Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 40: Menang


__ADS_3

Yayan bangkit dari tibanan puing-puing tembok rumah yang berupa batu bata. Punggungnya menghantam telak, harusnya itu terasa sangat sakit bahkan pingsan. Yayan beruntung ketahanan tubuhnya bukan lagi di tahap manusia normal.


'Apa itu tadi?' Yayan terus memikirkannya.


Muncul satu kesimpulan setelah olah otak beberapa saat.


'Mungkin tekni rahasia? Namanya mungkin tinju tak terlihat?!' Yayan sempat-sempatnya menamakan jurus seseorang seenak jidat.


“Sepertinya akan sangat sulit untuk mengalahkanmu!“ ledek Saka.


“Umm, ya mungkin hanya mimpi kau bisa mengalahkanku!“ ucap Yayan yakin, menepuk-nepuk celana hitamnya yang penuh dengan habuk.


“Oh, sangat tinggi hati!“


“Itu masih lebih baik dari pada rendah diri!“ Yayan tiba-tiba melamparkan puing batu bata ke arah Saka.


Belum sampat menyentuh Saka, bata itu sudah hancur berkeping-keping. Yayan terkejut. Pria itu jadi berpikir kemampuan Saka bukan hal konyol seperti “Tinju tidak terlihat”.


'Cih, kepalaku ingin pecah! Masa bodoh, yang terpenting adalah menang!'


Yayan memungut beberapa bata yang bakal dijadikan amunisi serangan jarak jauh. Dia sadar bahwa mendekati Saka terlalu beresiko.


Yayan melakukan percobaan lagi, dia melempar bata dengan sejumlah tenaga yang besar. Lagi-lagi nasibnya seperti yang pertama, hancur berkeping-keping.


Yayan belum puas, dia melempar lagi. Namun, dia lebih dulu bergerak ke belakang Saka lalu melemparnya dari titik butanya. Hasilnya tetap sama. Jadi, Yayan bergerak mengelilingi Saka dengan kecepatan tinggi yang susah diamati oleh mata, lagipula kecepatan Yayan enam kali lebih cepat dari rata-rata manusia.


Satu per satu puing bata di tangannya dilempar dari segala arah. Harapannya Yayan, salah satu bata itu ada yang lolos. Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Semua bata yang dilemparkan dalam waktu yang bersamaan hancur.


'Apa sebenarnya itu? Semacam pelindung ghaib yang tak kasat mata?' Yayan dengan cepat menyangkal pemikiran itu. 'Bukan! Jelas-jelas itu bisa digunakan untuk menyerang!?'


“Apakah ekperimenmu sudah selesai? Kau menemukan sesuatu. Kurasa tidak … sampai kapan pun, trik ini sulit dibongkar. Inilah senjata rahasiaku. Kau beruntung bisa melihat dan merasakannya!“ ucap Saka angkuh, merasa sedang di atas angin.


Sementara itu, Intan dan Nazuna harap-harap cemas. Mereka menginginkan ini segera berakhir, kondisi Yayan tidak sedap dipandang, babak belur dan pakaian seperti gembel. Berlawanan dengan Saka yang masih baik-baik saja, meski tadi sempet terkena serangan Yayan secara telak.


“Yayan, sudah cukup! Ini bukan lagi duel, kau bisa mengakhiri ini!? Kau sudah cukup berju——”


“Tidak bisa manager, aku terlanjur melakukan ini. Hanya dengan pertarungan ini kita bisa mendapatkan tanah ini!“ sela Yayan terhadap perkataan Intan. Dia nyemplung terlalu jauh. Mengakhiri pertarungan sama saja dengan mengaku kalah.


Apa-apaan itu? Yayan masih punya kesempatan untuk menang. Mungkin?


Yayan berdecih dengan kesal, dia sudah muak untuk memikirkan kemampuan apa yang digunakan oleh Saka. Dia kembali ke metode awal, yaitu lihat, serang, dan rasakan.


Dia menerjang Saka dengan kecepatan yang tinggi, pria tua itu santai saja. Dan benar saja, belum terlalu dekat dengannya, Yayan mendadak terpental dengan sendirinya.


Dia termundur belasan langkah.


'Apa itu sebenarnya? Aku tadi seperti menghantam bidang datar yang keras!?'

__ADS_1


Untuk kesekian kalinya, Yayan berdecih lagi, mulai menerjang Saka. Dia kali ini mulai menghitung jarak di mana dia akan merasakan dorongan atau hantamannya.


Kali ini berbeda, tidak ada sesuatu tembus pandang yang menyerang Yayan. Lesatannya mulus sampai ke arah pria tua itu.


'Apakah dia tidak bisa menggunakannya lagi?' pikir Yayan, yang mengirimkan pukulan ke arah kepala Saka.


Itu berhasil ditangkis, dan sekejap mata Saka melayangkan pukulan belasan. Yayan juga bisa menangkisnya. Selanjutnya adu serang dan elak terjadi. Tidak ada satu pun dari serangan mereka berdua yang mengenai satu sama lain. Gerakan mereka menjadi lebih cepat, serangannya lebih bervariasi, aneka tendangan dan pukulan kerap terjadi. Apalagi gerakan-gerakan akrobatik di udara yang sangat memukai.


[1 poin kecepatan didapatkan]


[1 poin kecepatan didapatkan]


[1 poin kecepatan didapatkan]


Buaghh ….


Akhirnya mereka bisa mengenai satu sama lain, kedua-duanya termundur beberapa meter akibat benturan. Untuk pertama kalinya Saka mengeluarkan darah dari sudut mulutnya.


[1 poin kekuatan didapatkan]


Pria tua itu tersenyum puas, “Woah, ini sangat menyenangkan! Ayo, Yayan … apa kau punya sesuatu yang lebih hebat lagi?“ tantangnya.


'Dia menyebalkan!' maki Yayan dalam hati. “Ini tidak akan ada habisnya, aku bakal kesusahan menang jika cuma bermodal teknik kakek itu. Apalagi dia punya senjata rahasia, seperti sesuatu yang tidak terlihat! System, apa aku juga memiliki senjata rahasia?'


[Host lupa? Anda memiliki mental out?]


Saka menyerang Yayan yang nampak bengong, pria tua itu tidak melewatkan kesempatan itu.


Yayan mendadak melengkungkan sudut bibirnya ke atas. Dia berhasil menangkap tinjunya saka. Ia ingin menarik lengannya, tapi Yayan menahannya. Saka tidak dibiarkan kabur.


Saka lalu mencoba menggunakan bagian tubuh lainnya untuk menyerang Yayan. Pria dengan kemeja yang robek-robek itu tidak peduli, dia dengan senang hati menerima serangannya.


[1 poin daya tahan didapatkan]


Kedua-dua tangan Saka telah terkunci, begitu juga dengan kedua kakinya.


'Apa rencananya Yayan?' Saka mencemaskan sesuatu yang disimpan oleh pria di hadapannya.


Saka masih belum menyerah, ia melakukan perlawanan terakhir dengan membenturkan kepalanya pada kepala Yayan.


Buaghh!


[1 poin daya tahan didapatkan]


Yayan tidak bergeming sedikitpun, meski pelipisnya mulai mengeluarkan darah.


'Kenapa dengan pria ini?' ucap Saka cemas.

__ADS_1


Yayan tersenyum, “Kena kau!“ Dia menatap tajam Saka.


“Apa?“ Saka melihat tatapan Yayan yang menyiratkan rasa percaya diri yang tinggi.


'Mental out!'


Saka sontak kehilangan fokusnya, ia tidak sadar dengan kondisi di sekitarnya. Ia juga bingung dengan apa yang hendak dilakukan.


Saka cuma melihat sosok pria dengan pakaian compang-camping bersiap melayangkannya sebuah pukulan.


“Akulah pemenangnya!


Buaghh!


Yayan memukul Saka dengan kekuatan penuh, membuatnya terhempas dengan kecepatan tinggi menuju rumah warga, tembus hingga beberapa rumah.


Semua orang yang melihatnya terperangah tidak percaya, terutama para warga. Mereka buru-buru mengecek kondisi Saka.


“Yayan!“


Intan dan Nazuna, juga beberapa bodyguard menghampiri Yayan yang terduduk lemas.


“Hei, kau baik-baik saja?“ tanya Intan agak cemas dengan keadaan rekan kerjanya itu.


“Ya, aku baik-baik saja.“


“Tapi, dengan semua luka itu?“


“Bukan masalah!“ Yayan menggeleng.


'Aku bisa saja langsung menyembuhkan semua luka ini? Tapi, ada banyak orang … itu akan mencurigakan! Eh, bukannya pertarungan tadi juga dirasa tidak masuk akal?' oceh Yayan dalam hati.


“Kau tadi benar-benar kuat, Yayan? Apa kau selama ini menyembunyikan fakta bahwa bisa bela diri?“ tanya Intan.


“Tidak! Itu cuma power of kepepet. Kekuatan yang muncul di saat terdesak,” sangkal Yayan. Peningkatan kekuatannya memang tidak masuk akal.


“T-terima kasih atas kerja kerasnya.“ Nazuna berterimakasih seraya menunduk dalam.


“Yah, itu bukan apa-apa. Tugasku selaku karyawan perusahaan.“


Saka berjalan menghampiri Yayan dengan dipapah oleh dua orang.


“Perlawanan yang hebat. Aku tidak menyangka kau bisa mempunyai senjata rahasia semacam itu. Tapi, yah … kau menggunakannya di waktu yang tepat!“ puji Saka.


Yayan melebarkan matanya dengan terkejut. 'Dia sadar bahwa ingatannya tadi sempat dihapus?'


“Karena kau menang, kau bisa meminta apa pun pada kami! Oh, ya … Mikha, tolong ke sini?“ panggil Saka.

__ADS_1


'Huh, sepertinya aku akan mendapat wanita baru?!'


__ADS_2