Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 69: Penjarahan


__ADS_3

Kabar tentang kelompok jubah hitam menyebar bagikan api yang disulut minyak. Sungguh tidak terkendali. Di tengah masyarakat kelompok yang dibuat oleh Alfa itu menimbulkan pro dan kontra. Ada yang pro karena hukum di negera ini terhitung lembek pada tikus berdasi. Dan ada yang kontra karena Alfa menjarah uang hasil korupsi itu untuk kepentingan pribadi. Semua orang bertanya, untuk apa uang itu?


Pihak pemerintah kini sedang memburu Black Robe, mereka dianggap kriminal karena bukan lembaga resmi yang diizinkan untuk mengeksekusi.


'Dasar Alfa! Semoga identitas para perfect worker tidak ada yang bocor. Memang perpaduan sikap bodoh Andrea dan polosnya Mikha!'


Meski begitu, Yayan punya sumber uang yang tidak main-main nominalnya. Sampai saat ini, Alfa telah memberikan 100 miliar lebih untuk Yayan. Dengan begini, dia sudah bisa mulai mencoba untuk tujuan jangka pendeknya, yaitu membuat perusahaan sendiri dan menciptakan lembaga perlindungan anak jalanan … untuk yang satu ini adalah hutangnya pada Nesa.


Yayan kini berada di markas Black Robe, yaitu sebuah bekas mall yang terbengkalai, dulunya pernah terjadi kebakaran hebat yang menewaskan ratusan orang. Mall itu jadi angker dan tidak ada yang mau mengulik- ngulik bangunan itu. Yah, sebuah keuntungan untuk Yayan dan Alfa.


'Berapa banyak anggotanya? Belum juga seminggu!' Yayan kaget melihat jumlah orang yang begitu banyak berkumpul di suatu ruangan seperti aula, tidak, memang dijadikan aula.


Yayan seolah-olah berada di antara lautan para pemuja setan. Jubah hitam yang mereka kenakan itu … kesannya sedikit aneh. Namun, tetap saja … Yayan tetap memakainya untuk sedikit menutupi identitas, dia juga sudah menyiapkan sebuah topeng bila diperlukan.


Dari lantai balkon lantai dua terlihat seseorang dengan penampilan yang sama, tentu saja jubah hitam. Bedanya ada sedikit corak berwarna merah. Ia meneriakkan beberapa kata.


“Selamat datang, para anggota baru. Apa kalian siap untuk merevolusi negeri yang dipenuhi tikus ini?“


Masa langsung bergemuruh. Yayan merasa aneh sendiri. Rasanya sedikit risih.


'Huh, sebetulnya untuk apa merekrut orang sebanyak ini. Mereka sebetulnya cuma kroco yang tidak berguna, bisa tewas kapan saja. Aku malah sedikit merasa bersalah jika mereka tewas. Apa Alfa ingin menghapuskan angka pengangguran?'


Ya, itu cuma tebakan asal-asalan Yayan. Bukan mengurangi angka pengangguran, malah mengurangi populasi manusia.


Setelah pidato heroik yang menggebu-gebu dari petinggi organisasi dari lantai dua, Alfa yang mengeluarkan gabungan sikap dari Vina dan Andrea.


Sebuah pernyataan dari Alfa membuat Yayan tersedak.


“Ada satu orang yang menjadi alasan terbentuknya Black Robe. Beliau adalah tujuan dibentuknya kelompok pembunuh koruptor yang ditakuti di seluruh negeri!“ ucap Alfa lantang.


'Alfa … sudahlah. Ini terlalu konyol!'

__ADS_1


Meski enggan, Yayan tetap menyanggupi panggilannya. Dia naik ke lantai dua dengan melayang memanfaatkan kemampuan Telekinesis. Ya, terlalu mencolok, tapi itu untuk menunjukkan kesan misterius pada orang di balik layar. Bukan, jelas-jelas ini sudah di depan layar.


“Kalian bisa memanggilnya Y. Yah, tapi beliau tidak akan terlibat dalam operasi kita. Masa atasan harus turun ke lapangan?“ ucap Alfa yang mengajak pengikutnya untuk bergurau.


Yayan melirik Alfa yang sedikit di samping belakangnya.


'Terserah kau saja, Alfa? Dia kelihatan sangat senang! Ya, aku seperti melihat ketiga istriku. Dia memang gabungan ketiganya, sih.'


Yayan kemudian menatap kumpulan orang di bawahnya.


“Aku tidak tau apa alasan kalian bergabung. Yah, itu urusan masing-masing. Aku akan memberikan sesuatu pada kalian!?“ ucap Yayan lantang. Para manusia di bawah sana langsung riuh sebab bersemangat menantikan sesuatu dari pimpinan tertinggi organisasi mereka.


Harapannya sih adalah benda sakti dan Yayan mengabulkan keinginan mereka. Dia cuma tidak ingin sekumpulan kroco di bawahnya itu mati dengan mudah, atau dia akan sedikit merasa bersalah.


'System, beli sesuatu yang dikira berguna dari shop!'


[Spesifikasinya?]


[Membeli Blessing Ring X 500 seharga 250 ribu poin spera]


Yayan langsung membaca deskripsinya.


[Blessing Ring: Cincin biasa yang sebetulnya bisa menampung berbagai berkah dari sang pemilik]


[Blessing: 0/2]


'Hmm, berarti aku bisa memberikan dua berkah? Huh, ya sebut saja efek istimewa!'


Yayan memilih untuk memberikan kemampuan untuk kebal pada serangan fisik pada batas tertentu. Satunya lagi, dia memberikan peningkatan keahlian. Selama seseorang memakai cincin itu … ia bisa lebih ahli dari yang seharusnya. Dari yang pemula jadi tingkat lanjut.


Yayan pertama-tama menarik nafas panjang, setelah itu dia asal melemparkan cincin polos berwarna perak dari sebalik jubah hitamnya. Keseluruhan cincin itu ada 500, harusnya lebih dari cukup. Harga satuan cincin itu terbilang murah, yaitu 500 spera.

__ADS_1


Semuanya menjadi ricuh, saling rebut untuk cincin pemberian Yayan.


“Nah, kalian sudah dapat item spesial dari Y. Jadi, sekarang untuk operasi mayor kita!“


Yayan bisa merasakan senyum seringai jahat dari Alfa yang berada di belakangnya.


'Memangnya apa yang akan kita lakukan setelah ini?' Yayan bertanya-tanya.


.


.


.


.


“Huh, serius? Mereka hendak menyerang mansion itu? Berani sekali mereka!?“ Yayan tersenyum masam.


Dari tadi sudah terdengar bunyi letupan senjata api dari radius 150 meter dari tempatnya berada. Itu pun karena pendengaran Yayan yang tajam, orang biasa pun tidak akan mengenalinya bahwa suara itu adalah dari pistol.


Mansion megah yang berada di hadapannya dalam jarak ratusan meter, merupakan markas dari sebuah organisasi mafia yang selama ini ditakuti. Ya ditakuti, tapi Nesa dan gengnya selama ini selalu mempermainkan mereka dengan mencuri sedikit hartanya. Ia masih mikir-mikir jika berurusan lebih dalam dengan kelompok yang punya relasi luas. Ke depannya mungkin merepotkan bila backing-annya lemah.


Namun, Alfa sepertinya sudah memperhitungkan bahwa mafia semacam itu tidak akan membuatnya repot. Tidak, selama Tuannya, Yayan bisa memaksimalkan System dengan sebaik-baiknya.


Yayan menunggu dengan sabar, sesekali menguap karena ngantuk. Tidak melakukan apa-apa ini kadang membuat perasaan ingin terlelap jadi membuncah.


“Hmm? Tiba-tiba jadi sedikit tenang? Apakah sudah selesai?“ pikir Yayan.


Syutt ….


“Yah? Sepertinya tidak semudah itu, Alfa! Organisasi yang ditakuti tidak mungkin selemah itu. Huh, katanya kota ini semua penduduknya adalah non-clan, tapi kenapa ada darah murni? Bukan 1, 2, malahan banyak,“ ucap Yayan yang menangkap sebuah batu yang terlontar dengan kecepatan tinggi itu.

__ADS_1


__ADS_2