Wanita Adalah Sumber Uangku

Wanita Adalah Sumber Uangku
Ch 73: NTR


__ADS_3

“Ahh, hah … kenapa harus seperti ini?“


Meski menikmatinya, Aida tetap menangis di akhir. Ia duduk membelakangi Yayan di kursi mobil bagian belakang, sedang mengelap tubuhnya dari ****** ***** yang mereka keluarkan.


Yayan sendiri cuek saja, dia sibuk dengan urusannya untuk memakai pakaiannya kembali.


Hari sebetulnya sudah beranjak sore, kini sudah pukul 15.50. Yah, mereka bermain cukup lama … telah menghabiskan 4 ronde. Bau di dalam mobil itu pun penuh dengan bau tubuh mereka berdua, meski ada pengharum ruangan.


'System, tetap kunci mobilnya! Belum boleh ada yang keluar dari sini?'


[Baik, Host]


“Eh? Tidak bisa dibuka?“ Aida kaget saat pintu mobilnya tidak bisa didorong. Ia telah mencoba dengan keras, tapi tetap tidak bisa.


Mau tidak mau, ia berbalik dan menghadap ke arah Yayan.


“T-t-tolong, buka!“ pinta Aida dengan suara yang bergetar, matanya tidak berani menatap Yayan.


Ya, Aida merasa hina saja. Mereka telah melakukan hubungan suami istri, itu artinya perselingkuhan. Dan faktanya, yang memulai duluan adalah ia sendiri. Ia marah dan malu pada dirinya sendiri, bingung. Aida juga tidak bisa menyalahkan Yayan.


“A-aku mau keluar, Yan!“ katanya dengan nada lemah.


Namun, Yayan no respon, walaupun Aida sudah memohon dengan sangat. Ibu seorang anak itu jadi kehilangan kesabaran dan sedikit ngegas pada Yayan, yah walau dengan terbata-bata.


“K-kita bisa melanjutkan h-hubungan ini. Tapi, untuk sekarang … biarkan aku kembali!“


'Lho, lho? System, dia yang mengajak untuk hubungan terlarang ini, lho?! Padahal aku cuma akan melupakan kejadian ini dan cuma menganggapnya sebagai kecelakaan.


[Mungkin dia kurang puas dengan suaminya yang saat ini, Host. Wanita dengan libido sebesar dirinya pasti ingin lagi setelah mengetahui sensasi nikmat yang Anda berikan]


'Itu bukan pujian! Entah kenapa … soal hal seperti ini, aku sedikit risih jika dilebih-lebihkan. Hmm … tapi, jika dengan begini, itu berarti tubuh Aida sudah sepenuhnya tidak bisa berpaling dariku. Sedangkan hatinya belum.'


[Host sudah melakukan NTR. Anda ingin melanjutkan ini sampai mereka cerai]


'Heh, cerai? Kurasa pria itu tidak akan mau melakukannya. Dia sudah berkorban cukup banyak untuk mendapatkan Aida. Aku tahu itu tidak mudah. Yah, begini saja …. kirim videonya ke pria itu. Lalu, lihat reaksinya.'

__ADS_1


[Baik, Host]


“Yan, tolong biarkan aku pergi!“ rengek Aida.


Yayan cuma duduk santai seraya membiarkan kepalanya bersandar di sandaran. Dia memejamkan mata, pura-pura tidak mendengar permintaan Aida.


“Yan?“ Aida mulai mengguncang tubuh Yayan.


Pria itu tetap bergeming. Aida lama-kelamaan putus asa dan menyerah. Ia mulai menangis lagi, meratapi kejadian yang baru dialaminya dengan Yayan. Aida jelas merasakan rasa bersalah yang dalam di hatinya.


“K-kenapa jadi begini?“ Aida menangis, menunduk, serta menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


Yayan sedikit meliriknya, dia jadi sedikit tidak tega.


'Yah, aku yang melihatnya saja sudah merasa tersiksa, sebab pernah mengalaminya sendiri. Itu jelas bukan perasaan aslinya. Aida memang harus segera dibebaskan!'


Yayan lalu mendekat ke arah Aida, dia mengangkat kepala Aida yang tertunduk, dipaksa untuk saling bertatapan mata.


“Yayan?“


'Hmm … ada ingatan yang tersegel. Kukira itu adalah ingatannya saat bersama keluarga lamanya, Rinto dan Wulan. Eh? Tunggu, orang yang sudah mencekoki Aida dengan Al kohol adalah … alpha?'


Yah, fakta yang mengejutkan. Secara kasarnya semua ini sudah direncanakan.


'Huh, terserah kau saja, alpha. Dia bisa mengambil keputusan mana yang terbaik. Benar-benar luar biasa!'


Yayan pada akhirnya membiarkan Aida pergi, tapi dia masih membuntutinya dari belakang. Sebentar lagi mungkin bakal ada kasus KDRT. Yayan tidak akan membiarkan hal itu.


'System, dia sudah melihat video yang kau kirimkan?'


[Sudah, Host]


'Hahaha … aku tidak sabar melihat bagaimana reaksinya. Apalagi saat aku bertanya … pusaka siapa yang lebih besar dan nikmat?


Aida menjawab, 'punyamu, suamiku payah dalam urusan seperti ini'. Yah, mental pria itu pasti terguncang!' Yayan menyeringai tiba-tiba saat berada di dalam lift.

__ADS_1


Dia sampai di lantai tujuannya, memerhatikan keadaan sekitar. Nampak pria yang menjadi suami Aida telah berdiri di depan unit apartemennya. Ia terlihat jelas sedang menunggu kepulangan Aida.


Aida yang sudah sampai juga langsung menjadi apartemennya. Ia tahu bahwa sang suami sudah menunggu, ponselnya dari tadi telah dihubungi belasan kali.


Aida menunduk terus saat berjalan menghampiri suaminya yang sudah menunggu.


“Dari mana saja?“ tanya suaminya, Satya, yang jelas terdengar ketus. Marah besar.


Aida tidak bisa menjawab, matanya senantiasa menatap ke lantai.


“Jika ada orang yang bertanya jawab! Dari mana?“


Ingatan Aida samar saat mabuk, ia tidak mengingat jelas apa yang hendak dilakukannya saat pagi tadi.


“Jawab, Aida!“ Si Satya siap main tangan, ia sudah ambil ancang-ancang. “Dasar, l4cur!“


“Jangan asal main tangan! Apa tidak bisa dibicarakan baik-baik?“ ucap Yayan sok bijak, dia datang tepat waktu saat tangan Satya hendak menampar Aida. “Pikirkan juga anak-anak!“


Yayan melirik ke belakang Satya, dia tahu bahwa Wulan sedang mengintip dari celah kecil pintu.


'Anak itu juga dikendalikan. Dia cuma berperan sebagai Wulan, anak kandungnya Aida. Eh, tunggu sebentar!? Bukannya Wulan pernah diculik dan aku sampai saat ini tidak mengetahui motif mereka melakukan itu. Aku tidak percaya dengan tebusan! Orang gila mana yang meminta uang 5 miliar pada seorang penjual nasi goreng?'


[Semuanya sudah mulai terkuak, host. System akan menjabarkan sedikit analisis dari pemikiran Anda.


•Kelompok orang yang pernah menculik Wulan adalah bawahan dari Satya. Tujuannya adalah agar Aida benar-benar bersama keluarga aslinya.


•Pemikirian liar Anda juga mengatakan bahwa kelompok penculik yang menculik Wulan masih memiliki hubungan dengan PANDA Mafia, soal penelitian tentang darah murni klan. Intinya SATA Telcom kemungkinan ada suatu hubungan kerja sama]


'Mungkin kah jika semuanya berhubungan? Yah, apa pun itu … pikir nanti!'


“Diamlah! Kau cuma orang asing, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi!“ Satya membentak Yayan dan berupaya melepaskan tangannya dari cengkeraman Yayan.


Anak yang mengintip itu jadi ketakutan, ia keluar dan langsung memeluk Aida yang tertegun dengan keadaan di depannya. Anak kecil itu seketika menangis.


“Apakah ini yang bisa disebut kepala rumah tangga yang baik? Dasar tidak bisa memuaskan istri!“

__ADS_1


__ADS_2