
“Yan, kamu dari mana saja?“
Vina datang menyambut kepulangan Yayan yang agak larut. Izinnya, sih cuma jalan-jalan cari angin, tapi tetap muncul kecurigaan dari seisi penghuni apartemen miliknya. Apalagi tercium bau gosong, sangit dari badan Yayan.
“Baumu aneh! Kamu habis bermain api?“
'Huh, gimana menjelaskannya, ya? Oh, ya kejadian di mansion mafia itu sangat mencolok! Apa beritanya belum menyebar?' pikir Yayan dalam hati.
“Kau belum melihat berita yang lagi heboh, Vin?“ balas Yayan yang malah balik bertanya.
“Kok malah balik tanya? Jawab pertanyaanku dulu!“
“Iya, iya … dan jawabannya ada di berita itu!“ Yayan nyelonong masuk, di tidak lupa mencium kening istrinya itu.
Vina bergidik ngeri, “Kamu bau sangit! Lakukan lah saat baumu wangi!“ cibir Vina menggembungkan pipi. “Sana, mandi dulu!“
Yayan melirik jam, jarum pendeknya telah berada di angka 2. 'Aku tidak sadar sudah bermain-main dengan kelompoknya Alfa selama itu?!'
“Tuan, selamat datang? Saya sudah bawakan handuk dan menyiapkan keperluan lainnya. Anda mau mandi air hangat atau biasa?“ Gamma datang menyambut, ia memberikan handuk pada Tuannya.
Vina kaget melihat Gamma sebab ia tahu bahwa asisten rumah tangganya itu telah tidur. Namun, kini sudah terjaga dan menyiapkan keperluan mandi Tuannya. Sejak kapan … pikir Vina.
“Gamma, bukannya tadi kau tertidur?“
“Ini adalah insting dari seorang pelayan, Nona. Saya selalu sedia 24 jam untuk melayani.“
'Hmm, paling diberitahu Alfa soal keadaanku!'
Yayan pun mandi.
Sedangkan Vina kembali ke kamar. Kecemasan di hatinya telah sirna setelah mengetahui suaminya telah pulang dengan selamat, ia bisa sedikit tenang. Sepanjang malam, Vina memang tidak bisa tidur, terus menunggu kepulangan Yayan.
Sementara itu, Andrea dan Mikha tertidur pulas. Tidak, mereka sebetulnya masih terjaga, hanya saja mereka berdua tidak seperti Vina yang dengan gamblang memperlihatkan rasa cemasnya.
“Jangan senyum-senyum sendiri karena merasa punya ikatan batin yang kuat dengan Yayan! Kami juga belum tidur!“ Andrea bangkit dan memudarkan senyum angkuh dari wajah Vina.
“Tidak ada yang bertanya!“
Keesokan paginya ….
Yayan perlu mengurus berbagai hal. Soal masalah usahanya. Yah, kini bisa sedikit mulus karena modal sudah terkumpul banyak. Selain hasil dari merampok PANDA Mafia, dia juga menambahnya dengan memanfaaatkan fitur cashback dari System.
Berkat uang itu, Yayan bisa segera melegalisir beberapa aspek perusahaannya. Dia kini melakukan pertemuan dengan Luna selaku asisten yang diberi pertanggungjawaban untuk mengurus itu. Mereka bertemu di sebuah restoran.
Luna ditemani Alfa. Wanita itu kini berubah menjadi wanita dewasa yang kelihatan berwibawa dengan anggun, ia kini masuk dalam mode Mikha. Untuk mode Andrea dan Vina cuma diperlihatkan saat berduaan bersama Yayan.
__ADS_1
“Yan, mungkin untuk tahap awal sudah selesai. Seperti data pendiri PT, membuat Akta, SK dari Menteri, urusan pajak, dan lain-lain,” terang Luna. Ia menunjukkan dokumen-dokumennya pada Yayan.
Yayan cuma mengangguk-angguk, “Ya, kerja bagus, Lun.“
“Aku sebetulnya sangat terbantu juga dengan kehadiran Alfa. Dia wanita yang cerdas!“ Luna melirik Alfa yang tetap tenang dan menyimak.
Padahal sebetulnya, ia sedang ngobrol dengan Yayan pasal urusan semalam.
'Jadi, gimana keadaan anak itu?' tanya Yayan.
'Kondisinya kini normal, tapi dari semalam tidak ada tanda-tanda dia akan bangun. Dia juga sering mengigau!'
'Hmm … hebat juga mereka?! Menurutmu sudah berapa anak yang menjadi korban untuk membuat seorang non-clan menjadi darah murni?'
'Itu pasti sangat banyak. Penelitian itu sudah dilakukan selama puluhan tahun!'
'Wah, kau sudah menyelidiki sampai sejauh ini, ya, Alfa?'
Alfa tidak bisa menahan hasrat untuk tersenyum setelah Yayan memujinya. Ia ketahuan Luna, wanita itu pun melihatnya dengan heran.
“Ehem … Lun! Jadi, apa masih ada hal yang ingin kau laporkan?“ tanya Yayan, dia berhasil menarik perhatian.
“Eh? Ah, ya … ini sebetulnya adalah bagian terpenting. Namun, entah kenapa ditentukan di bagian paling akhir?“
“Apa itu?“
Keadaan menjadi hening sesaat, 'Oh, ya. Aku melupakan hal itu.'
“Ah, itu ….?“ ucap Yayan seraya tersenyum kecut, matanya kelayapan memandang sekitar. Siapa tahu mendapat informasi.
Pandangan Yayan terhenti pada sebuah robot pelayan yang sedang mengantarkan pesanan ke meja pelanggan.
“Aku sudah memikirkan dan menentukannya. Perusahaan kita akan bergerak di bidang teknologi. Fokus pada pembuatan robot untuk keperluan industri.“ Yayan melafalkan dengan jelas.
“Hah? Serius?“
.
.
.
.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Luna, Yayan berniat untuk pergi ke ke kos-kosan Bu Salma. Dia ingin menengok teman seperjuangannya dulu.
__ADS_1
Yayan mengetuk pintu, yang membuka bukan penghuni asli kos-kosannya. Melainkan seorang wanita yang cuma mengenakan celemek, ya … ia tidak memakai apapun kecuali bra berwarna merah yang jelas terlihat.
“Apa Tuan Yayan ada suatu keperluan~~eh? Maaf. Saya akan ganti pakaian yang lebih pantas.“ Seorang wanita yang tidak lain adalah Teta langsung menutup pintu depan sedikit kelabakan.
Yayan sedikit melongo sebentar. 'Mereka berdua! Apa aku terlalu baik?'
[Ya, Host sangat baik. Sebaiknya jangan beri hadiah jika belum ada kontribusi]
'Yah, sudah terlanjur. Tapi, mereka harus bersiap dengan kontribusi yang nyata padaku'
Teta kembali membuka pintu, ia kini sudah mengenakan kaos. Azka dan Aji juga sudah nampak ikut menyambut Yayan. Mereka cuma tersenyum melihat Yayan.
“Kau berkunjung? Ada angin apa ini? Apakah ada sesuatu?“ Azka yang tampak paling bisa mengendalikan diri.
Yayan cuma menghela nafas, “seharusnya Teta sudah menjelaskan semuanya? Kalian ada tugas tersembunyi untuk masuk ke perusahaan itu, 'kan?“
Mereka berdua serempak mengangguk. “Ya, kurasa tidak masa——”
“Itu tugas yang berat, lho?“ Yayan menyela sambil tersenyum licik.
Dia kemudian masuk ke dalam setelah si penghuni mempersilahkan, Teta pergi ke belakang untuk membuat minuman. Yayan pun menjelaskan detail semua hal yang diperintahkan untuk Azka dan Aji.
Dan setelah semuanya selesai, Yayan pun pulang. Tapi, sebelum itu ….
[Misi dikonfirmasi]
[Menerima prmintaan tanpa kesadaran]
[Reward: 1000 spera, 10 poin kesehatan, 5 poin kekuatan]
'Huh? Maksudnya?'
[Cukup perhatikan sekitar saja, Host]
Yayan sudah sampai di komplek apartemennya dan hendak menuju ke lantai yang mana adalah letak unit apartemen milik Yayan. Belum ada tanda pemicu dari misi System.
Yayan hendak memasuki lift, tapi dia melihat Aida berjalan sempoyongan ke arahnya. Wanita itu seperti linglung saja.
“Aida,hei … ada apa——”
Aida tiba-tiba menjatuhkan badannya pada Yayan. Mau tidak mau, Yayan menerimanya. Mereka kini seperti berpelukan, dan cuma berduan di dalam lift. Apalagi status mereka sudah memiliki pasangan masing-masing.
“S-s-sayang, aku butuh sesuatu?“
'Sialan, dia ternyata mabuk! Apalagi aku dikira sebagai suaminya. Eh? Tapi, apa yang sebenarnya terjadi sampai dia mabuk?'
__ADS_1
Untuk berjaga-jaga, System sudah meretas cctv yang berada di dalam lift.