot, tau!“


Putri Rachial mendorong Yayan menjauh. “Jangan menyentuhku, itu tidak sopan! Kau … j-jangan berani-beraninya untuk berbuat hal yang senonoh!“ ia berucap dengan gagap. Ia tidak bisa berpikir jernih saat mengetahui bahwa dirinya cuma berduaan dengan Yayan di dalam kereta.

__ADS_1


“Kau tidak perlu cemas! Aku tidak akan melakukan itu sebelum kita menikah!“ ucap Yayan santai. Dia kemudian membiarkan Putri Rachial berbuat sesukanya.


'Aku mengeluarkan 10 ribu USD untuk membuat kereta ini kosong. Yah, tapi tidak masalah. Aku berniat melakukannya untuk si Putri. Jadi, aku mendapat cashback 5 kali lipat. Itu artinya 50 ribu USD atau 700 juta rupiah lebih kudapatkan!' Yayan sibuk menghitung.


'Rencana untuk membuat Putri Rachial jatuh cinta padaku dimulai, tahap awal sudah selesai. Setelah pernyataan tadi, dia pasti akan memikirkannya terus. Selanjutnya tinggal aksi nyata, bukan omong kosong! Aku akan membuat dia berpikir aku rela melakukan apa pun untuknya!'


[Rencana yang bagus, host. Tetapi, apakah itu baik?]


'Entahlah … mungkin perasaanku padanya akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Seperti dengan Andrea maupun Mikha. Selain mengambil keuntungan dengan menikahi seorang pewaris suatu negeri. Aku sekalian membantunya. Dia harus tau akal bulus dari si perdana menteri dan anaknya!'


Mereka berdua telah sampai di tujuannya, hanya perlu membutuhkan waktu 10 menit. Itu kereta cepat.


“Sebenarnya apa tujuanmu?“ tanya Putri Rachial saat hendak keluar dari kereta. Sementara Yayan sudah keluar lebih dulu.


“Tentu untuk membantumu. Kau yang meminta bantuanku, 'kan?“ Yayan tersenyum.


Putri Rachial sontak tertegun. Ia berpikir apa Yayan benar-benar serius, atau malah sebaliknya. Dengan pola kharisma yang tinggi, tidak sulit untuk membuat seseorang terpesona.


“Percayalah padaku! Aku akan menyelesaikan semua masalahmu!“


Rachial tidak mau terbuai dengan ucapan Yayan, tapi ia merasa ingin mempercayai perkataan pria di hadapannya itu. Ia juga tidak tahu kenapa perasaan itu muncul, padahal ia tidak mengenal bagaimana sifat aslinya.


'Dia benar-benar orang aneh!' pikir Putri Rachial.


Stasiun itu benar-benar sepi, hal yang tidak wajar. Itu merupakan stasiun yang harusnya paling ramai di ibukota.


'Wah, Eta hebat juga, ya?' batin Yayan.


Penyebab stasiun sepi adalah perbuatan dan wanita berambut merah maroon tersebut.


“Kau pasti bertanya-tanya, 'kan, kenapa bisa stasiun yang harusnya paling sibuk malah kosong melompong? Ya itu karena aku!“


'Dia memang orang aneh! Bagaimana bisa dia melakukan ini?'

__ADS_1


__ADS_2