Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 63: Terbebas


__ADS_3

"Aku selama ini sudah melakukan banyak persiapan, hehe ... pasukanku sudah sangat banyak. Asal kamu tau, ya sayang!" yani tersenyum lebar, seolah-seolah tidak ada kecemasan. Ia yakin bakal mendapat apa yang diinginkannya.


Jdar ...


Peluru melesat dengan sangat cepat, Yayan cuma bergeming, dia sedikit memiringkan kepalanya. Benar-benar tidak pengaruh pada tembakan tadi.


Dan dalam satu kedipan mata, Yayan sudah tepat berada di depan Yani. Dia mengulurkan tangan bersiap untuk mencekik. Yani lantas kelabakan dan seketika menggerakan salah satu bonekanya.


'Apa-apaan dengan kecepatannya itu? Dia seperti bertelepotasi!?' pikir yani yang langsung mundur saat mikha telah menggantikan posisinya.


Mikha bergerak di antara yayan dan Yani, ia berperan sebagai tameng. Itu tidak mempengaruhi yayan sama sekali, Yayan tetap mengurlukan tangannya.


"Ugh ....! Mas, kenapa kamu setega ini?" Mikha berbicara dengan lirih, ekspresinya jelas menunjukan kesedihan.


Yayan cuma memasang wajah datar kemudian menghela nafas. "Tenang saja, Mikha. Aku akan membebaskanmu."


Tubuh Mikha menjadi lemas, ia langsung tidak sadarkan diri. Nesa mengerti apa yang harus dilakukan, ia siaga menerima Mikha yang pingsan lalu mengungsikan ke tempat aman.


Yani sungguh kehilangan kata-kata saat melihat yayan berhasil mematahkan pengendaliannya atas Mikha.


'Apa-apaan ini? Apalagi kemana wajah depresi dan putus asanya yang tadi? Dia nampak sangat tenang! Apa dia berpikir bisa mengatasi semua ini tanpa kehilangan satu pun orang yang dia sayangi?' Yani sebal sendiri. Dia melirik Dian dan Diana.


'Aku akan membunuh kedua adiknya sebagai awal, lalu seluruh keluarganya yang ada di rumah ini!'


Yani lalu mengerahkan seorang sniper yang berjarak 500 meter dari rumah Yayan, ia menyuruh orang itu untuk benar-benar membunuh adik-adiknya Yayan.


Yayan menyeringai lembut menanggapi rencana Yani yang terdengar dari suara hatinya. Itu jelas mempengaruhi mental Yani, dari percaya diri menjadi serba ketakutan.


Pada akhirnya si sniper tetap mengincar Dian dan Diana yang sekarat.


[Skill Telekinesis dibeli dengan harga 0 poin spera]


Yayan menghentikan lesatan peluru yang mengarah ke Dian dan Diana. Yani membelalak, ia menatap Yayan jeri pada peluru yang melayang-layang di atas kepala kedua adiknya Yayan itu.


“Kau bisa menggunakan kemampuan dari klan ayahmu? Mana mungkin!?“


“Nyatanya?“ Yayan mengangkat bahunya. “Oh, ya … rasakan sedikit rasa sakit ini!?“


Swussh ….

__ADS_1


Yayan menggerakkan salah satu peluru untuk menuju ke arah Yani. Dilesatkan dengan kecepatan yang setara saat baru ditembakkan, itu menyerempet telinganya, menyebabkan kebingungan beberapa saat. Yani langsung meringkuk menahan kupingnya yang mengeluarkan darah, ia jelas kesakitan, air matanya keluar.


Yayan kemudian menggerakkan peluru satunya untuk kembali ke arah sniper.


“Sepertinya terbalik, Yani sayangku … aku yang malah bisa melihat wajah ketakutanmu itu, kau merasa putus asa. Tapi, jujur saja … kau tampak cantik dengan ekspresi seperti itu!“ ucap Yayan sarkas.


Yani tidak bisa berkata-kata, tatapan matanya melihat Yayan dengan penuh kebencian.


“Harusnya aku yang menatapmu begitu. Kau agak bermain curang. Melibatkan orang-orang di sekitarku! Jika aku mau, aku juga bisa melibatkan orang-orang di sekitarmu. Hmm … tapi, kau tampaknya tidak peduli dengan mereka!?“ Yayan melirik Dian dan Diana.


[Memberikan poin kesehatan pada Dian dan Diana]


[Menggunakan 400 poin kesehatan]


Luka-luka yang diderita Dian dan Diana perlahan menutup.


[Memberikan poin kesehatan pada seluruh penghuni perumahan Diamond town]


[Menggunakan 10 ribu poin kesehatan]


Yayan kemudian mendekati Yani yang sudah terpojok.


Nesa selalu peka, dia melemparkan belati peraknya pada Yayan, ditangkap dengan baik.


“Huh, pak tua … aku memintamu ke sini untuk melindungi orang yang ada di rumah ini. Kenapa kau mudah sekali terjebak? Malah bikin repot.“


Saka yang hendak menyerang Yayan dari belakang seketika berhenti, ia jatuh pingsan dengan sendirinya.


Skill mental out yang berada di level tertingginya saat ini jauh lebih kuat dari pada kemampuan milik Yani. Wanita itu tidak berkutik … oh, ya … sebetulnya Yayan bisa melepaskan pengaruh Yani dari dirinya sendiri dengan mudah.


Yani menggertakan giginya kuat-kuat, menunduk dalam. Ia benar-benar putus asa, tidak akan bisa menang. Pada pikirannya kini cuma menghilangkan wajah Yayan yang begitu tenang dan terlihat agak angkuh itu.


Yani berencana untuk menggunakan tenaga terakhirnya untuk ….


“Baiklah, aku kalah. Kau menang, Yayan. Namun, coba hentikan kerusuhan yang aku bakal kubuat ini! Aku adalah anggota paling berbakat di klan Sema. Jika mengetahui anggota klan paling berharga tewas dibunuh oleh seseorang … kau harusnya tau apa yang akan terjadi.


Meski aku mati sekarang … aku akan tetap merepotkanmu di masa depan. Nikmati cintamu dengan istri-istrimu itu. Aku sebetulnya merasa senang ketika berpacaran denganmu, meski kau kukendalikan, tapi kebaikan hatimu yang kau berikan padaku itu tulus. Terima kasih.“ Yani berucap panjang lebar yang diakhiri dengan senyuman.


Setelah itu, Yayan merasakan ledakan energi yang tipis dari tubuh Yani dan menyebar dalam radius 10 kilometer. Yah, Yani menggunakan tenaga terakhir yang sampai membuat nyawanya terenggut agar menciptakan kerusuhan besar. Ia membuat pasukan zombie dari warga kota.

__ADS_1


Yayan menatap Yani lekat, “Kau sebetulnya orang baik, tapi kelainan mentalmu itu yang menyebabkanmu menjadi begini. Dan … setidaknya senyuman terakhir yang berikan padaku itu tulus.“


Selanjutnya Yayan berbalik pada Nesa. Dia melemparkan kembali belatinya, itu tidak diperlukan sama sekali.


“Nesa, akan ada kerusuhan yang mendekat ke sini. Bisa kau urus itu?!“


“Ya, bisa saja.“


Nesa tidak terpengaruh dengan gelombang pengendalian Yani karena berada di dekat Yayan.


“Tapi, sepertinya pihak kota yang akan mengurusnya.“


Yani yang menjadi sumbernya sudah tewas, jadi pengendali pikiran itu tidak permanen. Setelah dibuat pingsan mungkin langsung tersadar.


Nesa keburu pergi untuk menghalau kekacauan untuk bertambah besar. Dimulai dari dalam perumahan diamond town. Yani sebetulnya membawa beberapa darah murni dari berbagai klan, yang tidak sengaja ia temukan. Sayangnya tidak digunakan untuk melawan Yayan karena dia merasa percuma.


Nesa menghadapi para darah murni itu. Ia akhirnya bisa tertidur.


“Hmm … Nesa memiliki alter ego? Itu akan aktif saat dia tertidur. Kepribadiannya yang sedikit malas dan tidak terlalu tertarik pada apapun hilang, berganti dengan Nesa yang beringas.“


Yayan kemudian membawa Mikha, Saka, dan kedua adiknya kembali ke dalam rumah. Di dalam dia menemukan Vina, Andrea, juga kedua orangtuanya yang pingsan. Beruntung Yayan sudah menyembuhkan mereka semua.


[Pemulihan System]


[0%]


….


[100%]


[Apa yang terjadi tadi, host]


[System menjadi nonaktifkan sementara]


“Entahlah … terpenting aku sudah menang!“


Yayan kemudian menatap wajah Vina yang pingsan, air mata secara tidak sadar jatuh. “Perasaan ini … akhirnya ….“


Secara teknis harusnya System menghilang, namun Yayan mengakalinya dengan mengubah perjanjiannya. System akan menghilang jika Yayan dirasa sudah menyelesaikan semua urusannya.

__ADS_1


"Bug yang terjadi padamu tadi itu sangat menguntungkan, System!"


__ADS_2