Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 72: Kau yang menyerang duluan!


__ADS_3

'Yah, istri orang sekarang dalam pelukanku. Dan aku sendiri juga sudah punya pasangan. Hmm … ini situasi yang gawat … seharusnya, sih?'


Yayan mengingat bahwa hari masih terang, matahari masih memerlukan beberapa jam lagi untuk tenggelam. Dia kebingungan dengan keadaan Aida yang bisa-bisanya mabuk di tengah siang bolong.


[Kumungkinan Aida lemah terhadap alkohol]


'Hmm … berarti ada yang secara sengaja memberi minuman dengan kadar alkohol tinggi, ya?'


Lift sudah terbuka, mereka berdua telah sampai di lantai yang merupakan letak dari unit apartemen milik masing-masing. Yayan sedikit kelabakan, cemas jika ada yang melihatnya dengan Aida. Itu cuman akan menimbulkan kesalahpahaman yang membuat pening.


Yayan cepat-cepat menekan tombol lift-nya, mereka turun ke lantai bawah. Selanjutnya, Yayan dan Aida menuju ke tempat parkir bawah tanah. Setidaknya di sana cukup sepi.


Yayan pun punya opsi untuk masuk ke dalam mobil. Apalagi dia punya mobil, yah, bukan. itu milik istri-istrinya, yang dibelikan olehnya. Entah kenapa Yayan tidak terlalu suka naik mobil. Dia lebih suka orang lain yang mengemudikan untuknya.


Suara mesin mobil terdengar mendekat ke arah Yayan, dia cepat-cepat sembunyi. Sebetulnya tidak perlu, penghuni apartemen lain belum tentu peduli. Mereka kebanyakan acuh dan tidak suka mengurus hidup orang lain asal tidak ada suatu alasan yang mengharuskan.


'System, buka mobilnya Vina! Cepat-cepat!'


Yayan berhasil masuk ke dalam mobil dengan warna hitam itu, salah satu mobil keluaran terbaru dari brand ternama. Yah, Yayan tidak terlalu peduli, sih. Terpenting mahal agar mendapatkan cashback yang lebih besar.


“Huh, ya … sepertinya tidak ketahuan?“ gumam Yayan melirik keadaan sekitar.


Mobil itu memiliki kaca yang terlihat gelap dari luar, seseorang tidak akan tahu apa yang ada di dalam mobil. Apalagi mobil itu kedap suara.


[Sepertinya tempat dan situasinya sangat pas , host]


“Jika yang kau maksud adalah melakukan itu … ya, aku bisa-bisa saja. Apalagi milf ini sangat menggoda. Tapi, ingatlah … dia istri orang, kenalanku!“


Aida kini tanpa pertahanan apa pun, semua hal yang dilakukan Yayan padanya dijamin akan segera terlupakan. Ia jelas-jelas mabuk berat.


Aida terus menggeliat pada Yayan, ia bergumam tepat di telinga Yayan.


“S-sayang♡ …. kenapa kamu dingin sekali?“


Aida mengigit telinga Yayan. Dia sedikit terkesiap, tapi dengan cepat dapat menenangkan diri.

__ADS_1


'Apa-apaan? Wanita yang dari luar nampak sedikit polos bisa seliar ini!?'


Yayan membiarkan Aida berbuat sesukanya. Namun, lama kelamaan, wanita itu sungguh tidak tertolong. Ia benar-benar ingin melakukan s3x.


Aida menindih Yayan yang dibuat berbaring olehnya di kursi belakang mobil, ia tepat duduk di atas area V milik Yayan. Aida menggerakkan pinggulnya maju-mundur sambil melenguh.


Punya Yayan tidak tegang sama sekali, ya, sampai saat ini dia masih mampu menahan diri. Dia belum tergoda pada Aida. Bisa dirasakan celananya basah karena Aida sudah bocor.


'Huh, aku tidak menyangka ibu satu anak ini bisa sangat liar kalau urusan yang model begini.'


Milik Yayan secara perlahan menegang, sekuat apa pun ditahan, dia tetap lah pria normal. Jadi, jangan menyiksa diri dan nikmati saja.


“Ah, aku kira kamu kurang puas dengan cara mainmu. Tapi, syukurlah pusakamu sudah berfungsi dengan baik!“


'Ekspresinya itu … dia sangat mengharap lebih!? Yah, huh … oke … aku terima-terima saja. Lagipula, aku punya ide yang sangat bagus. System … kau mengerti, 'kan, apa yang harus dilakukan?'


[System siap sedia. Semuanya sudah direkam dari sudut yang tidak memperlihatkan wajah host]


'Bagus!'


Aida memilih untuk secara langsung menerima hawa dingin dari AC mobil dengan kulitnya yang putih itu. Ia melepas kain yang menyelimuti badannya. Kini cuma bra berwarna hitam dengan sedikit renda di tepian. Itu sangat mempertegas kesan seksi dari Aida. Ia kemudian merunduk untuk melepas kancing kemeja Yayan. Dada bidang pria itu pun terekspos.


Aida menjadi bersemangat. Ia juga mulai membebaskan pusaka Yayan dari jeratan kain yang menyiksa, lantas menyembul dengan gagah, nampak kuat dan besar. Aida pun menggenggam pusaka itu.


“Untuk yang kali ini … mungkin aku yang memimpin, sayang♡,” ucap Aida dengan suara yang terdengar penuh gairah itu.


Wanita itu merunduk lagi, kali ini ia mengincar bibir pria yang 12 tahun lebih muda darinya. Aida mencium Yayan, aset yang besar dan lembut bersentuhan dengan dada bidang Yayan.


Aida sedikit terlalu bersemangat dalam bercumbu. Ia seakan-akan ingin melahap Yayan dengan lidah saling menyatu. Seiring berjalannya waktu, Aida melepas ciumannya. Ia masih menindih Yayan.


'Yah, berbuat saja lah sesukamu! Aku akan mengambil alih saat bagian akhir,' batin Yayan yang melihat Aida menanggalkan busana terakhirnya.


“Akan kumasukkan sendiri,” ucap Aida yang berupaya memasukkan pusaka Yayan ke dalam lubang sarung* miliknya.


Yap, itu pas. Aida sedikit terkejut dengan sensasinya. Agak kebesaran sebetulnya.

__ADS_1


Aida pun mulai bergerak, suara indah pun terdengar dari dalam mobil. Namun, seseorang dari luar tidak ada yang mampu mendengarnya. Hanya Yayan, yang menikmati sisi liar dari Aida.


45 menit berlalu ….


Kedua-duanya *******, cairan pusaka Yayan memenuhi lubang sarung milik Aida. Wanita itu kini berbaring di atas tubuh Yayan, ia sedang tertidur.


[Misi berhasil diselesaikan]


[Selamat, Host mendapatkan 1000 spera, 10 poin kesehatan, dan 5 poin kekuatan]


'Yah, misinya selesai! Dan waktunya mengambil alih!'


Yayan kini gantian yang berada di atas, dia memandang wajah tidur Aida, sedikit membelainya. Senyuman muncul di wajah Yayan.


Dia kemudian mulai memainkan setiap inci tubuh Aida, itu dilakukan agar wanita itu bangun. Tubuhnya bereaksi, ia sedikit menggeliat, ******* terdengar. Dan beberapa menit berselang ….


Kesadaran Aida berangsur-angsur kembali.


“A-apa yang terjadi?“ ucapnya membuka mata secara perlahan. Ia merasakan sensasi aneh dan nikmat di dadanya.


Saat itulah, Aida langsung membelalakkan mata. Tangannya sontak mendorong sosok pria yang menikmati asetnya. Layangan telapak tangan pun tak tertahankan.


Sayangnya …. Yayan menangkap pergelangan tangan Aida.


“Yayan, apa yang kau lakukan? Kenapa kau setega ini?“ Wanita itu mulai mengucurkan air mata.


Yayan tidak berbasa-basi, dia mengabaikan ucapan Aida dan langsung mengajaknya bercumbu.


“Unh … unh … lepas, lepas! Kau kurang ajar!“


Aida pada awalnya menolak dengan keras, tapi lama kelamaan insting alaminya muncul. Ia menerima ciuman itu dan menikmatinya.


Yayan melepaskan cumbuannya, dia tersenyum melihat ekspresi Aida yang mirip saat ronde pertama.


“Asal tau saja, aku cuma membalasmu. Kau yang sudah menyerangku duluan!“

__ADS_1


__ADS_2