
Ada yang tidak beres, dia tahu itu. Dua penjaga yang pingsan sudah membuktikan apa yang sedang terjadi. Tidak hanya itu saja, rumah yang mendadak sepi membuat situasi semakin mencurigakan. Morgan berlari masuk ke dalam, dia pergi mencari dua pelayannya dan menemukan Violet pingsan di dapur. Morgan kembali berlari kali ini menuju ruangannya karena dia ingin melihat apa yang terjadi saat dia sedang berbicara dengan sang asisten.
Rekaman cctv diputar, tidak lupa yang dia lihat pertama kali adalah rekaman ketika dia bersama dengan kedua putranya. Eliana berada di dapur saat itu, Morgan melihat apa yang terjadi di dalam kamarnya sebelum Eliana masuk, Sang pelayan, Liona, ternyata sudah berada di dalam kamarnya untuk mengacak barang miliknya.
Dia tidak terkejut, dia tahu Eliana tidak mungkin mencuri. Dia mengusir Eliana bukan karena masalah akta lahir itu tapi dia mengusir Eliana karena wanita itu ingin mengambil Edwin dan Elvin darinya. Dia benar-benar kecewa dengan niat terselubung Eliana. Dengan keadaan yang tidak menguntungkan dirinya di mana kedua putranya lebih menyayangi Eliana dibandingkan dirinya, maka dia akan kehilangan Edwin dan Elvin dengan begitu mudahnya.
Oleh sebab itulah dia mengusir Eliana tapi dia tidak menduga sang pelayan baru itu justru memanfaatkan situasi yang ada. Saat Morgan berada di dalam ruangannya, Liona mendekati kamar Edwin dan Elvin. Liona berdiri di depan pintu dan membujuk Edwin dan Elvin.
Liona berkata jika dia akan mengeluarkan mereka berdua dan membawa mereka pada ibu mereka yang masih menunggu di luar sana. Edwin dan Elvin yang marah dan takut ibu mereka pergi pun mempercayai perkataan Liona apalagi Liona mengatakan pada kedua anak itu jika dia adalah Violet. Dengan sebuah alat yang dia miliki dan tentunya sudah dia persiapkan, Liona membuka pintu kamar Edwin dan Elvin.
Morgan masih memperhatikan cctv di mana Liona menyemprotkan sesuatu ke wajah kedua putranya begitu mereka keluar sehingga mereka langsung pingsan. Liona melancarkan aksinya itu setelah dia membuat Violet pingsan dan membuat dua penjaga yang ada di depan pintu pun pingsan. Tanpa sepengetahuannya ternyata sudah ada yang menunggu Liona sehingga pelayan itu bisa membawa kedua putranya pergi dengan mudahnya.
Morgan sangat marah, setelah melihat rekaman cctv tersebut. Ternyata salah satu pelayannya adalah seorang penyusup. Dia tidak pernah menduga tapi siapa sebenarnya wanita itu? Tidak ada yang tahu sama sekali jika wanita yang sedang berdiri di hadapan Edwin dan Elvin yang sudah terikat saat itu tidaklah asing bagi mereka.
Edwin dan Elvin sudah sadar dari pingsan, mereka tampak tidak mengerti dengan situasi sehingga mereka melihat sekitarnya lalu melihat ke arah wanita yang bernama Liona itu. Saat itu mereka dibawa ke sebuah bangunan tua yang ada di tengah hutan. Tempat itu adalah tempat yang paling aman untuk menghabisi seseorang tanpa ada saksi dan tanpa adanya bukti karena tempat itu jauh dari keramaian.
"Apa yang Aunty mau? Kenapa membawa kami ke sini?" teriak Edwin.
"Anak nakal, tentu saja aku akan membunuh kalian berdua!" jawab Liona.
__ADS_1
"Penyihir jahat, kau mengelabui Daddy untuk menculik kami!" teriak Elvin.
"Ha... Ha.. Ha... Ha...!" tawanya terdengar, penyihir jahat? Wanita yang bernama Liona itu pun melepaskan topeng wajah yang dia kenakan dan juga rambut palsu yang dia gunakan. Ya, dia memang penyihir jahat bagi kedua anak itu karena dia adalah Camella.
"Penyihir jahat... Penyihir jahat!" teriak Edwin dan Elvin.
Camella kembali tertawa terbahak, dia sengaja menyamar dan menyusup sebagai pelayan di rumah Morgan agar dia bisa bergerak leluasa tapi kedua anak itu sudah curiga dengannya. Untungnya keberadaan Violet membantu dirinya sehingga Edwin dan Elvin tidak terlalu mencurigainya. Dia masuk ke rumah itu untuk mencari tahu siapa sebenarnya ibu dari kedua putra Morgan, Dia berniat mencari tahu lalu mencari wanita yang melahirkan si kembar nakal itu dan membantunya mengambil Edwin dan Elvin. Jika kedua anak itu tidak ada, dia bisa kembali dengan Morgan tapi siapa yang menduga, ibu mereka justru wanita yang selalu bersama dengan mereka saat ini.
Rencana pun berubah dengan cepat, situasi kacau yang diakibatkan oleh dirinya dimanfaatkan dengan baik bahkan dia menghubungi beberapa orang penjahat untuk melancarkan aksinya saat Morgan dan Eliana sedang bertengkar. Cinta memang membuat seseorang menjadi bodoh, oleh sebab itu dialah pemenangnya apalagi kedua anak nakal itu akan dia bunuh setelah ini.
"Penyihir jahat, Daddy akan datang dan menendangmu!" teriak Edwin.
"Daddy pasti akan datang dan melempar penyihir jahat!" teriak Elvin.
"Sebelum dia datang, aku sudah melenyapkan kalian berdua. Ha... ha.. ha.... ha...!" ucap Camella sambil tertawa terbahak.
"Daddy, Daddy benar-benar jahat. Daddy mengusir Mommy dan membiarkan penyihir ini menangkap kami!" teriak Elvin.
"Daddy tidak sayang pada kami, Daddy hanya mementingkan diri sendiri saja!" teriak Elvin pula.
__ADS_1
Camella tertawa terbahak, cukup sudah. Dia tidak boleh berlama-lama karena Morgan bisa datang. Di tempat itu tidak akan ada yang tahu jika dia pelakunya. Morgan tidak akan bisa menemukan Liona karena sejak awal Liona tidak ada. Morgan pun tidak akan akan tahu apa yang dia lakukan dan ketika Morgan sedang terpuruk akibat kehilangan kedua putranya, di saat itu pula dia akan datang pada pria itu bagaikan seorang malaikat.
Sebuah pistol Camella ambil. Benda itu dia beli dari seorang teman. Dia tidak ragu untuk melakukan apa pun demi tujuannya. Lagi pula sejak awal kedua anak nakal itu yang telah mengibarkan bendera perang. Dia tidak akan lupa dengan apa yang telah mereka lakukan dan dia pun tidak akan lupa dengan steak cacing menjijikkan yang dia makan. Semua gara-gara kedua anak nakal itu dan hari ini, dia akan membalas semuanya.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya Camella dengan seringai lebar. Pistol pun sudah diarahkan ke arah Elvin, dia tidak akan ragu membunuh kedua anak nakal itu.
"Jangan Aunty, Daddy akan memberikan apa pun yang Aunty mau jadi jangan lakukan!" teriak Elvin.
"Benar, kami hanya mau Mommy saja. Aunty bisa mengambil Daddy, kami berikan Daddy pada Aunty!" teriak Edwin.
"Diam! Sekalipun aku memiliki ayah kalian tapi selama kalian masih hidup maka kalian akan tetap menjadi penghalang terbesarku!" teriak Camella.
"Kami tidak akan mengganggu Aunty dan Daddy, kami tidak akan mengganggu!' teriak si kembar.
"Cukup sudah!" teriak Camella marah. Dia sudah akan menembak Elvin tapi tiba-tiba saja seseorang menerobos masuk ke dalam melalui jendela yang sudah tidak ditutupi apa pun dan wanita itu juga berteriak.
"Hentikan... Hentikan!" Camella terkejut apalagi wanita itu ingin merebut pistol yang ada di tangannya. Camella segera menghindar, seseorang penjahat yang dia bayar dan berada di ruangan itu membantunya memukul wanita itu hingga wanita itu terpental ke dinding.
Camella kembali terkejut karena wanita itu adalah Eliana sedangkan si kembar berteriak memanggil ibu mereka. Bagaimana Eliana bisa berada di sana? Apakah Eliana datang bersama dengan Morgan? Tidak, dia rasa hal itu tidak mungkin karena saat dia pergi, Eliana sudah tidak terlihat lagi di sekitar rumah Morgan lagi. Lalu bagaimana bisa?
__ADS_1