
Pertarungan telah berjalan lumayan lama, tapi belum nampak pemenangnya. Sudah tak terhitung pukulan dan tendangan yang dikirimkan Saka pada Yayan. Namun, pria berusia 25 tahun itu tidak kunjung tumbang.
Buaghh!
Saka memukul dengan kekuatan yang besar, membuat Yayan terhempas dan menghantam batang pohon.
[1 poin daya tahan didapatkan]
“Yayan!“ Intan dan Nazuna buru-buru menghampirinya, mengecek kondisi Yayan.
“Kau baik-baik saja? Apa sebaiknya diakhiri saja?“
“Hei, tolong hentikan ini! Teman saya tidak mungkin bisa mena——”
“Bukan kau yang memutuskan! Yayan bisa menyerah, itu sama saja dianggap kalah,” Saka memotong perkataan Intan. Pria tua itu menatap Yayan dengan pandangan tertarik.
“Tenang saja, manager! Aku pasti menang dan akan mendapatkan tanah ini. Pastikan saja kenaikan pangkatku!“ Yayan menyeringai. Dia bangkit begitu saja, seolah-olah benturan tadi bukan sesuatu yang berarti.
Meskipun keadaan Yayan sudah compang-camping, kemeja robek dan berubah warna menjadi cokelat. Dia tetap tersenyum, menghilangkan kecemasan Intan dan Nazuna. Dia seolah-olah sangat yakin bisa menang, walaupun sudah babak belur.
'Pria ini sangat menarik! Dia bisa bertahan sejauh ini! Fisik dan daya tahannya benar-benar luar biasa. Apa dia sengaja bermain-main? Sepertinya harus benar-benar dipaksa!' batin Saka melihat Yayan.
Pria tua itu terpikirkan suatu ide, ia berjongkok dan memungut sebuah kerikil. Yayan yang melihatnya hanya bisa menaikkan sebelah alis. Kerikil itu akan diapakan?
“Aku akui kau benar-benar luar biasa! Tapi … cobalah serius!“
Syutt …
Saka melemparkan kerikil itu dengan tenaga yang besar ke arah Intan dan Nazuna. Kerikil itu melaju dengan sangat cepat, sampai-sampai tidak ada bodyguard yang dapat bereaksi.
Splash …
Yayan bergerak dengan cepat melebihi kerikil itu. Dia menendang kerikil saat masih berada di udara.
Note: (Bayangkan Naruto nendang gudoudama. Posenya mirip)
“Cih, ini bukan lagi duel. Sedari awal tidak ada yang namanya duel. Kau hanya mempermainkanku, pak tua!“ rutuk Yayan, menatap tajam Saka.
“Kalau begitu … coba kau yang mempermainkanku?!“ Saka menantang.
“Sesuai maumu!“
'System, tampilkan statusku!'
Name: Yayan
Age: 25 years old
Gender: Male
Blood type: O
Height: 178 cm
Weight: 58 kg
Health: 4
Strength: 58
__ADS_1
Endurance: 90
Speed: 64
Charisma: 12
Intelligence: 12
Lucky : 6
Spera: 177
HP(health point): 3
SP (strength point):4
VP (velocity point): 6
EP (endurance point): 187
IP (intelligence point): 15
CP (charisma point): 24
LP(lucky point): 8
Yayan tersenyum sebab kini kemampuan fisiknya berkali-kali lipat dari pada rata-rata manusia di dunia. Dan yah … itu butuh pengorbanan yang besar, rela dihajar habis-habisan.
Tanpa banyak omong, Yayan langsung melesat ke arah saka dengan cepat. Pria tua itu bersiap menerima serangan Yayan.
'Dia benar-benar cepat!' batin Saka.
Yayan bukan ahli beladiri, semua gerakannya asal, penuh dengan celah, dia hanya mengandalkan tenaganya. Yah, tidak ada seni sama dalam gerakannya.
Yayan mengepalkan tinjunya, Saka bersiap menerima benturan. Namun, Yayan tidak sepolos itu. Saat dia cukup dekat dengan Saka, Yayan menendang tanah, membuat debu berhamburan, menghalangi pandangannya Saka. Pria tua itu terkejut dan mengucek matanya yang keliliban.
“Kesempatanku!“
Yayan mengincar kepala Saka. Dia sudah merasa di atas angin, yakin bahwa serangannya tidak akan mampu dihindari atau ditangkis.
Namun, faktanya ….
Bugh …
Saka menangkap tinjunya. Yayan tidak menyerah begitu saja. Dia melancarkan tinju lainnya menggunakan tangan lain. Masih tetap ditangkap.
“Taktik yang bagus, tapi belum cukup. Aku sudah hidup lama, telah melihat banyak trik!“ Saka tersenyum.
Ia kemudian menbanting Yayan menghantam tanah dan langsung melompat beberapa langkah ke belakang.
Brakkk!
Tanahnya menjadi retak-retak dan cekung. Yayan pun merasa bahwa isi perutnya seolah ingin keluar.
“Ugh ….!“
[1 poin daya tahan didapatkan]
“Huh, rasanya sangat sulit melawan ahli bela diri saat diriku cuma bertarung asal menggunakan insting!“ Yayan bangkit, menaikkan kedua sudut mulutnya.
__ADS_1
“Namun satu hal … aku yang akan menang!“
“Kau percaya diri sekali, Yayan!“
Wush ….
Saka melesat dengan cepat, melancarkan salah satu serangan terkuatnya.
Bugh …
Semua orang melebarkan matanya. Yayan berhasil menangkis tinju telapak tangan terbuka dari Saka, meskipun kakinya terseret mundur.
Sebelumnya dia tidak bisa menangkisnya, apalagi serangan barusan lebih kuat dan cepat.
Ekspresi Saka menjadi serius, ia merasa tidak bisa santai lagi. Dengan kecepatan yang gila, satu kedipan mata, ia sampai di depan Yayan yang sepenuhnya belum siap menerima serangan.
Saka menyerang, mengincar perut si budak korporat itu. Namun, apa yang terjadi selanjutnya sungguh membuat orang tercengang.
'Dia menangkisnya lagi?' pikir Saka.
Ia kemudian melakukan serangan beruntun dengan cepat. Namun, lagi-lagi Yayan bisa menangkis dan menghindar.
Sebaliknya, rasa kaget dan ditakjub dari Saka dibalas dengan serangan balik beruntun yang setara dengan kecepatannya.
Bugh … bugh …. bugh ….
Untuk pertama kalinya, Saka menerima sejumlah serangan. Padahal sebelumnya Yayan cuma bisa sesekali mengenainya dengan keberuntungan.
“Aku balas tendanganmu tadi!“
Yayan melompat, salto di udara, dan melayangkan tendangan dengan tenaga yang besar ke bawah mengincar kepala Saka.
Wush … brakk ….
Saka terkena telak dan terbanting ke bawah, tanah seketika cekung membentuk lekuk tubuh pria tua itu.
Intan dan Nazuna sontak berteriak histeris, Yayan tiba-tiba bisa mengembalikan keadaan setelah dihajar habis-habisan.
“Ayo, Yayan. Kalahkan dia!“
Saka bangkit dengan sedikit sempoyongan, kondisinya compang-camping.
“Hahaha … apa-apaan ini Yayan? Kau bisa meniru gerakanku? Kau bisa menguasainya hanya dengan melihat?!“ Saka tertawa girang, ia tidak akan menyangka akan mendapat lawan semenarik Yayan.
“Bukan cuma melihat, tapi aku juga merasakannya,” balas Yayan, melakukan kuda-kuda menyerang yang sama dengan Saka.
“Kau sungguh luar biasa! Tapi, pemenangnya sudah diputuskan!“ Saka menyeringai.
Yayan seketika waspada terhadap serangan yang akan dilancarkan Saka.
“Terima ini!“ Saka memukul udara kosong.
'Apa yang dilakukannya?' bingung Yayan.
Splash … buaghh!
[1 poin daya tahan didapatkan]
Yayan seperti terkena hantaman tak kasat mata yang mengenai telak pada bagian perut, hingga membuatnya terhempas dan menghantam salah satu rumah warga hingga berlubang.
__ADS_1
“Aku jamin kau tak akan bisa melihatnya, Yayan!“
Duel semakin memanas.