
Beberapa hari setelahnya ….
“Ini membosankan! Sejak resign, aku tidak punya rutinitas pasti. Karena ada Gamma, aku tidak kebagian tugas selayaknya ibu rumah tangga. Yayan pun tidak mengizinkanku untuk berkerja!“ ucap Vina yang mengeluarkan semua unek-uneknya.
Ia dan jedua rival cintanya untuk mendapat gelar istri pertama dan paling disayang, sedang berada di sebuah rumah makan yang dekat dengan pasar tradisional. Di sana Vina memang kerap kaki bertemu Yayan yang sedang belanja bulanan. Ia memang selalu mengajaknya untuk makan bersama.
“Bukan kah itu so sweet? Itu tandanya dia sayang pada kita? Sampai-sampai tidak ingin istri-istrinya bekerja keras!?“ Andrea menimpali dengan santai. Prinsip hidup wanita itu sederhana. Kika memang bisa bersantai, kenapa harus repot-repot menyibukkan diri.
“So sweet? Otakmu cukup dangkal, ya? Kau tidak berpikir jika Yayan tidak percaya pada kemampuan kita untuk mengurus rumah?“ sahut Vina.
“Wah! Kau itu sudah over thinking. Jika kau merasa sudah mengenal Yayan cukup lama … harusnya kau tidak berpikir begitu. Nah, apa embel-embel teman karib itu cuma omong kosong?“ Andrea menyeringai, merasa bisa menyudutkan Vina.
Vina pun jadi kelabakan. “B-bukan itu maksudku. A-aku cuma membuat perumpamaan agar jangan selalu nyaman dengan situasi kita saat——”
“Hei, Mikha, Mikha. Apa-apaan dia yang selalu berlagak sok paling kenal dan paling mengerti dengan Yayan——”
“Maaf, aku izin ke belakang~huek?!“ Mikha hendak muntah, tapi ia berhasil menahannya. Ia kemudian buru-buru pergi ke toilet.
“Hei, apa jangan-jangan Mikha sudah hamil?“ celetuk Andrea, ia meminta pendapat pada Vina.
“Mungkin saja … tapi, eh? Apa-apaan … kalau gitu dia subur banget! Belum juga sebulan!“ respon Vina.
“Wah, ini tidak boleh dibiarkan——”
“Tidak boleh dibiarkan? Kau berencana untuk menggugurkan kandungannya Mikha?“
“Gobl0k! Ya bukan lah!“ sangkal Andrea yang kemudian menyusul Mikha ke belakang.
Vina tanpa sadar juga ikut cemas, yah, bukan cemas. Ia cuma kecewa, perutnya tanpa sadar pun dielus-elus.
'Ahhh, aku ingin anak pertama Yayan datang dariku!' teriak Vina dalam hati.
Sementara itu, kondisi di area luar rumah makan. Sedari tadi ada orang yang mengintai ketiga istrinya Yayan itu. Orang misterius itu bersembunyi di atap bangunan yang berseberangan dengan rumah makan. Ia mengintai melalui lubang kecil pada senapan laras panjang, sniper-nya. Identitas itu adalah pembunuh bayaran.
__ADS_1
Ia melihat Vina yang sedang duduk sendirian melalui lubang ventilasi rumah makan. Penembak jitu sudah selesai dengan persiapannya, ia telah ancang-ancang dengan jarinya untuk menarik pelatuk.
Namun … sebelum bisa menuntaskan pekerjaannya. Ia tiba-tiba tertarik oleh seseorang yang mendadak muncul di belakangnya. Dalam sekejap, penembak jitu itu sudah dilumpuhkan.
“Ini Zeta. Ancaman sudah dilumpuhkan!“
“Ya, Epsilon di sini juga telah selesai. Delta, gimana kabarmu?“
“M-maaf, targetku berhasil melarikan diri. Delta sedang berupaya untuk menangkapnya!“
“Kau bisa langsung membunuhnya! Kita sudah dapat dua, mereka sudah cukup untuk dijadikan saksi.“
“Dimengerti, Epsilon. Delta akan segera memburu dan menyiksanya habis-habisan!“
Tiga orang wanita dari tiga tempat yang berbeda, tapi masih bisa dibilang berdekatan. Mereka adalah anggota Black Robe sekaligus salah satu dari 10 perfect worker yang diciptakan Yayan. Yah, dia memang tidak langsung menghabiskan seluruh slotnya, masih ada 5 untuk keperluan mendadak.
Tugas dari mereka bertiga adalah untuk melindungi ketiga istrinya Yayan. Setelah Satya dipermainkan olehnya, ia dendam dan berusaha menjatuhkan Yayan.
Muara dari keputusannya itu adalah ia yang menyewa sekelompok pembunuh bayaran. Namun, sayang sekali … itu malah menjadi blunder. Yayan memanfaatkan segala bukti yang ada untuk memenjarakan Satya.
.
.
.
.
Rumah Mikha ….
Kondisi perumahan Diamond town berangsur pulih seperti sedia kala, para penghuninya secara perlahan kembali. Namun, ada juga yang memutuskan untuk pindah dari sana karena merasa trauma.
Yayan sendiri kembali ke sana bersama tiga istrinya, sedangkan keluarganya tetap berada di apartemen. Yah, itu keputusan mereka.
__ADS_1
Dia kini berada di rumah Mikha, duduk di sofa yang ada di di ruang tamu. Artinya dalam kondisi sedang bertamu. Seseorang lalu berjalan menghampirinya dengan membawa nampan yang di atasnya ada minuman.
“Kau sungguh tidak mau bercerai dengan suamimu itu?“ tanya Yayan pada wanita yang mengantarkan minumannya padanya.
“Kurasa tidak bisa?!“ balasnya sembari menyajikan minuman yang berupa teh itu. Ia kemudian duduk berseberangan dengan Yayan.
“Kenapa? Kau sudah tau semua kebusukan dari suamimu, 'kan? Dia lintah darat, menjebak temanku, bahkan baru-baru ini dia berencana melakukan pembunuhan terhadap istriku. Kau masih berpikir bisa mempertahankan rumah tangga yang sudah hancur seperti ini, Aida?“
Seluruh aset milik suaminya disita, jadi Yayan membiarkan tinggal di rumah Mikha untuk sementara waktu.
“Aku tidak tau. Aku cuma merasa tidak ingin bercerai dengannya.“ Aida selalu menunduk.
“Karena apa? Wulan? Menurutku kau bisa dengan mudah menemukan suami yang baik, sekaligus ayah yang baik untuk Wulan.“
“Memang karena Wulan. Tapi, aku merasakan ada sesuatu yang membuatku enggan berpisah dengannya.“
“Apa itu?“
“A-aku juga tidak tau.“
Yayan menghela nafas …. 'Yah, kasusnya sama denganku. Aku entah kenapa tidak bisa melepaskan bayang-bayang Yani, sampai susah jatuh cinta. Cih, klan itu merepotkan bila anggotanya berbakat! Apalagi bakatnya digunakan untuk hal yang salah!' batin Yayan.
Informasi yang Yayan miliki saat ini belum cukup untuk mengungkap identitas dan salah satu anggota klan Sema itu. Namun, yang jelas, ia adalah salah satu pegawai di SATA Telcom. Dan Satya menggunakan jasanya untuk mendapatkan Aida.
[Alpha dan Teta mengumpulkan laporan mereka]
'Coba tunjukkan!'
[Alpha: Aku informasi melaporkan terkait perkembangan kondisi dari si Hybrid. Kondisi anak itu sudah membaik dan bahkan sadar. Dia bisa berinteraksi dengan anak asuhannya Ran. Untuk perkembangan perusahaan … yah, tidak ada yang perlu dicemaskan. Semuanya masih dalam trek. Sekian dari laporanku!]
[Teta: Saya sudah mempersiapkan untuk Azka dan Aji masuk ke SATA Telcom. Atas saran Tuan, Alya dan Mysta pun akan saya masukkan. Saya juga akan mendampingi anak-anak itu, bersama mereka di perusahaan itu. Sekian laporan saya]
'Hmm … untuk saat ini. Semua yang direncanakan masih belum ada yang melenceng. Aku juga sudah bersiap bila klan Sema atau bahkan para mafia itu balas dendam.'
__ADS_1