Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu


__ADS_3

[0%]


[Harap Host untuk bersiap menerima rasa sakit seperti ditusuk ribuan jarum di kepala secara serempak]


“Apa?“


[1%]


“Arghhh ….“


Bunyi teriakan langsung terdengar dari gedung tua yang pembangunannya makrak itu. Yayan seketika memegangi kepalanya, dia jatuh berlutut. Matanya berair dan liurnya tumpah tidak beraturan.


Vicky kebingungan melihat kondisi Yayan. Apalagi Nesa, ia bergerak mendekat dan berupaya mengetahui apa yang sebetulnya terjadi.


“Hei, kenapa kau?“ tanya Nesa datar, ia tidak tahu harus berbuat apa-apa. Menurut pemikirannya, terjadi sebuah gejolak dalam tubuh Yayan. Itu saja, intuisi si rambut petak menang sedikit tajam.


Nesa cuma membiarkannya, ia lalu melirik Vicky. Pria itu tidak bisa mengambil perhatiannya. Nesa menarik lagi pandangannya.


Sementara itu, proses pelepasan modifikasi ingatan dan penggabungan ingatan masih berlangsung. Yayan disusupi oleh potongan kejadian-kejadian. Dia seolah-olah sedang menonton dua TV secara bersamaan, tapi tayangannya berbeda, film dokumenter tentang kehidupan seseorang dari bayi sampai ke umur 25 tahun. Bedanya, Yayan menonton sambil kepalanya ditusukkan oleh jarum.


[97%]


Teriakan Yayan berangsur-angsur memelan, dia sudah bisa mengendalikan dirinya.


[100%]


[Proses selesai. Host, apa yang Anda rasakan?]


“Uhuk … uhuk ….“ Yayan seketika mengeluarkan makan siangnya. Dia telah tersiksa selama beberapa menit, merasakan sensasi rasa sakit yang tidak tertahankan. Mungkin sebagian orang akan pingsan, atau bagi yang mampu sadar mereka bakal memilih untuk mati saja dari pada menanggung rasa sakit itu. Yayan luar biasa, fisik dan mentalnya kuat, dia bisa bertahan.


'S-sialan kau, System?' maki Yayan dalam hati.


Yayan perlahan-lahan merapikan posisinya, dia tadi sempat guling-guling tidak karuan. Yayan memegangi kepala, mengerjapkan mata beberapa kali, dan memandang sekitar. Dia sadar dengan apa yang terjadi, tidak lupa. Hanya saja ….


'Ini bukan duniaku?!'


Yayan yang mati bunuh diri karena dipegat Yani, yang kini mengambil alih kendali. Sedangkan, varian Yayan yang galau biasa sudah terhapuskan keberadaannya. Itu sama saja dengan ….


'Aku mengalami perpindahan jiwa ke diriku sendiri di dunia paralel. Aku sudah membunuh diriku sendiri?!'


Ya, kasarannya begitu.

__ADS_1


“Woah … kenapa kau bertingkah seperti tadi? Teriakanmu menakuti semua orang!“ seru Nesa. Para tawanan memang ternganga semuanya. “Radius seratus meter atau lebih, mungkin ada yang mendengar teriakanmu. Aku yakin itu pasti bergema!?“


“Diamlah Nesa!“ sembur Yayan, dia mulai berdiri lalu pergi ke pinggir gedung.


Angin berhembus, menggoyangkan helaian rambut milik Yayan, dengan sorot mata yang tajam Yayan melihat ke kejauhan. Anju dan yang lain sama-sama mengerutkan kening.


'Kenapa pria itu tadi sangat kesakitan?'


Yayan mendecih, mengigit bibir bagian bawahnya. 'Tidak di duniaku, tidak di dunia ini. Yani sama saja! Tapi, varian Yani yang ada di dunia ini lebih busuk dari duniaku! Dan kenapa juga aku sangat mencintainya? Bahkan aku sampai bunuh diri!'


[System punya sedikit penjelasannya, Host]


System kemudian menampilkan penel yang berisi tulisan-tulisan yang mengenai Yani. Data biasa, cuma data biasa dan tambahan-tambahan tentang riwayat kehidupan. Oh, ya … ada juga data saat Yayan dan Yani masih berpacaran. Misal pengeluaran uang, frekuensi kencan, skinship, bahkan ciuman. Ya, memang data tidak penting.


Pengeluaran Yayan untuk Yani selama 4 tahun mereka pacaran adalah 80 juta, sangat kontras dengan Yani yang cuma mengeluarkan 2 juta untuk Yayan. Tidak seimbang dan terlalu jomplang, wajar jika merasa rugi bila tidak sampai pelaminan.


Gaji Yayan yang cuma 4 juta per bulan digunakan hampir setengahnya untuk kebutuhan Yani.


Yayan yang melihat data itu jadi kesal sendiri, dia mengutuk diri sendiri karena dibutakan oleh cinta. Tapi, itu bukan salahnya.


Yayan akhirnya membaca data terpenting, yaitu parameter kesukaan.


Yani adalah 0 dan Yayan adalah 100. Di samping milik Yayan terdapat tulisan, pengaruh eksternal. Artinya bukan murni perasaan yang datang dari hati Yayan.


[Faktor eksternal tersebut adalah ilmu hitam. Host harusnya tahu apa itu]


Yayan seketika menguatkan kepalan tangannya. 'Jadi begitu? Ok, aku mengerti. Lalu, apakah varian Yani di dunia ini juga sama?'


[Kemungkinan besar. Hal tersebut yang menyebabkan host susah untuk mempunyai perasaan pada wanita lain]


'Bagaimana mematahkannya?'


[Solusinya di shop]


'Hah! Aku muak, System. Kau itu sales? Selalu saja mempromosikan shop-mu? Jika kau ingin aku membeli sesuatu dari sana … beri misi dengan hadiah poin yang banyak, dong!'


[Baiklah, System akan mengusahakan agar misi selalu muncul dan berhadiah spera]


[System punya usul lain untuk mematahkan pengaruh Yani dari host]


'Kau tidak perlu memberitahu. Aku sudah tau, ya … bunuh saja!'

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, Yayan menarik nafas dalam-dalam. Dia sudah memahami seluk-beluk beluk dunia paralel yang ditempati.


“Nesa, kerahkan lebih banyak orang! Kau harus menemukan wanita itu! Akan kubayar lebih … hmm, aku bahkan akan membangun mansion besar untuk anak-anak terlantar. Bekerja keraslah!“


Pemuda itu untuk pertama kalinya menunjukkan ekspresi selain ngantuk dan malas. Ia nampak terkejut dengan mata yang membelalak, tidak berselang lama Nesa langsung tersenyum dan berkata.


“Oh, kau sudah tau tentang diriku? Aku kira kau orang yang kudet!?“ sindir orang dengan julukan Silver Fang itu.


“Hm, yah lupakan. Pokoknya kerahkan lebih banyak orang! Buru dia habis-habisan. Sayang sekali, minggu ini sangat sibuk padahal aku juga ingin membantu.“


“Sibuk?“


“Aku akan menikah dalam waktu dekat.“ Yayan tersenyum lebar.


Dia kemudian melirik para tawanannya yang tidak berdaya. “Oh, ya …. kau bisa melakukan apa pun pada mereka. Tapi, aku akan membawa si dokter!“


“Hah?“ Orang yang dimaksud kaget bukan main, di dalam hatinya sudah berpikir yang tidak-tidak.


.


.


.


.


Sarah dan Mikha kini dalam perjalanan ke kos-kosannya Yayan dengan memakai jasa taksi online. Ia ingin membahas tentang pernikahan. Semuanya harus direncanakan sedini mungkin.


“Mikha, kau tidak apa-apa bila Yayan memilih wanita lain? Padahal kalian ——”


“Tidak apa-apa. Aku masih calonnya Mas Yayan. Dia berhak menikah dengan wanita mana pun yang dia suka. Ayah tidak mempersoalkan aku yang menjadi istri yang entah ke berapa?“ Seperti biasa, ia selalu datar, ucapannya tanpa intonasi, cuma satu nada.


“Poligami? Aku tidak tau Yayan suka poligami,” jawab Sarah.


Ia telah merawat Yayan sedari kecil, dan ia tidak ngeh jika anaknya memiliki sikap yang agak serakah. Namun, jika sikap tidak ingin membuat orang yang percaya padanya itu kecewa, sih, ada. “Hmm, anak itu memang tidak suka menyakiti hati orang lain dan membuat orang kecewa. Sepertinya Mikha tetap ada harapan!?“


Mikha cuma mengangguk. Setelah itu terjadi keheningan selama beberapa saat. Sarah terus melirik Mikha, ia terpana dengan mata merah rubinya. Jelas-jelas itu adalah sesuatu yang langka, cuma klan Saka yang memiliki mata itu.


“Mikha, maaf lancang. Soal matamu itu ….“


“Anggota klan yang lain sudah tidak memiliki ciri terkenal dari klan Saka, apalagi kemampuan khusus milik klan Saka. Karena sekarang sering terjadi perkawinan dengan klan lain atau orang yang tidak memiliki klan,” beritahu Mikha, ia yakin bila Sarah ingin menanyakan hal itu.

__ADS_1


“Jadi, kau adalah darah murni?“ tebak Sarah.


“Bukan! Aku darah campuran. Lagi pula darah murni di klan kami sudah punah. Kami pindah ke kota ini karena kota ini selalu terbuka untuk orang dengan status non-clan. Tapi, yah … hidup di sini tetap sulit, kami susah payah untuk makan sehari-hari. Namun, itu masih mending. Di luar sana sangat kejam, kasta dan diskriminasi.“


__ADS_2