Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 77: Menambah istri?


__ADS_3

“Meeting-nya sudah selesai. Sekarang jam bebas, betulkan, Vin?“


Wanita di belakang Yayan menjawab tanpa ada semangat. “Tapi, sekarang sudah jam 12 malam. Aku lelah untuk kelayapan, lebih baik istirahat——”


“Katanya ingin jalan-jalan berdua? Bukannya ini kesempatan?“ tanya Yayan sedikit bingung.


“Hmm … ya, tapi aku lebih ingin 'itu', cuma kita berdua. Tolong manjakan aku!“ Vina merapat ke arah Yayan, memeluk lengannya.


“Huh, cuma berdua?“ Yayan nampak malas sebetulnya, tapi karena itu adalah permintaan istri yang disayanginya … jadi gaslah!


“Oke … kita mungkin bisa mencari love hotel?“ usul Yayan.


“Siap! Kalau ini aku tidak lelah lagi. Ayo berwisata malam!“


Yayan dan Vina pun berencana menyelundup keluar dari hotel tempat mereka menginap. Keadaan sudah tengah malam, tapi banyak tamu yang berlalu lalang di loby. Kemungkinan terburuk ada salah satu orang dari rombongan Yayan yang memergoki.


Namun, Yayan dan Vina berhasil keluar dari hotel dengan lancar, tidak ada halangan sama sekali. Saking mulusnya, Vina jadi curiga jika ada seseorang yang membuntuti mereka.


Yah, pada dasarnya memang ada, sih.


Sepasang suami istri itu berjalan di jalanan sekitar hotel, sesekali menikmati pemandangan yang ada. Meskipun tengah malam, jalanan masih tetap ramai. Banyak pejalan kaki yang berlalu lalang di trotoar.


“Yah, mungkin di sini saja. Jaraknya cuma 300 meter dari sini,” ucap Vina yang menatap layar ponselnya. Ia dari tadi memang mencari love hotel terdekat.


“Aku menurut saja.“


Yayan dan Vina pun pergi ke sana dengan berjalan kaki selama beberapa menit.


Saat sampai di sana, Yayan dikejutkan oleh sesuatu. Mereka berada di lobi untuk memesan kamar. Namun, ada seorang wanita yang tengah bercengkrama dengan resepsionis. Gaun pengantin yang dikenakan wanita itu nampak tidak asing bagi Yayan.


'Ahh, si pengantin lari. Setelah lelah main kejar-kejaran dia akhirnya memilih bersembunyi di sini. Ya, Itu tindakan ceroboh, sih. Orang-orang yang ada di sini mungkin akan cepu ke calon pengantinmu?! Yah, mungkin aku bisa sedikit membantumu.'


Yayan kemudian menyikut-nyikut Vina dan berbisik. “Berteriaklah dan tarik perhatian semua orang yang ada di sini!“


“Hah?“ Vina tentu saja terperangah.


“Kita akan bermain-main sampai kau lemas!“ Yayan tersenyum simpul.

__ADS_1


Vina pun tidak bisa menahan iming-iming itu. Ia sontak berteriak dan semua orang yang ada di lobi seketika menoleh ke arah mereka berdua, termasuk si pengantin.


'Mental out!'


Yap, semua orang yang ada di tempat itu terkena pengaruhnya Yayan. Dia kemudian menghapus semua ingatan yang terkait dengan wanita itu. Ternyata benar, si mempelai pria sudah menyiapkan hadiah besar bagi yang bisa menemukan calon istrinya.


'Skill ini sudah dalam tahap maksimal. Aku bisa meniru kemampuan Yani bahkan lebih kuat lagi.'


“Eh? Ada apa?“ Vina bingung sendiri.


“Yah, tidak apa-apa. Hanya saja …. ungkapan yang kau katakan tadi … agak memalukan, sih.“


“Kamu yang nyuruh, lho?!“


“Ya, ya.“


Yayan maju ke depan karena gilirannya tiba. Si pengantin wanita berlalu ke ruangan yang ditunjukan oleh salah seorang pengawai tempat itu.


'Hmm … mungkin aku akan sedikit ikut capres dengan urusannya. Ayo, jadi sedikit maruk! Kesempatan kali ini tidak boleh dilewatkan. Kapan lagi menjadi menantunya bangsawan, Raja?'


[Host akan memiliki agenda penting dengan Raja dalam beberapa hari ke depan]


“Hei, Vin … gimana jika aku menambah——”


Vina seketika mencubit pinggang suaminya itu.


.


.


.


.


Keesokan paginya ….


Yayan dan Vina masih berada di love hotel, mereka menginap semalaman dan sampai sekarang belum kembali. Ponselnya kini penuh dengan pesan dan panggilan Andrea.

__ADS_1


Yayan hanya tersenyum kecut. “Saatnya kembali.“


Yayan lalu menepuk-nepuk pipi istrinya yang masih terlelap, terbungkus selimut dengan bertelanjang bulat. “Kita harus segera kembali,” ucap Yayan sedikit lebih keras karena Vina tidak merespon.


“Oi, istriku! Kita harus——”


Vina menggeliat sebentar lalu menarik Yayan ke dalam pelukannya, terekan di dada yang pas-pasan itu.


“Huh, memang sedikit sulit!?“


Yayan sedikit berontak untuk membebaskan diri lalu mengincar bibir pink istrinya.


Cup …


“Unh … unh … ahh, apakah kamu tidak bisa lembut sedikit?“ protes Vina yang agak mendorong Yayan.


“Oh, kau tidak suka kasar, ya? Tapi, Andrea biasanya selalu semangat jika main kasar!“


“S-siapa bilang aku tidak suka kasar? Tadi kamu menyerang secara tiba-tiba, a-aku hanya kaget. Nah, sekarang baru siap!“


Vina hendak melanjutkan ciuman yang terputus tadi.


“Lain kali, kita harus segera kembali ke hotel.“


Mood Vina seketika turun.


Saat Yayan dan Vina check-out, dia mendapat informasi bahwa si pengantin yang lari sudah pergi saat fajar. Ia juga meninggalkan gaun pengantinnya di kamar.


'Dia kabur! Tapi, tidak akan lama untuk menangkapnya.'


[System sudah memberi pesan pada Eta dan bawahannya untuk mengejar wanita itu]


'Ya, kau cepat tanggap, System!'


Yayan sudah selesai dengan urusannya, dia dan Vina pun bergegas menuju ke hotel. Andrea dan Mikha mungkin cemas dan ngambek sebab ditinggal kelayapan.


“Hei, sayang. Kamu harus ingat, kita ada agenda penting dengan Raja. Pertemuan itu akan menentukan akar perusahaan di negara ini. Kita harus bisa meyakinkannya.“ Vina berucap tiba-tiba.

__ADS_1


Yayan hampir lupa dengan tujuannya sendiri. Yah, tidak sepenuhnya, sih.


'Menyelam sambil minum air. Menjadi menantu Raja jauh lebih menguntungkan, bahkan aku bisa menjadi pewaris tahta. Ya, sedikit maruk tidak masalah. Ya … Putri Rachial adalah kuncinya.'


__ADS_2