Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 70: Hybrid


__ADS_3

Efek kebal yang tertanam pada cincin perak memiliki batas maksimal, yaitu kebal terhadap peluru senjata api. Itu sudah luar biasa dari kacamata orang normal.


Para anggota Black Robe dengan mudah menginvasi mansion itu. Puluhan anggota mafia terpaksa dipukul mundur meski sudah berbekal senjata api.


“Cih, apa-apaan ini? Black Robe menyerang?“ rutuk seorang pria yang sibuk membidik tiap orang berjubah hitam dengan pistol kebanggaan. Kelompok yang dikira adalah sekte pemuja iblis itu kini sudah mengobrak-abrik seisi mansion.


Selain mengamankan beberapa anggota mafia, para Black Robe juga ada yang bertugas menjarah beberapa pajangan yang dikira mahal. Mereka tidak akan melewatkan satu bagian pun. Perintah dari Alfa adalah untuk mengambil seluruh benda berharga di mansion itu.


“Bedeb4h!“ Pria tadi dengan geram mencecar kelompok jubah hitam dengan peluru yang tersisa di pistolnya. “Apa-apaan ini? Mereka darah murni?“


Pikiran seperti itu terus muncul, kemampuan mereka untuk membendung timah panas terlalu di luar nalar. Benar-benar tidak ada yang bisa menghentikan mereka.


Pria itu kehabisan kesabaran saat melihat teman-temannya dengan mudah dilumpuhkan. Ia terpikir untuk mengerahkan kartu As yang berharga. Itu adalah tindakan penuh resiko, bila berhasil ia bisa melewati keadaan ini dan sebaliknya … ia akan rugi besar-besaran. Senjata rahasianya itu seharga sebuah pulau.


Pria itu menghubungi atasannya, meminta konfirmasi untuk menggunakan si kartu As. Ia memang bukan pemegang kekuasaan tertinggi di kelompok mafia, masih ada yang lebih tinggi lagi.


“Izinkan saya untuk menggunakannya? Kami dalam keadaan terdesak. Mansion ini mungkin bisa segera dikuasai jika tidak——”


“Aku serahkan padamu. Pastikan saja jika PANDA tidak menampilkan rupa memalukan. Aku tidak peduli pada anak-anak itu! Ini bisa menunjukkan bahwa kita adalah Mafia yang tidak bisa dianggap remeh. Waktunya dunia untuk tahu siapa kita!“


Atasannya itu seketika mematikan sambungan komunikasi. Earphone wireless yang terpasang di telinga seketika hening, ia tersenyum menyeringai.


“Hehe, biarkan dunia tau? The Capo di Tutti Capi … sepertinya sudah kebelet ingin menaikkan nama organisasi ke jajaran elit dunia?!“ Pria itu lebih menyunggingkan seringai yang lebih ke arah jijik.


“Sudah cukup main-mainya! Kalian sudah salah berurusan dengan PANDA!“ Ia mundur, begitu juga dengan orang-orangnya yang tersisa untuk menuju ke ruang rahasia yang belum tersentuh oleh Black Robe.


Saat mengetahui semua mafia itu tiba-tiba mundur, beberapa anggota Black Robe bingung dan melaporkannya pada Alfa.


“Nona, mereka tiba-tiba mundur? Apa yang harus kita lakukan? Apa mereka sedang meminta bala bantuan?“

__ADS_1


“Intinya mereka sedang mempersiapkan sesuatu, sih. Yah, kita tunggu saja …. mungkin 'sesuatu' yang mereka keluarkan mungkin akan berguna!“ Alfa tersenyum di balik tudung jubahnya. “Kalian tetap fokus untuk mengambil semua harta di tempat ini! Jangan sampai ada yang tersisa,” titah Alfa.


Sementara itu ….


“Boss, serius ingin menggunakan mereka? Jika kita tidak bisa mengendalikannya? Itu akan sangat merugikan. Semua usaha dan dana untuk mengalokasikan mereka itu——” tanya salah seorang anak buah.


“Cih, diamlah! Aku tau apa yang aku lakukan. Lagipula aku sudah mendapat izin. Bagi Atasan, citra organisasi lebih penting dari uang!“ cecar sang bos, ia sebetulnya juga tegang untuk membuka pintu berlapis baja layaknya brankas di sebuah bank.


Apa pun yang ada di dalamnya adalah sesuatu yang jauh lebih bernilai dari mansion mereka yang megah dan segala isinya. Modal besar sudah dipertaruhkan untuk membuat mereka, dan PANDA mafia belum balik modal untuk proyek gila itu. Bisnis-bisnis gelap yang mereka jalankan belum sepenuhnya menutupi anggaran yang dikucurkan. Andai saja pihak pemerintah tahu tentang proyek yang mereka jalankan, PANDA pasti akan diburu seluruh negeri, bahkan dunia.


'Cih, ini memang terlalu gila. Jika lepas kendali. Habis sudah——'


Ia masih juga ragu karena menyangkut soal nyawa. Ia masih memikirkan keselamatannya. Memang begitu berbahayanya sesuatu di balik ruangan yang tersembunyi di bawah tanah itu.


Pada akhirnya sang bos membuka pintu brankas dengan sistem kemanan berlapis yang merepotkan. Apa yang ada di balik bilik baja itu adalah kegelapan, tapi nampak sepasang mata berwarna merah. Ia mengintip dari sebalik warna hitam yang menguasai.


“Hei, ini hari keberuntunganmu Kau bisa bebas. Tapi … terima dulu suntikkan ini!“


“B-b-benarkah?“ tanya polos sosok itu.


Boss mengeluarkan suntikan yang sudah dipersiapkan. Ia lantas menusukkannya pada bahu sosok bermata merah itu. Ia kemudian tunggang langgang keluar dari ruangan dan berusaha keluar melalui jalur rahasia untuk evakuasi yang diperuntukkan untuk kabur.


Lalu, beberapa menit kemudian ….


Boam!


Ledakan muncul dari dalam ruangan. Api panas menyembur kemana-mana, semua benda meleleh. Apalagi ruangan berlapis baja itu, dengan mudah lumer dan semua api yang ada menyembur ke atas.


Orang-orang yang tepat berada di atas ruangan bawah tanah itu pun mengalami nasib malang. Mereka terkena telak semburan api yang sangat panas itu, buff yang diberikan oleh cincin yang dikenakan tidak banyak membantu. Para anggota Black Robe itu seketika menjadi abu.

__ADS_1


Yayan bereaksi dengan salah satu cincinnya yang hancur. Dia seketika berhenti mengejar seseorang darah murni, yang iseng melemparnya dengan batu kecil.


“Oh, pengalih perhatian, ya? Ah, sial! Aku harus menyusul Alfa.“ Dia sedikit terperdaya dengan rencana PANDA Mafia. Setelah tahu letak kesalahannya dia langsung bergegas ke Mansion. Sejujurnya, Yayan memang digiring agak jauh dari tempat itu.


Sedangkan, kondisi Alfa dan anggota Black Robe yang lain ….


Geyser api terus menyembur dari dalam tanah, meskipun beberapa menit telah berlalu. Api itu membuat langit-langit mansionnya berlubang.


“Hohoho … sesuai prediksi dan penyelidikan. Mafia ini benar-benar punya temuan yang luar biasa. Yayan pasti sangat senang jika tau, selain uang dia juga akan mendapat pion yang sangat berharga untuk aset masa depan.“ Alfa tersenyum lebar, ia begitu bersemangat menyaksikan keagungan api di hadapannya.


Tiba-tiba seorang perfect worker yang lain menghutangi Alfa lewat telepati.


“Alfa, kami sudah meringkus para mafia yang hendak kabur!“


“Ah, kerja bagus! Sisanya kita tinggal mengurus makhluk api itu!“ balas Alfa.


“Gimana cara kita mengurusnya?“


“Yah, sisanya serahkan pada Yayan! Spesifikasi kemampuan bertarung kita tidak bisa mengatasi ancaman ini!“


Alfa kemudian memerintahkan semua anggota Black Robe yang ada untuk mundur. Dan beberapa saat kemudian, Yayan datang.


“Alfa, inikah maksudmu? Apa-apaan dengan api ini?“ bingung Yayan menatap geyser api di hadapannya.


“Y-ya, darah murni, tapi tidak bisa disebut darah murni. Ya … kita bisa menyebutnya Hybrid. Oh, ya … silahkan hentikan Hybrid itu!“


“Hah?


Ujung-ujungnya Yayan memang bisa menghentikan amukan api itu dengan memanfaatkan skill Cursed Seal.

__ADS_1


__ADS_2