Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 82: Si paling menderita


__ADS_3

“Huh? Lawanku si psikop4t! agak merinding, sih.“ Yayan bergumam sendiri depan lawannya yang berjarak 10 meter dari tempatnya berdiri.


Kedua peserta bersiaga saat drone wasit memberi aba-aba untuk bertarung. Si pria haus darah mengeluarkan dua bilah pisau, sedangkan Yayan bermodal tangan kosong.


“Aku pasti akan menguliti kulitmu!“ ucap pria itu dalam bahasa Inggris, mengenakan Hoodie hitam, menutupi kepala dengan tudungnya. Ia sungguh beraura suram.


'Ini memang sedikit horor. Apalagi aku tidak bisa melihat matanya! Oh, buruk! Aku tidak bisa menggunakan skill andalanku!' pikir Yayan.


Syarat utama mental out aktif adalah saling bertatapan. Sekarang si psikopat melindungi mata miliknya dengan kupluk Hoodie. Namun, Yayan tidak perlu panik, dia memiliki skill lain jika hal seperti ini terjadi. Dia memiliki skill telepati dan manipulasi listrik atau petir.


Untuk skill manipulasi listrik, Yayan baru mendapatkannya dua bulan lalu. Dibeli dari System shop dengan harga cukup mahal. Itu sebanding dengan kemampuan yang didapat.


Skill barunya itu adalah pemberi efek kerusakan terbesar untuk sekarang, bersaing dengan Telekinesis. Tegangan listrik yang diciptakan mampu mencapai 1 miliar volt. Meski begitu, Yayan belum pernah mencoba menggunakannya. Jika digunakan, dia bakal diidentifikasi sebagai darah murni dari Klan Voltria.


Itu akan merepotkan! Jadi, Yayan menunggu waktu yang pas.


“ … Go!“


Drone wasit telah memberi aba-aba, pertarungan dimulai. Pria berhoodie itu langsung melempar salah satu pisau yang ada di kedua tangannya. Yayan tentu saja dengan mudah menghindar, dia cuma perlu sedikit memiringkan kepalanya.


Syutt ….


Ia melemparkan pisau lain sesaat setelah melemparkan pisau pertama. Dengan arah lesatan yang berbeda, ia memprediksi gerakan menghindar Yayan.


Jika orang biasa mungkin akan tertusuk dengan telak. Beruntung orang yang menjadi lawan si psikop4t adalah Yayan


Klang ….


Yayan menggunakan Telekinesis untuk mengendalikan pisau yang dilemparkan pertama untuk menangkis pisau kedua.


“Seorang darah murni, bakat Telekinesis? Menarik!“ Ia menjilat bibirnya sendiri, dirasa mebenuk mangsa yang pas.


'Lawanku memang memiliki masalah mental!?'


“Dan apakah kau membenci darah murni? Atau kau juga seorang darah murni?“ Yayan tersenyum. Dia melesatkan pisau dengan cepat ke arah pria itu.


Yah, ia bisa menghindarinya.


'Reflek dan ketangkasannya bagus, meski aku tidak melempar pisaunya dengan kecepatan tertinggi!'


“Gwahaha … ya, aku membenci darah murni. Aku ikut turnamen ini untuk menyiksa kalian!“


Ia memungut kedua pisaunya dengan cepat, kecepatan yang ia miliki tidak boleh diremehkan. Meski begitu, ia cuma asal menyerang, tidak ada teknik atau apa pun. Pokoknya berusaha mengenai Yayan.


Pria itu menyerang dengan senyum cengengesan selayaknya orang gila. Yayan benar-benar tidak nyaman dengan perasaan yang dihadirkan olehnya.

__ADS_1


'Aura orang ini benar-benar lain,' batin Yayan seraya menghindari tiap serangan.


“Jangan menghindar terus, bajin9an! Kau takut terluka? Wahahaha …!“


'Bukan begitu konsepnya!'


Slash ….


Pria psikop4at itu berhasil mencukur beberapa helai rambut Yayan. Dia pun sementara waktu mundur.


“Kenapa tidak menggunakan bakatmu? Katanya anugerah? Mana bakat yang selalu kalian banggakan itu?“ ia mulai berteriak, tapi dikacangi oleh Yayan yang agak tersentak


“Para darah murni sialan!“ teriaknya lebih keras, terdengar memekik seolah-olah pita suaranya akan hancur.


Si pria berhoodie menerjang Yayan dengan cepat, menghunus kedua pisaunya.


'Cih, mentalnya memang bermasalah!'


Yayan lagi-lagi mampu menghindari tiap serangan yang datang. Helai rambut yang tadi tercukur cuma murni kebetulan, mungkin saja?


Karena sedikit muak …. Yayan akhirnya membalas serangan pria berhoodie itu.


Buaghh ….


“Bagus, itu yang kumau! Serang aku dengan kekuatan yang kalian banggakan itu!“ ia mulai menerjang Yayan lagi.


“Dia benar-benar tidak waras!“


Buagh ….


“Lagi!“


Buagh ….


“Lagi! Hei, apa kau sepayah ini?“


Buagh ….


“Tinjumu cuma seperti bayi!“


Buaaghh ….


Tidak peduli berapa kali Yayan memukulnya dengan kekuatan penuh, si pria bor-hoodie tidak terpengaruh. Ia tidak merasa takut atau semacamnya. Setiap pukulan Yayan malah berefek dengan ia yang bertambah gila.


'Ini sungguh abnormal! Aku sudah menghancurkan beberapa tulangnya. Dia seharusnya tidak bisa bergerak, kenapa dia masih selincah itu?'

__ADS_1


“Jangan melamun, darah murni!“


“Apa?“


Si pria ber-hoodie mendadak di belakang Yayan, saat dia mencoba menghindar semuanya sudah terlambat.


Bagh …


Yayan tepat tertonjok di bagian muka, dia sedikit terhuyung. Bibirnya seketika berdarah. Para pendukungnya pun sontak terkejut.


“Yayan?“ teriak Vina cemas.


“Rasakan ini lagi!“


Yayan tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Sebelum pria itu bisa menyerangnya, Yayan dengan Telekinesis menggemaskannya menjauh.


Yayan masih diam dan tertunduk ke bawah, mencoba berpikir kenapa dia bisa-bisanya terkena serangan yang harusnya bisa dihindari atau ditangkis dengan mudah.


[Menggunakan poin——]


'Tidak perlu, System. Biarkan saja luka ini!'.


[Baik, Host]


Yayan akhirnya kembali menegakkan kepalanya. Dia mengigit bibir bagian bawahnya dengan kuat dan berkata dengan kesal.


“Baiklah, baiklah. Aku sudah mengerti!“ Dia mengacungkan jarinya ke arah si pria ber-hoodie.


“Aku mungkin unggul segalanya darimu.“ Yayan mengarahkan telunjuknya ke bawah. Orang yang ditunjuk seketika tiarap, seolah-olah ada beban berat yang menimpanya.


“Yah, tapi harus kuakui … aku kalah mental. Semua bualanmu itu sedikit mempengaruhiku, sehingga kau bisa membuat luka ini.“ Yayan menunjuk sudut mulutnya yang berdarah.


“Heh, aku ikut turnamen ini memang untuk main-main. Tidak seperti dirimu yang memiliki tekad dan ambisi yang kuat!“


Yayan mengenyahkan efek Telekinesisnya pada pria itu. Ia lalu berdiri dan secara mengejutkan membuka kupluk Hoodie-nya. Terlihat rupa seorang pria yang berambut gondrong, poni hampir menutupi matanya. Yayan bisa melihat kantong mata yang hitam dan tebal. Pria itu sungguh tidak pernah tidur.


“Siapa yang peduli, darah murni sialan! Asal kau tau … aku akan membunuh semua darah murni di dunia ini. Memangnya salah memperjuangkan cinta? Kenapa semua orang menentangnya? Persetan dengan semua bakat itu! Mereka sudah membunuh istri dan anakku hanya karena dianggap sebagai aib klan! Darah murni yang menganggap diri kalian paling suci ….“ ucapnya panjang lebar, ia meraup dada kirinya sebagai bentuk rasa sakit yang ia rasakan selama ini, hingga membuatnya gila.


“Ah, ternyata itu alasannya. Kau menjadi kurang waras karena itu!?“ Yayan tersenyum.


System kemudian memunculkan sebuah cuplikan berita di internet. Itu membuat kabar tentang seorang pria yang selalu memburu para darah murni.


“Cih, si paling menderita di dunia ini!“


Pada akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Yayan. Dari awal dia memang mutlak akan menang. Begitu juga dengan ronde 3, Yayan melewati babak kualifikasi dengan mulus. Namun, siapa sangka bahwa si psycho juga akan ikut lolos. Dia sungguh membuat lawannya sekarat!

__ADS_1


__ADS_2