Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 68: Membuat organisasi


__ADS_3

“Angin malam yang menyegarkan!?“


Yayan berada di atap kompleks apartemennya. Menikmati pemandangan kota pada malam hari dari ketinggian. Lampu berkelap-kelip indah di kejauhan, sesekali bunyi klakson sampai ke tempatnya. Dia terus menikmati pemandangan dalam diam sampai ….


“Oh, Alfa … kau datang?“


Seorang wanita cantik telah berdiri di belakangnya. Rambut hitam panjangnya tergerai indah sebab angin malam. Ia memandang datar ke arah Tuannya.


Wanita itu adalah gabungan dari ketiga istri Yayan, yang disetel khusus dengan spesifikasi paling sempurna, melebihi perfect worker yang lain.


“Apa yang ingin kau laporkan?“


“Sebetulnya kenapa kamu harus memperkerjakan orang seperti Luna? Kurasa tidak berguna … aku saja cukup!“ Alfa dengan jengkel berjalan menghampiri ke tepian pembatas besi.


"Aku cuma ingin membantunya."


“Lagipun, kenapa kamu di sini? Menikmati waktu malam? Kemana ketiga istrimu? Kamu mengabaikan mereka? Saat akan menemuimu begini … aku seperti wanita simpananmu, tau. Yah, nggak, sih … aku ramal kamu akan menambah istri, cepat atau lambat!?“ Alfa berucap panjang lebar, ia lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Yayan. Ikut menikmati pemandangan kota.


'Alfa memang seperti gabungan dari mereka bertiga!?'


“Nggak usah heran! Kamu yang menyetelku begini. Dan apakah kamu baper dengan sesuatu yang nggak jelas? Aku bukan manusia, robot, ras lain, atau apa pun.“


“Sejujurnya aku sangat takut. Apa-apaan dengan System? Dia bisa membuat sesuatu seluar biasa dirimu. Apakah System adalah Dewa itu sendiri?“ Yayan bergidik, senyum masam jelas tersungging.


“Jangan tanya aku! Aku percaya bahwa bahkan System sendiri tidak bisa mendeskripsikan dirinya sendiri.“


[Benar sekali, Host]


'Yah, apa pun itu … aku tidak peduli asal kau tidak meminta imbalan atas bantuan yang selama Ini kau berikan padaku.'


Sepasang bos dan anak buah itu senyap yang menyatu dengan semilir angin. Tidak ada yang bicara satu sama lain, meski di dalam hati Yayan berisiknya minta ampun. Dia sibuk mengagumi Alfa yang merupakan gabungan dari ketiga istrinya. Sifat yang ditunjukkan benar-benar mirip, dia merasa sedang berbicara dengan ketiga istrinya.


“Umm, Yayan … sepertinya aku ada ide?“ cetus Alfa tiba-tiba, ia mengangkat kepalanya dari bahu Yayan.


“Hmm?“ dehem Yayan yang masih fokus menikmati kelap-kelip lampu bangunan-bangunan pencakar langit.


“Ini untuk memudahkanmu untuk urusan keuangan. Kamu tidak perlu repot-repot mengencani para perempuan lalu membelanjakan sesuatu untuk mereka——”


“Tunggu, apakah itu merepotkan?“ Yayan menoleh pada Alfa, dia mengangkat sebelah alisnya dengan bingung.

__ADS_1


“Itu buang-buang waktu. Apalagi harus mengencani perempuan acak——”


“Kenapa harus orang asing? Kenapa tidak


kenalan saja? Sayang dengan uangnya, memberi sesuatu pada orang asing!“


Alfa mulai kesal, urat-urat syaraf di sekitar dahi bermunculan, satu lagi pemicu, ia akan mengirimkan bogem mentah. Yayan sadar akan hal itu. Dia tadi cuma mau melihatnya gabungan sikap ngambeknya Vina dan Andrea.


“Ya, ya … aku cuma bercanda. Huh, nah … jadi, apa rencana hebatmu itu?“ tanya Yayan yang seolah menantang. Rencananya harus hebat dan revolusioner.


“Aku ingin meniru silver fang. Namun, lebih ekstrem!“


Yayan sontak menoleh pada Alfa, dia menaikkan sebelah alisnya dengan bingung.


“Lebih ekstrem?“


“Ya. Kamu tinggal melihat-lihat, duduk diam, dan biarkan bawahanmu yang manis tiada duanya di dunia ini berkerja!?“ ucap Alfa percaya diri dengan semangat yang berkobar.


'Sifat narsisnya memang dari Mikha. Hmm, tapi bener, sih.'


.


.


.


.


Yayan kini berada di taman yang masih berada dalam komplek apartemennya. Dia sedang menjalani rutinitas, mengerjakan misi harian System. Dia tidak sendirian, ada Aida selaku tetangganya. Ya, cuma Aida dan anaknya, Wulan, sedangkan sang suami berangkat kerja.


“Katanya perumahan kita sudah selesai di perbaiki, lho?“ beritahu Aida memulai pembicaraan dengan Yayan. Ia duduk di bangku bersama Yayan.


Setelah kejadian dengan Rinto, hubungan antara Yayan dan keluarga Aida memang sedikit regang. Namun, tidak berselang lama dapat dirajut kembali, itu cuma kesalahpahaman.


“Gimana dengan penyelidikannya?“ balas Yayan yang malah bertanya.


Yayan melirik Aida diam-diam, diperhatikan dirinya terus menerus. Untuk usia wanita yang hampir kepala empat, Aida masih sedap dipandang. Kulit putih dan masih kencang, belum ada tanda-tanda kerutan sama sekali. Ia seperti wanita yang masih berusia 20-an.


Aida mengenakan sport bra yang membiarkan ketiak, perut, dan bahunya yang putih terekspos. Menurut Yayan pilihan bajunya sedikit terlalu berani untuk ukuran orang yang sudah menikah, ia seperti mengundang pria hidung belang untuk mendekat. Ya, lingkungan apartemen memang aman, tapi Aida di tingkatkan berbeda untuk seorang ibu-ibu yang hampir kepala empat. Siapa tahu ada pria yang khilaf. Contohnya Yayan.

__ADS_1


“Penyelidikan tidak dilakukan secara menyeluruh di perumahan. Cuma area-area tertentu. Harusnya rumah yang tidak menjadi TKP sudah bisa untuk ditinggali, 'kan?“


'Ya, dan rumahku salah satu TKP-nya,' batin Yayan dalam hati.


“Jadi, apa Aida dan sekeluarga akan segera kembali ke sana?“


“Ya, dengan segera. Kalau Yayan sendiri?“


“Mungkin kami akan sedikit lama di sini. Yah, kami tidak buru-buru.“


'Karena rumah Aida dekat dengan rumahku, itu berarti rumahnya pasti terlibat dalam penyelidikan?'


“Wulan, hati-hati!“ teriak Aida pada anaknya yang sedang bermain dengan anak-anak lain di wahana-wahana anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit.


'Dia nampak bahagia, kesenangan yang tidak dibuat-buat. Pengendalian pikiran dari klan Sema sangat hebat!' puji Yayan dalam hati. Diakui atau tidak, memang begitu adanya. Namun, sepertinya hanya berlaku untuk segelintir anggota yang berbakat.


[Misi dikonfirmasi]


[Selamatkan balon yang akan terbang]


[Reward: 5 poin kharisma, 10 spera]


Yayan langsung terfokus pada seorang anak yang memegang balon. Jarak Yayan dengan anak itu adalah 30 meter, dia sudah mengambil ancang-ancang. Sisanya tinggal menunggu ….


Swosshhh ….


Angin bertiup dengan kencang, membawa segenap debu, Aida sampai memejamkan mata untuk sementara. Dan saat ia membuka matanya kembali, Yayan sudah raib.


Aida terkejut melihat Yayan sedang melakukan aksi parkour dengan menggunakan tiang pull-up sebagai tumpuan agar bisa menjangkau sebuah balon yang terbang tertutup angin.


[Misi berhasil diselesaikan]


[Selamat, Host mendapatkan 5 poin kharisma dan 10 spera]


Setelah itu, Yayan kembali ke apartemennya. Saat dia melewati keluarganya sedang asyik menonton TV, ada berita yang mengejutkan.


“Seorang pejabat yang diduga korupsi ditemukan tewas di kediamannya, dan sejumlah aset telah dijarah. Dan anehnya ada sebuah kelompok yang mengaku sebagai pelakunya.“


“Bersiaplah orang-orang busuk di dunia ini. Kami, Black Robe akan memburu kalian satu per satu!“

__ADS_1


Yayan menganga melihat berita itu. Sesuai dengan namanya, mereka semua, berlima mengenakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi sebagian muka. Meski begitu, dia sangat mengenali suara tadi.


'Alfa, kau terlalu mencolok! Lagipula … dari pada disebut organisasi, kalian malah seperti sekte sesat penyembah iblis, tau!'


__ADS_2