
“Woah … mencari personel tambahan? Su … sah. Aku tidak mungkin membayar mereka. Huh, jadi terpaksa dengan kekerasan!“
Nesa tiba di markas geng lain di Distrik Pusat. Ya, ia maupun Yayan memang berada di Distrik Pusat. Kembali ke topik ….
Bawahan Nesa tidak terlalu banyak. Jadi, salah satu cara untuk mendapatkan bawahan adalah menaklukan geng-geng lain. Adapun cara suap, tapi ia tidak lah kaya.
'Mereka cuma sekelompok begal, tapi bisa dimanfaatkan!'
“Siapa kalian?“ teriak salah seorang dari belasan pria di bawah kolong jembatan layang yang melihat gerombolannya Nesa. Mereka memilihnya sebagai tempat nongkrong dan membagi hasil jarahan.
Pemuda itu paling mencolok, rambut peraknya langsung bisa dikenali. Ya, ia memang sedikit terkenal.
“Silver Fang?“ kejut mereka yang sadar akan surai milik Nesa.
“Woah … aku memang terkenal, sih.“ Nesa melirik para bawahan kepercayaannya untuk memberikan kode perintah.
Para kacungnya mengerti dan langsung melancarkan aksi. Perkelahian pun pecah. Nesa tetap memasang wajah datar yang mengantuk saat para kelompok begal itu dihajar habis-habisan. Untuk menaklukkan seseorang perlu ditanamkan rasa takut yang kuat, beginilah cara Nesa.
Buagh … buagh … buagh …
Nesa menonton pengeroyokan dengan sesekali menguap lebar. Ia memang butuh tidur. Namun, belum menemukan waktu yang pas untuk melakukannya.
Setelah beberapa menit menonton dengan bosan, ya, tidak ada yang menarik dari para begal itu. Nesa memutuskan untuk mengakhiri kesenangan para anak buahnya.
“Wo~ah, cukup!“ seru Nesa dengan suara pelan. Ia kemudian menuju ke arah begal yang terkapar tidak berdaya di tanah.
“Maaf, tapi aku pinjam punggungmu untuk duduk.“ Nesa asal menduduki punggung pria itu tanpa rasa kasihan.
“Sebelum aku mengutarakan maksud kedatangan kami. Aku berterima kasih dengan alas duduk ini!“ Nesa menepuk-nepuk pantat pria yang ada di bawahnya.
“Oke, langsung. Carilah wanita ini!“
__ADS_1
Sebuah foto dikeluarkan, ya fotonya Yani. Nesa menunjukkan pada alas duduknya yang keburu berkeringat dingin, sorotnya jeri melihat gambar Yani.
“Sebarkan foto ini ke jaringanmu, lalu suruh jaringanmu menyebar ke jaringan lain. Pokoknya … wo~ah, sial! Pokoknya aku tunggu 2 X 24 jam. Jika tidak ada kabar yang mengenakkan ….“ Nesa menyentil kepala pria itu.
“Kau pastinya sudah mengerti!“ Nesa kemudian berdiri lalu mengajak rombongannya bergegas pergi.
'Ini demi anak-anak! Mendapat uang lebih banyak lagi!'
Itu cuma satu-satunya motivasi Nesa, yaitu mendapat imbalan dari Yayan. Namun, pria itu sedikit mendesak agar Yani segera ditemukan lalu diringkus.
Di satu sisi, ada kendala, itu area pencarian yang luas, jumlah orang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan perintah itu. Dan Nesa tidak akan sepenuhnya merekrut personel tambahan sesuai saran dari Yayan.
Nesa memiliki pemikiran sendiri. Jika ia mengerahkan masa dalam jumlah besar akan beresiko diketahui si target, ia malah akan semakin bersembunyi, atau bahkan kabur ke tempat lain. Itu menjadi semakin merepotkan.
'Kemampuan untuk mempengaruhi pikiran, semacam cuci otak. Apa ada klan dengan bakat semacam itu?' gumamnya. Nesa telah mendapat informasi tambahan bahwa Yani memiliki kemampuan untuk memperdaya orang lain.
'Huh, kenapa ada wanita semerepotkan itu …wo~ah??' keluh Nesa menguap lebar. Ia kini sudah sangat mengantuk, ia perlu tidur.
“Aku harus segera ti … dur.“
Yayan mengambil cuti lagi, dia sementara waktu tidak akan masuk ke kantor guna mempersiapkan acara pernikahannya. Vina pun begitu. Berita tentang pernikahan Yayan dengan Vina menyebar ke seisi kantor. Sebagian karyawan laki-laki langsung patah hati, mereka yang mengejar Vina dibuat gigit jari. Rasa iri dan kebencian, tapi percuma saja … mereka tidak bisa menyalakan Yayan.
Lalu, hal yang lebih mengejutkan … Yayan bukan cuma menikahi Vina, melainkan ada dua wanita lainnya. Kesemuanya cantik-cantik.
Definisi dari keberuntungan seumur hidup sudah terpakai habis. Akan tetapi, masa keberuntungan Yayan melebihi umurnya.
Yayan kini berada di mall, itu rencana awal. Mereka hari ini dan kedepannya akan mempersiapkan rencana pernikahan serapi mungkin.
“Kita terlalu mencolok, tidak bisakah jalan sendiri tanpa memeluk lenganku?!“ bisik Yayan pada dua orang wanita yang berada di samping kanan-kirinya, sedang memeluk erat kedua lengannya. Bisa ditebak, mereka adalah Vina dan Andrea. Sementara itu, Mikha dengan tenang mengekor dari belakang.
“Kenapa? Kamu tidak suka, Yan?“ tanya Vina keheranan.
__ADS_1
“B-biarkan saja semua dunia tau bahwa kita adalah p-p-pasangan!“ timpal Andrea sedikit menenggelamkan wajahnya. Ia sebetulnya juga malu. Namun, karena Vina yang agresif menggandeng tangan Yayan, jadi ia tidak mau kalah.
'Di dunia lamaku sedik langka orang yang memiliki pasangan lebih dari satu, apalagi 3. Ini masih membuatku risih, tatapan semua orang …. huh, aku ingin menghilang saja.'
Penampilan ketiga calon istrinya Yayan begitu menawan, memakai sedikit riasan yang natural serta busana kasual.
Mikha yang memakai blouse berwarna putih dan rok plisket hitam yang panjang, ia sedikit mengganti gaya rambutnya, rambut hitam panjangnya dikepang besar. Vina sendiri cuma memakai bluose putih yang dipadukan dengan celana kulot hitam dan cardigan berwarna merah muda. Sementara itu, Andrea memakai kemeja putih polos yang dipadukan dengan jeans hitam.
Dipikir-pikir lagi, ketiga wanita itu memilih pakaian dengan warna senada, seperti 3 kembaran. Namun, itu cuma kebetulan.
Mereka menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitar. Semua orang tidak berhenti menatap mereka. Yah, mata memang butuh penyegaran dengan melihat ciptaan Tuhan yang indah.
Apalagi Mikha, iris merah delimanya berhasil menyihir tiap orang. Sikap tenang dan anggunnya begitu berbeda, ia seolah-olah bersalah dari dunia lain dan berstatus seorang bangsawan.
Mereka berempat belanja di mall, segala kebutuhan disiapkan. Setelah dari mall … Yayan pergi untuk memesan sebuah hotel untuk acara.
'Yah, padahal aku tidak ingin terlalu mewah-mewah. Tapi … aku perlu banyak uang sekarang,' pikir Yayan.
Selama seharian, uang yang dikumpulkan Yayan dari fitur pengembalian 5 kali lipat adalah … 100 miliar lebih. Jumlah yang banyak, orang seperti Yayan tidak pernah terpikirkan akan memegang uang sebanyak itu.
'Apakah uang segini cukup?'
Tidak ada yang tahu kejadian di masa depan. Jadi, Yayan sedikit boros.
Ia membeli rumah lagi di perumahan Diamond town seharga 10 miliar. Ya, ia pun mendapat cashback 5 kali lipat, 50 miliar.
“Aku sangat senang, Yan. Itu cincin pernikahan yang sangat bagus.“ ucap Vina tersenyum lembut, nampak begitu bahagia.
“Y-ya, aku tidak sabar untuk memakainya di jariku,” sahut Andrea.
“Mas Yayan, terima kasih untuk hari ini!“
__ADS_1
Yah, Yayan untuk sekarang bisa bersenang-senang sebentar, karena ke depannya dia harus repot dengan masalah-masalah yang muncul.