
Yayan pulang setelah menjaga Vina seharian, tapi dia tidak sepenuhnya memutus pengawasan terhadap Vina. Ada orang yang secara berkala akan memberikan informasi tentang perkembangan di rumah sakit. Orang itu adalah Rinto bersama anaknya, Wulan.
Vina dikabarkan bisa segera pulang, keadaannya berangsur-angsur stabil. Ia meminta untuk rawat jalan di rumah.
“Semoga kak Vina cepat sembuh, ya?!“ ucap Wulan menyemangati, gadis cilik itu tersenyum manis, yang mampu melelehkan hati setiap orang.
“Ya, demi Wulan. Kakak pasti akan segera sembuh.“ Vina membalas dengan senyuman juga.
Rinto kemudian datang mendekat dan berkata. “Kita keluar Wulan! Kak Vina harus istirahat, kita jaga di luar saja,” ucapnya pada Wulan, membujuk.
Gadis kecil itu menggeleng, “Nggak, Wulan mau di sini saja. Ayah saja yang di luar!“ Ia kekeh menolak.
“Tidak boleh. Kamu pasti akan mengajak kak Vina ngobrol terus-terusan. Dia nanti tidak bisa istirahat!“
“Nggak, aku ingin tidur dengan kak Vina.“
“Nggak boleh! Tempat tidurnya terlalu sempit, nggak muat. Kita keluar saja.“ Rinto pada akhirnya menggendong paksa Wulan. Gadis kecil itu sedikit merengek, meronta ingin diturunkan.
Vina tersenyum melihat keakraban sepasang ayah dan anak itu.
Rinto mengangguk pada Vina sebelum keluar dari ruangan, ia membalas anggukannya.
“Kita jaga di sini saja,” ucap Rinto, ia dan Wulan kini duduk di kursi yang ada di depan ruangan Vina dirawat.
“Aku maunya di dalam.“
Wulan terus merengek untuk kembali masuk ke dalam, tapi Rinto mengabaikannya. Wulan jadi lelah sendiri, ia diam dan meminta tidur di pangkuan Rinto.
“Nah, tidur saja. Mungkin kamu bisa bermimpi indah, bertemu ibu misalnya?“
Dan sebuah fakta bahwa Yayan belum memberitahu soal keberadaan wanita yang sangat mirip dengan istrinya. Kemiripan di atas 90%.
.
.
.
.
Yayan kini berada di markasnya Nesa, di sebuah gedung tua yang pembangunannya belum usai.
__ADS_1
“Yap, kalian mengurus mereka dengan baik!“ ucap Yayan yang melihat beberapa orang diikat di kursi dan disumbat mulutnya.
Mereka adalah kelompok sindikat penjual organ manusia yang berada di bawah naungan organisasi misterius. Yah, masih dugawn. Yayan cuma sekilas membedah ingatan Anju, wanita itu memang berhubungan dengan kelompok yang selalu menjadi wadah penyetoran organ manusia.
Mungkin bukan cuma itu jaringan bisnis mereka. Namun, Yayan tidak peduli pada orang-orang seperti, selagi keberadaan mereka tidak mengusik kedamaiannya dan juga orang-orang di sekelilingnya, maka Yayan akan diam saja.
Dan kini, Anju dan kompolotannya kemungkinan memiliki hubungan dengan urusannya Yayan.
“Heh, kau juga membawa pria ini?“ kejut Yayan melihat seseorang yang familiar dengannya ikut diikat di kursi dan ditutupi wajahnya dengan kain hitam.
“Cuma mempermudah pencarian. Wanita itu seolah-olah hilang ditelan bumi,” balas seseorang dengan rambut perak, tidak lain adalah Nesa.
“Apakah sesusah itu?“
“Bukan! Cuma membuat pencarian lebih efektif. Menelusuri Distrik Timur dengan personel yang lebih dari 20 itu melelahkan.“ Nesa menjelaskan.
“Hmm, yah … kau saja yang atur,” ucap Yayan, mengalihkan pandangannya ke arah Anju dan lainnya. “Orang-orang ini kemungkinan punya kaitannya dengan target kita.“
“Woah, oke … aku akan segera mengintrogasinya.“
“Bagus. Untuk pria itu … serahkan saja padaku! Aku memiliki dendam padanya!“ Yayan menyeringai, mulai menyeret sang tawanan istimewa. Ia adalah mantan pacarnya Yani, Vicky. Wanita itu memang sudah mencampakkannya.
Yayan membawa Vicky ke pinggir gedung, belum ada temboknya. Dia meletakkan kursinya tepat di pinggiran. Sekali bergerak … kursi yang ada seorang manusia yang terikat itu akan terjun bebas.
Plak …
Satu tamparan membuatnya langsung sadar.
“Woi, apa-apaan ini——”
“Perhatikan sekelilingmu!“ sela Yayan memperingatkan.
Vicky seketika berkeringat dingin, melirik ke bawah seraya meneguk air liur. Tatapannya begitu jeri ketika melihat Yayan. Ya, ia takut jika dia akan balas dendam.
“Yo, kita ketemu lagi. Dan aku masih ingat …. kau punya hutang padaku!?“ Yayan tersenyum licik.
Vicky tentu tidak bisa berbuat apa-apa, kelangsungan hidupnya di ujung tanduk. Ia perlu mengorbankan apa pun yang ia punya untuk bertahan hidup. Namun, sialnya orang yang susah disuap.
“Kau masih ingat, 'kan? Kau menjebak temanku! Dan yah … kini gantian, hehe.“ Senyuman sumringah Yayan cuma ditanggapi dengan kengerian di wajah Vicky.
“Aku ini baik hati. Kau bisa lolos dari sini jika menjawab setiap pertanyaanku!“
__ADS_1
“A-akan kujawab! A-aku akan menjawab semua pertanyaanmu!“ ucap Vicky, pria itu hampir menangis.
“Sederhana saja … di mana Yani sekarang?“ tanya Yayan dengan nada dingin, sorot matanya berubah sangat tajam. Aura intimidasi itu membuat Vicky tertekan.
“A-a-aku tidak tau,” balas Vicky terbata-bata.
“Oh … kau tidak menepati janjimu! Itu bukan jawaban!“ Yayan mengangkat kakinya bersiap untuk menendang.
“Aku sungguh tidak tau, dia tiba-tiba menghilang tiba-tiba saat kami putus. Tolong, biarkan aku hidup!“
“Intinya kau harus menjawab, dan 'aku tidak tau' bukan jawaban menurutku. Sayang sekali …..“
“Aku berani sumpah tidak tau apa-apa. Tapi, aku bisa memberikan sebuah informasi yang benar-benar menarik.“
Yayan menghentikan kakinya yang tinggal beberapa milimeter mendorong kursi yang diduduki Vicky.
“Katakan! Jika itu tidak menarik … kau tau sendiri akibatnya!?“
“T-terima kasih. Aku berani jamin bahwa ini adalah informasi yang berguna. Mungkin juga bisa menjelaskan kenapa aku tidak tau apa-apa.“
“Hmm?“ Yayan mengangkat sebelah alisnya.
“Si Yani … dia mungkin bisa melakukan cuci otak. Dia memiliki kemampuan yang berhubungan dengan pikiran!?“ beritahu Vicky, wajahnya sangat pucat. Apa Yayan akan merasa tertarik pada informasinya Vicky?
'Kemampuan yang berhubungan dengan pikiran? System, mungkin kah sama dengan mental out? Lagi pun dari mana dia bisa memiliki kemampuan supernatural semacam itu? Jika Saka … masih kumaklumi, tapi Yani? Dia cuma wanita biasa yang matre!' Yayan bertanya-tanya.
[Belum bisa dipastikan. System menyarankan untuk membeli skill analisis dari shop]
'Kau tau, kan, poin spera-ku belum cukup?
[Tenang saja Host. System akan memberikan sedikit bonus]
'Bonus?'
[Modifikasi ingatan dilepaskan. Menggabungkan dua ingatan eksistensi dari dunia yang berbeda …. dimulai]
.
.
.
__ADS_1
.
Mau masukin unsur fantasy di chapter berapa? Cerita ini lama kelamaan pun harus masukin unsur fantasy. Tapi bukan kultivasi, aku nggak minat fantasy timur. Mungkin fantasy barat, tapi bukan sihir.